Ekonomi
( 40554 )Pemerintah Sudah Siapkan Roadmap Transisi Pandemi ke Endemi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah mempersiapan peta jalan (roadmap) transisi dari pandemi menuju ke endemi antara lain mengenai pre kondisi kesehatan dan pelayanan kesehatan. "Kita ketahui proyeksi pertumbuhan di dunia pada 2023 lebih rendah dari 2022, sehingga momentum bagi Indonesia tumbuh. Kita harus dorong dan maksimalkan di 2022," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang diterima, Rabu (2/3). Pemerintah harus mendorong pemulihan daya beli dan diversifikasi ekonomi dengan melakukan reformasi struktural. "Presiden Jokowi akan menggenjot investasi, yang akan mendorong kita lepas dari middle income country dan di 2045 kita menjadi Top 10 negara dunia. Bahkan, jika Indonesia berada di track yang benar, kita termasuk 5 negara dengan ekonomi besar di dunia," ujarnya. (Yetede)
Kapital Tebal, Bank Kian Royal
Industri perbankan rupanya punya imunitas yang baik terhadap dampak negatif pandemi Covid-19. Buktinya, rasio kecukupan modal tergolong kuat dan berada dalam tren positif selama beberapa waktu terakhir. Tak ayal, hal itu membuat pelaku industri perbankan kian percaya diri untuk memacu ekspansi kendati situasi ekonomi masih dibayangi pandemi serta risiko global yang dipicu konflik antara Rusia dan Ukraina. Sejumlah bank bahkan berani menebar dividen lumayan besar lantaran laba tahun lalu moncer. Menurut laporan stabilitas sektor jasa keuangan yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlihat capital adequacy ratio (CAR) alias rasio kecukupan modal perbankan nasional mencapai 25,78% pada Januari 2022. Angka itu jauh di atas ketentuan penyediaan modal minimum paling rendah 8% untuk bank dengan profil risiko peringkat 1, maupun 11%—14% untuk bank dengan peringkat risiko 4 atau 5.
Merespons Tantangan Evolusi Sektor Keuangan
Tren evolusi sektor keuangan saat ini mengarah kepada struktur dan karakteristik baru yang bersifat 4D, yaitu digital, deepening, desegregation, dan disruptive. Tren ini tidak hanya berlangsung di Indonesia tetapi juga terjadi secara luas di seluruh dunia, sebagaimana dieksplorasi di dalam studi-studi yang dilakukan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD, 2020), International Monetary Fund (Boot, et al., 2020), dan Bank for International Settlements (Feyen, et al., 2021). Tren ini diperkirakan bakal terus berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Evolusi ini tentunya harus segera direspons oleh otoritas terkait di setiap negara agar perubahannya sejalan dengan kebutuhan perekonomian nasional dan terus melindungi kepentingan konsumen sektor jasa keuangan melalui penyusunan kerangka kebijakan dan rencana aksi pengembangan industri jasa keuangan yang berkelanjutan.
Untuk merespon evolusi 4D ini ada 4S kerangka kebijakan yang penting untuk dilakukan, yaitu pertama, sistem pengawasan sektor jasa keuangan harus mengikuti tren digitalisasi industri yang sangat cepat. Dalam kaitan itu, otoritas terkait sudah saatnya mengembangkan sistem pengawasan berbasis artificial intelligence (AI), big data and analytics, dan natural language processing (NLP). Kedua, meningkatkan sosialisasi, edukasi dan market conduct. Financial deepening dan pertumbuhan industri jasa keuangan yang pesat dan masif tidak diiringi dengan penguatan edukasi kepada masyarakat dan penguatan pengawasan market conduct kepada industri, sehingga terjadi kesenjangan (gap) antara literasi dan inklusi keuangan di masyarakat. Ketiga, struktur organisasi pengawas sektor jasa keuangan harus ditingkatkan integrasinya agar pengawasan berjalan secara efektif dan optimal dalam merespons tren deepening and desegregation di sektor jasa keuangan.
Bisnis Kelengkapan Data Center : Socomec Gandeng Mitra Cipta Hardi Elektrindo
PT Mitra Cipta Hardi Elektrindo (MCHE) mengumumkan bahwa pihaknya telah dipercaya dan ditunjuk secara resmi sebagai distributor nasional untuk memasarkan produk dari Socomec. Salah satu hal yang membuat Socomec yakin adalah karena perseroan sebagai pemain utama di bisnis kelistrikan, serta memiliki kapasitas di bidang tersebut. Socomec diketahui sebagai perusahaan dalam inovasi energi dan produsen spesialis performa energi & solusi penyimpanan, sistem pengukuran & pemantauan daya, pengalihan daya, konversi daya, sakelar pemutus beban,
Untuk pasar tersebut, pihaknya menyasar target penjualan dengan melakukan distribusi yang lebih komprehensif secara nasional, baik untuk segmen dealer maupun kontraktor listrik.
