Ekonomi
( 40465 )Kalbe Farma Melaju Sesuai Ekspektasi
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) telah melaju sesuai ekspektasi, sehingga kinerja keuangan tahun ini diperkirakan sesuai target. Pertumbuhan juga bakalan didukung oleh sejumlah pengembangan usaha dan dan penguatan pemasaran secara digital. Mirea Aset Sekuritas mempetahankan pandangan positif terhadap Kalbe Farma kerena didukung oleh sejumlah pengembangan yang tengah berlangsung dan sesuai harapan. Pengembangan tersebut menjadikan prospek kinerja keuangan dan saham perseroan cenderung membaik kedepan.
"Kami menilai bahwa seluruh devisi perseroan masih memiliki ruang untuk bertumbuh ke depan, seiring dengan pengembangan sejumlah hal, seperti pengembangan produk onkologi dan biologi. Memang produk tersebut masih membutuhkan waktu untuk memberikan dampak besar bagi perseroan," Tulis analis Mirea Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin dalam risetnya. Kalbe Farma mendapat sentimen positif berlanjutnya peningkatan produk vitamin, suplemen, dan produk herbal. "Kami juga memperkirakan bahwa bisnis divisi dan logistik akan terus bertumbuh cepat kedepannya, seiring dengan berkembangnya platform digital perseroan," jelas Mimi.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mirea Asset Sekuritas untuk mempertahankan rekomondasi beli dengan target harga Rp 1.760. Target harga tersebut merefleksikan PE, sebesar 28,6 kali tahun ini. Selain itu, berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan membuat harga saham KLBF saat ini masih tergolong murah. Adapun laba bersih Kalbe Farma tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp 2,89 triliun dibandingkan tahun lalu Rp2,73 triliun. Pendapatan persroan juga diperkirakan meningkat dari Rp23,11 triliun menjadi Rp24,66 triliun. (yetede)
DCI dan Grup Salim Operasikan Data Center
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) bersama Group Salim telah menuntaskan pembangunan kompleks hyperscale data center park bernama H2. Kompleks pusat data yang terletak di Pertiwi Lestari Industrial, Estate, Karawang, Jawa Barat tersebut siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Gedung H2-01 yang dibangun sejak kuartal IV-2020 ini telah berstatus siap beroperasi dan menjadi bagian dari fasilitas data center hyperscale terbesar di Indonesia. Data Center dikembangkan diatas lahan seluas 86 hektar. Gedung data center yang dinamai H2-01 didirkan setinggi 10 lantai.
Axton Salim mengatakan, Indonesia merupakan negara terbesar di Asia Tenggara dengan total populasi sebesar 250 juta, namun kapasitas data center per kapita paling rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia. Jika rata-rata konsumsi per kapita adalah 10 watt, data center Indonesia dapat bertumbuh mencapai 2.700 watt ke depan. Sebagai carrier neutral data center, termasuk layanan colocation, layanan interconnection, dan ruang bekerja. Hingga kini, H2 telah telah dipercaya oleh pelanggan internasional dengan tersewanya dua lantai gedung data center H2.
"Tingkat kebutuhan data center di Indonesia meningkat drastis dalam dua tahun terakhir. Digitalisasi terus berkembang pesat dengan adaptasi komputasi awan yang terus meningkat disertai dengan aktivitas sekolah dan kerja dari rumah selama masa pandemi Covid-19. Kompleks hyberscale data center H2 dibangun dengan latar belakang tersebut dengan prinsip eco-sustainable, yaitu dengan memasang solar panel power sebagai salah satu sumber listrik di kawasan data center." jelas Axton. Group Salim merupakan salah satu pemegang saham yang mendukung upaya pengembangan Emtek sejak awal. Adapun porsi kepemilikan Anthoni Salim di Emtek mencapai 9%. (yetede)
Transaksi Hasil Laut Tembus Rp 2 M
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, kegiatan gelar produk di Buyers Meet Sellers diharapkan bisa membuat pelaku usaha bertransaksi.
Total ada 100 UKM yang ujuk gigi pada kegiatan ini dan berasal dari sejumlah kabupaten di Jatim. Buyers Meet Sellers 2021 Produk Kelautan dan Perikanan berhasil bukukan transaksi Rp2.254.900.650. Traksaksi tersebut telah berjalan dari awal tahun 2021 hingga bulan Oktober 2021 ini.
