;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Kebijakan Penangkapan Terukur untuk Siapa

21 Mar 2022

Kebijakan KKP menerapkan zona penangkapan terukur bagi pemodal besar membuat nelayan tradisional di Kepulauan Aru, Maluku, khawatir makin tersisih. Banyak nelayan lokal Kepulauan Aru menggunakan perahu dayung, hidup di bawah garis kemiskinan. Laut Aru dan Laut Arafura yang kaya hasil laut belum mengubah hidup mereka. Perairan yang masuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) RI 718 itu justru menjadi ladang korporasi besar.

Selama bertahun-tahun WPP RI 718 menjadi surga praktik penangkapan ilegal, tidak terlapor, dan tidak sesuai regulasi (IUU fishing) tertinggi. Kini pemerintah pusat berencana menerapkan kebijakan penangkapan terukur di sejumlah wilayah perairan, dimulai dari WPP RI 718. Perusahaan besar menjadi pemain utama. Berdasarkan kontrak, mereka beroperasi di zona tertentu dengan kuota penangkapan yang ditetapkan. 

Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini Hanafi mengatakan, belum ada kepastian kebijakan penangkapan terukur akan dilaksanakan. Landasan yuridis berupa PP dan permen  masih disinkronkan di Kemenkumham. Ruslan Tawari, pengajar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura berpendapat, kontrak bagi perusahaan di zona tertentu berpotensi menimbulkan pelanggaran, banyak pemain lama datang dengan wajah baru untuk kembali mengeksploitasi sumber daya perikanan di sana. (Yoga)


MotoGP Mandalika Bangkitkan Perekonomian

21 Mar 2022

Antusiasme penonton MotoGP Mandalika 2022 menghidupkan kembali perekonomian Lombok, khususnya Lombok Tengah, NTB. 60.000 penonton asing dan lokal memadati area Sirkuit Mandalika selama acara berlangsung. Selain menonton MotoGP, mereka juga datang untuk mengunjungi tempat wisata dan kuliner.

Rata-rata biaya yang dialokasikan penonton MotoGP selama di Lombok Rp 12 juta per orang untuk tiket masuk MotoGP, tiket pesawat, hotel atau penginapan, makan dan minum, transportasi lokal, belanja suvenir, dan wisata lokal. Biaya yang disiapkan penonton perempuan lebih besar, Rp 16,5 juta per orang, sementara penonton laki-laki Rp 7,5 juta per orang.

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022 juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha. Pendapatan sektor UMKM meningkat 20 %, transportasi 21-50 %, hotel dan penginapan 51-75 %. Pelaku usaha berharap perekonomian sekitar Sirkuit Mandalika terus tumbuh, tidak berhenti di euforia MotoGP 2022. (Yoga)


Optimalkan Resi Gudang Ikan

21 Mar 2022

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautandan Perikanan KKP Artati Widiarti (20/3) mengemukakan, sistem resi gudang akan menjawab permasalahan manajemen stok perikanan, khususnya perikanan tangkap yang sifatnya musiman. Resi gudang adalah surat atau dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang. ”Ikan mudah rusak sehingga perlu dikelola dengan baik sejak ditangkap,” kata Artati. Resi gudang ikan yang telah terbit berasal dari Tegal, Sidoarjo, Probolinggo, Benoa, dan Natuna, sejumlah 12 resi dengan volume barang 370 ton senilai Rp 6 miliar dengan nilai pembiayaan Rp 2 miliar.

Sistem resi gudang ini sangat menolong. Saat harga jatuh, petani ikan bisa menunda penjualan dengan menyimpan hasil panen di gudang dan menerima resi. Resi yang dikeluarkan pengelola gudang bisa dijadikan agunan di bank sehingga petani atau petambak tetap bisa mendapatkan modal untuk memutar usahanya meski hasil panennya belum terjual. Saat harga membaik, petani atau petambak bisa menjual hasil panen yang disimpan di gudang. Sebagian hasil penjualan bisa digunakan untuk mengembalikan pinjaman bank. Dengan demikian, sistem resi gudang ini diharapkan akan meningkatkan pendapatan petani atau petambak. (Yoga)


