Ekonomi
( 40554 )Kredit ke Ekonomi Hijau Capai Rp 809,75 T
Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) mencatat realisasi penyaluran kredit
ke sektor ekonomi berorientasi hijau (green
loans) mencapai US$ 55,9 miliar atau setara
Rp 809,75 triliun. Diharapkan penyaluran
tersebut terus meningkat untuk mendukung
implementasi keuangan berkelanjutan.
Ketua Dewan Komisioner
OJK Wimboh Santoso menyampaikan, pandemi Covid-19 yang
terjadi di seluruh belahan dunia
telah memicu krisis ekonomi
yang sifatnya extraordinary.
Namun demikian, pandemi telah
meningkatkan kesadaran akan
pentingnya aspek lingkungan,
sosial, dan tata kelola (ESG)
sehingga investasi berkelanjutan
menjadi lebih diminati.
Stakeholder telah merespons
kebijakan-kebijakan OJK dalam
bidang keuangan berkelanjutan
melalui terbentuknya Inisiatif
Keuangan Berkelanjutan Indonesia, saat ini terdiri atas
13 bank dan PT Sarana Multi
Infrastruktur (SMI), yang telah
siap mendukung implementasi
keuangan berkelanjutan.
“Penyaluran kredit/pembiayaan kepada sektor-sektor
ekonomi berorientasi hijau sebesar lebih dari Rp 800 triliun, yang
diharapkan akan terus berkembang setelah adanya taksonomi
hijau yang sedang disusun,” ucap
Wimboh dalam gelaran ESG
Capital Market Summit 2021
secara daring, Selasa (27/7).
(Oleh - HR1)
Berharap Investasi Naik Lagi
Kinerja investasi langsung terus meningkat di tengah upaya pemerintah menekan kasus positif Covid-19 di dalam negeri. Bahkan, prospek investasi langsung hingga akhir tahun ini diharapkan terus meningkat. Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, realisasi investasi pada kuartal II-2021 sebesar Rp 223 triliun. Realisasi investasi ini meningkat 16,2% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya Rp 191,9 triliun. Secara terperinci, BKPM menyebut realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 106,2 triliun. Sementara penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 116,8 triliun.
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menjelaskan, kinerja positif investasi tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi dalam negeri dan investor makin yakin menanamkan modalnya di Indonesia. "Investor dalam dan luar negeri sudah mulai terbiasa dengan keadaan Covid-19 terhadap kondisi baru dan melakukan penyesuaian," kata Bahlil, Selasa (27/7). Meski demikian, realisasi investasi di kuartal III-2021 akan dipengaruhi oleh efektivitas penanganan pandemi virus korona. Namun ia berharap, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa selesai di bulan Agustus nanti dan kasus harian Covid-19 semakin membaik yang membuat investor semakin yakin untuk masuk.
Di sisi lain, pihaknya tetap berupaya menggenjot investasi. Belum lama ini, Kementerian Investasi mengunjungi Amerika Serikat (AS) untuk menarik investasi. Ia menyebut ada komitmen dari Microsoft, Aplan Lighting, juga Cargill, meskipun tak memperinci investasi apa di Indonesia. "Cargill akan berinvestasi Rp 5,2 triliun. Mereka akan ground breaking pada Oktober tahun ini." tambah Bahlil.Bukalapak Cetak Rekor Emisi IPO Terbesar
Proses penawaran saham perdana Bukalapak bakal segera memasuki tahapan baru. Perusahaan e-commerce tersebut akan mulai menggelar penawaran umum saham perdananya. Dimulainya masa penawaran IPO Bukalapak sekaligus mengukuhkan initial public offering (IPO) dengan nilai terbesar dalam sejarah bursa saham lokal. "Bukalapak menawarkan 25,76 miliar saham pada harga penawaran Rp 850 per saham," tulis manajemen Bukalapak dalam keterangan resmi yang diterima KONTAN, Selasa (27/7). Dengan struktur tersebut, Bukalapak berpotensi meraup dana segar sekitar Rp 21,9 triliun. Rekor IPO terbesar sebelumnya dipegang oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang melepas emisi sebesar Rp 11,2 triliun.
