Ekonomi
( 40733 )Properti Selama Pandemi, Developer Mulai Bidik Pasar Generasi X dan Y
Bisnis, JAKARTA — Para pengembang properti mulai mengubah target pasar dengan membidik generasi X dan Y yang berpotensi menjadi orang kaya baru di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Managing Director Strategic Business & Service Sinar Mas Land Alim Gunadi mengatakan strategi mengubah target pasar itu diperlukan guna menyesuaikan kebutuhan pasar dan memperhatikan perubahan generasi dan besaran pendapatannya.
Alim menjelaskan generasi X dan Y akan mendominasi golongan pendapatan pada 2020 hingga 2025.
Dia memaparkan generasi X akan mencapai 50% dan generasi Y sebesar 30% dari total jumlah populasi Indonesia 270,2 juta jiwa. Khusus generasi baby boomers diperkirakan tinggal 20%.
Selama pandemi Covid-19, menurutnya, pengembang properti harus dapat berinovasi menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan generasi yang bakal dominan pada beberapa tahun mendatang.
Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Paramount Land M. Nawawi mengatakan berhasil menjual habis rumah seharga Rp1,2 miliar secara online pada 27 Februari 2021.
Menurutnya, kesuksesan penjualan 94 unit rumah di Aniva Junction di Paramount Gading Serpong Tangerang, Banten itu bisa menjadi sinyal kuat pertumbuhan sektor properti pada 2021
Dengan tren dominasi generasi X dan Y, pengembang properti saat ini sudah harus dapat berinovasi menyediakan produk yang sesuai dengan keinginan generasi tersebut.
Selain itu, pengembang perumahan harus lebih waspada dan berhati-hati mengatur arus kas, salah satunya dengan membuat produk hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemungkinan diminati sehingga diserap pasar.
Pada periode 2020—2025, menurutnya, rumah yang diminati dalam rentang harga Rp1,5 miliar. Hal itu terbukti dari penjualan terbanyak unit rumah yang dibangun Sinar Mas sejak 2018 hingga 2020 yaitu sekitar Rp1,5 miliar.
(Oleh - HR1)
Dana Mengendap di Perbankan Sumut Rp 41,79 Triliun Sebaiknya Disalurkan sebagai Kredit untuk UKM
Khusus di perbankan yang ada di wilayah Sumatera Utara, tahun ini terungkap hampir 42 trillun, tepatnya 41,79 triliun dana yang mengendap (SIB 26/2).
Pakar ekonomi nasional di Sumut, Dr Polin Pospos menegaskan kajian itu misalnya berupa proses verifikasi atau seleksi para calon pemohon kredit (debitur) lain yang dinilai lebih layak, Calon debitur membatalkan dana kreditnya yang sudah disetujui pihak bank (kreditur), sehingga dana tersebut jadi mengendap di bank-bank.
Selain mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN) melalui pemberdayaan UKM di masa pandemi Covid-19, kebijakan penyaluran alternatif kredit dari dana-dana undisbursed loan ini juga akan mengurangi timbunan dana di perbankan sehingga kinerja perbankan meningkat.
RI Selalu Jadi 5 Besar Negara Pengekspor Ikan Hias
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meresmikan Pusat Koi dan Maskoki Nusantara di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dalam rangka menyiasati semakin pesatnya peluang ekspor komoditas ikan hias Indonesia.
Berdasarkan catatan KKP, ekspor ikan hias Indonesia senilai US$ 33 juta pada 2019, meningkat signifikan dari tahun 2012 sebesar US$ 21 juta. Selain itu, nilai ekspor ikan hias Indonesia pada 2019 tersebut juga merupakan 10,5 persen dari pasar ikan hias dunia.
Komoditas ikan hias ekspor Indonesia antara lain adalah napoleon wrasse, arwana, cupang hias, dan maskoki. Sedangkan negara tujuan utama ekspor ikan hias Indonesia adalah Cina, Amerika, Rusia, Kanada, dan Singapura.
Menteri Trenggono mengatakan optimalisasi potensi produksi dan ekspor ikan hias Indonesia ke pasar dunia dalam pengembangannya harus tetap memperhatikan perlindungan dan pelestarian. Ketelusuran, sertifikasi, registrasi dan prinsip kehati-hatian juga harus menjadi perhatian.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti menerangkan bahwa Indonesia memiliki 4.552 jenis spesies ikan hias. Bahkan 440 di antaranya merupakan endemik tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Dewan Penunjang Ekspor Dibentuk Bantu UMKM
Kementerian Perdagangan (Kemendag) bakal membentuk Dewan Penunjang Ekspor sebagai upaya untuk meningkatkan ekspor produk usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, pada dasarnya Kemendag telah memiliki Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, maka nantinya Dewan Penunjang Ekspor akan dikembangkan dari direktorat tersebut.
