;

Stok Obat Terapi Covid-19, Peluang Farmasi Pacu Produksi

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 27 Jul 2021 Bisnis Indonesia
Stok Obat Terapi Covid-19, Peluang Farmasi Pacu Produksi

Ketersediaan obat terapi pasien Covid-19 terus menipis di tengah gejolak pandemi yang masih terus menghantui. Kondisi ini menuntut peran aktif pemerintah untuk mendorong industri farmasi nasional secepatnya memacu produksi guna menghindari kekosongan yang justru dapat memicu risiko baru.Menipisnya ketersediaan obat tersebut terus dikeluhkan oleh kalangan petugas kesehatan dalam penanganan pandemi beberapa waktu terakhir.Berdasarkan laman Farmaplus, platform buatan Kementerian Kesehatan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), obat terapi Covid-19 seperti Tocilizumab dan Remdesivir tidak tersedia. Peningkat daya imunitas, Immunoglobolin persediaannya juga tipis.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Ichsan Hanafi mengatakan saat ini rumah sakit lebih mengkhawatirkan ketersediaan obat dibandingkan dengan ketersediaan fasilitas ruangan.Untuk itu, dia meminta pemerintah untuk mencari jalan keluar agar persediaan obat tidak makin langka. "Kami dari rumah sakit swasta berharap pemerintah selaku regulator bisa mendorong pabrik farmasi yang terkait dengan obat-obatan itu untuk meningkatkan produksi," ujarnya, Senin (26/7).Kemenkes sebenarnya telah bekerjasama dengan industri farmasi BUMN dan swasta untuk memantau ketersediaan obat di lapangan, mulai dari industri, pedagang besar farmasi (PBF), rumah sakit hingga apotek. Obat-obat tersebut didistribusikan ke rumah sakit dan apotek untuk dapat diakses masyarakat. Adapun persediaan obat terapi Covid-19 seperti Oseltamivir, Faripiravir, dan Remdesivir dikatakan sudah relatif aman sejak dua pekan terakhir setelah sempat kosong awal bulan ini.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Farmasi
Download Aplikasi Labirin :