;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Ekspor Daerah, Kaltim Susun Ulang Program Pengapalan Langsung

29 Jul 2021

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tengah menyusun sejumlah langkah agar pengapalan langsung atau direct call menjadi lebih profesional dalam menunjang ekspor daerah itu.Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM (Disperindagkop) Kaltim Yadi Robyan Noor menyatakan ekspor Kaltim akan jelas mendapatkan keuntungan dengan menggunakan fasilitas tersebut.“Direct call bagus dan penting untuk mendorong dari negara buyer langsung dan nggak kemana-mana,” ujarnya, Rabu (28/7).Pertama, memastikan besaran jumlah kapasitas ekspor dari Kaltim.Kedua, menyusun penjadwalan ekspor menggunakan direct call yang berkaitan dengan wilayah Kaltim. Ketiga, mempersiapkan produk ekspor yang memiliki daya saing harga

(Oleh - HR1)


Vaksin Sinovac : Antibodi Menurun Setelah Enam Bulan

29 Jul 2021

Studi terbaru menunjukkan, pada sebagian besar penerimanya, antibodi yang dipicu oleh vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech turun di bawah ambang batas sekitar enam bulan setelah dosis kedua. Selain pentingnya mempersiapkan suntikan ketiga, temuan ini menekankan pentingnya monitoring penularan dan keparahan Covid-19 setelah vaksinasi. Di Indonesia, vaksin Sinovac digunakan pada awal-awal vaksinasi pertama pada pertengahan Januari 2021 hingga kini.

Temuan tentang penurunan antibodi dari vaksin Sinovac ini dilaporkan peneliti China dalam sebuah makalah yang diterbitkan di medRxiv pada hari Minggu (25/7/2021), yang belum ditinjau oleh rekan sejawat. Menjadi penulis pertama makalah tersebut adalah Hongxing Pan, peneliti dari Vaccine Evaluation Institute, Jiangsu Provincial Center for Disease Control and Prevention, China. Dalam kajian ini, peneliti meneliti antibodi dari orang yang menerima dua dosis vaksin Sinovac, dua atau empat minggu terpisah. Hasilnya, hanya 16,9 persen dan 35,2 persen masing-masing masih memiliki antibodi penetralisir di atas apa yang peneliti anggap sebagai tingkat ambang batas terdeteksi pada enam bulan setelah suntikan kedua. Analisis dilakukan terhadap dua kelompok yang melibatkan masing-masing 50 peserta dan mereka juga memberikan dosis ketiga vaksin atau plasebo kepada total 540 peserta.

Para peneliti tidak menjelaskan bagaimana dampak penurunan antibodi ini pada efek proteksinya terhadap Covid-19. Hal ini karena para ilmuwan belum mengetahui secara tepat ambang batas tingkat antibodi untuk vaksin agar dapat mencegah penyakit ini. Namun, terlepas dari antibodi yang tahan lama, komponen lain dalam sistem kekebalan manusia, seperti sel T dan memori sel B, yang ditimbulkan oleh vaksin juga dapat berkontribusi pada perlindungan. Dalam kajian ini, orang yang menerima dosis ketiga suntikan Sinovac sekitar enam bulan setelah yang kedua menunjukkan peningkatan 3-5 kali lipat tingkat antibodi setelah 28 hari. Kadar antibodi ini setara dengan tingkat yang terlihat empat minggu setelah suntikan kedua.

Donasi Konglomerat Indonesia Melawan Covid-19

29 Jul 2021

Pandemi Covid-19 juga menyudutkan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Angka pengangguran dan kemiskinan di negeri ini berpotensi bertambah akibat hantaman wabah korona. Di tengah program bantuan sosial dari pemerintah yang belum maksimal, muncul tangan-tangan dermawan yang turut membantu. Sebagian kelompok masyarakat, mulai dari tingkat RT hingga para konglomerat, berduyun-duyun mengucurkan bantuan. Maka tak heran jika Indonesia didaulat menjadi negara paling dermawan di dunia. Penilaian itu mengacu pada Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2021.