“Jadi Dewan Penunjang Ekspor tersebut sebagai badan yang bisa mempelajari dan mengeksekusikan pasar tertentu, “ ujar Lutfi.
Menurut dia, saat ini ada dua pasar utama yang bisa dikerjakan. yakni Indonesia Islamic Fashion dan Indonesia Halal Industry. Keduanya perlu dikembangkan lebih dulu untuk pasar dalam negeri.
Holding BUMN Baterai akan Terbentuk Tahun Ini
Ketua Tim Kerja Percepatan Pengembangan EV Battery BUMN sekaligus Komisaris Utama Mind Id, Agus Tjahajana menjelaskan, pembentukan holding tersebut bahkan bisa lebih cepat dari target Juni tahun ini.
Agus melanjutkan, Holding BUMN Baterai yang melibatkan empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Pertamina (Persero), PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) serta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) nantinya bakal bernama Industri Baterai Indonesia (IBI).
Demi memenuhi target tersebut, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai USS 13 miliar dalam rentang waktu tahun 2026 hingga 2030 mendatang. Nilai investasi tersebut berpotensi meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas.
Kinerja Impor 2020 Turun, Industri Baja Menguat
Bisnis, Jakarta - Kendati sektor industri secara keseluruhan terdampak pandemi Covid-19, Kementrian Perindustrian mencatat adanya pertumbuhan produksi baja nasional sepanjang tahun lalu. Hal itu tercermin dari perkiraan produksi 2020 sebesar 11,5 juta ton dengan kapasitas produksi bahan baku baja nasional (slab, billet, bloom) sebesar 13 juta ton. Bila dibandingkan dengan realisasi produksi pada 2019 yang mencapai 8,8 juta ton, kinerja industri baja pada 2020 naik sekitar 30,2%. Begitu juga dengan utilisasin pada 2020 juga meningkat hingga 88,38% dibandingkan dengan kondisi 2019 sebesar 67,86%.
Periode 2020 merupakan lembaran baru bagi industri baja nasional. Sebab, Indonesia berhasil menekan impor baja hingga 34% dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun lalu, Kemenperin juga fokus menjalankan program subtitusi impor sebesar 35% pada 2022. Langkah strategis tersebut untuk membangkitkan kembali kinerja industri dan ekonomi nasional akibat gempuran dampak pandemi Covid-19.
Impor baja untuk jenis slab, billet, dan bloom pada 2020 sebanyak 3,4 juta ton, lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 4,6 juta ton. Penurunan impor juga terjadi pada jenis baja Hot Rolled Coil per Plate (HRC/P), Cold Rolled Coil per Sheet (CRC/S), dan jenis baja lapis. Arah kebijakan pemerintah saat ini sudah lebih baik dalam mendukung industri dalam mendukung industri dalam negeri meski masih perlu penyempurnaan.
(Oleh - IDS)
Distribusi Tenaga Kerja di Bali, Pekerja Wisata Beralih Jadi Petani
Bisnis, Denpasar - Pandemi virus corona mengubah peta distribusi pekerja di Bali yang selama ini menjadi magnet utama sektor pariwisata di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat distribusi tenaga kerja di Bali mengalami perubahan dengan penurunan pekerja sektor akomodasi, makanan, minuman dan peningkatan jumlah pekerja di sektor pertanian. Pandemi Covid-19 memaksa pekerja di Bali beralih ke sektor pertanian setelah sektor akomodasi, makanan dan minuman belum menjanjikan lagi.
Perubahan jumlah tenaga kerja di Bali berpengaruh pada distribusi tenaga kerja per sektor. Sektor akomodasi, makanan dan minuman yang semula memiliki porsi 18,3% pada 2019 pada tahun berikutnya turun menjadi 9,8%. Pada 2019, tingkat penggangguran di Bali menjadi nomor satu terendah di Indonesia. Pada 2020 peringkat Bali anjlok menjadi ke-18 penggangguran terendah di Indonesia.