Head of Research Samuel Sekuritas Suria Dharma menyebut, murah atau mahalnya valuasi saham sejatinya relatif. Sebab, perusahaan seperti Bukalapak lebih menonjolkan rekam jejak pertumbuhan. Meski masih mencatat kerugian, Bukalapak mampu menetapkan harga pelaksanaan di batas atas rentang penawaran. "Artinya, minatnya ada," ujar Suria, Selasa (27.7). Cuma memang, jika valuasi menggunakan basis perbandingan nilai perusahaan dengan penjualan atawa enterprise value to sales (EV/sales enterprise value to sales (EV/sales), valuasi Bukalapak tergolong premium. Tapi jika mengacu pada total processing value (TPV), valuasi Bukalapak belum premium. "Karena jika menggunakan TPV dan dibandingkan dengan peers di luar negeri, ini masih wajar," terang Suria.Pengawasan Produk Kesehatan, E-commerce Waspada
Platform perdagangan digital (e-commerce) meningkatkan pengawasannya terhadap harga produk-produk kesehatan kritikal dan strategis yang dibutuhkan selama pandemi Covid-19, termasuk oksigen konsentrat eceran. Konsumen juga diminta aktif melaporkan barang dagangan yang terindikasi melanggar ketentuan harga. Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM akan mengirimkan rekomendasi berisi daftar penjual (seller) yang dinilai tidak mengikuti aturan.
Sejauh ini oksigen konsentrat belum menjadi barang yang ditentukan harga eceran tertingginya oleh pemerintah. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam laporannya menyebutkan bahwa oksigen menjadi salah satu produk yang mengalami lonjakan harga tinggi selama merebaknya kasus Covid-19.Dari hasil pemantauan terhadap beberapa toko di lokapasar, terdapat 11 toko di Jakarta yang menjual oksigen portable merek Oxycan 500cc di rentang harga Rp58.000—Rp 450.000 dengan harga rata-rata Rp 275.000. Per kemarin, produk serupa dijual di rentang harga Rp65.000—Rp180.000 per kaleng di beberapa lokapasar. AVP Marketplace Quality Bukalapak Baskara Aditama mengatakan perusahaan secara rutin melakukan pengawasan terhadap produk kesehatan, termasuk bekerja sama dengan Polri, Kementerian Kesehatan, dan BPOM.
(Oleh - HR1)Prospek Properti Semester II/2021, Segmen Rumah Tapak Jadi Primadona
Para pengembang dan konsultan properti meyakini subsektor rumah tapak dapat bertahan dan masih memiliki prospek yang bagus pada semester II/2021.Direktur Sales & Marketing Paramount Land M. Nawawi mengatakan kondisi sektor rumah tapak pada semester II/2021 akan mengalami koreksi penjualan akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli. Namun, rumah tapak masih memiliki prospek yang lebih baik dibandingkan dengan sub-sektor properti lainnya. “Kalau sudah selesai [PPKM], akan kembali meningkat lagi penjualan properti,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (27/7).
Hanya saja, butuh waktu 2-3 bulan sejak selesainya PPKM bagi konsumen dalam mengumpulkan keberanian untuk membeli rumah dengan tetap mempertimbangkan kondisi keuangannya.“Saat ini, kondisinya seperti di-restart ulang. Di kuartal III tahun lalu, kami juga mencoba naik lagi setelah PSBB di awal. Dengan berbagai macam promosi dan tentu stimulus pemerintah, membuat properti sangat tumbuh di semester I/2021,” katanya.
(Oleh - HR1)
Tambahan Vaksin Sinovac
Di tengah isu internasional menyoal efikasi vaksin Sinovac, pemerintah Indonesia kembali mendatangkan bahan baku Sinovac sebanyak 21,2 juta dosis, Selasa kemarin (27/7). Langkah ini sebagai upaya persiapan pasokan program vaksinasi bulan depan. Selain Sinovac, pemerintah juga terus berupaya mengimpor vaksin jadi dari produsen lain melalui berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.
