Ekonomi
( 40460 )Hegemoni Bank BUMN
Dari total 109 bank di Indonesia per akhir 2020, bank berstatus badan usaha milik negara atau BUMN hanya ada empat. Kendati demikian, kelompok bank BUMN sangat dominan dalam industri perbankan nasional. Mereka menguasai 43,1 persen total dana pihak ketiga perbankan nasional yang sebesar Rp 6.665,4 triliun per akhir 2020. Sementara pangsa kreditnya mencapai 44,6 persen dari total Rp 5.481,6 triliun pada periode yang sama.
Kondisi tersebut menunjukkan betapa timpangnya struktur industri perbankan di Tanah Air. Bahkan, ketimpangan makin kentara apabila merujuk data ini: 7 bank terbesar menguasai hampir 60 persen total dana pihak ketiga, yang berarti 40 persen sisanya diperebutkan 102 bank. Timpangnya struktur perbankan nasional menimbulkan banyak masalah, salah satunya terjadi penguasaan pasar oleh segelintir bank sehingga mekanisme pasar tidak berjalan semestinya.
Penguasaan pasar yang dominan cenderung membentukkartel, menghindari persaingan, dan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan. Berkat dominasi dan posisi tawar yang tinggi, penguasa pasar cenderung mengatur harga dan menentang mekanisme pasar demi meraup keun-tungan sebesar-besarnya yang ujungnya membuat konsumenkerap menjadi korban. Praktik semacam itu, dalam level tertentu, juga terjadi di industri perbankan nasional. Harga jual produk perbankan, yang dalam hal ini disebut suku bunga kredit, terbukti tidak mengikuti mekanisme pasar.
Seperti halnya harga barang, pembentukan bunga kredit juga dipengaruhi sejumlah faktor, yakni biaya dana (cost offunds), biaya operasional (overhead cost), margin keuntungan(profit margin), dan premi risiko. Faktor-faktor lain di luar premi risiko cenderung bisa dikendalikan dan dikalkulasi oleh bank sehingga dianggap sebagai pembentuk suku bunga dasar kredit (SBDK). Cost of funds merupakan biaya yangdikeluarkan bank untuk membayar bunga dana pihak ketiga,seperti tabungan, deposito, dan giro. Dalam industri ma-nufaktur, biaya ini disebut sebagai ongkos bahan baku.
Perlu intervensi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar kompetisi pada industri perbankan nasional menjadi lebih sehat dan berdaya saing. Intervensi berupa pemberian insentif, yang pernah beberapa kali dicoba, sepertinya tidakefektif untuk mendorong penurunan SBDK. Perlu aturanyang lebih keras, semisal memberi penalti kepada bank yangmengambil margin keuntungan berlebihan (excessive mar-gin). Penalti layak diterapkan karena praktik excessive margin sangat merugikan sektor riil. Di sisi lain, pemerintah jangan membebani manajemen bank BUMN dengan target dividen yang terlampau tinggi. Penyaluran kredit berbunga rendah yang dapat memulihkan kembali sektor riil niscaya jauh lebih bermanfaat bagi negara ketimbang dividen dari bank-bank pelat merah.
Kebutuhan Garam, Jaga Komitmen Penyerapan
Bisnis, Jakarta - Industri makanan dan minuman akan meningkatkan komitmen penyerapan garam rakyat di samping tetap menggunakan garam impor. Kebutuhan bahan baku garam pada industri tersebut untuk tahun ini akan berkisar 743.000 ton. Angka itu lebih tinggi dari tahun lalu yang berkisar 530.000 ton. Untuk kebutuhan tahun ini, industri tidak akan sepenuhnya mengandalkan garam impor. Telah ada komitmen penyerapan garam rakyat sebanyak 131.000 ton.
Industri makanan dan minuman dituntut membuat produk yang baik dengan masa simpan yang panjang. Alhasil, jika banyak ditemukan kontaminan, maka kualitas produk akan sulit bersaing. Adapun, sektor manufaktur yang sudah dapat mengonsumsi garam lokal sampai saat ini adalah industri water treatment, penyamakan kulit, pakan ternak, sabun dan deterjen.
Kenaikan impor garam tahun ini tentu sudah berdasarkan audit kebutuhan garam industri yang dilakukan pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Garam masih menjadi barang yang strategis dengan 84% permintaan datang dari industri. Dari 84% tersebut, 53% berasal dari kebutuhan industri kimia atau sekitar 2,4 juta ton. Angka tersebut telah menghitung investasi baru yang dilakukan para pelaku industri.