Di sepanjang 2020, Indonesia mencatatkan total skor 69%, naik dari skor pada 2018 sebesar 59%. Angka penilaian CAF World Giving Index berdasarkan tiga aspek, yakni membantu orang asing, donasi uang dan waktu volunteer. Masyarakat Indonesia, termasuk para pengusaha, sudah terlibat dalam donasi terkait penanggulangan efek Covid-19 sejak tahun lalu. Sederet perusahaan konglomerasi itu antara lain Grup Djarum, Sinarmas, Astra, Salim, Lippo, Barito, Mayapada, Indika dan sederet pengusaha lainnya. Aneka bantuan tersebut terus mengalir, mulai dari alat-alat kesehatan, masker, APD, obat-obatan, vaksinasi, pasokan oksigen konsentrator hingga bahan pangan bagi kelompok masyarakat terdampak Covid-19.

Director of Public Affairs Djarum Indonesia, Mutiara Asmara menjelaskan, Grup Djarum turut mendukung pemerintah dan membantu masyarakat yang terdampak Covid-19, baik secara langsung maupun melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. "Hingga kini Djarum telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp 150 miliar. Bantuan ini masih berlanjut selama masa pandemi Covid-19," ungkap dia, Selasa (27/7).

Grup Sinar Mas juga memelopori gerakan donasi lintas sektor industri di bawah naungan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang disalurkan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Gerakan tersebut bernama Pengusaha Peduli NKRI. Inisiator dan Koordinator Pengusaha Peduli NKRI yang juga eks-Managing Director Sinar Mas, Gandi Sulistiyanto mengatakan, total donasi lebih dari Rp 650 miliar. Jumlah itu melampaui target yang sebesar Rp 500 miliar.

Sementara PT Barito Pacific Tbk (BRPT) telah menyalurkan bantuan kemanusiaan lebih dari Rp 76 miliar untuk berbagai keperluan penanggulangan pandemi, di luar bantuan kemanusiaan lainnya. "Sejak Maret 2020 sampai Juli 2021 kami telah mendistribusikan berbagai bantuan untuk penanggulangan Covid-19," jelas Agus Salim Pangestu, Presiden Direktur PT Barito Pacific Tbk, kemarin.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengapresiasi para pengusaha yang selama ini bahu-membahu turut membantu pemerintah dan masyarakat. "Kami akan terus mengajak para pengusaha di Indonesia untuk bergerak bersama meredam dampak pandemi yang belum kunjung berakhir," ucap dia, kepada KONTAN, kemarin.

Peta Persaingan E-Wallet Semakin Panas

29 Jul 2021

Pangsa pasar di Indonesia yang gurih membuat para perusahaan teknologi terus mengembangkan ekosistem digitalnya. Awal pekan ini, Grab dan PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek) menjalin kerjasama bisnis di bidang digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Grab punya saham di dompet digital Ovo. Sementara Emtek punya saham di dompet digital Dana dan di e-commerce Bukalapak.

CEO sekaligus co-founder Dana, Vince Iswara hanya bilang, Ovo dan Dana merupakan inisiasi positif yang bisa membangkitkan kembali perekonomian tanah air khususnya di sektor UMKM. Sementara Head of Corporate Communication OVO, Harumi Supit mengatakan, Ovo juga sudah lama berkolaborasi dengan Bukalapak. "Kerjasama ini sejalan dengan prioritas kami mendukung UMKM melalui peningkatan akses terhadap layanan kredit yang masih sulit dijangkau lebih dari 60% UMKM, ujar Harumi. Bisnis dompet digital memang menggiurkan, terlebih pada masa pandemi seperti sekarang. Pada separuh pertama 2021 rata-rata transaksi di Dana melonjak dari 3 juta menjadi 5 juta transaksi per hari. Dana berhasil menjaring 250.000 UMKM untuk bergabung dalam fitur Dana Bisnis, dengan peningkatan transaksi 35% sejak awal 2021.

LinkAja juga siap menghadapi persaingan disokong perbankan pelat merah, kinerja LinkAja selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mampu menambah 1 juta pengguna. Dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama, volume transaksi meningkat hampir 2 kali lipat di 2021, ujar Direktur Utama LinkAja Haryawati Lawidjaja.

