Ekonomi
( 40512 )Ironi Swasembada Gula
Berharap dapat meniru cara Brasil mengolah tebu menjadi gula dan bioetanol, pemerintah menyiapkan regulasi tentang percepatan swasembada gula dan penyediaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati. Namun, urgensinya menuai diskusi publik. Sebab, selama ini Indonesia kepayahan mengejar target swasembada dan menjadi pengimpor gula dalam jumlah yang tidak sedikit. Regulasi itu akan dituangkan dalam Perpres tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati. Selain menjamin ketahanan pangan, target swasembada gula itu untuk menjamin ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri, mendorong perbaikan kesejahteraan petani tebu, dan meningkatkan ketahanan energi. Kendati telah berulang menjadi ambisi pemerintah, bahkan sejak tahun 1970-an, target swasembada gula belum benar-benar terwujud. Pada 2002, misalnya, pemerintah mencanangkan swasembada gula pada tahun 2007, lalu diundur jadi 2008, kemudian direvisi jadi 2009 dan hanya untuk gula konsumsi masyarakat, tak termasuk gula untuk industri. Selama kurun 2010-2020, target mengejar swasembada gula belum reda. Namun, upaya mewujudkannya tidak semudah mengalkulasi produksi di atas kertas. Kini, mimpi itu muncul lagi.
Menurut pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, Brasil dapat menerapkan kebijakan itu karena penentuan porsi untuk bioetanol dan gula bergantung pada harga kedua komoditas tersebut di pasar internasional. ”Dampaknya, nilai ekonominya dapat optimal,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (4/11). Artikel Layanan Riset Ekonomi Departemen Pertanian AS (USDA) mencatat, pada periode 2017/2018, harga gula di pasar dunia anjlok. Guna menyiasati pendapatan yang turun dari produksi dan ekspor gula, Brasil meningkatkan produksi etanol dari tebu. Pada periode berikutnya, Brasil hanya mengolah sepertiga tebu di wilayah tengah-selatan untuk gula, sedangkan sisanya untuk etanol. Di Indonesia, Khudori mempertanyakan minat masyarakat dalam menggunakan bioetanol. Agar kontinuitas penggunaannya terjaga, pemerintah mesti menjaga harganya agar kompetitif atau lebih murah jika dibandingkan bahan bakar konvensional yang fluktuaktif di pasar global. Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen mencurigai rancangan perpres tersebut memberikan keleluasaan untuk mengimpor gula. ”Prosesnya (penyusunan rancangan perpres) yang terburu-buru menimbulkan dugaan adanya kepentingan yang tidak ditampakkan,” katanya. (Yoga)
Semarak Malam yang Mengungkit Perekonomian Borobudur
Di Jalan Medang Kamulan, tak jauh dari Candi Borobudur, belasan orang duduk berdekatan di atas tikar-tikar dekat gerobak angkringan. Sambil bercengkerama dengan teman atau keluarga, mereka meneguk minuman hangat serta menyantap camilan. ”Sedang gerimis dan dingin begini, enak makan sate usus dan minum jahe hangat,” kata Tika (34), warga Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Jateng. Malam itu, Tika datang bersama suami dan anaknya. Kawasan Borobudur menjadi tempat yang belakangan kerap dipilih keluarga Tika untuk menghabiskan malam. Sekitar pukul 20.00, gerimis mulai berhenti. Lalu lalang orang dan kendaraan makin ramai. Pembeli angkringan yang tadinya hanya belasan bertambah menjadi puluhan orang sehingga tikar-tikar penuh. Suasana semarak di kawasan Borobudur malam itu berbeda dengan kondisi beberapa tahun lalu. Pada bulan yang sama tahun 2019, misalnya, hampir tidak ada warung makan yang buka di atas pukul 20.00 karena jarang ada warga yang beraktivitas di luar rumah saat malam hari.
