;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Presidensi G-20, Dari Panggung Narasi Menuju Pawai Aksi

22 Feb 2022

Pertemuan perdana tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) Jalur Keuangan G-20 di bawah Presidensi Indonesia telah rampung dan menghasilkan 14 poin kesepakatan bersama, yang jika dikerucutkan menjadi penguatan arsitektur kesehatan global sebagai respons menghadapi pandemi Covid-19, mempercepat transisi energi menuju energi bersih untuk pemulihan ekonomi berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan keuangan global jangka panjang, termasuk lewat keringanan pembayaran utang negara miskin. Sejujurnya, kesepakatan yang tercipta dari para otoritas moneter dan fiskal negara-negara G-20 tersebut tidak dapat mengubah dunia apabila narasi yang tertulis tidak dijewantahkan dalam bentuk aksi nyata.

Indonesia punya tugas menjembatani negara maju untuk mendukung dan memastikan inisiasi ini  berjalan. Semua negara harus menyadari ketahanan kesehatan dunia dibutuhkan dalam menghadapi potensi pandemi yang mungkin terjadi setelah Covid-19. Kolaborasi negara G-20 diperlukan untuk menyiapkan langkah-langkah konkret, seperti pendanaan iklim yang berkelanjutan, serta transfer pengetahuan dan teknologi, guna memastikan ketersediaan akses energi yang bersih dan terjangkau pada tingkat global. Selain itu, negara G-20 juga tetap perlu melakukan berbagai pendekatan ultilateral dan bilateral melalui proyek di berbagai sektor, misalnya skema pendanaan hijau, pengembangan teknologi panel surya, pengembangan pendidikan vokasi, dan area kerja sama lainnya. Seluruh dunia berharap forum G-20 dapat memberikan manfaat nyata pada pemulihan ekonomi global. (Yoga)


Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai

22 Feb 2022

 BEI mencatat separuh lebih dari sekitar 7,7 juta investor pasar modal membukukan transaksi harian di bawah Rp 10 juta. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo, Senin (21/2), menyatakan, transaksi bernilai hingga Rp 10 juta bebas bea meterai. Ketentuan itu diharapkan menjaga minat investor ritel tetap berinvestasi di pasar modal. (Yoga)

Apresiasi Kinerja Ekonomi Naik

22 Feb 2022

Pengendalian pandemi Covid-19 yang lebih baik di akhir 2021 membuat perekonomian beranjak pulih. Kinerja pemerintah di bidang ekonomi pun diapresiasi sudah jauh lebih baik. Hal ini mendorong  kepercayaan dan optimisme pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi di tahun 2022. Sepanjang masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin, baru pada survei periodik Kompas Januari 2022 ini kinerja pemerintahan bidang ekonomi mendapat penilaian kepuasan tertinggi, 64,8 %, tertinggi sejak Jokowi menjabat Presiden RI tahun 2014.

Indonesia berhasil keluar dari kondisi krisis ekonomi setelah selama empat triwulan berturut-turut mencatat pertumbuhan ekonomi yang negatif. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 menjadi 3,69 %. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan 2020 yang akibat pandemi Covid-19 terkontraksi menjadi minus 2,07 %. Pencapaian itu tentunya memberi kepuasan kepada publik dan menumbuhkan keyakinan bahwa Indonesia sudah bergerak di jalur yang benar keluar dari keterpurukan akibat pandemi. Tapi, jika dibandingkan dengan kepuasan publik di bidang lainnya, angka apresiasi kinerja ekonomi merupakan yang terendah. Kepuasan tertinggi ditujukan pada kinerja bidang kesejahteraan sosial yang mencapai 78,3 %. (Yoga)


Properti, Inovasi Pembiayaan untuk Serap Kelebihan Pasokan

22 Feb 2022

 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN sedang mengkaji skema baru pembiayaan sewa beli (rent to own), yang memudahkan konsumen menikmati terlebih dulu tempat tinggal yang ingin dimilikinya sebelum memutuskan untuk membeli. ”Skema (rent to own) ini ada pasarnya, terutama bagi kaum milenial yang senangnya tidak terikat di satu lokasi. Jadi, (mereka) sewa terlebih dahulu. Di tahun kelima apabila sudah betah, cocok, bisa memutuskan untuk memiliki,” ujar Wadirut BTN Nixon LP Napitupulu, Senin (21/2). Skema rent to own juga disiapkan untuk mengatasi permasalahan kelebihan pasokan hunian, khususnya unit apartemen. BTN juga terus berinovasi mengimplementasikan digitalisasi perbankan dalam fokus bisnis utamanya, yakni pembiayaan perumahan, dimana manfaat dan nilai tambah yang didapatkan nasabah semakin besar. (Yoga)


Menakar Prospek Usaha Sang Sultan Andara

22 Feb 2022

Berawal dari garasi dengan tiga orang kru, kini RANS Entertainment menjadi entitas bisnis cukup komplet. RANS, yang didirikan pasangan selebritas Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini berkembang ke berbagai lini seperti olahraga, musik, taman hiburan hingga kebun binatang. RANS Entertainment juga menambah dunia Metaverse melalui RasVerse dan berencana membuat non fungible token (NFT). Wacana RANS Entertainment masuk bursa saham atau initial public offering (IPO) juga santer terdengar. 

Diluar Raffi-Nagita, sejumlah sosok besar pun turut terlibat di bisnis RANS Entertainment. Sebelumnya, ada PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang membeli 17% saham RANS Entertainment dengan nilai transaksi Rp 248 miliar. Aksi ini dilakukan Grup Emtek melalui cucu usaha, PT Indonesia Entertainment Group (IEG), anak usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCMA). RANS Entertainment juga mengangkat putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, sebagai komisaris. Ada pula sosok seperti Pandu Sjahrir, Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Komisaris Emtek, yang terlibat di bisnis RANS.



