Ekonomi
( 40512 )Dunia Kerja Membaik, tetapi Belum Pulih 100 Persen
Kondisi ketenagakerjaan Indonesia semakin membaik, seperti kenaikan jumlah penduduk bekerja, penduduk bekerja penuh waktu, bekerja di sektor formal, dan penurunan tingkat pengangguran terbuka. Hal ini diyakini berjalan seiring dengan menguatnya perekonomian. Meski demikian, kondisi tersebut belum 100 % menyamai masa sebelum pandemi Covid-19. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2022, jumlah angkatan kerja 143,72 juta orang atau naik 3,57 juta orang dibanding Agustus 2021. Adapun jumlah penduduk bekerja tercatat 135,3 juta orang atau meningkat 4,25 juta orang dibanding Agustus 2021.
”Perekonomian mulai pulih dan menguat. Di satu sisi, pertumbuhan ekonomi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 4,25 juta orang. Pada saat yang sama terjadi penambahan angkatan kerja 3,57 juta orang. Namun, karena tidak semua tambahan angkatan kerja bisa diserap pasar sehingga sebagian akan menjadi pengangguran,” ujar Margo dalam konferensi pers, Senin (7/11) di Jakarta. Margo menyampaikan, membaiknya kondisi ketenagakerjaan Indonesia juga tecermin pada peningkatan proporsi pekerja formal. Pada hasil Sakernas Agustus 2022, proporsi pekerja formal 40,69 %, naik tipis dibandingkan Agustus 2021 sebesar 40,55 % dan Agustus 2020 sebesar 39,53 %. Meski demikian, pencapaian Agustus 2022 masih lebih rendah dibandingkan Agustus 2019 sebesar 44,12 %. (Yoga)
Bulog Ditugaskan Impor 350.000 Ton Kedelai
Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk mengimpor 350.000 ton kedelai dari AS. Langkah itu diambil guna menstabilkan harga kedelai yang menjadi bahan baku tahu dan tempe. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Senin (7/11) mengatakan, kebutuhan kedelai nasional sampai akhir 2022 berkisar 2,5 juta-3 juta ton. Dengan tambahan itu, harga kedelai diharapkan turun dari kisaran Rp 13.000 per kg menjadi Rp 10.000 per kg. (Yoga)
Bank Muamalat Biayai RS NU di Jawa Barat
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memimpin sindikasi pembiayaan pembangunan rumah sakit milik Nahdlatul Ulama (NU) di Jabar. Total dana yang disalurkan Rp 240 miliar. Chief Wholasale Banking Officer Bank Muamalat Irvan Y Noor mengatakan, rumah sakit yang berlokasi di Cianjur tersebut menggandeng Edelweiss Healthcare Group dan merupakan RS pertama milik NU di Jabar. Rumah sakit ini diproyeksikan jadi rumah sakit modern. (Yoga)
Setengah Hati Tarif Cukai Baru
NIAT pemerintah menekan jumlah perokok anak-anak tak lebih dari bualan belaka. Jika benar-benar serius hendak melindungi anak-anak dari bahaya asap rokok, pemerintah seharusnya berani menaikkan cukai rokok jauh lebih tinggi lagi. Kenaikan cukai hasil tembakau 5-12 % tak akan berdampak signifikan pada penjualan rokok. Selama harga rokok masih terjangkau, jumlah pengisap rokok yang bersifat adiktif akan terus bertambah. Pemerintah setuju menaikkan cukai hasil tembakau untuk rokok rata-rata 10 % pada 2023 dan 2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim bahwa kenaikan cukai itu, selain menambah pundi-pundi negara, dimaksudkan untuk melindungi anak-anak dari bahaya rokok. Data BPS menunjukkan, pada 2021, prevalensi anak-anak di bawah 18 tahun yang merokok mencapai 3,69 %. Pada kategori usia 16-18 tahun, angkanya 9,59 %. Kenaikan cukai rokok yang setengah hati tak linear dengan jumlah perokok. Data Institute for Demographic Poverty Studies menunjukkan jumlah perokok pada 2019 sebanyak 57,2 juta jiwa. Dua tahun kemudian, jumlahnya 59,3 juta orang.