Helmi (23), warga Kabupaten Temanggung, Jateng, yang kerap berkunjung ke kawasan Borobudur, mengakui ada perubahan itu. ”Dulu, kalau malam itu sepi. Saya dan teman-teman kalua mau kumpul-kumpul sambal makan dan minum paling di angkringan. Sekarang jauh lebih enak, sudah ramai, banyak kafe baru. Kumpul-kumpul lebih nyaman,” tutur Helmi yang beberapa kali berkunjung ke Borobudur bersama komunitas motor trail. Perubahan yang terjadi di kawasan Borobudur disyukuri masyarakat setempat, termasuk pelaku usaha kecil, seperti Mimin (52). Warga Desa Borobudur yang juga pemilik usaha angkringan itu kecipratan untung dari keramaian malam hari di kawasan Borobudur. Mimin baru satu setengah tahun terakhir membuka usaha angkringan yang beroperasi mulai pukul 17.00 hingga pukul 04.00. Pada hari biasa, ia mendapat keuntungan Rp 100.000 per malam. Pada akhir pekan, keuntungan mencapai Rp 500.000 per malam. (Yoga)
G20 Fokus pada Aksi Konkret Bersama
Ketegangan geopolitik dunia membayangi kemungkinan dicapainya konsensus bersama dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Nusa Dua, Bali. Meski demikian, sejumlah pihak tetap optimistis pertemuan itu menghasilkan langkah positif. Indonesia sebagai pemangku Presidensi G20 akan mengupayakan titik temu guna mencapai program-program konkret. Sejauh ini, setelah hampir satu tahun berdialog, para pemangku kepentingan di G20 berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian. Jubi r Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (6/11) mengatakan, ada berbagai program konkret bidang kesehatan yang diusulkan untuk diresmikan dalam KTT G20, 15-16 November, antara lain, pembentukan penanaan pandemi dengan komitmen 1,4 miliar dollar AS dari 20 donor dan 3 filantrop. Usulan berikutnya, formalisasi mekanisme penggunaan dana pandemi. Pada pandemic Covid-19, distribusi dana-dana yang tersedia di tingkat global belum merata. Hal itu tampak dari kesenjangan akses vaksin Covid-19. Mekanisme yang digunakan akan merujuk pada mekanisme akselerator akses peralatan untuk Covid-19 (ACT-A).
Pendanaan dibentuk untuk menghilangkan kesenjangan antar negara sehingga bisa diakses setiap negara yang membutuhkan. Selama ini kesenjangan dalam kesiapsiagaan pandemi terhitung sebesar 10 miliar dollar AS. ”Kami berharap pendanaan ini dibentuk pada akhir masa presidensi G20 Indonesia dan dapat dioperasikan dibawah struktur tata kelola dengan pengawasan ketat. Pendanaan bermanfaat guna meningkatkan kapasitas global dalam pencegahan, persiapan, dan respons terhadap pandemi di masa mendatang,” ujar Nadia. Usulan lain ialah pembentukan jejaring penelitian dan manufaktur untuk vaksin, obat-obatan, dan alat diagnostik. Setidaknya tujuh negara sepakat membentuk jejaring itu. Usulan-usulan itu, menurut Nadia, terdokumentasi dalam chair summary. Selanjutnya, materi itu akan diperdalam melalui pertemuan G20 Joint Finance-Health Ministers Meeting sebelum KTT G20 berlangsung.
Dalam bidang ekonomi, Presidensi G20 Indonesia mencatat langkah positif. Jumat pekan lalu, dalam pertemuan di Bogor, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, berbagai kesepakatan dapat dicapai di level teknis kerja sama. Terkait isu krisis pangan, misalnya, anggota G20 mengumpulkan total dana komitmen 60,5 miliar dollar AS atau Rp 944,6 triliun. Dana ditujukan bagi program tanggap ketahanan pangan yang akan disalurkan melalui inisiatif kolaborasi global dan regional lewat bank pembangunan multilateral. Inisiatif itu, antara lain, program Food Security Response lewat Bank Dunia (30 miliar dollar AS), program Addressing Food Security lewat Bank Pembangunan Asia atau ADB (14 miliar dollar AS), dan Food Security Response lewat Bank Pembangunan Islam atau IsDB (10,5 miliar dollar AS). (Yoga)
Jepang Tingkatkan Anggaran Pertahanan
Jepang akan meningkatkan anggaran pertahanan menjadi dua kali lipat, yakni dua % PDB negara tersebut. Jepang melakukannya dengan alasan dikelilingi pihak-pihak yang tak mau mematuhiaturan internasional mengenai perdamaian dan kestabilan internasional. Hal itu diungkapkan PM Jepang Fumio Kishida saat membuka pertemuan angkatan laut dari 12 negara, Minggu (6/11) di Teluk Sagami, Yokohama. Acara diikuti oleh AL AS, Inggris, Perancis, Australia, Korsel, dan India. ”Jepang tetap berpegang pada prinsip negara pasifis seperti yang kita jalani sejak berakhirnya Perang Dunia II. Namun, kita harus siap mempertahankan diri karena ada banyak pihak yang agresif yang tidak mengikuti prinsip perdamaian dunia, terutama di Laut China Selatan dan Laut China Timur,” kata Kishida, seperti dikutip Nikkei.