(Oleh - IDS)
Emiten Perkebunan, CPO Merekah, Lsip Semringah
Bisnis, Jakarta - Berkah harga minyak sawit mentah yang merekah sedang dirasakan oleh PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. Pada 2021, kemampuan entitas Grup Salim itu untuk memacu profitabilitas kembali diuji. Pada 2020, emiten berkode saham LSIP itu mencatatkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 3,53 triliun. Pencapaian itu turun 4,4% dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp 3,69 triliun. Pendapatan LSIP itu bersumber dari penjualan produk crude palm oil (CPO) sebanyak 324.939 ton, palm kernel dan produk terkait 97.552 ton, karet 7.838 ton, dan OP seeds 4,94 juta benih. Volume penjualan seluruh produk LSIP tercatat turun pada 2020. Beruntung, penurunan itu sebagian diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata produk sawit hingga 26% secara tahunan.
Industri perkebunan diperkirakan masih tetap menantang pada tahun ini karena dampak pandemi Covid-19 di seluruh dunia. Harga CPO menanjak signifikan pada paruh kedua 2020, setelah sempat anjlok di level terendah pada kuartal II/2020. Kenaikan harga CPO dinilai didorong oleh ekspektasi dampak dari kondisi cuaca, pasokan CPO yang terbatas, dan naiknya permintaan kedelai. Kenaikan laba pada 2020 juga didukung upaya perseroan dalam pengendalian biaya dan efisiensi.
(Oleh - IDS)
Janji Bunga Murah di Holding Ultra Mikro
JAKARTA. Induk usaha (holding) ultra mikro siap berdiri. Agenda penggabungan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam satu payung itu telah mengantongi restu seluruh otoritas terkait. Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Komite Sistem Stabilitas Keuangan (KSSK) dan Komite Privatisasi telah memberi lampu hijau pembentukan holding ultra mikro.
Menteri BUMN Erick thohir menyebut, pelaku usaha berpeluang mendapatkan bunga pembiayaan lebih rendah di masa depan. Sebab, sinergi ketiga perusahaan bisa menekan beban dana. Di PNM, misalnya, nasabah tidak perlu ke cabang untuk bayar angsuran dan tanpa biaya transaksi. Sementara Pegadaian akan menempatkan outlet di BRI, sehingga dapat memangkas biaya. Semoga target bunga murah itu bukan janji di atas kertas.
(Oleh - HR1)
Petani Gundah Hadapi Harga Gabah Murah
Petani di sejumlah daerah gundah karena gabah hasil panennya ditawar murah. Berdasarkan pantauan Kompas di Jawa Barat dan Jawa Timur, Kamis (18/3/2021), sejumlah daerah mulai memasuki masa panen raya. Petani mengeluhkan harga gabah kering panen yang berkisar Rp 3.200-Rp 3.700 per kilogram, jauh di bawah harga pembelian pemerintah Rp 4.200 per kg. Saat ini harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berkisar Rp 3.300-Rp 3.700 per kilogram (kg), jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 4.200 per kg. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Tasrip Abubakar mengatakan, anjloknya harga gabah petani tidak sesuai dengan meningkatnya ongkos tanam. Kini, lanjutnya, modal tanam petani di Cirebon bisa mencapai Rp 10 juta per hektar.
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan, produksi gabah kering giling nasional sepanjang Januari-April 2021 akan mencapai 25,37 juta ton. Angka itu naik 26,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Proyeksi produksi gabah itu setara dengan 14,54 juta ton beras.
Lobster Jadi Unggulan Budidaya
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebiakto menyampaikan,tiga komoditas unggulan budidaya yang fokus digarap sebagai bagian program terobosan KKP 2020-2024 adalah udang, lobster, dan rumput laut. Menurut data KKP, volume ekspor lobster Indonesia pada 2020 sebanyak 2.022 ton atau 4,21 persen dari pasar ekspor dunia. Ekspor RI senilai 75,25 juta dollar AS. Indonesia merupakan produsen lobster kedua terbesar di dunia setelah Vietnam. Pasar utama lobster antara lain China, Hong Kong, Taiwan, Singapura, dan Timur Tengah. Adapun komoditas udang diprioritaskan karena peluang ekspornya tinggi. Pada 2020, ekspor udang sebanyak 239.227 ton atau senilai 2,04 miliar dollar AS. Volume ekspor itu berkontribusi 7,15 persen terhadap ekspor dunia. Target ekspor udang antara lain Amerika Serikat, China, Jepang, Uni Eropa, Korea Selatan, dan Timur Tengah.
