;
Kategori

Ekonomi

( 40733 )

Produksi Vaksin Bio Farma Naik 25 Juta

30 Mar 2021

PT Bio Farma siap meningkatkan kapasitas produksi vaksin virus korona (Covid-19) dari Sinovac pada April 2021 nanti hingga 25 juta vaksin per bulan. Ini artinya ada peningkatan dua kali lipat lantaran sebelumnya kapasitas produksi vaksin hanya 10 juta-20 juta vaksin per bulan.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Senin (29/3) mengatakan, peningkatan kapasitas produksi karena ada dua fasilitas produksi yang akan segera dioperasikan.

Bio Farma menyebut sampai minggu terakhir Maret 2021, sudah ada lima kali pengiriman bahan baku dari Sinovac. Total komitmen Sinovac sebanyak 140 juta bulk vaksin yang dikirim ke Indonesia secara bertahap.

Rencananya, pada pekan pertama dan ketiga April, akan kembali datang bulk vaksin Sinovac total sekitar 30 juta bulk. Biofarma optimistis dengan line production baru maka kapasitas produksi bertambah dan bisa memastikan pemenuhan supply vaksin bagi program vaksinasi pemerintah.


Hari Film, ini tiga fokus Kemenparekraf geliatkan industri layar lebar

30 Mar 2021

Direktur Industri Kreatif, Film dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan setidaknya tedapat tiga skema utama yang dijalankan untuk mengembalikan roda industri film.

  • Pertama : menyiapkan skema mengembalikan kepercayaan masyararkat untuk kembali menonton, dan bahwa menonton itu save dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan dengan menjalankan kampanye untuk kembali ke bioskop.
  • Kedua: menghadirkan sebuah konten bioskop dan program ini diharapkan terwujud paling cepat pada Juli 2021
  • Ketiga: menanggung biaya pajak tontonan untuk membangkitkan sektor industri film sama seperti pada industri lainnya yang juga pajaknya ditanggung oleh pemerintah pusat.

Integrasi untuk Menyangga Hulu-Hilir Perikanan

29 Mar 2021

Integrasi BUMN Perikanan, yakni Perum Perikanan Indonesia dan PT Perikanan Nusantara (Persero), diharapkan memperkuat usaha hulu-hilir perikanan dan sistem logistik ikan nasional. Selama ini, distribusi ikan dari sentra produksi ke industri pengolahan dan pasar masih timpang. 

Rencana pemerintah menggabungkan Perindo dan Perinus tertuang dalam surat arahan pemegang saham atau pemilik modal tentang pembentukan induk BUMN Industri Pangan Nomor S-1131/MBU/12/2020. Perum Perindo bakal menjadi induk BUMN Perikanan.

penggabungan Perindo dengan Perinus diharapkan memperkuat sektor penangkapan, pengolahan, dan distribusi ikan di Tanah Air. Selain itu, menjadi penyangga hasil tangkapan nelayan.

Persoalan utama perikanan pada serapan dan distribusi ikan. Produksi ikan diwarnai kesenjangan distribusi ikan antardaerah. Peran BUMN Perikanan perlu didorong menjadi operator sistem logistik ikan nasional yang dapat menyerap, mengolah, dan memasarkan hasil perikanan secara optimal sehingga menopang kinerja ekspor perikanan.

Menurut Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti, diperlukan upaya hulu-hilir untuk mendorong daya saing ekspor hasil perikanan. Upaya itu antara lain pemetaan peluang pasar, peningkatan produksi hilir, dan produk bernilai tambah. Peningkatan daya saing mesti ditopang logistik ikan nasional.

Harapannya, Perindo dapat lebih agresif mengubah paradigma sehingga tidak hanya menerima penugasan pemerintah, tetapi juga mengejar keuntungan untuk kinerja perusahaan.  Semua penugasan sejak Perindo berdiri berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9/2013 dapat tetap melekat kendati telah berubah menjadi persero. Penguatan bisnis BUMN akan menghasilkan lini bisnis yang terintegrasi secara horizontal sehingga tidak ada lagi persaingan memperebutkan pasar yang sama.

Perindo menargetkan serapan produksi ikan tahun ini sebanyak 12.917 ton atau meningkat 151,51 persen dari 2020 yang sebanyak 5.143 ton. Peningkatan serapan, antara lain, melalui perluasan lahan dan kemitraan. Pada 2021, Perindo membidik 1.750 mitra perikanan budidaya atau bertambah dari 2020 yang sebanyak 551 mitra.

Daya Ungkit Kebijakan PPnBM untuk Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional

29 Mar 2021

Pemerintah terus berupaya mendorong agar perekonomian dapat bergerak lebih cepat lewat berbagai stimulus. Salah satu stimulus yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah adalah pemberian insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil. Insentif tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021. Regulasi tersebut membagi tiga kategori diskon PPnBM berdasarkan periodenya. Diskon PPnBM mencapai 100% pada Maret hingga Mei 2021. Diskon turun menjadi 50% dari PPnBM untuk Juni 2021 hingga Agustus 2021. Diskon 25% dari PPnBM diberikan untuk pembelian September 2021 hingga Desember 2021.

