;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Lobster Jadi Unggulan Budidaya

19 Mar 2021

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebiakto menyampaikan,tiga komoditas unggulan budidaya yang fokus digarap sebagai bagian program terobosan KKP 2020-2024 adalah udang, lobster, dan rumput laut. Menurut data KKP, volume ekspor lobster Indonesia pada 2020 sebanyak 2.022 ton atau 4,21 persen dari pasar ekspor dunia. Ekspor RI senilai 75,25 juta dollar AS. Indonesia merupakan produsen lobster kedua terbesar di dunia setelah Vietnam. Pasar utama lobster antara lain China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Timur Tengah. Adapun komoditas udang diprioritaskan karena peluang ekspornya tinggi. Pada 2020, ekspor udang sebanyak 239.227 ton atau senilai 2,04 miliar dollar AS. Volume ekspor itu berkontribusi 7,15 persen terhadap ekspor dunia. Target ekspor udang antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Pengembangan budidaya lobster akan difokuskan melalui pembentukan kampung-kampung lobster di sentra penangkapan benih lobster. Kawasan yang dibidik antara lain Lombok Timur, Jawa Timur, Jawa Barat, dan pantai barat Sumatera. 

RI akan Produksi Pupuk di Nigeria

19 Mar 2021

PT Saputra Global Harvest dari Indonesia akan memproduksi dan memasarkan Saputra Futura, inovasi pupuk berbahan baku batubara, di Nigeria, Afrika Barat. Kerja sama antara PT SGH dan perusahaan asal Nigeria, MAAIC & MAAH Ltd, dimulai Februari 2021 dengan pengiriman sampel pupuk untuk diterapkan di lahan pertanian padi dan sayuran di Negara Bagian Jigawa. Jika hasil panen yang diperkirakan pada Mei 2021 baik, MAAIC & MAAH Ltd akan membeli pupuk itu senilai 40.000 dollar AS.

Ekspor Mobil Produksi Lokal Diperluas

19 Mar 2021

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung sektor otomotif untuk meningkatkan daya saing dan produktivitasnya. Dari hasil pertemuan di Jepang, beberapa prinsipal otomotif menyatakan komitmennya untuk memperluas pasar ekspor kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Kemenperin mencatat, selama ini Indonesia telah diguyur investasi sebesar Rp 97.3 dari empat prinsipal otomotif raksasa asal Jepang, yakni Toyota (Rp 63 triliun). Honda (Rp 6,2 triliun), Suzuki (Rp 21 triliun), dan Mitsubishi (Rp 7,1 triliun).

Sampai tahun 2024, Toyota akan memperluas pasar ekspornya sebanyak 100 negara, kemudian Honda (31 negara), Suzuki (100 negara), dan Mitsubishi (39 negara). Perluasan pasar ekspor ini seiring dengan peningkatan kapasitas produksi. Total penyerapan tenaga kerja dari investasi empat prinsipal ini bakal mencapai 9.000 orang.

Kirim 20 Ribu Liter Reduktan ke Malaysia

19 Mar 2021

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas ekspor perdana produk reduktan herbisida produksi PT Pandawa Agri Industri (PAI), Sebanyak 20 ribu liter cairan pengurang dosis obat-obatan kimia pertanian tersebut dikirim ke Malaysia. Pelepasan tersebut dilakukan di pusat pabrik PAI di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Rabu (17/3). Bupati Ipuk mengapresiasi ekspor produk reduktan herbisida ini yang digawangi oleh tiga putra daerah asal Banyuwangi. Produk inovatif ini menjadi bukti bahwa inovasi bisa melahirkan banyak peluang bisnis prospektif.

CEO dan Founder PT Pandawa Agri Industri Kukuh Roka Putra mengatakan, perusahaannya telah mendapatkan pesanan perdana produk reduktan herbisida 'Weed Solution' dari perusahaan raksasa sawit asal Malaysia. Total pesanan dari Malaysia tersebut pada tahun 2021 ini mencapai 100 ribu liter. PT Pandawa Agri Industri merupakan perusahaan agrokimia pertama di Indonesia asal Banyuwangi yang saat ini menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pereduksi (reduktan) pestisida. 