Rokok pun menjadi barang nomor dua paling banyak dikonsumsi setelah beras oleh penduduk miskin. Bahkan pengeluaran rumah tangga untuk rokok pada 2021 tercatat lebih tinggi ketimbang belanja makanan bergizi. Dengan fakta tersebut, pemerintah sebenarnya tak perlu berpihak kepada industri rokok yang mengklaim kenaikan cukai akan memporak-porandakan bisnis mereka. Pada 2021, dengan kenaikan cukai 12,5 %, tercatat 320,1 miliar batang rokok diproduksi, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang sebanyak 298,4 miliar batang. Berapa pun harganya, rokok akan terus diburu oleh para pecandu nikotin, termasuk remaja yang biasa bermoto “sebat(ang) dulu”. Pemerintah bisa belajar dari Thailand, yang serius melindungi rakyatnya dari adiksi rokok. Negeri Gajah Putih, berdasarkan riset Southeast Asia Tobacco Control Alliance, selama 1991-2012 telah sebelas kali menaikkan cukai rokok hingga 78,6 % harga retail. Kebijakan itu efektif menekan prevalensi perokok dari 32 % menjadi 12,4 %. Penerimaan Thailand dari cukai rokok juga meningkat dari US$ 530 juta menjadi US$ 1,99 miliar. (Yoga)
Waspada Melemah Setelah Kuartal Ketiga
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan IV 2022 diperkirakan tidak sebesar kuartal III. Pasalnya, inflasi tinggi dan melemahnya ekspor bakal terjadi pada trimester IV 2022. “Ancaman inflasi dan perlambatan ekspor akibat perlambatan ekonomi mitra dagang ada pada triwulan IV,” ujar ekonom dari Indonesia Development and Islamic Studies (Ideas), Askar Muhammad, kepada Tempo, kemarin, 7 November. Menurut Askar, dengan ancaman inflasi tinggi 6 % dan melemahnya ekspor, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2022 diperkirakan sebesar 5,1-5,3 %, dengan proyeksi keseluruhan tahun sebesar 5,2-5,4 persen.
Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus angka 5,72 persen atau lebih tinggi dari ekspektasi pemerintah sebesar 5,5 persen. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar produk domestik bruto (PDB) dengan tumbuh 5,39 persen secara tahunan. Namun inflasi tinggi yang diperkirakan terjadi pada triwulan IV dikhawatirkan melemahkan daya beli masyarakat. (Yoga)
Bertumpu pada Konsumsi Rumah Tangga
Meski tumbuh 5,39 % secara tahunan pada kuartal III 2022, konsumsi rumah tangga turun dibanding pada kuartal II 2022 yang mencapai 5,51 %. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penurunan tersebut terjadi karena pada kuartal II ada momen Lebaran yang membuat konsumsi meningkat. “Konsumsi di kuartal III dibanding kuartal II melambat karena, pada saat Lebaran, demandnya melonjak,” tutur dia dalam konferensi pers via Zoom, kemarin, 7 November. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2022 naik 5,72 persen secara tahunan atau 1,81 % lebih tinggi dibanding pada kuartal II.
