Ekonomi
( 40465 )Kepercayaan terhadap Kripto Mulai Terkikis
Bersamaan meledaknya krisis di Ukraina, sejumlah aset kripto pun anjlok nilainya. ”Crypto crash”, ”Crypto in freefall”, begitu sejumlah media asing menamakan fenomena yang terjadi Kamis (24/2) pagi hingga sore waktu Indonesia. Dalam 7 jam antara pukul 07.00 dan 14.30 WIB, Bitcoin (BTC) turun nilainya 7,04 %, terendah selama satu bulan terakhir. Ethereum (ETH) anjlok 10,04 % dan Dogecoin (DOGE) turun 13,8 %. Bahkan, dalam sepekan terakhir krisis Ukraina makin memuncak, total nilai pasar kripto dunia menguap 500 miliar dollar AS atau Rp 7.200 triliun. Di sisi lain, investor mulai melirik kembali aset safe haven, seperti emas. Ketidakpastian membuat emas yang dianggap menjadi investasi aman mengalami kenaikan signifikan, mencapai nilai tertingginya dalam setahun terakhir, menembus level 1.900 USD per troy ons. Fenomena ini menunjukkan bahwa Bitcoin belum berfungsi sebagai sebuah emas digital yang lepas dari ketegangan geopolitik. Analis dari firma Pepperstone, Chris Weston, mengatakan, fenomena ini menegaskan sekali lagi bahwa kripto adalah aset dengan volatilitas dan risiko tinggi. (Yoga)
Adopsi Kendaraan Listrik: Grab Targetkan 14.000 Unit
Grab Indonesia berencana menghadirkan sekitar 14.000 unit kendaraan listrik hingga akhir 2022 sebagai langkah awal masuk ke ekonomi hijau. Country Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi menyebutkan perusahaannya telah menaruh fokus untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sejak 2019.
Sejauh ini, menurutnya, Grab telah meluncurkan lebih dari 8.500 unit kendaraan listrik roda dua dan roda empat yang beroperasi di Jabodetabek, Medan, Bandung, Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Bali.
Pada Oktober 2021, Grab juga melanjutkan kerja sama dengan VIAR sebagai produsen kendaraan berbasis listrik lokal untuk menyiapkan 6.020 unit kendaraan listrik yang didistribusikan ke seluruh Indonesia. Neneng menyatakan pemanfaatan kendaraan listrik menjadi salah satu upaya yang terus dicanangkan untuk mengurangi emisi karbon.
Gernas BBI-BWI: UMKM Digital Elemen Penting Pemulihan Ekonomi
Digitalisasi segmen usaha mikro, kecil, dan menengah dalam merambah pasar global diyakini menjadi elemen penting dalam upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi. Seiring dengan hal tersebut, sejumlah afirmasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting guna mendorong segmen UMKM agar kian teguh menjaga konsistensi menjangkau pasar global atau go export. Hal tersebut mengemuka dalam gelaran pembukaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia–Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI–BWI) Sulawesi Selatan yang diselenggarakan di Kota Makassar, Kamis (24/2). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengemukakan terdapat tiga afirmasi utama dalam memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi dalam memajukan UMKM.
Pertama, keberpihakan pada UMKM, utamanya melalui penyediaan dan penggunaan e-katalog UMKM dalam mendukung proses pengadaan pemerintah. Kedua, afirmasi pemberdayaan UMKM dengan klasterisasi dan pelatihan kewirausahaan, serta akses pembiayaan kepada perbankan. Ketiga, digitalisasi UMKM termasuk sistem pembayaran yang mana salah satunya telah diwujudkan dalam capaian 14 juta merchant pada 2021 yang telah didigitalisasi melalui implementasi QRIS, termasuk di dalamnya 98% merchant UMKM. Penekanan UMKM dalam Gernas BBI-BWI ini bukan tanpa alasan karena UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Merujuk pada data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah pada 2021, UMKM menjadi salah satu motor utama penggerak perekonomian Indonesia. Secara khusus, Bank Indonesia berkeinginan menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pusat perekonomian Kawasan Timur Indonesia, sekaligus sebagai strategic point pengembangan UMKM Kawasan Timur Indonesia dengan Semangat PINISI (Perkuat Inisiasi Nyata melalui Sinergi & Inovasi untuk Pemulihan Ekonomi - Recover Together, Recover Stronger). “Gelaran BBI-BWI ini sejalan juga dengan presidensi G20 Indonesia dengan tema Recover Together, Recover Stronger, ini memiliki makna yang sangat penting,” papar Perry.
Waspada, Efek Domino dari Perang Rusia-Ukraina
Rusia resmi menyerang Ukraina. Konflik kedua negara itu diyakini berdampak minim terhadap perekonomian Indonesia. Namun pemerintah dan pebisnis harus mewaspadai efek domino ke perekonomian apabila konflik berlangsung lama. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani menilai, ekspor-impor dan investasi yang melibatkan Rusia-Ukraina dengan Indonesia masih mini. "Dampak konflik ini secara langsung terhadap relasi perdagangan dan investasi di Indonesia tak signifikan," kata dia, Kamis (24/2). Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutukan Ariadji sebelumnya mengungkapkan pemerintah masih mencermati potensi efek domino konflik Rusia-Ukraina. " Hal yang bisa berefek (ke Indonesia) jika ini berdampak ke Timur Tengah, misalnya Saudi Arabia, ke Afrika. Nah itu ada dampak ke suplai di kita, jadi itu yang perlu kita cermati,"kata dia.
Inflasi Harga Pangan Menyambut Puasa
Menjelang bulan Ramadan yang akan datang sebulan lagi, harga sejumlah produk pangan mulai merambat naik. Sebagian penyebab kenaikan harga karena kelangkaan pasokan, dan sebagian lagi akibat produksi yang sedang turun. Harga pangan yang mengalami kenaikan pada pekan ini diantaranya adalah tempe dan tahu lantaran ada kenaikan bahan baku kedelai di pasar global. Selain itu ada kenaikan harga cabai, daging ayam, daging sapi, telor juga beras meskipun relatif kecil.
Lonjakan harga pangan ini yang harus segera diantisipasi oleh pemerintah. Sebab sebulan lagi akan masuk bulan Ramadan yang membuat permintaan akan bahan pangan meningkat. Jika pasokan di pasar tidak mencukupi maka harga akan terkerek tinggi. Berdasarkan hasil hitungan Indef, inflasi pada Maret 2020 bersamaan dengan Ramadan akan bergerak di kisaran 0,4%-0,5% mtm, "Lalu April akan sebesar 0,6%-0,8% mtm," kata Ekonom Indef Eko Listyanto.
Peluncuran Aplikasi Online Trading
Staff BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan online trading BRIGHTS saat peluncuran di jakarta, Kamis (24/2). BRI Danareksa Sekuritas meluncurkan sistem online trading baru dengan nama BRIGHTS dan menargetkan 100.000 pengguna, dengan target pertumbuhan investor mencapai 35% tahun ini.