Belum lama berselang, Indonesia sudah mendapatkan 3 juta dosis vaksin Moderna dari pemerintah Amerika Serikat. "Pemerintah memastikan keamanan, kualitas dan khasiat atau efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers, Selasa (27/7). Tambahan pasokan vaksin penting. Sebab, Indonesia membutuhkan 208 juta orang yang divaksin untuk mencapai ketahanan komunal atau herd immunity. Sejauh ini, Indonesia sudah mendatangkan vaksin korona sebanyak 122,73 juta dosis dalam bentuk jadi dan bahan baku.
Kinerja Bank Daerah, Kredit BPD Moncer
Beberapa bank pembangunan daerah mencatat pertumbuhan kredit signifikan, di tengah kondisi perekonomian nasional yang belum pulih akibat terdampak pandemi Covid-19.
Lonjakan kredit beberapa bank pembangunan daerah (BPD) itu secara langsung mendongkrak perolehan laba perseroan pada semester I/2021.Saat ini, ada lima BPD yang merilis kinerja keuangannya. Salah satunya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) yang membukukan pertumbuhan laba 14,42% year-on-year (YoY) menjadi Rp924,42 miliar per 30 Juni 2021.Sektor kredit merupakan ujung tombak perseroan dalam mendongkrak pendapatan. Kredit bank tercatat tumbuh 6,7% YoY menjadi Rp91,25 triliun.Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan perseroan sebenarnya mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 7,3% - 7,4% pada akhir Juni 2021. Namun, dia menyatakan kredit hanya tumbuh 6,7% karena ada pelunasan satu debitur besar senilai Rp1 triliun pada akhir bulan lalu.
Selain Bank BJB, BPD lain juga mencatatkan pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri seperti Bank Nagari yang tumbuh 7,02%, diikuti Bank Lampung sebesar 5,80%, Bank Sulutgo sebesar 3,76%, dan Bank Sumut 2,97% YoY.Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit yang disalurkan perbankan pada Juni 2021 tumbuh 0,4% YoY, berbalik arah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang -1,3% yoy.
(Oleh - HR1)
Bukalapak Fokus Berdayakan 13,5 Juta UMKM
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus mengenjot kemitraan dengan lebih banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang sebagian besar belum terhubung dengan platform digital. Mitra yang sudah digandeng mencapai 6,9 juta tahun lalu dan Bukalapak kini fokus untuk memberdayakan 13,5 juta UMKM luring dan daring melalui pemanfaatan teknologinya. “Per akhir Desember 2020, jumlah mitra yang terdaftar sebanyak 6,9 juta. Pertumbuhan penjualan permitra setelah bergabung mencapai tiga kali lipat, berdasarkan estimasi internal perusahaan,” kata Presiden Direktur Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam paparan publik beberapa waktu lalu. Melalui platform yang dibuat, Bukalapak membantu para pelaku UMKM untuk melek digital, mengingat penggunaan media digital sudah menjadi tuntutan bagi dunia usaha.
Di sisi lain, pasar online marketplace relatif masih kecil dibandingkan retail transaction. “Bukalapak didirikan dengan niatan melayani dan memberdayakan UMKM lewat teknologi, dengan melihat retail transaction didominasi oleh ritel offline seperti warung-warung yang notabene masih ketinggalan dari sisi adopsi teknologi. Kita sadar model bisnis online marketplace sangat baik bagi masyarakat Indonesia, tapi masih didominasi orang-orang di kota besar. Di sisi lain, banyak pemain dari luar negeri yang agresif secara capital ,” ungkap Rachmat.
