Ekonomi
( 40465 )Kinerja Indeks Saham dan Obligasi Makin Terpacu
IHSG BEI diperkirakan menyentuh level 7.400 pada akhir 2022, bertumbuh 12 % dari awal tahun ini pada level 6.600. Kondisi perekonomian yang terus membaik menjadi faktor penopang laju IHSG tahun ini, ujar Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Joezer di acara ”Capital Market: Equity and Fixed Income Outlook 2022”, Rabu (23/2). Joezer menjelaskan, sektor yang diproyeksikan bertumbuh, adalah sektor keuangan dan konsumsi. Kondisi likuiditas yang berlimpah dan permintaan pembiayaan yang meningkat akan mendongkrak kinerja emiten sektor finansial. Pulihnya permintaan masyarakat juga mendorong kinerja emiten di sektor konsumsi.
Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menjelaskan, ada beberapa perkembangan positif di pasar obligasi setelah pandemi. Pertama, porsi asing dalam kepemilikan obligasi berkurang, dari di atas 40 % sebelum pandemic menjadi di bawah 20 % saat ini, yang membuat dampak pelarian modal berkurang. Investor asing yang masih berinvestasi di obligasi lebih bersifat investor jangka panjang. Indikasinya, porsi bank sentral asing meningkat dari 17 % menjadi 26 %. Kedua, dukungan investor domestik terus meningkat, baik dari institusi maupun dari investor ritel, yang salah satunya dipicu penurunan pajak bunga obligasi. (Yoga)
RI-Inggris Jajaki Perdagangan Bebas
Indonesia dan Inggris berkomitmen meningkatkan perdagangan dan investasi. Salah satu upayanya melalui perjanjian perdagangan bebas. Pengembangan energi terbarukan dan teknologi jadi sebagian sasarannya. Mendag Muhammad Lutfi, Rabu (23/2), mengatakan, selepas Inggris keluar dari Uni Eropa, Indonesia-Inggris perlu membuat komitmen perdagangan dan investasi yang baru. (Yoga)
Ekspor Sarang Walet Sumut Tembus Rp 3,7 Triliun
Sarang burung walet menjadi komoditas ekspor unggulan sektor pertanian Sumut. Ekspor sarang burung walet Sumut tahun 2021 mencapai 301,05 ton dengan nilai Rp 3,7 triliun. Kebijakan Pemerintah China mencabut larangan impor dari 4 eksportir pun akan membuat kinerja ekspor sarang walet dari Sumut meningkat tahun 2022. Hal ini menuntut proses produksi yang lestari demi kesinambungan ekspor sarang burung wallet, ujar Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Bambang (23/2), di Medan, Sumut. Bambang mengatakan, 90 % sarang walet Indonesia diekspor ke China dengan harga 2.200 USD (Rp 30,8 juta) per kg. Usaha sarang waletjuga menyerap pekerja untuk proses pembersihan hingga pengemasan.
Produksi sarang walet di Sumut berasal dari dua sumber, yakni dari goa yang dekat dengan sungai di dalam hutan serta bangunan bertingkat di dekat ekosistem burung wallet berkembang biak. Pemanenan sarang pun berlangsung secara lestari agar burung walet tetap nyamanberkembang biak diwilayah tersebut. Kepala Karantina Pertanian Medan Lenny H Harahap menjelaskan, selain ke China, sarang walet juga dikirim ke negara lain, seperti Australia, Kamboja, Perancis, Hong Kong, Jepang, Malaysia, AS, dan Korsel. CEO PT Ori Ginalnest Indonesia Rusianah menyebutkan, sarang walet semakin diminati selama pandemi Covid-19 karena sangat baik untuk menjaga kesehatan paru. Bahan pangan itu juga sangat baik untuk mendukung perkembangan otak. (Yoga)
Beras dan Cabai Susul Kedelai
Sejumlah harga kebutuhan pokok, seperti beras dan cabai mulai menyusul kedelai yang beberapa hari ini harganya meroket. Berbeda dengan kedelai karena gangguan suplai dunia, harga beras dan cabai naik dampak aksi demonstrasi sopir truk di Jatim, Jateng dan Jabar.
Sementara, naiknya harga beras dan cabai disebabkan oleh aksi demonstrasi para sopir menolak kebijakan truk kelebihan muatan dan berdimensi lebih atau over dimension-over load (ODOL).
Akibat dari kekurangan pasokan beras, kata Billy. harga jual beras meningkat. "Saat ini harga beras naik di angka Rp 200 sampai Rp 300 per kilogram. Kebijakan ODOL ini lebih banyak mudaratnya, semua logistik bermasalah, bukan hanya beras," kata Billy, Rabu (23/2).
Selain beras, Billy menyebut harga komoditas lain di Jakarta seperti cabai turut terkerek naik gara-gara kebijakan ODOL. Oleh sebab itu. Billy meminta pemerintah meninjau kembali kebijakan itu agar alur logistik normal.
Perbankan Jajaki Bisnis Metaverse
Perbankan di Tanah Air akan ekspansi ke metaverse. Bank mulai melihat potensi bisnis dari kanal realitas virtual ini.
Di dalam negeri, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah mengumumkan akan masuk ke metaverse. Keduanya akan masuk ke Metaverse Indonesia yang akan dikembangkan oleh WIR Group.
