;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Langkah Konkret Persempit Kesenjangan

21 Feb 2022

Tema Presidensi G-20 Indonesia 2022, Recover Together, Recover Stronger, tidak berhasil apabila tidak menjawab isu dan tantangan yang dihadapi perempuan di ruang publik dan domestik. Pertemuan pertama Women 20 (W-20) dalam Presidensi G-20  Indonesia di Likupang, Sulut, Selasa (15/2) memberi rekomendasi berperspektif jender, membahas kendala perempuan di negara anggota G-20, yaitu ketidaksetaraan yang menghasilkan kesenjangan berlapis. Dari data Bathylle Missika, Head of Networks, Partnerships and Gender Division OECD Development Centre, kesenjangan muncul pada upah yang berbeda, kesempatan kerja yang berbeda. Kesenjangan dimulai dari rumah dan Interpretasi agama umumnya membangun relasi jender yang saling berlawanan dan tidak selalu setara, Indonesia tak terkecuali.

Perempuan lebih banyak melakukan pekerjaan tanpa nilai ekonomi, seperti hamil, melahirkan, mengurus rumah dan keluarga, yang membuat sumbangan perempuan dalam perekonomian tidak tampak sehingga penghargaan pada kerja perempuan lebih rendah.  Meski memiliki kesamaan isu yang dihadapi perempuan, seperti diperlihatkan nara sumber dari Jepang, Yoriko Meguro, dan dari Indonesia, Nursyahbani Katjasungkana, setiap negara memiliki sejarah perjuangan hak perempuan yang khas. Banyak perempuan kehiangan pekerjaan atau berkurang jauh penghasilannya karena bekerja di bidang yang berhubungan langsung dengan pelanggan, seperti di rumah makan, hotel, salon, toko, dan UMKM. Ketersediaan dana abadi utuk pelatihan, bantuan keuangan bagi perempuan pelaku UMKM, serta akses pasar adalah langkah konkret dan praktis yang layak diupayakan. Terutama untuk membantu perempuan mengadopsi teknologi informasi dan internet, memitigasi dampak perubahan iklim, dan menghadapi kemungkinan ancaman kesehatan yang bersifat katastrofi global, seperti pandemi Covid-19. (Yoga)


Euforia Bank Digital Mendongkrak Kekayaan Taipan

21 Feb 2022

Meski belakangan mulai memasuki musim gugur, laju harga saham bank kecil yang mengklaim menjadi bank digital telah sukses mendongkrak kekayaan pemegang sahamnya. Para konglomerat pemilik bank digital seperti Jerry Ng maupun Chairul Tanjung (CT) menjadi penerima manfaat paling besar akibat lonjakan harga saham bank digital yang menggila sejak tahun lalu. Jerry Ng untuk pertama kalinya masuk ke dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada 2020 lalu. Forbes menempatkan Jerry Ng di urutan ke-45. Taksiran Forbes, kekayaan Jerry Ng saat itu sebesar US$ 600 juta. 

Masuknya Jerry Ng sebagai wajah baru di daftar Forbes tak lepas dari langkahnya mengakuisisi PT Bank Artos Indonesia Tbk di akhir 2019 yang berganti nama menjadi PT Bank Jago Tbk (ARTO). Melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia, Jerry Ng mengakuisisi 37,65% saham Bank Artos senilai Rp 179,84 miliar. Seiring laju harga saham ARTO yang terus mendaki, kekayaan Jerry Ng makin tambun. Pada 2021, Forbes menghitung, kekayaan Jerry Ng sudah naik lebih dari lima kali lipat menjadi US$ 3,2 miliar. Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai, meski para taipan itu berhasil meraup berkah dari kenaikan saham bank digital, tapi mereka harus siap-siap jika harga saham bank tersebut turun. "Dalam kondisi pergerakan saham yang fluktuatif, pemegang saham akan melakukan berbagai cara agar kinerja sahan terjaga, " ujar Budi, Minggu (20/2).


Investasi Harta PPS Sudah Mencapai Rp 1,07 Triliun

21 Feb 2022

Sudah hampir dua bulan berjalan, jumlah Wajib Pajak (WP) yang mengungkapkan hartanya dalam Program Pengungkapan Sukarela (PPS), atau lebih awam dengan Tax Amnesty Jilid II, terus bertambah. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat, hingga tanggal 20 Februari 2022, sebanyak 15.169 wajib pajak sudah mengungkapkan hartanya yang masih tersembunyi. Lebih lanjut, harta peserta PPS yang sudah diinvestasikan mencapai Rp 1,07 triliun. Asal tahu saja, peserta PPS ini bisa memilih untuk berinvestasi di Surat Berharga Negara (SBN) atau berinvestasi di perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi sumber daya alam (SDA) atau energi baru dan terbarukan (EBT). Walhasil, secara keseluruhan, dari pengungkapan harta dari PPS hingga periode tersebut, pemerintah sudah mendapatkan perolehan Pajak Penghasilan (PPh) yang mencapai Rp 1,77 triliun.