Konsumsi rumah tangga pada triwulan III tahun ini mampu memberikan distribusi sebesar 50,38 persen terhadap perekonomian sehingga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi yang sebesar 5,72 persen, dengan andil 2,81 persen.Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III yang mencapai 5,39 persen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya, mobilitas penduduk yang mulai naik, peningkatan aktivitas belanja oleh kelompok masyarakat menengah ke atas untuk kebutuhan tersier, serta peningkatan daya beli masyarakat menengah ke bawah yang terbantu oleh adanya realisasi bantuan sosial dan subsidi energi. (Yoga)
Kala DPR Persoalkan Potongan Ojek Online
Komisi Perhubungan DPR mengkritik pelanggaran batas maksimum biaya sewa penggunaan aplikasi yang dilakukan Gojek dan Grab. Anggota Dewan menyebutkan, kedua perusahaan aplikasi itu mengenakan potongan 20 % terhadap pengemudi ojek daring, lebih besar dari Permenhub No 667 Tahun 2022 yang membatasi potongan 15 %. "Grab memotong 20 %, sedangkan Gojek 20 % ditambah Rp 5.000," ucap anggota Komisi Perhubungan DPR dari Fraksi Gerindra, Sudewo, dalam rapat dengar pendapat bersama perwakilan Gojek, Grab, dan Maxim kemarin. Ia mempertanyakan mengapa kedua perusahaan tersebut tidak menaati peraturan Menteri Perhubungan. Padahal Gojek dan Grab ikut terlibat dalam pembuatan kebijakan tersebut.
“Pengemudi teriak-teriak di jalanan sampai akhirnya direspons pemerintah. Tapi yang menikmati kenaikan tarif adalah aplikator. Sekarang pengemudi masih teriak karena pemotongan aplikasi masih sangat tinggi,“ ucapnya.Sudewo lantas meminta kedua perusahaan aplikasi melakukan audit terhadap laporan keuangan masing-masing, terutama mengenai bagian dari tarif ojek yang masuk ke perusahaan dan yang masuk ke pengemudi. “Bagian tarif yang masuk ke aplikator itu wajarnya berapa, dan yang masuk ke pengemudi berapa. Ini harus dilakukan audit,” ujar dia. Anggota Komisi Perhubungan DPR dari Partai Golkar, Hamka Baco Kady, mengatakan pemerintah sudah menghitung dengan cermat sebelum menetapkan potongan aplikasi sebesar 15 %. Karena itu, Hamka berharap perusahaan aplikator menghargai kebijakan pemerintah dengan mematuhi ketetapan 15 persen potongan aplikasi (Yoga)
Kelas Menengah Belanja, Ekonomi Tumbuh 5,72%
Di luar perkiraan para pengamat, ekonomi Indonesia kuartal III-2022 tumbuh impresif 5,72% secara year on year (yoy), naik dari 5,45% pada kuartal II dan 5,02% pada kuartal I tahun ini. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama dengan pertumbuhan 5,39% dan mengontribusi 50,38% terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain dana perlindungan sosial yang diberikan pemerintah kepada kelompok menengah bawah, konsumsi rumah tangga terutama didorong oleh belanja kelas menengah-atas. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5,3%. “Ini capaian dan prestasi dari seluruh masyarakat Indonesia di tengah terpaan kondisi global yang semakin tidak menentu. Namun kita masih bisa menjaga pertumbuhan eko[1]nomi, bahkan trennya makin menguat,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi secara online, Senin (7/11).