Pengembangan budidaya lobster akan difokuskan melalui pembentukan kampung-kampung lobster di sentra penangkapan benih lobster. Kawasan yang dibidik antara lain Lombok Timur, Jawa Timur, Jawa Barat, dan pantai barat Sumatera.
RI akan Produksi Pupuk di Nigeria
PT Saputra Global Harvest dari Indonesia akan memproduksi dan memasarkan Saputra Futura, inovasi pupuk berbahan baku batubara, di Nigeria, Afrika Barat. Kerja sama antara PT SGH dan perusahaan asal Nigeria, MAAIC & MAAH Ltd, dimulai Februari 2021 dengan pengiriman sampel pupuk untuk diterapkan di lahan pertanian padi dan sayuran di Negara Bagian Jigawa. Jika hasil panen yang diperkirakan pada Mei 2021 baik, MAAIC & MAAH Ltd akan membeli pupuk itu senilai 40.000 dollar AS.
Ekspor Mobil Produksi Lokal Diperluas
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung sektor otomotif untuk meningkatkan daya saing dan produktivitasnya. Dari hasil pertemuan di Jepang, beberapa prinsipal otomotif menyatakan komitmennya untuk memperluas pasar ekspor kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Kemenperin mencatat, selama ini Indonesia telah diguyur investasi sebesar Rp 97.3 dari empat prinsipal otomotif raksasa asal Jepang, yakni Toyota (Rp 63 triliun). Honda (Rp 6,2 triliun), Suzuki (Rp 21 triliun), dan Mitsubishi (Rp 7,1 triliun).
Sampai tahun 2024, Toyota akan memperluas pasar ekspornya sebanyak 100 negara, kemudian Honda (31 negara), Suzuki (100 negara), dan Mitsubishi (39 negara). Perluasan pasar ekspor ini seiring dengan peningkatan kapasitas produksi. Total penyerapan tenaga kerja dari investasi empat prinsipal ini bakal mencapai 9.000 orang.
Kirim 20 Ribu Liter Reduktan ke Malaysia
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melepas ekspor perdana produk reduktan herbisida produksi PT Pandawa Agri Industri (PAI), Sebanyak 20 ribu liter cairan pengurang dosis obat-obatan kimia pertanian tersebut dikirim ke Malaysia. Pelepasan tersebut dilakukan di pusat pabrik PAI di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Rabu (17/3). Bupati Ipuk mengapresiasi ekspor produk reduktan herbisida ini yang digawangi oleh tiga putra daerah asal Banyuwangi. Produk inovatif ini menjadi bukti bahwa inovasi bisa melahirkan banyak peluang bisnis prospektif.
CEO dan Founder PT Pandawa Agri Industri Kukuh Roka Putra mengatakan, perusahaannya telah mendapatkan pesanan perdana produk reduktan herbisida 'Weed Solution' dari perusahaan raksasa sawit asal Malaysia. Total pesanan dari Malaysia tersebut pada tahun 2021 ini mencapai 100 ribu liter. PT Pandawa Agri Industri merupakan perusahaan agrokimia pertama di Indonesia asal Banyuwangi yang saat ini menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pereduksi (reduktan) pestisida.
Start-up Lokal Modal Indonesia Jadi Pemenang
Jakarta - Kehadiran start-up digital lokal akan menjadi salah satu kontribusi dan modal penting untuk mendorong Indonesia menjadi pemenang di dalam persaingan ekonomi digital. Bahkan, keberadaan pelaku usaha di sektor hilir ekonomi digital itu akan melengkapi upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Tanah Air. Kehadiran start-up digital seperti Traveloka, memberikan gambaran pandemi Covid-19 tidak akan mampu menghentikan semangat pemerintah untuk terus bekerja maju.
Bisnis pada sektor ekonomi digital juga berpeluang menjadi salah satu andalan dan tulang punggung dalam pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19. Dengan pertumbuhan sektor TIK dalam perekonomian nasional. Pemerintah dan komponen masyarakat dengan kerja serius dan sungguh-sungguh mampu mengatasinya. Selain mengapresiasi dan mendorong kemunculan start-up digital lokal beserta ekosistemnya, seperti lembaga pendidikan dan pengembangan, pemerintah juga mengambil bagian dalam penyediaan infrastruktur TIK. Tujuannya untuk meningkatkan rasio akses internet lebih merata di seluruh Indonesia.
(Oleh - IDS)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









