BP Jamsostek Usul Bisa Investasi ke LN
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) memperkirakan, dana kelolaan investasinya bakal mencapai Rp 1.000 triliun pada tahun 2026. Saban bulan BP Jamsostek menerima premi dari para pekerja senilai Rp 6 triliun-Rp 7 triliun. Dengan pengembangan investasi ditambah keanggotaan baru pekerja, BP Jamsostek optimistis bakal mampu mendapatkan dana hingga Rp 1.000 triliun dalam 4 tahun-5 tahun ke depan. Dalam breakfast meeting dengan beberapa media, Jumat (18/2), Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo menyatakan, sampai 31 Desember 2021, dana kelolaan investasi BP Jamsostek telah mencapai Rp 553,5 triliun. Angka ini tumbuh 13,64%. Selain pasar keuangan yang masih terbatas, BP Jamsostek berharap bisa mengembangkan dana pekerja lebih maksimal. Usulan BP Jamsostek, "Barangkali bisa dibuka opsi investasi ke luar negeri, off shore investment," ujarnya.
Tags :
#KeuanganPostingan Terkait
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Diplomasi Simbolik RI Dinilai Berisiko
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023