;
Kategori

Ekonomi

( 40460 )

Tambahan Vaksin Sinovac

28 Jul 2021

Di tengah isu internasional menyoal efikasi vaksin Sinovac, pemerintah Indonesia kembali mendatangkan bahan baku Sinovac sebanyak 21,2 juta dosis, Selasa kemarin (27/7). Langkah ini sebagai upaya persiapan pasokan program vaksinasi bulan depan. Selain Sinovac, pemerintah juga terus berupaya mengimpor vaksin jadi dari produsen lain melalui berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri.

Belum lama berselang, Indonesia sudah mendapatkan 3 juta dosis vaksin Moderna dari pemerintah Amerika Serikat. "Pemerintah memastikan keamanan, kualitas dan khasiat atau efikasi untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers, Selasa (27/7). Tambahan pasokan vaksin penting. Sebab, Indonesia membutuhkan 208 juta orang yang divaksin untuk mencapai ketahanan komunal atau herd immunity. Sejauh ini, Indonesia sudah mendatangkan vaksin korona sebanyak 122,73 juta dosis dalam bentuk jadi dan bahan baku.

Kinerja Bank Daerah, Kredit BPD Moncer

28 Jul 2021

Beberapa bank pembangunan daerah mencatat pertumbuhan kredit signifikan, di tengah kondisi perekonomian nasional yang belum pulih akibat terdampak pandemi Covid-19. Lonjakan kredit beberapa bank pembangunan daerah (BPD) itu secara langsung mendongkrak perolehan laba perseroan pada semester I/2021.Saat ini, ada lima BPD yang merilis kinerja keuangannya. Salah satunya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) yang membukukan pertumbuhan laba 14,42% year-on-year (YoY) menjadi Rp924,42 miliar per 30 Juni 2021.Sektor kredit merupakan ujung tombak perseroan dalam mendongkrak pendapatan. Kredit bank tercatat tumbuh 6,7% YoY menjadi Rp91,25 triliun.Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan perseroan sebenarnya mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 7,3% - 7,4% pada akhir Juni 2021. Namun, dia menyatakan kredit hanya tumbuh 6,7% karena ada pelunasan satu debitur besar senilai Rp1 triliun pada akhir bulan lalu.

Selain Bank BJB, BPD lain juga mencatatkan pertumbuhan kredit yang melampaui rata-rata industri seperti Bank Nagari yang tumbuh 7,02%, diikuti Bank Lampung sebesar 5,80%, Bank Sulutgo sebesar 3,76%, dan Bank Sumut 2,97% YoY.Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit yang disalurkan perbankan pada Juni 2021 tumbuh 0,4% YoY, berbalik arah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang -1,3% yoy.

(Oleh - HR1)

Bukalapak Fokus Berdayakan 13,5 Juta UMKM

27 Jul 2021

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) terus mengenjot kemitraan dengan lebih banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang sebagian besar belum terhubung dengan platform digital. Mitra yang sudah digandeng mencapai 6,9 juta tahun lalu dan Bukalapak kini fokus untuk memberdayakan 13,5 juta UMKM luring dan daring melalui pemanfaatan teknologinya. “Per akhir Desember 2020, jumlah mitra yang terdaftar sebanyak 6,9 juta. Pertumbuhan penjualan permitra setelah bergabung mencapai tiga kali lipat, berdasarkan estimasi internal perusahaan,” kata Presiden Direktur Bukalapak Rachmat Kaimuddin dalam paparan publik beberapa waktu lalu. Melalui platform yang dibuat, Bukalapak membantu para pelaku UMKM untuk melek digital, mengingat penggunaan media digital sudah menjadi tuntutan bagi dunia usaha. 

Di sisi lain, pasar online marketplace relatif masih kecil dibandingkan retail transaction. “Bukalapak didirikan dengan niatan melayani dan memberdayakan UMKM lewat teknologi, dengan melihat retail transaction didominasi oleh ritel offline seperti warung-warung yang notabene masih ketinggalan dari sisi adopsi teknologi. Kita sadar model bisnis online marketplace sangat baik bagi masyarakat Indonesia, tapi masih didominasi orang-orang di kota besar. Di sisi lain, banyak pemain dari luar negeri yang agresif secara capital ,” ungkap Rachmat.