ShopeePay juga gencar memperluas akses jaringan dengan menggandeng Google Play, Indomaret dan merchant lain. Jangan lupakan GoPay yang berada di dalam hasil merger Gojek-Tokopedia yang melahirkan GoTo. "Fitur ShopeePay agar membantu mengakomodasi kebutuhan para merchant dan pengguna kami," kata Head of Campaigns and Growth Marketing ShopeePay, Rabu (28/7). Transaksi paling banyak dari pembayaran antar makanan, jasa berbelanja di supermarket dan telemedice.

Sederet IPO Jumbo Antre di Semester II

29 Jul 2021

Di semester kedua tahun 2021 ini, bakal lebih banyak perusahaan besar menggelar penawaran umum perdana saham ke publik atau initial public offering (IPO). Kedatangan korporasi gede tersebut akan menambah daya tarik bursa saham Tanah Air. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, setidaknya terdapat 25 perusahaan dalam pipeline rencana IPO. Sebanyak 14 di antaranya, merupakan perusahaan dengan kepemilikan aset berskala besar atau beraset di atas Rp 250 miliar. Sementara tujuh perusahaan di antaranya beraset skala menengah, atau dengan nilai aset antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar. Sedangkan empat perusahaan lainnya, merupakan calon emiten dengan aset skala kecil, di bawah 50 miliar.

Salah satu perusahaan yang akan IPO dengan nilai jumbo adalah Bukalapak (BUKA). Menawarkan IPO dengan harga Rp 850 per saham, BUKA akan IPO pada 6 Agustus 2021 mendatang, dengan target emisi Rp 21,9 triliun. Direktur Penilaian BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat Bukalapak tercatat nanti, maka kapitalisasi pasar bursa saham akan bertambah Rp 77,3 triliun-Rp 87,6 triliun. "Penambahan kapitalisasi pasar itu tergantung dari pricing di harga antara Rp 750-Rp 850 per saham. Harga ini adalah angka yang besar bagi peningkatan market cap," ucap Nyoman. Nyoman menambahkan, setelah Bukalapak, ada dua unicorn lain yang kemungkinan tercatat pada tahun ini. Meski tak gamblang, perusahaan ini adalah merger dua unicorn, sehingga kapitalisasi pasarnya lebih besar dari BUKA. "Kalau dari sisi jumlah, sebenarnya tahun ini bisa ada tiga unicorn, tetapi yang dua ini sudah bergabung jadi satu," kata Nyoman. Meskipun begitu, pihak BEI menyatakan belum menerima pernyataan pendaftaran IPO dari perusahaan itu.

Mengutip Bloomberg Senin (26/7), unicorn hasil merger Gojek dan Tokopedia, GoTo, dikabarkan bakal IPO tahun ini. GoTO terlebih dahulu akan IPO di Indonesia, sebelum melantai di bursa saham Amerika Serikat. Diperkirakan IPO GoTo bernilai deantara US$ 1 miliar-US$ 2 miliar, atau sekitar Rp 14,5 triliun hingga Rp 29 triliun. IPO di kedua negara ini bisa menjadikan valuasi GoTo mencapai US$ 25 miliar-US$ 30 miliar, atau maksimal Rp 435 triliun. Selain itu, ada juga rencana IPO perusahaan besar lainnya di tahun ini. Misalnya, Adhi Commuter Properti (ADCP) yang berencana IPO di kuartal IV-2021. PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) juga ditargetkan IPO pada November 2021, setelah pembentukan Holding BUMN Geothermal dan mendapatkan transaksi aset hilir PLN.

Singapura Paling Banyak Tanam Duit di RI Rp 30 T, Belanda Geser Jepang

29 Jul 2021

Singapura menjadi negara teratas yang menanamkan modalnya di Indonesia pada kuartal II-2021 dengan persentase 26,4%, Total investasinya mencapai USS2,1 millar atau Rp 30 triliun (kurs Rp 14,484).