Namun, ke depan, laju inflasi perlu dikendalikan dengan lebih ketat. Karena inflasi tinggi terbukti menghambat per tumbuhan ekonomi. Data BPS menunjukkan, seiring dengan lonjakan inflasi bahan makanan dari 2,78% (yoy) pada Januari 2022 menjadi 8,69% (yoy) pada September 2022, kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB berangsur-angsur turun. Pada kuartal I-2022, kontribusi komsumsi rumah tangga terhadap PDB masih sebesar 53,65%, namun susut menjadi 51,47% pada kuartal II-2022 dan 50,38% pada kuartal III-2022. Pengendalian inflasi, terutama inflasi komponen bergejolak (volatile food), dinilai menjadi kunci untuk menjaga agar kinerja komsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama PDB Indonesia. Karena itu, inflasi bahan makanan pada Oktober 2022 yang telah turun menjadi 7,04% (yoy) dan diharapkan terus melemah, bisa mendukung peningkatan konsumsi rumah tangga pada kuartal keempat 2022. Selain inflasi, penurunan kontribusi konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2022 juga disebabkan oleh mementum Puasa dan Lebaran pada kuartal II-202. (Yoga)
Ekspor Tiongkok Meleset dari Perkiraan
Bea Cukai Republik Rakyat Tiongkok (RRT) merilis data pada Senin (7/11) yang menunjukkan penurunan ekspor tidak terduga untuk Oktober, di mana terjadi penurunan nilai barang yang dijual ke AS dan Uni Eropa (UE). Menurut laporan, ekspor Negeri Tirai Bambu dalam dolar AS mengalami penurunan 0,3% pada Oktober dari tahun lalu. Angka ini meleset dari ekspektasi Reuters, terjadi kenaikan 4,3%. Berdasarkan data Refinitiv Eikon, penurunan tersebut juga menandai kontraksi tajam dari peningkatan 5,7% year-on-year (yoy) pada September, dan merupakan penurunan yoy pertama sejak Mei 2020. Selain ekspor, impor Tiongkok dalam dolar AS turut merosot sebesar 0,7%. Angka ini pun meleset dari ekspektasi terjadi pertumbuhan sedikitnya 0,1%. dan turun dari kenaikan 0,3% pada September. Hasil perhitungan CNBC dari data bea cukai dolar AS, ekspor Tiongkok ke AS turun 12,6% pada Oktober dari tahun lalu dan merupakan penurunan bulan ketiga berturut-turut.
Padahal data menunjukkan jika AS adalah mitra dagang terbesar Tiongkok dengan basis satu negara. Ekspor Tiongkok ke UE juga turun 9% pada Oktober, setelah sempat mencatatkan pertumbuhan pada September, tapi ekspor Tiongkok ke negara-negara anggota Asean sebagai mitra dagang terbesar berdasarkan wilayah, memperlihatkan lonjakan 20% pada Oktober. Ekspor global Tiongkok yang anjlok lebih dari 20% dialami oleh alat-alat rumah tangga. Sedangkan ekspor mainan turun hampir 18% dan sepatu hampir 11%. Sebaliknya, data memperlihatkan bahwa ekspor mobil Tiongkok melonjak 60% pada Oktober menjadi 352.000 unit. Begitu pula dengan impor minyak mentah Tiongkok yang naik 14% dari tahun lalu. Di sisi lain, impor batu bara meningkat 8% namun impor gas alam turun hampir 19%. (Yoga)
Pemasok Komponen Astra, Isra Presisi Incar Dana IPO Rp 150 Miliar
PT Isra Presisi Indonesia Tbk (ISAP) akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) 1,5 miliar saham atau 37,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp 10 per saham. Perusahaan pemasok komponen otomotif entitas Grup Astra ini membuka harga penawaran awal (bookbuilding) Rp 95-100 per saham, sehingga dana yang bisa dihimpun mencapai Rp 150 miliar. Manajemen Isra Presisi dalam prospektus yang dipublikasikan Senin (7/11) mengungkapkan, perseroan akan melakukan bookbuilding pada 7-14 November 2022, tanggal efektif 23 November 2022, masa penawaran umum pada 25-29 November 2022, dan pencatatan (listing) saham di BEI pada 1 Desember 2022. Perseroan telah menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
ISAP secara bersamaan juga menerbitkan 750 juta waran seri I yang menyertai saham baru perseroan atau 29,76% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham ini disampaikan. Waran seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru. Setiap pemegang dua saham baru Isra Presisi berhak memperoleh satu waran seri I, di mana setiap satu waran seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian saham biasa atas nama yang bernilai Rp 10 setiap saham dengan harga pelaksanaan Rp 125 yang berlaku mulai tanggal 1 Juni 2023 sampai dengan tanggal 1 Desember 2027. Total hasil pelaksanaan waran seri I sebesar Rp 93,75 miliar. Pemegang saham ISAP sebelum IPO adalah PT Dua Putra Bersinergi sebanyak 99% dan Tuan Asrullah dengan porsi kepemilikan langsung sebesar 1%. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









