;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

GoTo Dikabarkan Incar Dana US$ 2 Miliar Sebelum IPO

29 Aug 2021

Pelaku pasar perlu lebih bersabar menanti initial public offering (IPO) GoTo. Kemungkinan, Perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia ini baru akan menggelar penawaran saham perdana tahun depan. Seperti dilansir oleh Routers, GoTo dikabarkan menunda IPO hingga tahun depan lantaran tengah menanti selesainya penyusunan Pelaporan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai multiple voting shares (MVS) atau klasifikasi saham dengan hak suara multiple (SHSM). Hingga kini, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK masih melakukan finalisasi aturan tersebut. Sembari menanti aturan terbit, GoTo kabarnya bersiap menggelar proses pre-IPO. Dari aksi ini, GoTo berambisi meraup dana US $1,5 miliar - US $2 miliar dalam beberapa minggu ke depan.

Euforia Bank Digital Berlebihan

29 Aug 2021

Euforia kehadiran bank digital di Indonesia berlebihan. Pasalnya, sejumlah tantangan akan dihadapi bank digital kedepannya. Untuk bisa sukses dan berkelanjutan, bank digital harus bersinergi dengan ekosistem agar memiliki basis nasabah yang kuat, mendorong nasabahnya aktif bertransaksi, dan menawarkan produk yang bagus dan user friendly. Tak hanya itu, bank digital juga mesti didukung SDM yang mapan seperti programer dan data analyst yang terbaik di bidangnya, serta modal yang besar.

Berdasarkan riset The Boston Consulting Group (BCG), dari 249 bank digital yang ada diseluruh dunia, hanya 13 yang profitable. Misalnya di Korea Selatan, dari tiga bank digital yang ada  di negeri ginseng itu  hanya satu yang profitable, salah satunya WeBank yang merupakan model dari berbagai digital bank.

Bank digital dalam bisnisnya mengandalkan artificial intelegence (AI) dan machine learning, namun membutuhkan pengalaman dan waktu. Sehingga untuk mendapatkan  di awal, maka bank digital memerlukan modal besar. "Dari opportunity, 2020 volume transaksi digital banking itu Rp 27 ribu trilliun, tahun ini diharapkan tumbuh 19% menjadi Rp 32 ribu trilliun. Sehingga, kedepannya  akan terus meningkat  usaha bank untuk memberikan layanan lebih luas melalui bank digital," ungkap Wakil Ketua Perbanas Ahmad  Sidik. 

Sebagai pendatang baru, bank digital maih memiliki perjalanan panjang karena memerlukan ekosistem yang lengkap. "Kalau kita lihat, sekarang asing suka sekali dengan berita teknologi di Indonesia. Apalagi, kalau kita lihat sikap keras Tiongkok yang sudah menyebabkan dana di negara tersebut  bergeser ke emerging matket salah satunya Indonesia yang mulai menuju era digital. Tapi perjalanan bank digital masih panjang." ucap Direktur PT Ekuator Swarna Investama Hans Kwee.

Perbanas juga menyambut baik penerbitan POJK 12 tentang bank Umum dan POJK 13 tentang Penyelenggara Produk Bank Umum oleh OJK. Menurut Siddik, dari POJK 12 terlihat ada ketegasan mengenai definisi bank digital, serta aturan main kepemilikan bank digital. "POJK mendekatkan level palying field bank dan fintech, memberikan ruang bank lebih inovatif menerbitkan produk digital. Salah satunya mempercepat proses perizinan  produk menjadi 14 hari kerja," ujar Sidik.  Lebih lanjut, Kemkominfo juga perlu meningkatkan SDM digital. Ini adalah kunci transformasi. Selain itu, juga menyediakan talenta-talenta digital. Saat ini Indonesia  membutuhkan 600 ribu talenta digital untuk proses transformasi ini. (YTD)

Jutaan Data Pengguna Microsoft Sempat Bocor

29 Aug 2021

Sekitar 38 juta informasi yang disimpan di layanan Microsoft secara keliru dibiarkan terekspose tahun ini. Hal tersebut diungkapkan perusahaan keamanan UpGuard. Datanya termasuk informasi para pengguna. Penyelidik keamanan perusahaan digital tersebut mengungkapkan, nama, alamat, informasi keuangan, dan status vaksinasi Covid-19, dibiarkan rentan diakses oleh pihak luar secara tidak sah sebelum masalah diselesaikan. Di antara 47 organisasi yang terkena dampak adalah American Airlines, Ford, JB Hunt, serta lembaga republik seperti Departement Kesehatan Maryland dan sistem angkutan umum New York.

Menurut UpGuard, adanya kelalaian pengaturan konfigurasi perangkat lunak berarti data organisasi yang terpengaruh dibiarkan tanpa perlindungan hingga Juni 2021. "Sebagai hasil dari proyek penelitian ini, Microsoft telah membuat perubahan pada portal Power Apps," kata laporan yang dirilis, Senin (23/8). Microsoft mengatakan telah memberitahu klien ketika resiko potensi keamanan terungkap, hingga mereka dapat memperbaiki sendiri masalahnya. "Kami menganggap serius keamanan dan privasi, kami mendorong pelanggan kami untuk menggunakan praktik terbaik saat mengonfigurasi produk dengan cara yang paling memenuhi kebutuhan privasi mereka," kata juru bicara UpGuard.

Belum lama ini, Microsoft mengkonfirmasi bahwa pihaknya menentang keputusan untuk menyerahkan kontrak komputasi awan bernilai multi-milliar dollar dengan saingannya Amazon. Laporan media AS mengatakan, kontrak senilai US$ 10 milliar tersebut adalah langkah modernisasi penyimpangan data rahasia di Badan Keamanan Nasional AS. "Berdasarkan keputusan tersebut kami mengajukan protes administratif melalui Kantor Akuntanbilitas Pemerintah. Kami menggunakan hak hukum kami dan akan melakukan dengan hati-hati dan bertanggung jawab," ujar perwakilan Microsoft, menanggapi penyelidikan AFP. Juru bicara NSA mengatakan bahwa perusahaan akan menanggapi protes sesuai dengan peraturan federal yang sesuai, sementara Amazon menolak berkomentar. (YTD)

Pengembang Besar Meraup Berkah Insentif Properti

29 Aug 2021

Bisnis properti mulai bergairah di tengah pandemi Covid-19 tahun ini. Satu indikasinya, tiga pemain besar properti di Tanah Air meraih pertumbuhan pendapatan selama enam bulan pertama tahun ini. Ketiga pengembang tersebut adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). BSDE mencatatkan pendapatan Rp 3,25 triliun di semester I-2021, tumbuh 39% year-on-year (yoy). Demikian pula CTRA yang meraih pertumbuhan pendapatan 44% (yoy) menjadi Rp 4 triliun. Adapun pendapatan LPKR naik 36% (yoy) menjadi Rp 7,23 triliun.

Segmen landed house mencatatkan pertumbuhan penjualan, terutama bagi BSDE dan CTRA, yang memang mengandalkan hunian rumah tapak. Sedangkan LPKR mengandalkan high rise (apartemen). Penjualan pada dua segmen properti itu memang sedang meningkat. Hal itu lantaran pemerintah mengucurkan insentif berupa diskon pajak pertambahan nilai (PPN) untuk penjualan properti. Di saat yang sama, bunga KPR/KPA sejak pandemi Covid-19 cenderung menguncup. “Perumahan (landed) masih tetap menjadi pasar yang terkuat. Apalagi sektor lain masih belum bergerak,” ungkap Harun Hajadi, Direktur PT Ciputra Development Tbk, kepada KONTAN, kemarin.

Bukan hanya CTRA, BSDE dan LPKR, pengembang lain juga memanfaatkan insentif PPN untuk menggenjot penjualan. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), misalnya, ikut merasakan efek positif insentif pajak properti. Direktur PWON, Ivy Wong mengatakan, produk residensial yang paling banyak dibeli konsumen yakni Grand Pakuwon dan Pakuwon City. “Kebanyakan inventory yang dapat insentif PPN,” kata dia, kemarin. Segmen pasar properti PWON lebih kencang di rentang harga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar. Managing Partner of Strategic Advisory Coldwell Banker, Tommy H Bastami menilai, di tengah pandemi Covid-19, segmen landed residential (perumahan) tetap bergerak. “Pasar mulai membaik, walaupun belum kembali ke kondisi normal [sebelum pandemi],” kata dia, kemarin.


Catatan Pertumbuhan Ekonomi di Berbagai Daerah

29 Aug 2021

Kembalinya ekonomi ke zona positif pada triwulan II tahun 2021 menunjukkan bahwa perekonomian nasional dan regional sudah berada di jalur pemulihan. Sinyal pemulihan ekonomi yang tampak dari positifnya pertumbuhan triwulan II-2021 terjadi hampir diseluruh Nusantara. 

Secara nasional, ekonomi tumbuh 7,07 persen jika dibandingkan dengan triwulan II 2020. Sebagian besar provinsi pun mengalami pertumbuhan positif. Hanya Papua Barat yang masih mengalami kontraksi minus 2,39 persen. Turunnya kinerja sektor industri pengolahan yang selama ini menjadi andalan Papua Barat menjadi salah satu penyebabnya. Sebab, hampir seperempat (23,89 persen) perekonomian Papua Barat disumbang oleh sektor tersebut. Tekanan yang dialami perekonomian Papua Barat juga semakin terasa setelah provinsi ini mengalami pertumbuhan positif pada triwulan II-2020, yakni 0,53 persen. Berbanding terbalik dengan Papua Barat, mayoritas provinsi lainnya justru mengalami kontraksi di triwulan II-2020. Hal tersebut membuat akselerasi pertumbuhan ekonomi di triwulan II-2021 kian jelas terlihat. 

Bahkan, sembilan dari 33 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif laju pertumbuhannya di atas ekonomi nasional. Maluku Utara menjadi provinsi dengan laju pertumbuhan tertinggi, yakni 16,89 persen.Berikutnya adalah Sulawesi Tengah dengan pertumbuhan 15,39 persen dan Papua 13,24 persen. Provinsi dari timur Indonesia itu juga menduduki posisi ketiga teratas pada laju pertumbuhan ekonomi se Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua).

Ironi Ekspor Mebel di Tahun Pandemi

29 Aug 2021

Melonjaknya biaya pengiriman lewat laut mencapai tahap tidak wajar, yang membuat sejumlah ekspor tertahan. Itu ironis karena, di tengah pandemi Covid-19, permintaan ekspor mebel produksi Jepara justru meningkat. Desing mesin gerinda nyaring terdengar dari rumah produksi Jepara Asia Mas Furniture di Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (25/8/2021) siang. Sambil mengenakan masker, sejumlah pekerja laki-laki dan perempuan dengan telaten memoles mebel perpaduan kayu dengan resin. 

Berjarak sekitar 25 meter, di bangunan lainnya, kardus-kardus beragam ukuran berisi mebel siap ekspor menumpuk hingga menyesaki gudang berukuran 1.800 meter persegi tersebut. Tingginya tumpukan kardus hingga lebih dari 2 meter. Adapun luas total gudang CV JAMF ialah 7.500 meter persegi. ”Ini dampak dari buyer (pembeli) yang sulit mencari kontainer karena ocean freight (tarif pengiriman lewat laut) melonjak 400-500 persen. Mereka minta jangan dikirim dulu. Akibatnya menumpuk dan cashflow (arus kas) menjadi tersendat,” kata Eri Agus Susanto, pemilik Jepara Asias Mas Furniture (JAMF). 

Di sisi lain, pembeli meminta barang tidak dikirim dulu. Selain kesulitan mencari kontainer, dari informasi yang ia terima, barang juga masih menumpuk di pelabuhan negara tujuan. Apabila biasanya ia mengirim hingga delapan kontainer per bulan, hingga Rabu (25/8) baru satu kontainer yang dikirim pada Agustus 2021. Kondisi itu menjadi tantangan bersama para pelaku industri ekspor. Menurut dia, apabila produk yang dihasilkan tidak betul-betul unik atau menarik, tidak akan dibeli. ”Yang bertahan hanya yang membuat produk itu yang menjual serta harganya tak mahal. Ini benar-benar menjadi seleksi alam. Yang kuat yang bertahan,” katanya.

PNBP Sektor Perikanan Tangkap

29 Aug 2021

Tahun ini Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor perikanan tangkap Rp 1 triliun. Jumlahnya ditargetkan meningkat jadi Rp 12 triliun tahun 2024. Peningkatan PNBP dinilai perlu dikendalikan guna mencegah potensi produksi yang eksploitatif dan merusak sumber daya alam.

Indonesia Pimpin Pertumbuhan E-commerce Asean

29 Aug 2021

Indonesia menjadi pemimpin pertumbuhan sekaligus kiblat perdagangan elektronik (e-commerce) di kawasan Asean. Hal ini ditopang besarnya jumlah penduduk, penetrasi internet yang kuat, menjamurnya perusahaan rintisan (startup), perilaku belanja daring, dan  keberadaan startup dengan valuasi diatas US$ 1 milliar (unicorn). Seiring dengan itu, pemerintah dan Komisi VI DPR sepakat segera menyelesaikan pengesahan RUU tentang Persetujuan Asean tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (Asean Agreement on Electronic Commerce/AAEC). Komisi VI akan membawa RUU  AAEC  Asean sebagai upaya peningkatan pembicaraan tingkat II pada sidang paripurna DPR. Hal tersebut mengemuka dalam rapat kerja Komisi VI DPR RI dengan pemerintah, Rabu (25/8).

Menteri perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menerangkan, persetujuan ini merupakan payung kerja sama perdagangan melalui sistem elektronik antar pemerintah di Asean sebagai upaya meningkatkan nilai perdagangan barang dan jasa, daya saing pelaku usaha dalam negeri, dan memperluas kerjasama melalui pemanfaatan niaga elektronik di Asean. "Manfaat tersebut diharapkan juga akan mendorong proses transformasi Indonesia menjadi ekonomi digital yang maju dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai amanat UUD," kata Mendag Lutfi.

Dalam rapat kerja ini, perwakilan dari sembilan fraksi memberikan dukungan penuh untuk segera menyelesaikan proses ratifikasi RUU AAEC. Arus ekonomi digital telah masuk gelombang kedua dan ketiga dengan munculnya pemain-pemain di sektor baru. Contohnya, health tech yang diisi Halodok, Aido health, lalu educatioin technology seperti ruang guru, Zenius, serta financial technology, seperti Dana, Ovo, dan link aja. "Kami optimistis, target transaksi Rp 395 trilliun tahun ini tercapai. Ada dua yang kami ukur, yakni aktivitas nilai transaksi dan juga total onboarding new UKM ke platform," kata Lutfi. (YTD)

Grup Djarum Siapkan Rencana IPO Blibli

29 Aug 2021

Perusahaan e-commerce milik Grup Djarum, PT Global Digital Niaga atau Blibli. com, dikabarkan tengah menyiapkan rencana penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Blibli ditargetkan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal 2022. Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan yang dikendalikan oleh orang terkaya nomor satu di Indonesia versi Forbes, yakni duo Hartono pemilik Grup Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tersebut, telah memilih penasihat terkait rencana IPO Blibli. Perusahaan menunjuk Credit Suisse Group AG dan Morgan Stanley. “Saat ini, perundingan berada pada tahap awal, dan ukuran IPO dapat bergantung pada bisnis mana yang dimasukkan,” kata sumber tersebut, Kamis (26/8). 

Menanggapi isu tersebut, manajemen Blibli.com melalui VP Public Relations Blibli Yolanda Nainggolan menyatakan, pihaknya sangat terbuka dengan opsi terbaik yang dapat mempercepat pengembangan ekosistem dalam memberikan solusi inovasi kepada para pelanggan. 

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi secara langsung dari Blibli.com terkait rencana IPO. Meski demikian, otoritas menyambut baik langkah perusahaan e-commerce tersebut untuk melantai di BEI. ”Tentunya kami menyambut baik rencana IPO tersebut dan siap berdiskusi dengan para owner, founder, dan jajaran manajemen perseroan,” ucapnya. 

Lebih lanjut, sebagai e-commerce Indonesia yang telah beroperasi selama 10 tahun, Blibli telah diperkuat dengan ekosistem teknologi dan bisnis menyeluruh yang mencakup B2C, B2B, B2B2C, dan B2G yang fokus dalam mengembangkan bisnis memberikan solusi nyata guna membangun kepercayaan dengan memberikan pengalaman ritel terbaik kepada pelanggan, memberdayakan mitra bisnis, dan menciptakan inovasi solusi nyata untuk stakeholders lewat strategi omnichannel yang terintegrasi dan menyeluruh.

Pendirian Badan Pangan Nasional: Inflasi Komponen Volatile Food Lebih Terkendali

29 Aug 2021

Pergerakan inflasi komponen harga bergejolak atau volatile food bakal lebih stabil sejalan dengan dibentuknya Badan Pangan Nasional (BPN) oleh Presiden Joko Widodo. Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pembentukan BPN bersifat perpindahan koordinasi, di mana perumus kebijakan yang awalnya berada di Kementerian Perdagangan, menjadi di bawah BPN. Sehingga, apabila ditilik dari arah inflasi barang bergejolak, menurut Josua, terlihat bahwa peran dari komponen tersebut cenderung makin terbatas dalam pergerakan inflasi. “Komponen tersebut cenderung hanya berperan signifikan ketika terjadi panen raya atau menjelang Lebaran,” kata dia kepada Bisnis, Rabu (25/8).

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menambahkan dibentuknya BPN makin menegaskan bahwa koordinasi yang dijalankan oleh sejumlah lembaga selama ini tidak berjalan dengan baik. Lembaga tersebut adalah Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, dan Perum Bulog, yang memang bertugas menjaga pasokan pangan sehingga harga jual lebih terkendali. “Namun pada perkembangannya, kita melihat ternyata masalah volatilitas harga pangan masih sering kita temui. Tetapi, apakah BPN efektif menjaga inflasi harga pangan, masih perlu waktu untuk membuktikan,” ujarnya.