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan ada perubahan negara yang menempatkan investasinya ke Indonesia, Posisi Belanda digeser Jepang di posisi ketiga. Kemudian posisi kedua diduduki oleh Hong Kong dengan persentase 18,1%. Nilai investasi Hong Kong di Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar US$ 1,4 miliar. Posisi ketiga diduduki Belanda dengan persentase 13,8%. Nilai investasinya di Indonesia sebesar US$ 1,1 miliar. Kemudian di posisi keempat dan kelima ada Jepang dan China dengan persentase masing-masing 9% dan 8%. Nilai investasi Jepang sebesar USS 700 juta dan China 600 juta.


Jerry Ng Masuk 10 Orang Terkaya RI dalam Hitungan Bulan

29 Jul 2021

Jerry Ng merupakan salah satu bankir senior yang baru-baru ini masuk ke dalam deretan orang terkaya di Indonesia. Jerry memulai debutnya dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes di penghujung tahun 2020. Namun, kini dia telah menembus posisi 5 besar orang terkaya dalam daftar tersebut. Cuma butuh sekitar hitungan bulan bagi Jerry untuk menembus 10 besar orang terkaya di indonesia.

Dalam daftar terkini The World's Real-Time Billionaires yang dihimpun Forbes, Jerry perhari ini Rabu (28/7) menempati posisi 5 dengan total harta Jerry NG mencapai US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 68 triliun (kurs Ap 14.500), Hartanya pun naik sekitar US$ 296 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun per hari ini.

Kesuksesan Jerry Ng mengumpulkan harta sebanyak itu tak lain tak bukan berasal dari kesuksesannya mengakuisisi dan memimpin Bank Jago. Menjabat sebagai komisaris utama dari perusahaan tersebut.

Dalam catatan, tahun 2019, Jerry dan rekannya Patrick Walujo mengakuisisi 51% saham Bank Artos. Jerry mengantongi porsi saham 37,65% melalul perusahaan Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI), dan Patrick 13,35% melalui Wealth Track Technology Limited.


Berartinya Wasiat Berbagi Akidi Tio Saat Pandemi

28 Jul 2021

Pertemuan sekitar jam makan siang di Ruang Reconfu Markas Polda Sumatera Selatan di Palembang, Senin (26/7/2021), diwarnai kejutan. Wakil keluarga besar Akidi Tio, pengusaha asal Langsa, Aceh, yang lama tinggal di Palembang, menyerahkan donasi uang Rp 2 triliun, yang berarti hampir setengah dari rencana pendapatan Kota Palembang tahun 2021. Seluruh donasi ditujukan bagi penanganan pandemi Covid-19 di Sumsel. Akidi Tio meninggal pada tahun 2009 dan dimakamkan di Palembang. Kini, satu dari tujuh anaknya menetap di sana. Menurut rencana, uang donasi akan dikirim hari ini, Rabu (28/7), ke rekening satuan tugas yang akan dibentuk Kapolda Sumsel.

Epidemiolog dari Universitas Sriwijaya, Iche Andriyani Liberty, berharap uang itu dapat untuk memperkuat pelacakan dan pemeriksaan. Caranya dengan menambah kapasitas alat tes reaksi berantai polimerase (PCR), terutama di episentrum, yaitu, Kota Palembang. Selain itu, bisa dibangun fasilitas whole genome sequencing (WGS). Ini agar jenis virus di dalam sampel cepat terdeteksi. Varian Delta yang menjangkiti empat warga Sumsel, misalnya, baru diketahui Mei 2021. Padahal, kasusnya terjadi Januari 2021. Hal lain yang perlu diperkuat adalah penerapan telemedicine. Sistem ini memungkinkan siapa saja yang menjalani isolasi mandiri bisa mendapat layanan kesehatan digital.

Ahli mikrobiologi dari Universitas Sriwijaya, yang juga Dirut RS Pusri Palembang, Yuwono, menambahkan, menyediakan laboratorium PCR butuh investasi sekitar Rp 2 miliar. Itu untuk alat saja, belum termasuk sumber daya yang mengoperasikannya. Hal paling mendesak adalah menambah ventilator di ruang unit perawatan intensif (ICU). Banyak pasien tak tertolong akibat kurangnya fasilitas tersebut. Harga satu unit ventilator sekitar Rp 500 juta.

