;

Pemulihan Ekonomi Indonesia Melambat, S&P Pertahankan Peringkat Utang Outlook Negatif

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 23 Jul 2021 Investor Daily, 23 Juli 2021
Pemulihan Ekonomi Indonesia Melambat, S&P Pertahankan Peringkat Utang Outlook Negatif

Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat utang atau sovereign credit rating Indonesia pada outlook negatif. Peringkat utang ini dipertahankan karena pemulihan ekonomi berjalan lambat, sejalan dengan peningkatan kasus Covid-19 yang turut menekan kinerja ekonomi Indonesia. Economist Asia-Pacific S&P Global Ratings Vishrut Rana menjelaskan, tekanan dari meningkatnya kasus Covid-19 dan terganggunya proses pemulihan ekonomi juga berimplikasi terhadap kinerja fiskal pemerintah tahun ini. “Ini dapat menghambat laju konsolidasi fiskal menuju 2022, tergantung pada beratnya perlambatan,” ujar dia dalam laporan yang dikutip pada Kamis (22/7).

Meskipun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengindikasikan bahwa pemerintah akan menekan defisit fiskal 2022 menjadi di kisaran 4,8% PDB, sehingga defisit di 2023 bisa maksimal 3%, namun ia menilai, masih ada tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai target tersebut. Lebih lanjut ia mengatakan, kunci untuk memperbaiki kinerja fiskal ini sangat bergantung pada kecepatan pemulihan ekonomi dalam kurun waktu 2022 hingga 2024. Apabila pemulihan ini tidak dioptimalkan, maka masih akan susah untuk menerapkan langkah-langkah kebijakan penambahan pendapatan negara yang sudah disusun oleh otoritas. Sebagai informasi, S&P pada 17 April 2021 mempertahankan peringkat utang Indonesia pada BBB dan merevisi outlook dari stabil menjadi negatif. Kemudian, pada 22 April 2021, S&P mempertahankan outlook negatif, dan kini lembaga tersebut tetap mempertahankannya.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :