Ekonomi
( 40554 )AS Akan Membela Taiwan Dari Invasi Tiongkok
Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerangnya. Pernyataan ini memicu peringatan dari Tiongkok pada Jumat (22/10), yang mengatakan tekadnya untuk mengambil kembali pulau demokrasi tersebut tidak boleh diremehkan. Pemerintah Tiongkok menganggap Taiwan-yang memiliki pemerintah sendiri- sebagai bagian dari wilayahnya. Otoritas negera tersebut telah berjanji akan merebut Taiwan suatu hari nanti, jika perlu dengan cara paksa. Wacana tersebut mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir dan memperparah kekhawatiran pulau berpenduduk 23 juta orang. Konfilk ini pun dapat memicu tindak kekerasan diruang lingkup global.
Saat ditanya dalam acara Town Hall CNN pada Jumat (22/10), apakah pemerintah AS akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerbu. Biden menjawab, "Ya, kami memiliki komitmen untuk itu." demikian dilansir AFP. Penyataan Biden tersebut bertentangan dengan kebijakan lama AS yang disebut ambiguitas strategis. Pada kebijakan ini, posisi Pemerintah AS membantu sekedar mambangun pertahanan Taiwan tetapi tidak secara eksplisit berjanji untuk datang membantu pulau itu jika terjadi perang. Pernyataan Biden pun disambut oleh pemerntah Taiwan yang telah mendesak untuk meningkatkan aliansi internasional agar dapat melindungi drir dari negeri Tirai Bambu
"Tiongkok tidak memiliki ruang untuk kompromi pada isu-isu yang melibatkan kepentingan intinya. Pemerintah AS tidak boleh meremehkan apa yang disebut oleh Tiongkok tekad, teguh, kemauan keras, dan kemampuan kuat Tiongkok untuk bertahan terhadap apa yang dilihatnya sebagai ancaman terhadap kedaulatannya," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin dalam konferensi pers. Menurut Biden, Pemerintahj AS membuat komitmen suci untuk membela sekutu-sekutu Partai Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Kanada dan Eropa. Ini sama halnya dengan Jepang, dengan Korea Selatan, dan dengan Taiwan. Gedung Putih mengatakan pada wartawan pada kedua kesempatan itu bahwa kebijakan AS tentang Taiwan tidak berubah. (yetede)
Masuk Bisnis Batu Bara, Indonesia Transport Gaet Dua Investor
PT Indonesia Transport & Infrastucture Tbk (IATA) menggandeng dua investor baru, Literati Capital Investment Lts dan Yaris International Ltd, untuk masuk ke bisnis batu bara. Investor baru tersebut menyerap saham baru yang diterbitkan oleh perseroan melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau privete placement pada 19 Oktober 2021. Literati Capital dan Yaris International memborong sebanyak 718.147.000 saham emiten penerbangan penerbangan komersial dan layanan transportasi udara milik pengusaha Harry Tanoesoedibjo tersebut. Nilai transaksi sebesar Rp 35,9 miliar atau pada harga Rp 50 per saham. "Dana yang diterima setelah dikurangi biaya-biaya pelaksanaan prive placement akan digunakan untuk tambahan modal kerja perseroan," ungkap managemen Indonesia Transport dan infrastucture dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10).
Sebelumnya, maskapai penerbangan yang menyediakan layanan udara bagi industri minyak dan gas di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakuisisi PT MCN Energi dari PT MNC Investama Tbk (BHIT). Setelah, transaksi ini, Indonesia Transport & Infrastructure akan menjadi entitas induk untuk seluruh perusahaan batu bara Group MNC. Head of Investor Relations MNC Group Mathassa Yunita menuturkan, Indonesia Transportasi & Infrastructure sedang bersiap untuk mengambil alih tiga sekaligus. Pertama, PT Bhaki Coul Resources,perusahaan eksplorasi dan produsen tambang batu bara di Sumatera Selatan. (yetede)
Wamen BUMN Targetkan Garuda Gabung di Holding Aviata pada 2023
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menargetkan PT Garuda Indonesia Tbk akan bergabung dengan Holding BUMN PT Aviasa Pariwisata Indonesia/Aviata (Persero) pada 2023. "Kami harapkan restrukturisasi Garuda akan cepat tuntas dan selesai, sehingga mereka akan masuk menjadi bagian Aviata kedepannya." kata Katrika dalam acara Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Peringatan Hari Santri Nasional 2021 di Jakarta, Jumat (22/10). Secara terperinci Kartika yang akrab disapa Tiko menjelaskan bahwa target Garuda untuk bergabung dengan Aviata pada 2023, dan Garuda masuk dalam tahap ketiga dari proses struktur penggabungan holding pariwisata.
Sementara itu, untuk tahap kedua yakni berkaitan proses inbreng PT Pengambangan Pariwisata Indonesia Toruism Development Coporation (ITDC). "ITDC akan menyusul pada triwulan IV-2021 pasca-proses penyertaan modal negara (PMN) sebagai persero," ucap dia. Saat dibentuk, Aviata digagas untuk bisa membangun peningkatan kontribusi sektor pariwisata, namun saat Covid-19 tugas Holding BUMN tersebut diatur ulang agar bisa melakukan restrukturisasi pasca pandemi. "Saat ini Aviata bertahap akan dikembalikan dan fokus Aviata saat ini lakukan (turut menyelenggarakan) event besar diharapkan jadi katalis pemulihan sektor pariwisata Indonesia, yang paling dekat adalag World Superbike dilaksanakan di Mandalika, November 2021."
Di sisi lain, PT Garuda Indonesia masih melakukan finalisasi penyusupan proposal restrukturisasi kewajiban serta rencana bisnis terbaru. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, pihaknya belum tuntas menyusun proposal restrukturisasi dan rencana bisnis tersebut. Namun dia menargetkan dokumen-dokumen itu segera rampung. "Belum rampung dan kami harapkan segera selesai," kata Irfan saat dihubungi Investor Daily, pekan ini. Menurut dia sebelumnya, nilai filosofi dari rencana bisnis baru adalah Garuda bakal lebih simple atau ringkas, berprofit, dan tetap menyediakan layanan full service. (yetede)
Gandeng Modalku Bank Mayapada Salurkan Kredit UMKM Rp250 Miliar
Bank Mayapada Internasional Tbk menjalin kerja sama penyaluran kredit UMKM dengan menyelenggarakan fintech P2P Lending Modalku. Bertindak sebagai pemberi dana (lender), Bank Mayapada akan menyalurkan kredit senilai Rp 250 miliar. Perjanjian kerja sama dilaksanakan di kantor Bank Mayapada pada Selasa (19/10). Kerja sama ditandatangani oleh Direktur Utama Bank Mayapada Haryono Tjahjarjadi dan Co-Founder dan CEO Modalku Reynold. Haryono menyampaikan, kerjasama antara Bank Mayapada dengan Modalku menjadi salah satu langkah bank untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui akses permodalan. Utamanya masyarakat dari berbagai lini bisnis, lebih khusus kepada para pelaku UMKM yang menjadi tonggak perekonomian Indonesia agar dapat membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.
"Kami optimis kerja sama dengan Modalku dapat memberikan kontribusi pada para pelaku UMKM mengingat beberapa tahun ini fintech menjadi model usaha yang memiliki keunggulan fleksibilitas, keamanan,dan efisien sehingga dapat saling melengkapi ekosistem keuangan di Indonesia." ungkap Haryono melalui keterangan tertulis, Jumat (22/10) Mengacu pada data Otoritas Jasa keuangan (OKJ), pertumbuhan kredit UMKM kembali berada di zona ekspansi dengan pertumbuhan sebesar 1.93% secara year on year (yoy) per Juli dan tumbuh 2,7% (yoy) pada bulan Agustus. Sementara itu, Reynold menyatakan sebuah kehormatan pada Modalku dapat berkolaborasi dengan Bank Mayapada, "Kami melihat adanya kesamaan visi dengan Bank Mayapada untuk memperluas akses permodalan, sehingga menjadi kesempatan yang tepat bagi Modalku untuk bisa menjangkau lebih banyak UMKM serta berkontribusi dalam meningkatkan inklusi keuangan," kata dia. (yetede)
The Fed: Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat
Kemacetan rantai pasokan dan kekurangan tenaga kerja telah membuat pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) melambat dan berkontribusi pada kenaikan tajam harga-harga. Hal itu disampaikan The Federal Reserve (The Fed) dalam laporannya, Rabu (20/10) waktu setempat. Kendala dan kekurangan pasokan barang menyebabkan harga yang meningkat secara signifikan di sebagian besar wilayah AS. The Fed dalam laporan terbaru beige book-nya mencatat ada peningkatan ketidakpastian dalam prospek ekonomi kedepan. Sementara aktivitas ekonomi meningkat pada tingkat sedang hingga moderat selama beberapa minggu terakhir, di sebagian besar wilayah laju pertumbuhan melambat.