Kishida tak secara gamblang menyebut China dan Rusia, tetapi jelas pidatonya mengacu pada kedua negara tersebut. Presiden China Xi Jinping berkali-kali mengatakan hendak menyatukan kembali Taiwan dengan China. Mereka semakin rajin melakukan kegiatan militer di Selat Taiwan, Laut China Selatan, dan Laut China Timur. Pada Agustus lalu, China melakukan latihan militer dan menembakkan rudal. Ada lima yang jatuh di perairan Pulau Nansei milik Jepang. Pada Februari, Rusia menginvasi Ukraina. Merebak kekhawatiran, ini akan memicu China melakukan hal serupa atas Taiwan. Salah satu negarawan yang terus mengungkit kekhawatiran ini adalah almarhum PM Jepang Shinzo Abe. ”Ancaman kepada Taiwan adalah ancaman kepada Jepang. Negara kita berdekatan dan terlepas perkataan China, Jepang akan terkena dampak yang merugikan,” kata Abe semasa hidupnya. (Yoga)
Sentimen Positif Mengerek Indeks Hingga Akhir Tahun
Di tengah bayangan resesi ekonomi dunia dan akselerasi kenaikan suku bunga acuan sejumlah bank sentral, ekonomi Indonesia diyakini tetap bertumbuh inklusif. Bagusnya laporan keuangan emiten kuartal ketiga menambah kuat sentimen positif para pelaku pasar. IHSG di Bursa Efek Indonesia BEI bakal terkerek menembus level 7.500 di akhir Desember 2022, naik 6% dari posisi Jumat (4/11). Seperti tahun sebelumnya, window dressing yang dilakukan para manajer investasi ikut mengerek indeks. Namun, capital outflow akibat kenaikan fed funds rate (FFR), suku bunga acuan Bank Sentral AS, bisa menjadi faktor penghambat yang harus diwaspadai.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta memproyeksikan, IHSG pada akhir November ini berada di rentang 6.927-7.157, sebelum akhirnya menguat lagi hingga akhir 2022. IHSG ditutup naik 0,16% pada perdagangan Jumat (4/11) ke 7.045,5. “Dari domestik, yang paling dinantikan adalah data PDB Indonesia kuartal III-2022, yang kami perkirakan naik ke 5,6% dari 5,44% di kuartal II dan 5,01% triwulan I. Jadi, otomatis, jika hasilnya sesuai atau di atas ekspektasi, hal ini bisa memberikan katalis positif mengangkat IHSG,” kata Nafan kepada Investor Daily, Sabtu (5/11). Menkeu Sri Mulyani yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 di atas 5,5% (yoy). Pada kuartal IV, pertumbuhan diperkirakan di atas 5% sehingga sepanjang tahun ini mencapai 5,2%, dan tahun depan bisa 5,3%. (Yoga)
GoTo Dorong Mitra UMKM Kuasai Pasar
Grup GoTo (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk), ekosistem digital terbesar Indonesia yang menaungi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial, berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap kemajuan UMKM di berbagai situasi ekonomi dan siap menghadapi pasar. Pada Konferensi Maju Digital 2022 (KoMD) yang diselenggarakan akhir Oktober lalu dengan tema ‘Transformasi Usaha Digital dan Ramah Lingkungan’, tercatat lebih dari 50 ribu UMKM, baik secara daring maupun luring berkumpul. Mereka diajak berdiskusi, belajar bersama, dan berjejaring dalam ekosistem GoTo. Group Head of Merchant Marketing Gojek dan GoTo Financial Bayu Ramadhan mengatakan, KoMD merupakan konferensi UMKM nasional terbesar dari Grup GoTo untuk mendorong kapasitas pegiat UMKM Indonesia melalui berbagai inisiatif dan solusi teknologi.
Hal tersebut dilakukan agar mereka dapat terus beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha masa terkini. “Kehadiran KoMD 2022 dilatarbelakangi oleh tingginya animo peserta rangkaian KoMD 2021,” jelas Bayu di Jakarta, akhir pekan lalu. Sementara itu, VP of Seller Experience Tokopedia Puput Hidayat melanjutkan, sebagai kelanjutan dari KoMD 2021, Grup GoTo juga telah secara rutin menyelenggarakan Kelas Maju Digital (KeMD) sejak tahun 2021. Melalui KeMD, Grup GoTo memberikan pembekalan terkait pengembangan usaha dan kompetensi kewirausahaan agar UMKM di seluruh penjuru Indonesia agar semakin menjadi pilihan masyarakat. (Yoga)
Bapanas Masifkan Upaya Pengendalian Inflasi Pamgan
Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas/NFA) terus meningkatkan extra effort pengendalian inflasi pangan untuk mempertahankan tren penurunan inflasi (deflasi) yang terjadi pada Oktober 2022. Upaya yang dilakukan di antaranya dengan terus melakukan operasi pasar dan pemantauan ketat atas perkembangan stok dan harga pangan harian di tingkat produsen maupun konsumen. BPS melaporkan terjadinya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,87 pada September 2022 menjadi 112,75 pada Oktober 2022 atau terjadi deflasi 0,11% secara bulanan (month-to-month/m-to-m) dengan kontribusi terbesar dari sektor pangan. Deflasi yang terjadi pada Oktober itu merupakan kabar baik, terlebih kondisi tersebut dipicu turunnya inflasi pangan sebesar 0,25% (m-to-m).