Potensi Perikanan Budi Daya, Peluang Baru Ekspor Ikan
Subsektor perikanan budi daya diproyeksikan menjadi tumpuan utama kinerja perikanan di Indonesia pada masa mendatang. Sayangnya, perikanan budi daya masih dihantui problem tingginya harga pokok produksi dan pengangkutan ekspor.
Sebuah papan pengumuman terpasang di Desa Jogosimo, Klirong, Kabupaten Kebumen. Kata ‘pemberitahuan’ dicetak tebal dengan warna merah menyala di papan tersebut, seperti sebuah pengingat akan suatu hal yang penting.“Di kawasan ini akan dibangun program nasional kawasan perikanan budi daya. Harap untuk mengosongkan lahan ini maksimal 31 Oktober 2021 karena akan dilakukan pembersihan,” demikian bunyi pengumuman itu.Kecamatan Klirong yang berlokasi 19 kilometer di pesisir selatan Kebumen itu kelak akan menjadi saksi muncul-nya tambak udang baru. Area itu akan menjadi lokasi pertama pengembangan kawasan budi daya terintegrasi berorientasi ekspor. Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengatakan program kawasan perikanan budi daya atau shrimp estate tentunya menjadi kebanggaan daerahnya.
Kala itu, Bupati baru saja menandatangani kerja sama pengembangan shrimp estate bersama Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).Pengembangan shrimp estate merupakan manifestasi dari salah satu program utama KKP yaitu pengembangan kawasan budi daya untuk peningkatan ekspor. KKP punya target meningkatkan produksi perikanan budi daya, terutama udang yang produksinya bisa mencapai 2 juta ton pada 2024.“Saya meyakini jika model ini berhasil maka dapat dikembangkan di wilayah lain dengan pengembangan potensi budi daya di masing-masing wilayah,” kata Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pada kesempatan yang sama.
Pemerintah, BUMN, dan Swasta Dukung Start-up Pendanaan Awal
Kadin: Investasi, Kunci Hadapi Perang Ekonomi
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengingatkan, Indonesia sedang menghadapi dua perang, yaitu perang ekonomi dan kesehatan. Untuk menghadapi perang ekonomi, kuncinya adalah menarik investasi, bukan mencetak uang atau utang. Dia menjelaskan, uang memang dapat menggerakkan roda ekonomi, sehingga bisa menjadi salah satu solusi menghadapi perang ekonomi. Caranya, Bank Indonesia mencetak uang lebih banyak lagi. Namun, ini bisa membuat pasokan uang di pasar banjir, sehingga ujungnya berdampak negatif. Kemudian, dia melanjutkan, utang bisa menjadi solusi lain. Akan tetapi utang bisa memicu masalah.
"Investasi baik dari dalam mau pun luar negeri menjadi kunci hadapi perang ekonomi," ucap dia saat melantik pengurus Kadin 2021-2026 di Jakarta, Rabu (20/10). Arsjad mengatakan, Kadin ingin menarik dan Kadin adalah bagian dari itu. Sebab, berdasarkan UU Kadin, Kadin adalah mitra strategis dari pemerintah. Dengan demikian, Kadin harus bersama-sama dengan Kementerian Investasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag),Kementerian Perindustrian (Kemeperin), dan seluruh kementerian-kementerian lain harus bersatu membawa investasi," ucap Arsjad.
Kadin, tegas dia, optimistis terhadap prospek ekonomi nasional. Berdasarkan data pemerintah, selama enam bulan 2021, ekonomi tumbuh 7%. Ekspor juga melejit, sehingga kuartal IV-2021, ekonomi bisa tumbuh 5%.Dia menambahkan, untuk perang kesehatan, sejak empat bulan sejak Munas Kadin, asosiasi ini membantu pemerintah menang melawan pandemi. Saat ini, Indonesia belum menang melawan pandemi, karena masuknya varian Corona delta, yang membuat pemerintah menerapkan PPKM level 3-4. Namun, ia menuturkan, belakangan ini, kasus baru Covid-19 terus menurun. Kedepan kasus Covid-19 tetap wajib diwaspadai, karena musuh tidak terlihat. (yetede)
Indofoof CBP akan Kembali Terbitkan Global Bond
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) merancang penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS (global bond). Dana hasil emisi surat utang tersebut akan dimanfaatkan untuk membayar nilai retensi yang terutang setelah mengakuisisi Pinehill Company Ltd. Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Sukses Makmur Gedion A Putro menjelaskan, perseroan telah menunjuk sembilan institusi sebagai joint bookrunners terkait penerbitan global band ini. Perseroan juga telah meraih peringkat Baa3 dan BBB, dari Moodys Investor Servise dan Ftich Rating terkait emisi obligasi global ini. Namun, managemen belum mengumumkan target dana dari penerbit obligasi tersebut.
