Kepercayaan terhadap Kripto Mulai Terkikis
Bersamaan meledaknya krisis di Ukraina, sejumlah aset kripto pun anjlok nilainya. ”Crypto crash”, ”Crypto in freefall”, begitu sejumlah media asing menamakan fenomena yang terjadi Kamis (24/2) pagi hingga sore waktu Indonesia. Dalam 7 jam antara pukul 07.00 dan 14.30 WIB, Bitcoin (BTC) turun nilainya 7,04 %, terendah selama satu bulan terakhir. Ethereum (ETH) anjlok 10,04 % dan Dogecoin (DOGE) turun 13,8 %. Bahkan, dalam sepekan terakhir krisis Ukraina makin memuncak, total nilai pasar kripto dunia menguap 500 miliar dollar AS atau Rp 7.200 triliun. Di sisi lain, investor mulai melirik kembali aset safe haven, seperti emas. Ketidakpastian membuat emas yang dianggap menjadi investasi aman mengalami kenaikan signifikan, mencapai nilai tertingginya dalam setahun terakhir, menembus level 1.900 USD per troy ons. Fenomena ini menunjukkan bahwa Bitcoin belum berfungsi sebagai sebuah emas digital yang lepas dari ketegangan geopolitik. Analis dari firma Pepperstone, Chris Weston, mengatakan, fenomena ini menegaskan sekali lagi bahwa kripto adalah aset dengan volatilitas dan risiko tinggi. (Yoga)
Tags :
#Digital Ekonomi umumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023