Start-up Lokal Modal Indonesia Jadi Pemenang

19 Mar 2021

Jakarta - Kehadiran start-up digital lokal akan menjadi salah satu kontribusi dan modal penting untuk mendorong Indonesia menjadi pemenang di dalam persaingan ekonomi digital. Bahkan, keberadaan pelaku usaha di sektor hilir ekonomi digital itu akan melengkapi upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Tanah Air. Kehadiran start-up digital seperti Traveloka, memberikan gambaran pandemi Covid-19 tidak akan mampu menghentikan semangat pemerintah untuk terus bekerja maju. 

Bisnis pada sektor ekonomi digital juga berpeluang menjadi salah satu andalan dan tulang punggung dalam pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Dengan pertumbuhan sektor TIK dalam perekonomian nasional. Pemerintah dan komponen masyarakat dengan kerja serius dan sungguh-sungguh mampu mengatasinya. Selain mengapresiasi dan mendorong kemunculan start-up digital lokal beserta ekosistemnya, seperti lembaga pendidikan dan pengembangan, pemerintah juga mengambil bagian dalam penyediaan infrastruktur TIK. Tujuannya untuk meningkatkan rasio akses internet lebih merata di seluruh Indonesia.

(Oleh - IDS)

Uji Coba Perdagangan Karbon Segera Dimulai

19 Mar 2021

Jakarta - Untuk pertama kalinya, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan uji coba perdagangan emisi karbon di sektor pembangkitan listrik. Uji coba ini untuk mendukung target pemangkasan emisi karbon atau gas rumah kaca (GRK) di sektor energi sebesar 314 - 398 juta ton pada 2030. Pemerintah tengah menyusun kebijakan tentang nilai ekonomi karbon, termasuk perdagangannya. Uji coba perdagangan karbon ini selaras dengan kebijakan yang telah digarap tersebut. Jika berhasil, perdagangan karbon ini akan tambah capaian penurunan emisi GRK dalam rangka pemenuhan target emisi sektor energi. 

Perdagangan karbon ini menggunakan mekanisme cap and trade. Pemerintah akan menetapkan batas emisi dari suatu pembangkit listrik berdasarkan intensitasemisi tertimbang di 2019. Perdagangan dilakukan untuk selisih antara realisasi dan batas emisi karbon yang diperbolehkan. Mekanisme offset juga diterapkan dalam perdagangan ini sebagai kompensasi GRK yang dihasilkan. Terdapat beberapa syarat jual beli karbon. Perusahaan PLTU wajib terkonfirmasi sebagai peserta dan melaporkan emisinya melalui Aplikasi Perhitungan dan Pelaporan Emisi Ketenagalistrikan (APPLE-GATRIK). Bagi PLTU dengan emisi di bawah batas, hanya boleh jual beli jika sudah lakukan mitigasi emisi atau membangun pembangkit energi terbarukan. Selain itu, volume karbon yang dijual juga hanya boleh maksimal 70% dari total surplus. Sehingga, setelah diperdagangkan, nilai emisi PLTU ini tetap di bawah batas.

(Oleh - IDS)

RI Impor Garam Industri 3 Juta Ton

19 Mar 2021

Jakarta - Pemerintah akan membuka keran impor garam industri sebanyak 3 juta ton tahun ini, naik 13,8% dari tahun lalu. Impor garam kembali dilakukan karena kualitas garam dalam negeri belum memadai untuk industri. Impor garam tidak akan mengganggu nota kesepahaman (MoU) penyerapan garam rakyat tahun lalu sebanyak 1,2 juta ton. Kemenperin mendapatkan tugas untuk mendorong penyerapan 1,5 juta ton garam dari petani oleh industri pengolahan garam.