Pilihan kebijakan diskon PPnBM merupakan langkah tepat. Beberapa hal yang mendasarinya adalah sebagai berikut. Pertama, industri otomotif menjadi salah satu leading sector, yang mencerminkan pergerakan aktivitas ekonomi terutama konsumsi. Semain cepat sektor otomotif pulih maka pemulihan ekonomi semakin dekat. Kedua, peranan industri otomotif dalam perekonomian ti daklah rendah, baik dari sisi PDB maupun penyerapan tenaga kerja. Kontribusi subsektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor mencapai 12,95% terhadap PDB pada tahun 2020. Khusus pada subsektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor, kontribusinya terhadap PDB sekitar 2,57%.  Ketiga, kebijakan diskon PPnBM bertujuan untuk menggairahkan kembali konsumsi kelas menengah-atas. Sasaran kebijakan tersebut adalah kelompok menengah-atas. Sebagaimana diketahui, kontribusi konsumsi kelas menengah (khususnya) sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam struktur konsumsi (pengeluaran) nasional, porsi pengeluaran penduduk 40% menengah dan penduduk 20% teratas mencapai 82,27%. Jika dirinci, peranan pengeluaran penduduk 40% menengah mencapai 36,78%, sedangkan penduduk 20% teratas mencapai 45,49%. Sisanya didonasikan oleh penduduk 40% terbawah sebesar 17,73%. Artinya, jika konsumsi kelas menengah-atas pulih, maka 80% pemulihan ekonomi bisa tercapai.

(Oleh - HR1)

Crypto Art Jadi Peluang Usaha Seni di Indonesia

29 Mar 2021

JAKARTA – Crypto art berpotensi berkembang di Indonesia. Ini karena Indonesia memiliki banyak seniman yang karyanya bisa diakses, didistribusikan, dan dibeli menggunakan teknologi blockchain yang disebut crypto art. “Crypto Art mempunyai peluang yang bagus untuk berkembang di Indonesia, bahkan bisa membangun bisnis model baru ke depannya. Apalagi Indonesia sendiri memiliki banyak seniman potensial dengan karya dan karakteristik beragam, sehingga punya peluang yang sangat besar untuk berkembang dan dikenal hingga ke mancanegara,” kata E.Putra, seniman digital dalam keterangan pers.

Berangkat dari isu yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial terkait tuduhan menjiplak karya seni seniman lain yang kemudian diperjual-belikan lewat berbagai platform, ternyata teknologi Crypto Art di Indonesia sendiri juga sedang booming dan baru mulai dipopulerkan selama 3 bulan terakhir. “Berdasarkan dari penelusuran di berbagai platform dan NFT Space, tersebut nama Twisted Vacancy - nama persona yang dibangun seniman Indonesia untuk berkarya dengan mengandalkan teknologi blockchain; dinilai sudah aktif dalam membangun sistem sekaligus memperkenalkan Crypto Art di Indonesia jauh sebelum industri tersebut booming seperti sekarang,” kata Putra. Menurut Putra, Twisted Vacancy melihat bahwa Crypto Art mempunyai peluang yang bagus untuk berkembang di Indonesia, bahkan bisa membangun bisnis model baru kedepannya

(Oleh - HR1)

Unicorn Indonesia Kuasai Aliran Dana Investasi di Asia Tenggara

29 Mar 2021

JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) teknologi di Asia Tenggara tercatat meraup dana investasi hingga US$ 8,2 miliar selama 2020. Hampir 50% dari dana tersebut masuk ke kantong unicorn, antara lain Grab Holdings, Gojek, Bukalapak, dan Traveloka.  Pencapaian itu terungkap dari riset perusahaan modal ventura asal Singapura, Cento Ventures. Penggalangan dana start-up Asia Tenggara pada 2020 mengalami penurunan 3,5% dibanding 2019 sebesar US$ 8,5 miliar, karena dipicu oleh pandemi Covid-19. Kesepakatan lebih dari US$ 100 juta mencapai 57% dari total investasi, sementara kesepakatan antara US$ 50-100 juta mencetak rekor dengan nilai US$ 1,1 miliar, meningkat 26% dari 2019. Sekalipun terkena efek pandemi, Asia Tenggara mengalami penurunan nilai investasi start-up paling kecil dibanding pasar negara berkembang lainnya, seperti India yang turun 31% dan Afrika anjlok 38%. “Covid-19 memberikan efek yang berbeda di setiap negara. Start-up di Amerika Serikat dan Eropa mencatatkan rekor investasi baru pada tahun lalu, masing-masing nilai investasi tumbuh 13% dan 15%. Sementara itu, Tiongkok juga mengalami pertumbuhan 6%” tulis laporan Cento, yang dikutip Investor Daily, Minggu (28/3).