Direktur IT dan Operasi BNI, YB Hariantono, mengatakan pihaknya tertarik masuk ke metaverse setelah melihat rencana pengembangan Metaverse Indonesia yang akan dibangun deh WIR Group.
Dulunya BNI tidak tertarik merambah ke sana karena jumlah metaverse banyak sekali sementara kunci kesuksesanya akan sangat tergantung pada ekosistemnya.
"Namun, setelah mendengar WIR Group diendorse pemerintah mengembangkan Metaverse Indonesia di Jakarta, Ibu kota Nusantara dan Bali, maka akan ada pemerintahan digital di sana. Artinya, sudah ada satu use case besar yang bisa memberi nilai tambah. Jadi strategi kami masuk lewat ini. "jelas Hariantono, Rabu (23/2).
Ekonomi Siuman, Setoran Pajak Mulai Lancar Lagi
Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak mengalami pertumbuhan yang tinggi awal tahun ini meskipun Indonesia dilanda badai penyebaran Covid-19 varian omicron. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut realisasi penerimaan pajak di Januari 2022 mencapai Rp 109,1 triliun. Yang setara 8,63% dari target penerimaan pajak 2022 yang sebesar Rp 1.265 triliun. Jika dibandingkan Januari 2021, jelas penerimaan pajak di periode tersebut tumbuh tinggi, yakni melesat 59,39% jika dibandingkan dengan periode Januari 2021 yang cuma Rp 68,45 triliun saja.
Meski penerimaan pajak mendapatkan hasil yang positif, Sri Mulyani mewanti-wanti agar tetap waspada menghadapi laju ekonomi sepanjang 2022 karena penerimaan pajak bisa saja tidak terus mengalami kenaikan. Untuk itu, pihaknya akan terus memantau profil penerimaan negara, dengan terus memantau pemulihan ekonomi Indonesia agar terus merata di seluruh wilayah. Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai wajar lonjakan signifikan penerimaan pajak di Januari 2022 karena penerimaan pajak Januari 2021 tergolong rendah.
Siap Go Public, Elzatta Hijab Meraih Suntikan Rp 300 Miliar
PT Bersama Zatta Jaya (Elcorps), produsen produk fesyen muslim lokal, Elzatta Hijab, resmi menjalin kerjasama investasi dengan PT Lembur Sadaya Investama (LSI) dalam bidang pendanaan senilai Rp300 miliar. CEO Elcorps Elidawati menuturkan suntikan dana dari LSI ini bukan hanya dapat menyukseskan peak season Elzatta menyambut Idul Fitri tahun ini, tapi juga mendanai persiapan Elcorps untuk masuk ke pasar modal melalui Initial Public Offering (IPO). Elida mengatakan, sejak pandemi, Elcorps, termasuk Elzatta Hijab, mengalami goncangan yang cukup dahsyat di bidang bisnis. Hal ini berdampak pada pemangkasan karyawan besar-besaran dari 1000 karyawan, yang kini tersisa hanya sekitar 400 karyawan saja.
Elida berharap, melalui kerja sama dan pembelian saham oleh PT LSI, Elcorps, khususnya Elzatta dapat kembali bangkit dan mampu memproduksi produk fesyen secara maksimal."Semoga kerjasama ini dapat membawa kembali masa keemasan Elzatta dan membawa kesuksesan yang lebih baik ke depannya,” ujarnya.
Komisaris Utama PT LSI Asep Sulaiman Sabanda mengatakan, keputusannya untuk menanamkan modal kepada Elzatta diikuti kesadaran pentingnya mendukung industri fesyen muslim lokal.
Temasek Menjadi Investor Platform Kripto Amber Group
Perusahaan investasi negara Singapura Temasek Holdings Pte, termasuk di antara investor yang masuk dalam putaran pendanaan platform perdagangan mata uang kripto Amber Group yang memiliki valuasi sebesar US$ 3 miliar. Pemegang saham yang ada termasuk Sequoia China, Pantera Capital dan Tiger Global Management juga mengambil bagian dalam putaran pendanaan yang mencapai senilai US$ 200 juta tersebut.
Ongkos Menurunkan CO2 Butuh Dana Rp 3.461 Triliun
Pemerintah Indonesia menyatakan berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon atau CO2. Dalam hitungan Kementerian Keuangan, kebutuhan biaya untuk menurunkan emisi karbon mencapai Rp 3.461 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menghitung anggaran yang dibutuhkan Indonesia untuk bisa menurunkan emisi karbon atau CO2 adalah sebesar Rp 3.461 triliun sampai dengan tahun 2030.
Ada 34 Emiten Bersiap Right Issue
Rencana emiten untuk menggalang dana di pasar modal masih semarak. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, per 21 Februari 2022, terdapat 34 perusahaan yang berencana menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Dana yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp 12,94 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna merinci, terdapat perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang merencanakan untuk melakukan aksi korporasi ini. Sementara itu, sampai dengan tanggal 21 Februari 2022, sudah ada empat perusahaan tercatat yang telah menggelar rights issue dengan total dana yang berhasil dihimpun Rp 7,81 triliun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