Garam masih menjadi barang yang strategis. Saat ini, 84% permintaan garam datang dari industri, sedangkan sisanya dari rumah tangga dan restoran. Dari angka 84% itu, sebanyak 53% diserap industri kimia atau tahun ini sekitar 2,4 juta ton. Angka itu telah menghitung investasi baru yang dilakukan para pelaku industri. Sementara itu, di industri aneka pangan, sebagian kebutuhan sudah mampu dipenuhi garam lokal dan sebagian masih harus impor. Jika garam lokal sudah mampu memenuhi standar kualitas dan kebutuhan industri, penyerapan garam rakyat juga akan naik. Hal tersebut bisa menjadi basis penguatan industri dalam negeri.

(Oleh - IDS)

Keluarga Tanoesoedibjo Ambil Alih Zebra

19 Mar 2021

Jakarta - PT Trinity Healthcare (THC) resmi mengakuisisi PT Infiniti Wahana (IW), pemilik 51% saham PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA), perusahaan yang bergerak di bidang transportasi. Setelah akuisisi, Rudy Tanoesoedibjo, kakak kandung Hary Tanoesoedibjo, diberi kuasa untuk melakukan tindakan operasional dalam mengembangkan bisnis Zebra Nusantara. Pada 26 Februari 2021, THC telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBB) dengan IW selaku pemegang saham pengendali Zebra Nusantara. Diketahui bahwa IW mempunyai saham Zebra Nusantara sebanyak 665.186.134 saham, yang terdiri atas 3.400 saham seri A dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham. 

Pengambilalihan ini dimaksudkan untuk mengembangkan bisnis perseroan dengan membangun sinergi bersama unit-unit usaha THC lainnya guna mencapai kemajuan perusahaan yang menjanjikan. Zebra Nusantara dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang transportasi taksi dan jasa serupa lainnya. Selain mengoperasikan taksi di area Surabaya, perusahaan ini juga menyewakan jasa limusin di area kota tersebut. Perusahaan tersebut melantai di papan pengembangan. Sebelum pengambilalihan saham oleh THC, pemegang saham Zebra Nusantara adalah IW sebesar 77,7% dan masyarakat 22,3%.

(Oleh - IDS)

Transaksi Digital Banking Naik Drastis Dipicu Masyarakat Ramai Belanja Online

19 Mar 2021

Bank Indonesia (BI) mencatat adanya kenaikan yang signifikan dari transaksi digital banking. Sejalan dengan itu, transaksi menggunakan kartu ATM, debet maupun kredit mengalami penurunan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Februari 2021 mencapai Rp 783,6 triliun, tumbuh 11,95% (yoy). Di sisi lain, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit pada Februari 2021 tercatat Rp 579,6 triliun. Angka itu mengalami kontraksi 4,93% (yoy).

Nilai transaksi uang elektronik pada Februari 2021 sebesar Rp 19,2 triliun, atau tumbuh 26,42% (yoy). Volume transaksi digital banking juga terus meningkat, pada Februari 2021 tumbuh 36,41% (yoy) mencapai 464,8 juta transaksi dan nilai transaksi digital banking yang tumbuh 22,94% (yoy) mencapai Rp 2.547,5 triliun.

Resi Gudang Tidak Optimal

18 Mar 2021

Anjloknya harga dan serapan garam rakyat turut berimbas pada tersendatnya sistem resi gudang garam yang digulirkan pemerintah. Padahal, resi gudang menjadi penyangga bagi petambak untuk mendapat harga layak. Hingga kini, stok garam rakyat mencapai 723.000 ton. Indonesia memiliki 24 gudang untuk penyimpanan garam rakyat. Namun, baru tujuh di antaranya yang memiliki sistem resi gudang, yakni di Indramayu, Cirebon, Pati, Rembang, Tuban, Pamekasan, dan Pangkep.

Menurut Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan Miftahul Huda, sistem resi gudang tersendat karena perbankan tidak mau menerbitkan resi. Harga garam yang terus anjlok tidak memberi kepastian dan jaminan bagi perbankan, Rabu (17/3/2021). Selain itu, gudang garam nasional juga belum optimal menyerap garam rakyat yang menumpuk. Hal ini, di antaranya, karena beban ongkos angkut garam ke gudang yang wajib ditanggung petambak, sedangkan harga jual garam hanya Rp 400 per kg.