(Oleh - HR1)
Giliran Perusahaan Bimbel Ditindak Keras
Harga saham perusahaan-perusahaan bimbingan belajar di Tiongkok jatuh pada perdagangan Senin (26/7), setelah Pemerintah Tiongkok memberlakukan aturan baru yang memerintahkan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi organisasi nirlaba. Aturan ini akan secara efektif menghapus model bisnis di sektor yang dilaporkan bernilai miliaran dolar dan memukul kekayaan para pemiliknya. Pemerintah Tiongkok mengumumkan pada Sabtu (24/7) bahwa tidak akan lagi mengeluarkan izin baru terhadap lembaga pendidikan di luar sekolah. Sementara semua lembaga yang sudah ada sekarang harus mendaftar sebagai organisasi nirlaba. Pemerintah Tiongkok menilai industri tersebut telah dibajak oleh kapitalis.
Harga saham New Oriental Education and Technology Group Inc anjlok 47% di Bursa Hong Kong. Hasil itu memperdalam rekor penurunan pada penutupan perdagangan Jumat (24/7) hingga 41%, setelah spekulasi tentang langkah penindakan keras itu menyebar di media sosial. Harga sahamnya yang diperdagangkan di AS juga anjlok 54%.
Saham perusahaan lain, Koolearn Technology Holding Ltd ditutup anjlok 33%. Sementara China Maple Leaf Educational Systems turun 10%. Pengusahanya sampai kehilangan status miliarder karena harga sahamnya merosot. Larry Chen, pendiri Gaotu Techedu Inc, kehilangan statusnya sebagai miliarder dan sekarang memiliki kekayaan sekitar US$ 336 juta setelah perusahaannya kehilangan sekitar dua pertiga dari nilainya di New York. Mantan guru tersebut telah kehilangan sekitar US$ 15 miliar sejak Januari, juga terjebak dalam kolapsnya Archegos Capital Management. CEO New Oriental Yu Minhong juga kehilangan status miliardernya. Ia kehilangan US$ 685 juta untuk sehingga tertinggal US$ 579 juta. Bloomberg News melaporkan kekayaan Zhang Bangxin turun US$ 2,5 miliar menjadi US$ 1,4 miliar, setelah saham TAL Education Group yang tercatat di New York anjlok 71%.
(Oleh - HR1)
Emtek-Grab Jajaki Peluang Investasi di Start-up Indonesia
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk
(EMTK) atau Emtek menjalin kemitraan strategis
dengan Grab Indonesia. Melalui kerja sama tersebut,
selain mendekatkan pelaku usaha mikro, kecil,
dan menengah (UMKM) dengan digital, kedua
pihak ingin menciptakan peluang investasi pada
perusahaan rintisan (start-up) di Tanah Air.
Managing Director Emtek Sutanto
Hartono mengatakan, sejauh ini, perusahaan sudah berinvestasi di dua startup Indonesia, yakni PT Bukalapak.
com dan Dana. Adapun Bukalapak sudah menjadi salah satu start-up dengan
valuasi di atas US$ 1 miliar (unicorn)
yang akan mencatatkan sahamnya di
Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Bukalapak sudah memiliki 104,9 juta
pengguna dan 6,9 juta anggota, sedangkan Dana sudah memiliki lebih dari
70 juta pengguna dan 250 ribu UMKM
yang terdaftar, “ kata Sutanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/7).
Kedua perusahaan akan menjajaki
peluang kolaborasi terutama di sektor
logistik dan e-commerce, juga layanan
keuangan, telemedicine, periklanan dan
media digital, serta produk digital untuk kios atau warung tradisional. Dalam
hal ini, Emtek telah menginvestasikan
dana US$ 375 juta di PT Grab Teknologi
Indonesia. Grab juga telah merampungkan investasi ke Grup Emtek.
Country Managing Director Grab
Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan, prioritas utama dari kolaborasi
Grab dan Grup Emtek adalah memperluas digitalisasi hingga ke tingkat
kabupaten di Indonesia. “Sebanyak
99% dari semua bisnis di Tanah Air
adalah bisnis UMKM, tetapi hanya 21%
yang memiliki akses digital,” kata dia
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