Guna mencapai target tersebut, dia menyebut telah menyiapkan stok produk yang memadai. Dia menilai bahwa pelanggan mengandalkan stok yang lengkap untuk keperluan penggantian produk, maupun proyek yang sedang mereka jalankan.
Pabrikan Makanan Bersiap Menaikkan Harga Jual
Harga bahan pangan terus melesat akibat lonjakan harga komoditas maupun efek perang Rusia-Ukraina. Jika harga bahan pangan tak kunjung reda, pabrikan makanan olahan bersiap menaikkan harga jual lagi demi mengimbangi lonjakan harga bahan baku. Sebagai gambaran, harga bahan pangan seperti gandum, kedelai dan jagung di pasar global terus naik. Harga gandum, bahan baku utama terigu, misalnya, kemarin naik lagi 5,35% menjadi US$ 9,75 per bushel (1 bushel=27,2 kg). Ini adalah harga tertinggi gandum sejak Februari 2008.Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) mengakui dampak perang Rusia-Ukraina menyebabkan tren harga gandum dunia kembali naik. Direktur Eksekutif Aptindo, Ratna Sari Loppies menyatakan, tren kenaikan harga gandum global sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19.
Efek kenaikan harga gandum membawa dampak kepada produsen terigu di Indonesia. Produsen makanan ikut merasakan dampak kenaikan harga bahan pangan. Direktur PT Siantar Top Tbk, Armin menyebutkan, fluktuasi harga gandum tidak bisa dihindari setiap perusahaan. "Kami menyikapi kondisi ini dengan perhitungan di semua pos biaya. Kalau memang sifatnya temporer, kami harus tetap jalan. Kalau harganya sudah mengenai batas margin, mungkin kami atur strategi lagi, termasuk potensi penyesuaian harga jual produk," ungkap dia, kepada KONTAN
Pembebasan Tarif Pajak UMKM
Kementerian Keuangan membebaskan tarif pajak penghasilan (PPh) final yang berpenghasilan sebesar Rp 500 juta per tahun bagi UMKM selama pandemi Covid-19.
Rawan Koreksi Jelang 7.000
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan memasuki level all time high di 6.996,93 awal Maret 2022, tetapi, indeks saham akhirnya ditutup di level 6.921,44 atau naik 0,48% pada Selasa (1/3). Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menambahkan masih kuatnya capital inflow juga mempengaruhi pergerakan IHSG kemarin. Malah, dampak perang Ukraina jadi terbatas karena inflow ke saham-saham big caps cukup besar. Sentimen kenaikan harga komoditas yang mempengaruhi sahamnya dan laporan keuangan masih jadi daya tarik IHSG. Pandhu memprediksi, support terdekat di 6.580-6.900. Lalu resistance di 6.997 dan jika menguat bisa menembus sekitar 7.030.
Tersokong Arus Dana Masuk
Arus masuk modal asing (capital inflow) mendukung nilai tukar rupiah kembali menguat. Adanya perundingan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina juga memberi angin segar bagi rupiah. Di pasar spot, Selasa (1/3), kurs rupiah menguat 0,32% ke Rp 14.335 per dollar AS. Kompak, kurs JISDOR Bank Indonesia (BI) juga menguat 0,13% jadi Rp 14.350 per dollar AS. Reny Eka Putri Ekonom Bank Mandiri, memprediksi rupiah bisa kembali menguat hari ini (2/3). Research and Education Valbury Asia Futures Nanang memprediksi rentang rupiah hari ini di Rp 14.280-Rp 13.385. Sedangkan hitungan Reny kurs rupiah bergerak di rentang Rp 14.292-14.360 per dollar AS.
Bos KSP Indosurya Buron
Bareskrim Polri telah menangkap para petinggi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta akhir pekan lalu. Kepolisian juga menetapkan Direktur Operasional KSP Indosurya, Suwito Ayub masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan Mengungkapkan, Suwito Ayub mangkir dalam pemanggilan untuk dimintai keterangan pekan lalu. Ia beralasan sedang sakit dengan mengirim surat keterangan sakit.
Gelar RUPST, BRI Bagikan Dividen Rp26,4 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2022 di Jakarta (1/3). BRI membagikan dividen sebesar 85% dari laba bersih konsolidasian atau setara dengan Rp26,40 triliun. Dividen yang akan dibagikan ini sekurang-kurangnya ekuivalen dengan Rp174,23 per lembar saham (dengan asumsi adanya pengalihan treasury stock sebelum tanggal cumdate). Angka tersebut meningkat 76,17% dibanding dividen pada 2020. Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, sepanjang 2021 perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan.
Sunarso menjelaskan, pemberian dividend payout ratio sebesar 85% tersebut mempertimbangkan saat ini BRI memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang optimal dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko pada masa mendatang. “Dengan rasio pembayaran dividen sebesar 85%, CAR perseroan tetap terjaga minimal 20%,” tambahnya.
Pada RUPST 2022, BRI juga membahas 5 agenda lainnya. Salah satunya ialah penetapan pengurus baru perseroan mulai dari komisaris dan direksi.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