(Oleh - HR1)

Giliran Perusahaan Bimbel Ditindak Keras

27 Jul 2021

Harga saham perusahaan-perusahaan bimbingan belajar di Tiongkok jatuh pada perdagangan Senin (26/7), setelah Pemerintah Tiongkok memberlakukan aturan baru yang memerintahkan perusahaan-perusahaan tersebut menjadi organisasi nirlaba. Aturan ini akan secara efektif menghapus model bisnis di sektor yang dilaporkan bernilai miliaran dolar dan memukul kekayaan para pemiliknya. Pemerintah Tiongkok mengumumkan pada Sabtu (24/7) bahwa tidak akan lagi mengeluarkan izin baru terhadap lembaga pendidikan di luar sekolah. Sementara semua lembaga yang sudah ada sekarang harus mendaftar sebagai organisasi nirlaba. Pemerintah Tiongkok menilai industri tersebut telah dibajak oleh kapitalis.

Harga saham New Oriental Education and Technology Group Inc anjlok 47% di Bursa Hong Kong. Hasil itu memperdalam rekor penurunan pada penutupan perdagangan Jumat (24/7) hingga 41%, setelah spekulasi tentang langkah penindakan keras itu menyebar di media sosial. Harga sahamnya yang diperdagangkan di AS juga anjlok 54%. Saham perusahaan lain, Koolearn Technology Holding Ltd ditutup anjlok 33%. Sementara China Maple Leaf Educational Systems turun 10%. Pengusahanya sampai kehilangan status miliarder karena harga sahamnya merosot. Larry Chen, pendiri Gaotu Techedu Inc, kehilangan statusnya sebagai miliarder dan sekarang memiliki kekayaan sekitar US$ 336 juta setelah perusahaannya kehilangan sekitar dua pertiga dari nilainya di New York. Mantan guru tersebut telah kehilangan sekitar US$ 15 miliar sejak Januari, juga terjebak dalam kolapsnya Archegos Capital Management. CEO New Oriental Yu Minhong juga kehilangan status miliardernya. Ia kehilangan US$ 685 juta untuk sehingga tertinggal US$ 579 juta. Bloomberg News melaporkan kekayaan Zhang Bangxin turun US$ 2,5 miliar menjadi US$ 1,4 miliar, setelah saham TAL Education Group yang tercatat di New York anjlok 71%.

(Oleh - HR1)


Emtek-Grab Jajaki Peluang Investasi di Start-up Indonesia

27 Jul 2021

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau Emtek menjalin kemitraan strategis dengan Grab Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, selain mendekatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan digital, kedua pihak ingin menciptakan peluang investasi pada perusahaan rintisan (start-up) di Tanah Air. Managing Director Emtek Sutanto Hartono mengatakan, sejauh ini, perusahaan sudah berinvestasi di dua startup Indonesia, yakni PT Bukalapak. com dan Dana. Adapun Bukalapak sudah menjadi salah satu start-up dengan valuasi di atas US$ 1 miliar (unicorn) yang akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). “Bukalapak sudah memiliki 104,9 juta pengguna dan 6,9 juta anggota, sedangkan Dana sudah memiliki lebih dari 70 juta pengguna dan 250 ribu UMKM yang terdaftar, “ kata Sutanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin (26/7).

Kedua perusahaan akan menjajaki peluang kolaborasi terutama di sektor logistik dan e-commerce, juga layanan keuangan, telemedicine, periklanan dan media digital, serta produk digital untuk kios atau warung tradisional. Dalam hal ini, Emtek telah menginvestasikan dana US$ 375 juta di PT Grab Teknologi Indonesia. Grab juga telah merampungkan investasi ke Grup Emtek. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menjelaskan, prioritas utama dari kolaborasi Grab dan Grup Emtek adalah memperluas digitalisasi hingga ke tingkat kabupaten di Indonesia. “Sebanyak 99% dari semua bisnis di Tanah Air adalah bisnis UMKM, tetapi hanya 21% yang memiliki akses digital,” kata dia

(Oleh - HR1)