Bunga Rendah, Obligasi Jadi Pilihan

21 Feb 2022

Surat utang masih menjadi salah satu sumber pendanaan favorit para emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejak awal tahun 2022 sampai dengan Jumat (18/2), BEI sudah mencatatkan tujuh emisi surat utang dengan total nilai Rp 5,11 triliun. Jumlah ini memang lebih kecil dibanding dengan penerbitan surat utang di periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan Statistik Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan, di 2021 lalu, per 19 Februari, emisi penerbitan obligasi dan sukuk korporasi mencapai Rp 8,11 triliun.

Head of Fixed Income Sucorinvest Asset Management Dimas Yusuf menilai, ramainya penerbitan obligasi dan sukuk di awal 2022 ini juga terkait ekspektasi kenaikan suku bunga. Banyak emiten menerbitkan surat utang memanfaatkan suku bunga yang masih rendah. Cuma, nilai penerbitan kecil. Sebab, emiten mengantisipasi peningkatan biaya dana alias cost of fund seiring potensi kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat. "Emiten yakin suku bunga dapat naik, jadi mereka dapat menghemat cost of fund yang sangat berarti bagi bottom line" terang Dimas, Minggu (20/2).



Jalan Terjal Menuju Defisit 3%

21 Feb 2022

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh sektor kehidupan di dunia, termasuk di Indonesia. Sejatinya, pandemi adalah masalah kesehatan, tetapi ternyata efeknya menjalar kuat ke seluruh sektor kehidupan dan sektor ekonomi menjadi yang terkena dampak paling besar. Akibat kondisi ini, ekonomi Indonesia pernah masuk ke dalam jurang resesi. Pertumbuhan ekonomi tercatat sempat mengalami kontraksi empat kuartal berturut-turut yaitu dari kuartal II/2020 sampai dengan kuartal I/2021 di mana kontraksi terbesar terjadi pada kuartal II/2020 sebesar -5,32 persen Kemudian muncul Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 1 Tahun 2020 yang kemudian disempurnakan melalui Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Covid-19. 

Salah satu ketentuan yang diatur dalam UU tersebut adalah kewenangan pemerintah dalam menetapkan batasan defisit anggaran melampaui 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) selama masa penanganan Covid-19 berlangsung. Kondisi ini hanya terwujud jika pertumbuhan ekonomi berkualitas, antara lain menjadikan utang tersebut menjadi utang produktif. Utang yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang menghasilkan keuntungan yang melebihi bunga utangnya. Jadi, pemerintah dan DPR tidak perlu terburu-buru dan terlalu percaya diri untuk mengembalikan angka defisit anggaran ke angka 3 persen pada 2023. Bersikaplah realistis, bukan didasarkan pada kepentingan politis untuk pesta politik 2024 mendatang.

BP Jamsostek Usul Bisa Investasi ke LN

21 Feb 2022

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) memperkirakan, dana kelolaan investasinya bakal mencapai  Rp 1.000 triliun pada tahun 2026. Saban bulan BP Jamsostek menerima premi dari para pekerja senilai Rp 6 triliun-Rp 7 triliun. Dengan pengembangan investasi ditambah keanggotaan baru pekerja, BP Jamsostek optimistis bakal mampu mendapatkan dana hingga Rp 1.000 triliun dalam 4 tahun-5 tahun  ke depan. Dalam breakfast meeting dengan beberapa media, Jumat (18/2), Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo menyatakan, sampai 31 Desember 2021, dana kelolaan investasi BP Jamsostek telah mencapai Rp 553,5 triliun. Angka ini tumbuh 13,64%. Selain pasar keuangan yang masih terbatas, BP Jamsostek  berharap bisa mengembangkan dana pekerja lebih maksimal. Usulan BP Jamsostek, "Barangkali bisa dibuka opsi investasi ke luar negeri, off shore investment," ujarnya.