Kepala Bidang Bina Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali berencana menyiapkan pelatihan tenaga kerja di luar sektor pariwisata menyusul banyaknya masyarakat yang beralih kerja ke sektor pertanian. Penambahan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian tidak serta-merta menunjukkan peningkatan jumlah petani. Pekerja di Bali dinilai hanya menjadikan sektor pertanian sebagai usaha sampingan. Pandemi yang terjadi sejak tahun lalu mendorong pekerja beralih dan menjadikan sektor pertanian sebagai pekerjaan utama. Dengan pola distribusi sektor kerja di Bali yang mengalami perubahan, dia berencana membuat pelatihan atau peningkatan kompetensi kerja selain sektor pariwisata. Balai Latihan Kerja (BLK) di Bali memiliki tugas untuk memberikan peningkatan kompetisi khusus di sektor pariwisata.
(Oleh - IDS)
Pembentukan Bullion Bank untuk Kelola Emas Dikaji
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan pemerintah tengah mengkaji pembentukan bullion bank yang ditujukan untuk mengelola komoditas emas . Langkah ini dinilai perlu mengingat Indonesia merupakan salah satu negara pemain besar emas dunia. Emas merupakan komoditas yang harganya terus mengalami peningkatan, di sisi lain impor dari komoditas sangat tinggi. Kinerja ekspor emas dan granule meningkat hingga mencapai US$ 5,28 miliar. Oleh karena itu, pembentukan bullion bank dapat memberikan banyak manfaat yakni menghemat devisa bagi pemerintah, sebagai sumber pembiayaan bagi industri.
Indonesia merupakan negara produsen emas terbesar ketujuh di dunia dengan produksi mencapai 130 ton atau 4,59 juta ounce pada 2020. Tetapi, PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam hanya tergolong sebagai junior gold miner company dengan produksi pada 2020 hanya sebesar 1,7 ton. Bahkan, konsumsi emas Indonesia cenderung masih rendah dengan rincian untuk retail invesment 172.800 ounces dan perhiasan 137.600 ounces. Menteri Perdagangan mengatakan akan meneruskan kajian mengenai pembentukan bullion bank dengan mempertimbangkan berbagai aspek.
(Oleh - IDS)
Tokopedia Cetak Transaksi Produk Kecantikan Naik 2 Kali Lipat
Jakarta - Tokopedia mencatatkan transaksi pada kategori kecantikan mencapai hampir 2 kali lipat menjelang akhir 2020 lalu. AVP of Category Development for FMCG & AMP Long Tail Categories Tokopedia. Pembersih wajah, paket perawatan wajah, serum, masker wajah, dan krim wajah menjadi beberapa produk kecantikan paling laris di Tokopedia. Tingginya antusiasme tersebut melatarbelakangi kehadiran Tokopedia Beauty Dealight.
Program yang berlangsung hingga 5 maret 2021, juga merupakan panggung bagi pegiat usaha, khususnya UMKM lokal di industri kecantikan seperti Gentle Hour dan Maska Indonesia, untuk mempertahankan bisnis terutama di tengah pandemi lewat pemanfaatan teknologi. Gentle Hour merupakan bisnis produk pembersih wajah lokal, memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia yang memberikan kontribusi signifikan bagi penjualan.
Maska Indonesia menawarkan sederet pilihan produk skincare berbahan alami. Selain membuat produk semakin dikenal, berbagai kampanye dan fitur TopAds di Tokopedia juga membantu mendorong peningkatan transaksi hampir 2 kali lipat pada September 2020 lalu jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kini setiap pegiat usaha skincare lokal berlomba menawarkan produk berkualitas yang tidak kalah saing dengan produk asing. Penjualan produk skincare lokal pun meningkat.
(Oleh - IDS)
Erick Tohir Berencana Akuisisi Peternakan hingga Ladang Garam di Luar Negeri
Impor masih menjadi pekerjaan rumah Indonesia. Saat ini, pemerintah tengah berupaya mengatasi masalah tersebut dengan melakukan sejumlah akuisisi.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, sejumlah inisiatif yang sedang disiapkan antar lain akuisisi peternakan, tambang fosfat dan penambangan garam.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari 88 proyek strategis kami yang akan dilaksanakan dari 2021 hingga 2023 untuk meningkatkan rantai pasok, pertumbuhan dan kemajuan ekonomi nasional,” ujarnya.
Menurut Erick, hal tersebut sebagai upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di 2045.
Di samping itu, Erick juga mendorong keterlibatan swasta dalam pembangunan di Tanah Air. Erick mengatakan, sudah banyak proyek BUMN yang telah dikerjasamakan dengan swasta. Ia berharap lebih banyak lagi swasta yang terlibat proyek dengan BUMN.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