Pajak Korporasi Multinasional Dikaji

27 Jul 2021

Indonesia belum menentukan sikap atas kesepakatan Forum G20 mengenai pengenaan tarif pajak minimum sebesar 15% bagi perusahaan multinasional. Apalagi bagi negara berkembang seperti Indonesia punya opsi memangkas (carve out) 5% dari tarif pajak itu agar menjadi daya tarik tujuan investasi. Artinya, Indonesia mempunyai kesempatan untuk memberikan tarif pajak efektif sebesar 10% kepada perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemajakan dan insentif tersebut memberikan rasa keadilan bagi setiap negara untuk mendatangkan investasi. "Bagi negara yang mau memberi insentif perpajakan masih bisa memberikan insentif 5% di bawah 15%, dan tidak mungkin 0%," kata Sri Mulyani, pekan lalu. Kenyataannya, tidak sedikit negara yang memberikan tarif pajak mini, bahkan sampai 0%. Dampaknya, banyak perusahaan multinasional melakukan penghindaran pajak.

Sri Mulyani menegaskan pihaknya masih merumuskan sikap Indonesia atas pilar 2 dari kesepakatan Forum G20 tersebut. Ia harap putusan yang diambil nantinya bisa membuat Indonesia lebih siap dalam menghadapi perubahan perekonomian dan perpajakan yang dinamis. Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menambahkan tarif pajak minimum tersebut menjadi patokan atas seluruh Pajak Penghasilan (PPh) yang dibanderol pemerintah Indonesia kepada perusahaan multinasional. Artinya dengan tarif PPh Badan yang berlaku saat ini sebesar 22%, pemerintah punya ruang untuk memberikan insentif carve-out, sehingga menjadi 17%. Tarif ini sesuai dengan batasan minimum tax 15% sebagaimana diatur dalam kesepakatan di Pilar 2.

EMTK Tambahkan Modal ke Grab Indonesia

27 Jul 2021

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk menuntaskan penyertaan investasi 375 juta dollar AS ke PT Grab Teknologi Indonesia. Keduanya sepakat menggabungkan portofolio bisnis masing-masing untuk memperluas pangsa pasar di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah.

Sebelumnya, pada 30 Juni 2021, EMTK mengumumkan menambah kepemilikan saham mereka di Grab Indonesia melalui penyertaan saham baru yang diterbitkan oleh Grab Indonesia. Grab Indonesia menerbitkan 311,27 juta lembar saham dengan nominal Rp 1.000 per lembar. Jumlah ini setara dengan 3,29 persen dari modal disetor dan ditempatkan oleh Grab Indonesia. Sebelum itu, EMTK Group telah memegang 244,57 juta saham Grab Indonesia, setara dengan 2,68 persen dari modal disetor dan ditempatkan Grab Indonesia.

Portofolio bisnis Grab Indonesia juga banyak berkecimpung di segmen UMKM, seperti Grab Food dan Grab Bike/Grab Car. Kami optimistis kolaborasi kedua perusahaan dapat mengakomodasi makin banyak UMKM melek teknologi digital.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan, Grab Indonesia menjadi mitra pengantaran Bukalapak untuk barang pesanan di 500 kabupaten/kota. Grab Indonesia juga membuat paket kupon pemesanan makanan Grab Food dengan akses konten di Vidio.


Alternatif Utang ke Lembaga Internasional

27 Jul 2021

Utang pemerintah indonesia berisiko membengkak di tengah keterbatasan fiskal saat ini pandemi Covid-19. Karena itu Pemerintah harus menyusun strategi serius untuk mengurangi risiko ini. Berbagai lembaga telah mengingatkan pemerintah Indonesia atas risiko utang ini. Pekan lalu, Moody's memperkirakan rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2023 berpotensi membengkak melampaui 45% dari PDB. "Pemerintah Indonesia tetap fokus untuk melindungi kelompok rentan terhadap dampak ekonomi pandemi yang menyebabkan membengkaknya belanja, di saat pertumbuhan pendapatan masih belum pulih secara signifikan," kata Vice President Senior Analyst Moody's Anushka Shah dikutip Senin (26/7).