Pasokan Gas Akan Jadi Kunci Dalam Konflik Ukraina-Rusia
Pasukan Rusia pada Kamis (24/2) meluncurkan serangan ke Ukraina. Aksi yang sudah lama dikhawatirkan ini menimbulkan gelombang kejutan di pasar keuangan dan meningkatkan kekhawatiran tentang konsekuensi pasokan gas diseluruh dunia. Presiden Vladimir Putin sendiri bergeming terhadap kecaman-kecaman internasional dan sanksi-sanksi tahap pertama, dengan menyatakan dimulainya operasi militer khusus yang ditujukan untuk dimileterisasi Ukraina. Krisis di Ukraina tersebut dilaporkan berubah dengan cepat, bahkan sejumlah laporan spesifik yang masuk dari negara itu sulit dikonfirmasi. Menteri Luar Negeri (Menlu) Ukraina, Dmytro Kuleba mencuit lewat Twitter pada Kamis bahwa Putin telah meluncurkan invasi skala penuh ke negara yang ia gambarkan sebagai perang agresi. Dia pun meminta para pemimpin dunia untuk menghentikan Presiden Rusia. Di sisi lain, harga gas Eropa mulai melonjak ditengah berita invasi. Sementara itu, acuan harga internasional minyak mentah Brent telah melampaui US$ 110 per barel untuk pertama kalinya sejak 2014. (Yetede)
G-7 Siap Meminimalkan Gangguan Pasokan Energi
Usai pertemuan virtual dan tertutup selama satu jam 10 menit pada Kamis (24/2), kelompok negara industri maju G-7 mengeluarkan pernyataan bersama yang menyebutkan bahwa Rusia adalah ancaman serius terhadap tatanan internasional yang berdasarkan aturan. G-7 menyatakan siap meminimalkan gangguan terhadap pasar energi global terbaik operasi militer Rusia di Ukraina. "kami juga mencermati kondisi pasar minyak dan gas global. Kamis mendukung keterlibatan konstruksi dan konsisten serta koordinasi di antara produsen maupun konsumen energi besar untuk melindungi kepentingan bersama akan stabilitas pasokan energi global dan siap bertindak untuk mengatasi kemungkinan adanya gangguan-gangguan," bunyi pernyataan bersama AS, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, dan Jepang seperti dilansir AFP. "Krisis ini merupakan ancaman serius terhadap tatanan internasional yang berlandaskan aturan, yang dampaknya akan dirasakan tidak hanya Eropa. Ini telah sangat mengubah situasi keamanan di Eropa-Atlantik," bunyai pernyataan bersama itu. (Yetede)
Mbizmarket Targetkan Semua Provinsi Manfaatkan Platformnya
Mbizmarket, platform e-matketplace business to business (B2B) untuk pengadaan barang dan jasa milik PT Briliant Ecommerce Berjaya (BEB), telah digunakan oleh lebih dari 25 (70%) provinsi di Indonesia pada akhir 2021. Mbizmarket ditargetkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh atau 34 provinsi di Tanah Air pada akhir 2022. Sementara itu, ekosistem pembeli dan penjual, jumlah transaksi, dan jumlah produk di platform Mbizmarket juga telah mencatat pertumbuhan secara organik yang sangat signifikan dan menggembirakan berkisar 500-2.000% pada 2021 dibandingkan pencapaian sepanjang tahun 2020. "Kami menargetkan penerapan Mbizmarket disejumlah kementerian pemerintah pusat dan 34 pemerintah provinsi pada akhir tahun 2022. Kami telah menyiapkan berbagai program untuk UMKM, seperti bimbingan teknis dan pelatihan di daerah, sehingga bisa memasarkan produk lokal melalui Mbizmarket," ujar CEO Mbizmarket Rizal Paramarta, dalam pernyataannya, Kamis (24/2). (Yetede)
Waspada, Efek Domino dari Perang Rusia-Ukraina
Rusia resmi menyerang Ukraina. Konflik kedua negara itu diyakini berdampak minim terhadap perekonomian Indonesia. Namun pemerintah dan pebisnis harus mewaspadai efek domino ke perekonomian apabila konflik berlangsung lama. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani menilai, ekspor-impor dan investasi yang melibatkan Rusia-Ukraina dengan Indonesia masih mini. "Dampak konflik ini secara langsung terhadap relasi perdagangan dan investasi di Indonesia tak signifikan," kata dia, Kamis (24/2). Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Tutukan Ariadji sebelumnya mengungkapkan pemerintah masih mencermati potensi efek domino konflik Rusia-Ukraina. " Hal yang bisa berefek (ke Indonesia) jika ini berdampak ke Timur Tengah, misalnya Saudi Arabia, ke Afrika. Nah itu ada dampak ke suplai di kita, jadi itu yang perlu kita cermati,"kata dia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