Besarnya investasi di Indonesia didorong oleh kesepakatan yang diraih Gojek. Hal ini juga ditopang oleh startup lain yang meraih pendanaan lebih dari US$ 100 juta atau disebut mega deals, termasuk Bukalapak, Waresix, Kopi Kenangan, dan Linkaja. Sebagai informasi, Asia Tenggara merupakan rumah bagi 9 start-up independen dengan 5 anak usaha yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar. Secara regional, SEA Group, yang merupakan induk dari Shopee, telah menyentuh kapitalisasi pasar sekitar US$ 50 miliar. Adapun perusahaan asal Singapura JustCo resmi bergabung ke daftar unicorn di Asia Tenggara pada akhir tahun lalu.

Berdasarkan data Cento Ventures, SEA Group dan Grab dikelompokkan sebagai perusahaan independen dengan valuasi lebih US$ 10 miliar untuk kawasan regional Asia Tenggara. Gojek masuk kategori ini untuk Indonesia. Sementara, pada kelompok perusahaan dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar, kawasan regional memiliki Traveloka, Indonesia punya Tokopedia dan Bukalapak, Singapura memiliki JustCo dan Qoo10, dan Vietnam punya VNG Corp.

(Oleh - HR1)

Bangun Rumah dan Beli Motor

29 Mar 2021

Sejumlah petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ramai-ramai memborong kendaraan motor dan mobil berkah dari mahalnya harga cabai. Mereka membeli secara kontan setelah harga cabai menembus Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kg ditingkat petani.

Kades Pucuk, Nanang Sudarmawan membenarkan, warganya yang petani cabai memborong motor dan mobil hingga membangun rumah. Setidaknya, ada lima dusun di Desa Pucuk, yaitu Wotgaru, Pucuk, Brejel Lor, Brejel Kidul dan Kwarigan.

Nanang menyebut, harga cabai dalam masa panen di Dawarblandong tahun 2021 ini memang relatif bagus dan bertahan lama hampir 1,5 bulan. Harga cabai rawit dari 50.000 saat awal panen Februari, terus merangkak naik hingga puncaknya Rp 90.000 sampai Rp 95. 000.

 


DJKN Beri Perluasan Mandat PT SMF

29 Mar 2021

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) memberi perluasan mandat dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

Direktur Hukum dan Humas DJKN, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan, perluasan mandat SMF dimaksudkan sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kelas ekonomi lemah.

Diantaranya mendukung peningkatan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan baik dari sisi supply dan demand, sehingga akses masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau dapat semakin terbuka lebar.


Melirik Ceruk Pasar Konten Kreator

29 Mar 2021

Sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh di Indonesia membuat konsumen segmen pekerja kreatif menjadi pasar dengan potensi besar bagi produsen teknologi, khususnya komputer personal.

Produsen komputer HP Inc. Indonesia Head of Consumer Personal System Category HP Inc Hansen Wijaya mengatakan bahwa HP Indonesia ingin mendukung para kreator muda Indonesia dalam berkreasi melalui produk-produk yang dimilikinya dengan menggelar program pelatihan yang disebut HP Mentorship Project. Ini

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), misalnya, juga telah menargetkan peningkatan nilai ekospor produk ekonomi kreatif dari 16,9 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 19,26 miliar dollar AS. Sumbangan ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto yang saat ini berada di angka 7,4 persen juga diharapkan dapat menembus 10-12 persen dalam 5-10 tahun mendatang.

Market Analyst IDC Indonesia, Stallone Hangewa, memprediksikan bahwa pasar komputer di Indonesia akan tumbuh pesat pada 2021, bahkan tumbuh hingga 37,2 persen.


Riset: Nilai Transaksi Produk Kesehatan Tokopedia Melonjak 154%

29 Mar 2021

Terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha yang menjual produk esensial selama pandemi Covid-19.  Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak terhadap hampir seluruh sektor usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hadirnya platform online seperti Tokopedia turut membangkitkan kembali bisnis pelaku usaha dan UMKM yang sempat lesu. Marketplace menjadi tempat untuk menjual produk yang paling banyak dibutuhkan masyarakat saat pandemi, seperti makanan dan minuman serta produk kesehatan. Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Riatu Qibthiyyah menyatakan transisi pelaku usaha dari offline ke online marak terjadi pada periode tersebut.

Riset LPEM FEB UI mencatat, terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha yang menjual produk esensial selama pandemi Covid-19. Proporsi pelaku usaha yang menjual produk makanan dan minuman meningkat dari yang sebelum pandemi 30,8% tumbuh menjadi 44,3% saat pandemi. Sedangkan pelaku usaha yang menjual produk kesehatan dan perawatan pribadi meningkat dari 14,9% menjadi 28,1%.  Berdasarkan pertumbuhan nilai transaksi per kategori saat pandemi, jenis produk kesehatan mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni sebesar 154,1% melampaui produk makanan minuman 106,1% dan elektronik 24,1%. “Permintaan yang terkait barang-barang kesehatan meningkat. Konsumsi makanan dan minuman dan hobi seperti game mengalami peningkatan karena masyarakat banyak yang beraktivitas di dalam rumah,” ujar Riatu dan Tim LPEM UI. 

(Oleh - HR1)