Masih Ada Kendala dalam Pendanaan Ekonomi Hijau
Laporan Net Zero Investmentin AsiaThird Edition yang dirilis Asia Investor Group on Climate Change (AIGCC) Kamis (24/2) menyebutkan sejumlah hambatan pendanaan atau investasi ekonomi hijau untuk mencapai emisi nol bersih pada 2050, antara lain, kurangnya instrumen untuk mengukur dampak hijau (45 % responden), kurangnya permintaan klien akan investasi hijau (30 %), dan peluang yang ada tidak sebanding dengan risiko karena pendanaan jangka panjang (25 %). Chief Executive Officer AIGCC Rebecca Mikula-Wright mengatakan, ”Perlu terus didorong komitmen dan kerangka kerja global untuk mempercepat peningkatan transisi menuju nol emisi karbon”.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah (28/2) menjelaskan, dalam konteks Indonesia, tantangan utama investasi atau pendanaan ekonomi hijau adalah masih belum luas dan meratanya pemahaman soal ini, proyek-proyek di sektor ini pun masih sangat terbatas. Direktur Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Panji Irawan berkata, Bank Mandiri berkomitmen memberikan pembiayaan lanjutan di sektor lingkungan, sosial, dan tata kelola (environtmental, social, and governance/ESG) melalui repurchase agreement (Repo). Upaya mendorong ekonomi hijau juga dilakukan BI dengan mendukung Asian Green Bond Fund yang diluncurkan Bank for International Settlements (BIS), organisasi kerja sama antarbank sentral. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023