Bersiap Bidik Pajak Digital dan Korporasi Multinasional

22 Feb 2022

Negara-negara dalam G20 sudah menyepakati dua pilar perpajakan internasional. Aturan pajak global tersebut diharapkan bisa diterapkan pada 2023. Adapun dua pilar perpajakan tersebut adalah ketentuan perpajakan bagi sektor digital dan pajak minimum global (global minimum taxation). Direktur Perpajakan Internasional Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Mekar Satria Utama memastikan Indonesia siap untuk melaksanakan dua pilar perpajakan tersebut di tahun 2023 nanti. "Dari sisi ketentuan perundangannya, Indonesia sudah siap untuk bisa segera melaksanakan dua pilar di tahun 2023," tegas Toto, sapaan akrabnya, kepada KONTAN, Minggu (20/2).

Untuk saat ini Indonesia dan negara-negara G20 masih menunggu aturan model untuk kedua pilar yang akan menjadi pedoman bagi tiap negara. Aturan model untuk pilar pertama yang menyangkut ketentuan perpajakan bagi sektor digital yang bergerak secara internasional atau global, sedang menunggu konvensi multilateral yang rencananya akan ditandatangani di pertengahan tahun 2022. Pengamat pajak dari Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji memandang positif kehadiran dua pilar perpajakan ini. Untuk pilar pertama ia menganggap sebagai sesuatu yang baik dan berpihak pada negara pasar. Apalagi banyak perusahaan digital global yang cuma menempatkan kantor perwakilan saja di Indonesia dan bukan dalam bentuk badan usaha tetap (BUT). Sehingga dengan penerapan pilar pertama ini Indonesia bisa mendapat keuntungan dari penerapan pajak digital internasonal.


RANS Suntik Modal Anak Usaha Mahaka

22 Feb 2022

PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) angkat bicara terkait pendanaan yang diterima oleh Noice dari RANS Entertainment yang dimiliki oleh pasangan selebriti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina. Sebagaimana yang diketahui, Noice merupakan start-up di bidang platform konten audio streaming yang dibentuk MARI pada tahun 2018 lalu. MARI sendiri merupakan bagian dari Grup Mahaka yang dimiliki oleh Erick Thohir. RANS Entertainment disebut menyetorkan modal sebesar US$ 2,5 juta atau setara Rp 35,75 miliar kepada Noice pada 19 Januari 2022 lalu. Direktur Utama Mahaka Radio Integra Adrian Syarkawi mengaku tidak bisa menanggapi perihal nilai transaksi yang melibatkan Noice. Yang terang, dengan adanya investasi dari RANS, maka akan berdampak baik terhadap prospek usaha Noice maupun MARI. Dengan menggandeng RANS diharapkan angka user atau pengguna Noice akan mengalami peningkatan. Ini mengingat banyak masyarakat Indonesia yang menyukai konten-konten buatan RANS.

Usai 180 IUP Minerba Dicabut, Perlu Lelang Secara Transparan

22 Feb 2022

Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencabut 180 izin usaha pertambangan (IUP) mineral dan batubara (minerba) yang meliputi 112 IUP mineral dan 68 IUP batubara. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengungkapkan, IUP yang telah dicabut sebaiknya dilelang secara transparan. "Agar diperoleh pengusaha yang sungguh-sungguh ingin mengusahakan, dengan prioritas BUMN/BUMD, bukan perusahaan abal-abal," terang dia kepada KONTAN, Senin (21/2).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno juga mengharapkan proses pencabutan IUP telah sesuai prosedur. Artinya, sebelum pencabutan, pemerintah memberikan peringatan maupun sanksi terlebih dahulu. Jika proses pencabutan mendadak tanpa adanya peringatan dan sanksi, maka dikhawatirkan akan merusak iklim investasi dan berusaha di sektor minerba. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pemasok Batu Bara dan Energi Indonesia (Aspebindo) Anggawira mengapresiasi upaya pemerintah memperbaiki tata kelola sektor minerba. Namun pihaknya berharap pasca pencabutan masih ada kesempatan bagi pelaku usaha untuk memberikan klarifikasi terkait situasi yang ada.


Perajin Tahu Tempe Mogok Produksi

22 Feb 2022

Perajin dan pedagang tahu tempe di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat melakukan mogok produksi dan dagang pada 21 hingga 23 Februari 2022. Aksi tersebut dipicu tingginya harga kedelai yang mencapai Rp 11.200 per kilogram.

Blue Chips Dulang Cuan

22 Feb 2022

Pasar saham kembali mengukir rekor di tengah banjir katalis positif dari dalam negeri dan derasnya aliran modal asing. Pasar saham kembali mengukir rekor di tengah banjir katalis positif dari dalam negeri dan derasnya aliran modal asing. Indeks harga saham gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar kompak menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah kendati masih dibayangi oleh profit taking jangka pendek dan kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air. 

Apabila ditelisik, saham-saham blue chips menjadi motor utama penggerak IHSG. Hal itu tecermin dari performa tiga indeks yang konstituennya didominasi oleh saham keping biru, yakni LQ45 yang naik 5,19%, IDX30 menguat 5,35%, dan Bisnis-27 yang menanjak 5,59% sepanjang tahun berjalan 2022. Penguatan blue chips tak terlepas dari derasnya kucuran dana investor asing di lantai bursa yang membukukan akumulasi beli bersih (net buy) sebesar Rp19,79 triliun. Nilai itu lebih besar dari beli bersih investor nonresiden di pasar Surat Berharga Negara (SBN) tradable yang tercatat sebesar Rp8,77 triliun hingga 17 Februari 2022.