Risiko Investasi RI Naik, Rupiah Masih Melorot

21 Mar 2022

Bank Indonesia (BI) mencatat perang Rusia dan Ukraina membuat risiko investasi di di negara-negara berkembang termasuk juga Indonesia, meningkat tajam. Kondisi persepsi risiko investasi Indonesia tersebut tercermin dari premi Credit Default Swap (CDS) yang sempat meningkat tajam. Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, premi CDS tersebut naik di pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk juga di Indonesia. "Indonesia naik sekitar 40 basis poin (bps)," ujar Destry dalam pembacaan hasil Rapat Dewan Gubernur BI Maret 2022 pekan waktu lalu." Destry mengungkapkan, pada Maret 2022 terkhusus sejak konflik kedua negara tersebut memanas, arus modal asing yang sudah keluar dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp 30 triliun. Dari jumlah arus modal yang keluar tersebut ada sekitar Rp 4 triliun yang berasal dari pasar saham.

Kabar baiknya, Destry menilai kaburnya investor asing ini tidak terlalu memberi dampak yang signifikan karena porsi kepemilikan investor asing sudah menyusut. Apalagi dalam catatan BI, dalam dua bulan terakhir, perusahaan asuransi dan dana pensiun masuk ke pasar SBN. Faktor inilah yang membuat nilai tukar rupiah pada 16 Maret 2022, menguat 0,01% secara rerata dibandingkan dengan level akhir Februari 2022. Jika dibandingkan secara point to point, nilai tukar rupiah menguat 0,38%. Tapi nilai tukar rupiah saat ini jika dibandingkan level akhir 2021 mengalami depresiasi sekitar 0,42%. Namun, ini lebih rendah dari negara sebaya seperti Malaysia yang melemah 0,76% ytd, India 2,53% ytd, dan Filipina 2,56% ytd.


KKP Bangun Tambak Udang Terpadu Rp 2,25 Triliun

21 Mar 2022

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah berupaya mendongkrak produksi udang di dalam negeri untuk bisa bersaing dengan pemain udang lain di dunia. Salah satu upaya adalah dengan membangun percontohan kawasan budidaya udang terintegrasi di Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/3). Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, pembangunan tambak modern ini bertujuan untuk mendorong produktivitas masyarakat di Kabupaten Sumbawa yang selama ini masih melakukan budidaya secara tradisional. Trenggono mengklaim bahwa proyek tambak udang senilai Rp 2,25 triliun tersebut bakal memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar seperti hutan bakau.


Menghirup Aroma Prospek Saham Rokok

21 Mar 2022

Pengendalian kasus baru Covid-19 yang diiringi pemulihan ekonomi berpeluang mengangkat daya beli masyarakat. Kondisi ini dapat menjadi katalis positif bagi emiten barang konsumsi, termasuk sektor rokok. Pendapatan emiten rokok pun diperkirakan masih dapat tumbuh satu digit pada tahun ini. Meski demikian, masih ada sejumlah sentimen negatif yang membayangi kinerja emiten rokok. Misalnya, dari sisi kampanye kesehatan, kian menyempitnya ruang iklan, serta kenaikan cukai yang bisa menggerus margin keuntungan. Sejak pandemi Covid-19 melanda, harga saham emiten rokok pun terus menurun. Ini membuat harga saham rokok terdiskon cukup besar jika dibandingkan sebelum pandemi. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, selain adanya kenaikan cukai, beban pendapatan dari sisi produksi dan distribusi masih dapat menekan laba bersih emiten rokok. Analis B-Trade Raditya Krisna Pradana mengatakan, meski secara price earnings ratio (PER) sudah murah, saham-saham emiten rokok masih berada pada tren bearish. Melihat kondisi tersebut, Raditya menyarankan investor wait and see.


Emiten Tambang dan Bank Paling Cuan

21 Mar 2022

Sekitar 23 emiten anggota indeks LQ45 telah melaporkan kinerja keuangan 2021. Mayoritas mengalami perbaikan kinerja, dengan emiten bank dan tambang memimpin pertumbuhan laba. Sementara emiten BUMN Karya seperti PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatatkan penurunan laba. Analis B-Trade Raditya Krisna Pradana menilai, perbaikan kinerja emiten perbankan besar selaras dengan pemulihan ekonomi. Dia memprediksi, kinerja emiten perbankan masih berpeluang naik, terdorong tren kenaikan suku bunga. 