"Hasil perolehan bersih dari penawaran umum obligasi global akan digunakan untuk membayar nilai retensi yang terutang dalam transaksi akuisisi saham Pinehill Company dan keperluan umum perusahaan," jelas Gideon dalam keterangan resmi. Sebelumnya, Indofood CBP telah menerbitkan global bond senilai US$ 1,75 miliar atau setara Rp25 triliun untuk membiayai kembali (refinancing) pinjaman saat perseroan mengakuisisi Pinehill. Anak usaha Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) itu telah menuntaskan akuisis Pinehill pada 27 Agustus 2020, dengan nilai transaksi US$ 2,99 miliar atau ketika itu setara Rp41,56 triliun.
Kemudian, untuk tranche kedua, Indofood CBP menerbitkan global bond senilai US$600 juta dengan tenor 30 tahun dan tingkat bunga 4,47%. Obligasi ini kelebihan permintaan 6,7 kali atau mencapai US$ 4 miliar. Sementara itu, tahun ini, Indofood CBP menganggarkan belanja modal sekitar Rp4,5 triliun. Pada semester 1-2021 Indofood telah merealisasikan belanja modal 33% dari total anggaran tersebut. Realisasi belanja modal tersebut sudah sesuai bujet yang banyak digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi mie instan sekitar 5-10% tahun ini. (yetede)
Aturan Pajak Baru Diyakini Dapat Menekan Defisit
Penerapan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan diharapkan dapat mendongkrak penerimaan pajak. Dengan begitu, defisit anggaran tahun 2022 bisa ditekan. Pemerintah optimistis instrumen dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan mampu meningkatkan penerimaan pajak. Jika keyakinan ini terwujud, defisit anggaran tahun 2022 diproyeksikan bisa lebih rendah dari asumsi pada Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dalam UU APBN tahun anggaran 2022, Kementerian Keuangan memproyeksikan pendapatan negara mencapai Rp 1.846,1 triliun. Ini terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 1.510 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp 335,6 triliun.
Adapun belanja negara diperkirakan sebesar Rp 2.714,2 triliun. Termasuk di dalamnya belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.944,5 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp 769,6 triliun. Dengan begitu, pemerintah memperkirakan defisit anggaran dalam UU APBN 2022 sebesar Rp 868 triliun atau 4,85 persen dari produk domestik bruto (PDB). Pemerintah mencanangkan tahun depan sebagai tahun terakhir defisit anggaran di atas 3 persen dari PDB. Defisit anggaran pada 2023 ditargetkan akan berada pada rentang 2,71-2,97 persen dari PDB.
Bisnis Logistik KAI Incar Industri Pabrik
Direktur Niaga PT KAI, Dadan Rudiansyah menjelaskan, Visi KAI yakni menjadi solusi ekosistem transportasi terbaik untuk Indonesia. Untuk itu, KAI akan terus melakukan penggalian potensi angkutan penumpang dan angkutan barang dengan relasi yang baru.
KAI menghadirkan layanan angkutan barang dengan kereta api pada titik-titik strategis, seperti pelabuhan dan kawasan industri. Hadirnya jalur tersebut bertujuan agar para pelaku usaha lebih mudah mengakses layanan angkutan kereta api.
KAI juga terus melakukan banyak berbagai upaya untuk peningkatan pelayanan, mulai dari kualitas prasarana, sarana dan kecepatan KA, sehingga dapat memberikan distribusi logistik yang efektif dan efisten untuk mendukung pendistribusian barang melalui transportasi kereta api.
Pengguna Akulaku Finance Capai 7 Juta Akun
Di era pandemi Covid-19 ini, digitalisasi pembiayaan semakin banyak digunakan. Karena itu, penyedia layanan pembiayaan digital atau yang buy now pay later pun bisa menjadi pilihan.
Berbagai platform e-commerce besar di Indonesia. Government Relations Officer Akulaku Finance Indonesia, Esther Rahayu mengatakan, layanan pembiayaan Akulaku Finance telah digunakan lebih dari 7 juta pengguna. Meskipun proses pembiayaan dilakukan secara digital, aspek transparansi terus di kedepankan Akulaku Finance.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