Penyelenggaraan MotoGP: Okupansi Hotel Belum Merata

21 Feb 2022

Sebulan menjelang balapan resmi MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok ternyata pesanan akomodasi penginapan belum maksimal di Pulau Lombok. Hingga akhir pekan lalu keterisian penginapan baru 45% dari total ketersediaan kamar di pulau tersebut. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan hotel dan penginapan yang sudah penuh hanya di kawasan Mandalika. Sementara itu, untuk hotel dan penginapan di Kota Mataram, Senggigi, Sekotong, Pemenang, dan lainnya masih banyak yang kosong. Namun, beberapa kawasan di luar Mandalika tersebut berjarak cukup jauh dari lokasi balapan. Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi menjelaskan dengan kondisi ketersediaan kamar yang masih 55%, pelaku usaha travel agent maupun pihak hotel bisa membuat paket menginap yang menarik dan dengan harga yang kompetitif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga telah mengecek kesiapan penginapan dan homestay di tiga gili yakni Trawangan, Meno, dan Air (Tra-mena), Kabupaten Lombok Utara dalam menyongsong MotoGP di Sirkuit Mandalika pada 18—20 Maret 2022.Sandiaga berharap pengelola homestay di tiga gili tersebut melakukan peningkatan pelayanan dan membuat paket wisata, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk menginap sembari menonton MotoGP

Sandiaga Uno Tunjuk Ariel Noah Jadi Dewan Pembina Gekrafs

21 Feb 2022

Ketua Dewan Pembina DPP Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sandiaga Uno menunjuk Ariel Noah jadi Anggota Dewan Pembina Gekrafs. Ariel ditunjuk sebagai Dewan Pembina Gekrafs untuk memberi masukan positif ke pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia. "Ada yang menarik saat presscon #GekrafsParisFashionShow, Bang Sandiaga Uno secara spontan menunjuk Ariel Noah untuk menjadi bagian dari keluarga besar Gekrafs, sebagai salah satu Dewan Pembina," kata Kawendra, Minggu (20/2). Kawendra meminta Arief menyampaikan pesan-pesannya kepada pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Dia menegaskan teman-teman Gekrafs harus semangat karena ruang-ruang pelaku ekonomi kreatif semakin terbuka. "Tentu didukung oleh Aa Ariel dan Bang Sandi, pokoknya semangat terus, kita support," kata Kawendra. (Yetede)

BI Masih Kaji Penerbitan Uang Digital

21 Feb 2022

Bank Indonesia (BI) masih mengkaji terkait  penerapan Central Bank Digital Currency (CBDC), pembahasan mengenai CBDC juga menjadi topik diskusi antarnegara dalam G20, yakni terkait landasan  penerapan dan dampaknya. Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung menuturkan, saat ini BI juga sudah mulai penelitian terkait CBDC dan mencari tahu dampak dan implikasi dari implementasi CBDC terhadap kebijakan moneter, seperti apakah CBDC adalah jenis aset berbunga atau tanpa bunga.

 "Hal ini (CBDC) tentunya akan mempengeruhi cara kita melakukan kebijakan moneter dan implikasinya terhadap stabilitas keuangan tentunya. Diskusi ini masih berlangsung dan BI juga  diskusi juga dengan para kandidat yang (mengembangkan CBDC) atau pilot project seperti Tiongkok, Swedia, Bahama," Kata dia dalam rangkaian diskusi G20 Finance Track, akhir pekan lalu. "Karena itulah CBDC menjadi sesuatu yang harus kita persiapkan, dan jika kita melihat survei yang dilakukan The Bank of Internasional Settlement (BIS), sebanyak 80% bank sentral di seluruh negara telah melakukan penelitian dan mempersiapakan CBDC," ungkapnya. (Yetede)

Investasi Rp 3,2 Triliun, Ekspansi PT Smelting Rampung Akhir 2023

21 Feb 2022

PT Smelting akan meningkatkan kapasitas produksi smelter tembaganya dari 300.000 saat ini menjadi 342.000 ton katoda tembaga per tahun. Proyek dengan investasi mencapai Rp 3,2 triliun ini ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2023. Peletakan batu pertama smelter tembaga pertama dan satu-satunya di Indonesia saat ini dilakukan oleh Menteri Kooridnator Bidang Perekonomian Arilangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, di Gresik, Jawa Timur, akhir pekan lalu.  Presiden Direktur PT Smelting Hidaya Sato memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan daerah yang sudah mendukung upaya perusahaan melakukan ekspansi. "Pekerja ekspansi kali ini untuk menambah pabrik asam sulfat baru. Juga menaikkan kapasitas beberapa peralatan di smelter dan menambah jumlah sel elektrolisa  di refinery," Jelas  Direktur Pengembangan Bisnis  dan Komersial Irjunawan.Dengan pembangunan pabrik baru ini, PT Smelting yang semula mengolah 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun, akan meningkat menjadi 1,3 juta ton konsentrat per tahun. (Yetede)