Bank Indonesia diperkirakan mengerek bunga tahun ini, mengekor bank sentral AS. "Apabila suku bunga acuan naik, maka suku bunga simpanan dan kredit akan berpotensi naik juga, sehingga ini menjadi katalis positif bagi perbankan,” terang Raditya, Minggu (20/3). Raditya juga menilai saham bank seperti BBTN dan BBNI masih menarik. Ia mematok target harga BBTN Rp 1.970 dan BBNI di Rp 8.700. Ia juga merekomendasikan ANTM dengan target Rp 2.800 dan ASII dengan target Rp 6.900. Sementara emiten rokok diperkirakan masih tertekan, terdampak kenaikan harga cukai dua tahun terakhir.


ESSA Siap Produksi Blue Amonia

21 Mar 2022

PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) bersiap untuk memproduksi blue amonia pada tahun 2024. Wakil Presiden Direktur Utama PT Surya Esa Perkasa Tbk Kanishk Laroya mengungkapkan, pihaknya bakal mengkonversi fasilitas yang ada saat ini dari produksi amonia menjadi blue amonia. "Kalau untuk blue amonia estimasi di akhir 2024 kami berharap sudah bisa beroperasi sebagai pabrik blue amonia," ungkap Kanishk dalam diskusi virtual, Sabtu (19/3). Kanishk melanjutkan, sejumlah persiapan kini masih dilakukan termasuk untuk feasibility study atau studi kelayakan proyek. Untuk saat ini, kebutuhan investasi diperkirakan bakal mencapai US$ 100 juta hingga US$ 200 juta.

Sebagai tahapan awal, ESSA sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Japan Oil, Gas, and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Maret 2021 lalu. Diketahui Jepang telah berkomitmen untuk mengambil blue amonia sebanyak 2 juta ton per tahun hingga 2025 mendatang. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 5 juta ton per tahun di 2030.


Siasat Emiten CPO Jaga Laba

21 Mar 2022

Emiten produsen minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) dan turunannya harus memutar otak lebih keras guna merespons perubahan kebijakan pemerintah yang sangat dinamis. Jika tak responsif, momentum kenaikan harga CPO bakal sulit dioptimalkan untuk memacu kinerja korporasi. Pemerintah menerbitkan beleid anyar pungutan ekspor produk CPO dan turunannya pekan lalu. Dalam Peraturan Menteri Keuangan No.23/PMK.05/2022, batas atas pengenaan pungutan ekspor CPO direvisi naik dari maksimal US$1.000 per ton menjadi US$1.500 per ton. Dampaknya, tarif maksimum ekspor yang mulanya flat US$175 per ton ketika harga CPO di atas US$1.000 per ton, akan bertambah secara progresif sampai menyentuh batas harga terbaru US$1.500 per ton.

Direktur Utama PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) Lucas Kurniawan mengatakan kenaikan pungutan tersebut dapat dipahami, karena hasil pungutan direncanakan akan digunakan sebagai subsidi harga minyak goreng curah. Namun dia menilai, kenaikan tarif yang signifikan dan berlaku relatif singkat juga berpotensi menyebabkan koreksi harga beli tandan buah segar (TBS) dari petani secara signifikan pula. Pada 2021, sekitar 34,12% atau 434.123 ton TBS yang diolah ANJT berasal dari pembelian pihak ketiga. Menurutnya, sejak akhir 2021 ANJT menjual seluruh produk CPO yang diproduksi ke pasar dalam negeri guna mendukung pemenuhan pasokan domestik


Kuartal I, Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Menguat

21 Mar 2022

Wakil Menteri Keuangan  Suahasil Nazara memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2022 cukup baik. Optimisme ini akan didukung oleh faktor pemulihan ekonomi yang makin kuat dan adanya factor rebound  lantaran pertumbuhan ekonomi yang kontraksi 0,74% (yoy) pada kuartal I-2021. Selain itu, beragam indikator pemulihan disebutnya meningkat. Salah satunya spending index yang berpotensi terus naik ditengah momentum Ramadhan dan Idul Fitri pada bulan depan, sehingga akan mendorong peningkatan konsumsi. Kemudian, indeks keyakinan  konsumen (IKK) berada di zona optimis dengan posisi 113,1. "Aktivitas produksi masih tunjukkan perbaikan, dengan purchase manufacturing Index (PMI) diatas 51,2 atau di level ekspansi, dan itu sudah terjadi selama enam bulan  berturut-turut. Kami yakini dunia usaha melihat situasi Covid-19 akan terus membaik, jadi mulai lakukan dan tingkatkan intensitas produksi dan penjualan, dan itu akan terus kami dorong," tutur Suahasil. (Yetede)