Transportasi Publik, Tekor gara-gara Sepeda Motor
Sebulan, Ilham (23) pekerja swasta di Semarang, menghabiskan Rp 800.000 untuk transportasi ke tempat kerja dengan sepeda motor, gaji Ilham per bulan Rp 1,5 juta, jauh di bawah UMR Semarang Rp 2,8 juta. Rumah Ilham jauh dari simpul transportasi publik Semarang. Sepeda motor menjadi pilihan untuk berangkat dan pulang kerja. Tanpa jaringan pengumpan yang luas, Ilham kehilangan peluang menghemat pengeluaran. Dalam sebulan, biaya pergi-pulang menggunakan Trans Semarang 5 hari kerja hanya Rp 200.000 per bulan. Transportasi publik akan dipilih ketika layanan rute menjawab kebutuhan warga.
Selain cakupan layanan yang terbatas, waktu tempuh angkutan umum membuat warga tetap mengandalkan sepeda motor meski biaya transportasi per bulan lebih mahal. Panji (30), warga Bandung, Kecamatan Panyileukan, menempuh 8 kilometer menuju kantornya di Jalan Merdeka menggunakan sepeda motor. Karyawan bank swasta ini harus melewati sejumlah kemacetan dan lalu lintas yang padat setiap pagi dan sore. Panji mengeluarkan Rp 400.000 per bulan untuk membeli bahan bakar, juga biaya perawatan sepeda motor hingga Rp 150.000 dan Rp 50.000 untuk membayar parkir setiap bulan. (Yoga)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023