Hasil Antigen Palsu di Merak

28 Jul 2021

Lima orang, salah satunya dokter klinik di Cilegon, Banten, memalsukan surat hasil tes usap antigen bagi pelaku perjalanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni di Lampung. Puluhan surat hasil negatif antigen tanpa tes mereka buat setiap harinya sejak Mei 2021.

Jika komplotan ini membuat 20 surat hasil negatif tanpa tes setiap hari sejak Mei lalu, hingga menjelang akhir Juli ini diperkirakan sedikitnya 1.700 surat hasil negatif antigen tanpa tes telah beredar. Mereka menawarkan surat itu kepada pengguna jasa kapal penyeberangan dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Tidak ada pemeriksaan antigen sebagaimana mestinya. Mereka langsung membuat surat palsu. Jumlahnya bisa puluhan setiap hari dengan harga Rp 100.000 per orang. Keuntungan dari kejahatan ini sampai puluhan juta rupiah.

Atas tindakan melanggar hukum tersebut, Kepolisian Daerah Banten menangkap RO (28), YT (20), RS (20), DSI (43), dan RF (31) di Cilegon. Masing-masing di antara mereka berperan mulai dari mencari calon penumpang hingga membuat surat palsu hasil tes usap antigen. Kelimanya diancam pidana penjara maksimal 10 tahun penjara. Kami akan sidak guna memastikan tidak terulang hal serupa.


Pengangguran Diprediksi Bertambah

28 Jul 2021

Untuk menekan pengangguran, investasi diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja. Akan tetapi, melihat pencapaian pada triwulan II tahun ini, peningkatan serapan tenaga kerja yang dibawa investasi dinilai tidak cukup signifikan. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2021 akan berada di kisaran 7,15-7,35 persen atau 9,9 juta sampai 10,27 juta orang. Angka tersebut lebih tinggi daripada TPT Agustus 2020, yaitu 7,07 persen (9,76 juta orang), dan TPT Februari 2021, yaitu 6,26 persen (8,75 juta orang).

Menurut ekonom CORE Indonesia, Akhmad Akbar Susamto, Selasa (27/7/2021), pengangguran akan bertambah akibat lonjakan kasus Covid-19 serta kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang telah berjalan sekitar tiga minggu terakhir. ”Pengangguran akan lebih tinggi. Kondisinya bisa lebih buruk daripada bulan Agustus 2020 dan Februari 2021. Memang, selisihnya tidak banyak, tetapi secara prinsip akan terjadi kenaikan,” kata Akhmad dalam diskusi virtual di Jakarta. Ia mengatakan, pemerintah memang telah menyiapkan beberapa program untuk perlindungan sosial dan insentif bagi dunia usaha untuk mencegah pemutusan hubungan kerja. Namun, berbagai kendala implementasi membuat program-program bantuan itu tidak menyentuh kalangan yang membutuhkan secara tepat waktu dan tepat sasaran. ”Beberapa program arahnya sudah benar, tetapi apakah itu cukup untuk menahan situasi saat ini? Tidak. Terlebih jika krisis kesehatan akibat Covid-19 masih berlanjut dan pembatasan tetap harus diterapkan,” katanya.

Pemerintah berupaya menarik investasi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan menyerap pengangguran. Data terbaru Kementerian Investasi menunjukkan, realisasi investasi pada triwulan II-2021 mencapai Rp 223 triliun atau tumbuh 16,2 persen daripada tahun sebelumnya sebesar Rp 191,9 triliun. Secara triwulanan, realisasi investasi sepanjang April-Juni 2021 itu naik tipis 1,5 persen dibandingkan triwulan I-2021 sebesar Rp 219,7 triliun. Investasi yang masuk didominasi penanaman modal asing senilai Rp 116,8 triliun (52,4 persen) dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 106,2 triliun (47,6 persen).