"Perlambatan terjadi karena gangguan rantai pasokan, kekurangan tenaga kerja, dan ketidakpastian terkait (penyebaran) varian Delta Covid-19," kata laporan itu. Analisis tersebut dibuat berdasarkan diskusi banyak kontak bisnis dan komunitas di 12 wilayah bank sentral. Disiapkan sebelum pertemuan kebijakan The Fed berikutnya pada 2-3 November 2021. The Fed kembali melaporkan pemulihan AS pascapandemi mulai kehilangan tenaga. Meski demikian, pejabat The Fed diperkirakan akan mengumumkan rencana untuk mulai menarik kembali langkah-langkah stimulus di tengah kekhawatiran tentang kenaikan inflasi.
Gubernur The Fed Jerome Powell telah mengatakan untuk beberapa waktu bahwa lonjakan harga diperkirakan bersifat sementara dan akan kembali. The Fed tengah menyimbangkan kebijakannya untuk memastikan pertumbuhan ekonomi terus mendukung pertambahan pekerjaan baru, sementara juga menjaga inflasi yang diharapkan kembali ke target 2%. Adapun tingkat inflasi saat ini telah mendekati dua kali lipat dari yang diharapkan. Pembatasan pandemi menyebabkan kelangkaan beberapa barang, seperti semikonduktor serta backlog dalam transportasi. (yetede)
Indonesia Harus Punya Bank BUMN Syariah
Indonesia, tak disangsikan lagi, adalah pasar keuangan syariah terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk muslim sekitar 229 juta jiwa atau 87,2% dari total populasi, negeri ini berpotensi menjadi pusat, kiblat, sekaligus panutan (trend setter) industri keuangan syariah global. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, DPR, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong industri keuangan syariah. Upaya paling fundamental adalah membuat dan mengimplementasikan Undang-Undang (UU) No.21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.
Langkah krusial lainnya yang telah ditempuh pemerintah adalah menggantungkan tiga bank syariah milik bank badan usaha milik negara (BUMN), yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRI Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Bank Syariah Indonesia/BSI). Sejalan dengan beroperasinya BSI mulai 1 Februari 2021, pemerintah meluncurkan peta jalan (roadmap) perbankan syariah. Ekonomi syariah Indonesia, jika berkaca pada data Global Islamic Economy Indicator, masih paradoks. Indonesia berada dibawah Malaysia, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab.
Sejujurnya, visi menjadikan Indonesia sebagai pusat industri keuangan syariah dunia masih jauh panggang dari api. Pangsa pasar perbankan syariah di Tanah Air bahkan baru mencapai 6,3%. Masyarakat Indonesia secara umum belum 'melek keuangan syariah'. Sekali lagi, perlu upaya ekstra dari segenap pemangku kepentingan. Selain harus terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, pemerintah perlu membuat perubahan yang bersifat struktural, dimana negara memiliki kepanjangan angan untuk hadir secara langsung dalam industri keuangan syariah.
Karena itu, sangat logis jika sejumlah kalangan, terutama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mengusulkan supaya BSI dijadikan BUMN, bukan sekadar anak usaha BUMN. Keberadaan bank BUMN syariah diperlukan untuk mengakselerasi pengembangan keuangan syariah nasional, tak cuma di sektor perbankan.
Usulan agar BSI dijadikan bank BUMN bisa dipahami. Dengan menjadi bank BUMN, BSI akan mendapatkan dukungan lebih kuat dari pemerintah, baik dari sisi hukum, pendanaan, maupun operasional. Perubahan status BSI dari anak perusahaan BUMN menjadi BUMN juga bakal meningkatkan kepercayaan publik.
Tak kalah penting, dengan menjadikan BSI sebagai BUMN, pemerintah akan memiliki flagship perbankan syariah. Setelah menjadi bank pelat merah, BSI pun bisa membangun konglomerasi keuangan syariah, dari mulai asuransi syariah, multifinance syariah, perusahaan sekuritas syariah, manajer investasi (MI) syariah, hingga perusahaan fintech syariah.
(yetede)
Ekosistem Digital Bantu Kurangi Kesenjangan UMKM
Akses kependanaan menjadi salah salah satu cara untuk membantu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk tumbuh secara berkelanjutan. Namun, tanpa ekosistem digital, masih sulit bagi perbankan untuk menjangkau mereka. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi panel bertajuk Inklusi Finansial Digital dalam mengurangi Kesenjangan, dalam webinar World Business Angel Investors Week (WBAW) pertama di Indonesia dengan tema besar Diplomasi Bisnis untuk Kewirausahaan Internasional (Business Diplomacy International Intepreneurship) di Jakarta pada Kamis, 21 Oktober 2021. Diskusi pada sesi ketiga atau terakhir itu dipandu oleh Anthony Wonsono, deputi CEO Alami, Dima Djani, menjelaskan, tanpa ekosistem digital, sangat sulit bagi lembaga keunagna untuk menjangkau mereka yang tidak terjamah perbankan, khususnya mereka yang tinggal di pedesaan.