Akibat pandemi, rasio utang pemerintah pada tahun 2020 tembus 39,8% dari PDB, atau naik dibandingkan dengan akhir 2019 sebesar 31% dari PDB. Beban pembayaran bunga utang tahun 2020 juga naik jadi 20,6% dari pendapatan, padahal 2019 masih sebesar 14,1% dari pendapatan. Namun Moody's mengapresiasi usulan strategi reformasi pendapatan jangka menengah, baik peningkatan tarif pajak pertambahan nilai (PPN), maupun perluasan basis pajak penghasilan (PPh) perseorangan. Walaupun Moody's melihat ada tantangan berat dalam upaya mendongkrak penerimaan, terutama dari sisi dukungan politik.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira juga memperkirakan utang pemerintah pada tahun 2023 akan jauh lebih besar dari target pemerintah. Bahkan ia memperkirakan, bisa lebih dari 55% dari PDB tahun 2023. Untuk itu, pemerintah perlu menggenjot penerimaan negara. Jika terpaksa berutang, Bhima lebih menyarankan pemerintah menarik pinjaman ketimbang menerbitkan surat berharga negara (SBN) karena bunga pinjaman lebih murah. "Pinjam ke Bank Dunia bunganya 2%-3% per tahun. Sementara (imbal hasil) penerbitan SBN 6% hingga 7% per tahun," kata Bhima kepada KONTAN, kemarin.

Stok Obat Terapi Covid-19, Peluang Farmasi Pacu Produksi

27 Jul 2021

Ketersediaan obat terapi pasien Covid-19 terus menipis di tengah gejolak pandemi yang masih terus menghantui. Kondisi ini menuntut peran aktif pemerintah untuk mendorong industri farmasi nasional secepatnya memacu produksi guna menghindari kekosongan yang justru dapat memicu risiko baru.Menipisnya ketersediaan obat tersebut terus dikeluhkan oleh kalangan petugas kesehatan dalam penanganan pandemi beberapa waktu terakhir.Berdasarkan laman Farmaplus, platform buatan Kementerian Kesehatan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), obat terapi Covid-19 seperti Tocilizumab dan Remdesivir tidak tersedia. Peningkat daya imunitas, Immunoglobolin persediaannya juga tipis.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Ichsan Hanafi mengatakan saat ini rumah sakit lebih mengkhawatirkan ketersediaan obat dibandingkan dengan ketersediaan fasilitas ruangan.Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk mencari jalan keluar agar persediaan obat tidak makin langka. "Kami dari rumah sakit swasta berharap pemerintah selaku regulator bisa mendorong pabrik farmasi yang terkait dengan obat-obatan itu untuk meningkatkan produksi," ujarnya, Senin (26/7).Kemenkes sebenarnya telah bekerjasama dengan industri farmasi BUMN dan swasta untuk memantau ketersediaan obat di lapangan, mulai dari industri, pedagang besar farmasi (PBF), rumah sakit hingga apotek. Obat-obat tersebut didistribusikan ke rumah sakit dan apotek untuk dapat diakses masyarakat. Adapun persediaan obat terapi Covid-19 seperti Oseltamivir, Faripiravir, dan Remdesivir dikatakan sudah relatif aman sejak dua pekan terakhir setelah sempat kosong awal bulan ini.

(Oleh - HR1)

Pengembangan StartUp, Kolaborasi Jadi Kunci Ekspansi E-Commerce

27 Jul 2021

Perusahaan teknologi dagang-el diyakini bakal banyak bekerja sama dengan perusahaan teknologi transportasi daring untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada para pelanggan.Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan kolaborasi dan adaptasi adalah kunci dari keberhasilan sebuah perusahaan rintisan, terutama platform dagang-el (e-commerce). Menurutnya, platform e-commerce sangat tergantung kepada perusahaan teknologi transportasi daring karena bisnisnya hanya mempertemukan pembeli dan penjual secara digital. Adapun, layanan transportasi daring yang mengantarkan produk secara langsung ke pelanggan.

Sebagai gambaran, ujar Dianta, Shopee meski telah bekerja sama dengan SiCepat, Anteraja, dan J&T, tetap menggunakan jasa transportasi daring yang mereka kembangkan sendiri. Layanan transportasi daring digunakan untuk mengantar barang selama jarak pengantaran tidak terlalu jauh.Sementara itu, Ketua Bidang Regulasi dan Pemerintahan Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) Ardian Asmar mengatakan perusahaan rintisan ruhnya adalah kolaborasi. Kolaborasi yang terjadi terbagi menjadi dua, yaitu kolaborasi strategis dan kolaborasi ekosistem.

(Oleh - HR1)