"Dan ini hanya dapat dilakukan dengan ekosistem digital yang sudah berjalan. Dan sekarang, banyak lembaga keuangan digital atau tekfin yang memiliki solusi finansial yang embedded untuk membantu mereka," kata Dima. Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johhny G Plate yang diwakili Staf Khusus Menkominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Deddy Permadi mengatakan, dalam pengupayakan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, Indonesia tengah menggelar infrastruktur digital diseluruh Indonesia. "Ini semua tidak hanya untuk revolusi industri 4,1 tapi juga meningkatkan transformasi digital dengan meningkatkan utilitas data dan teknologi-teknologi baru, sehingga dapat menjadi momentum bagi inovasi dan utilitasi data," kata Deddy. (yetede)
Perdagangan Internasional, Kinerja Ekspor Kian Menjanjikan
Kinerja ekspor Indonesia berpeluang terus menguat seiring dengan pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19 di sejumlah negara tujuan ekspor.
Presiden Joko Widodo mengatakan torehan ekspor Indonesia tengah berada pada masa puncaknya sepanjang tahun ini. Namun, dia mengingatkan agar para pemangku kepentingan tidak lengah dan harus secara konsisten meningkatkan daya saing. Menurutnya, kinerja ekspor dalam negeri berpotensi untuk bergerak positif lantaran pasar ekspor global masih terbuka luas. Alasannya, mitra dagang strategis Indonesia sudah menunjukkan pemulihan ekonomi seiring pelandaian kurva pandemi beberapa waktu terakhir. Dia mencontohkan pertumbuhan ekonomi China pada kuartal kedua tahun ini mencapai 7,9% secara year-on-year (YoY), Amerika Serikat mencatatkan 12,2%, Jepang tumbuh 7,6%, dan India tumbuh 20,1%.
Kredit Bermasalah Pinjaman Daring Rendah
Tak seperti kualitas kredit pada peminjaman daring ilegal, tingkat pinjaman macet dari platform peminjaman daring atau online yang sudah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih relatif baik. Angka tingkat keberhasilan bayar (TKB) masih berada di atas 90 persen. ”Kualitas kredit terlihat dalam TKB rata-rata di atas 90 persen. Mereka memperhatikan kualitas penyaluran kredit dengan baik,” kata Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Idscore Yohanes Abimanyu, Kamis (21/10/2021). Pefindo Biro Kredit IdScore merupakan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan. Idscore menghimpun data kredit dari Lembaga keuangan dan data nonkredit dari beberapa instansi publik yang telah bekerja sama untuk menjadi sumber data. Data IdScore sudah menghimpun 90 juta data kredit debitor.
Kontribusi Ekosistem Gojek Rp 249 Triliun
Pandemi mendorong ekosistem usaha secara digital terus tumbuh. Kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian nasional tahun 2021 diperkirakan Rp 249 triliun atau naik 60 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Kontribusi ekosistem Gojek terhadap perekonomian nasional pada tahun 2021 diproyeksikan mencapai Rp 249 triliun atau berkontribusi 1,6 persen terhadap produk domestik bruto Indonesia. Selama pandemi Covid-19, muncul kecenderungan pengusaha pemula memanfaatkan platform antar pesan makanan GoFood untuk usahanya.
Demikian hasil kajian Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Survei dilakukan terhadap 47.218 responden selama dua pekan pada bulan Agustus 2021, meliputi mitra pengemudi GoRide 10.837 orang, GoCar 9.756 orang, GoSend dan GoKilat 7.228 orang, mitra UMKM kuliner GoFood 4.363 orang, social seller 1.728 orang, dan konsumen sejumlah 8.559 orang. Kepala Lembaga Demografi FEB UI Turro S Wongkaren mengemukakan, kontribusi ekosistem Gojek terhadap PDB Indonesia itu meningkat 60 persen dibandingkan dengan tahun 2020, yakni 1 persen dari PDB. Kontribusi itu didorong kondisi makroekonomi yang membaik serta kemampuan ekosistem Gojek mempercepat pemulihan di masa pandemi Covid-19 melalui peningkatan pendapatan mitra pengemudi dan UMKM.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