“Kami merespons dengan baik per[1]kembangan tersebut, ini menunjukkan keberhasilan kerja keras yang telah dilakukan seluruh stakeholder pangan dari pusat hingga daerah dalam menjaga stabilitas stok dan harga pangan, namun kita jangan sampai lengah,” ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi. Dalam publikasi Bapanas, Minggu (06/11), Arief memastikan, Bapanas bersama seluruh kementerian/lembaga terkait, dinas urusan pangan di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota, serta seluruh stakeholder yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah akan terus mendorong dan mengawal pelaksanaan extra effort pengendalian in[1]flasi pangan secara konsisten. (Yoga)
Daley Capital Jual 600 Juta Saham Bakrie Brothers
Daley Capital Limited menjual 600 juta saham PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR). Sehingga, kepemilikan Daley Capital di perusahaan Grup Bakrie tersebut berkurang dari 9,68% menjadi 6,85%. Corporate Secretary Bakrie & Brothers Christofer Alexander Uktolseja mengungkapkan, penjualan saham BNBR dilakukan Daley Capital dalam dua tahap. Pada tahap pertama, Daley Capital menjual 300 juta saham, sehinggga kepemilikannya berkurang dari 2.048.748.461 saham atau 9,68% menjadi 1.748.461 saham atau 8,26%. Selanjutnya, Daley Capital kembali menjual 300 juta saham BNBR sehingga mengurangi kepemilikan sahamnya menjadi 1.448.748.461 saham atau 6,85%.
“Perseroan tidak mengetahui harga transaksi, tanggal transaksi, dan tujuan transaksi,” kata Christofer dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu. Christofer menegaskan, pihaknya tidak mengetahui harga transaksi, tanggal transaksi, maupun tujuan transaksi tersebut. Pada perdagangan Jumat (4/11/2022), saham BNBR ditutup melemah Rp 2 atau 2,86% ke posisi Rp 68. Saham tersebut ditransaksikan sebanyak 3.899 kali dengan nilai Rp 19,65 miliar dan kapitalisasi pasar (market cap) senilai Rp 1,44 triliun. Sejak awal tahun ini hingga penutupan perdagangan kemarin, saham BNBR telah menguat 36%. (Yoga)
Terkikis Laba Akibat Harga Saham GoTo
Investasi PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menambah beban induk perusahaannya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Aksi korporasi tersebut berkontribusi mengikis laba usaha konsolidasi Telkom pada kuartal III 2022. Telkom mencatat laba usaha konsolidasi senilai Rp 31,5 triliun pada kuartal III tahun ini. Dibanding laba pada periode yang sama tahun lalu, nilainya turun dari Rp 36,3 triliun. Komponen biaya dan beban perusahaan tak banyak berbeda dalam dua periode waktu tersebut, kecuali pada bagian perolehan hasil investasi pada ekuitas. Telkom mencatat kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi sebesar Rp 3,08 triliun pada sembilan bulan pertama tahun ini. Angka itu berasal dari investasi saham di berbagai perusahaan startup yang bergerak di bidang informasi dan teknologi. Salah satunya berasal dari aksi korporasi Telkomsel di GoTo dengan kerugian sebesar Rp 3,06 triliun.
Dalam laporan keuangannya, Telkom menjelaskan bahwa kerugian tersebut dihitung menggunakan nilai pasar saham GoTo sebesar Rp 246 per saham. Kepemilikan saham Telkomsel saat ini sebanyak 23,7 miliar lembar. Jumlah kerugian ini tercatat paling besar sepanjang 2022, lantaran harga saham GoTo terus turun. Pada kuartal pertama, Telkom mencatat kerugian yang belum direalisasi dari investasi di GoTo senilai Rp 881 miliar karena harga saham emiten ini Rp 338 per lembar. Sedangkan pada kuartal berikutnya, Telkom mencatat keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi di GoTo. Jumlahnya Rp 305 miliar, dihitung dengan nilai pasar saham GoTo sebesar Rp 388 per saham. Meski laba usaha terkikis, Dirut Telkom Ririek Adriansyah menyatakan kinerja perusahaan dan entitas anaknya masih positif. (Yoga)
Mendorong Peningkatan Peran Perempuan dalam Perekonomian
Bank OCBC NISP mendorong kontribusi lebih besar kaum perempuan di dunia bisnis dan perekonomian melalui program Tidak Ada yang Tidak Bisa atau #TAYTB Women Warriors. Salah satu kampanye dalam program ini ialah CurrenShe, yang berfokus menyebarkan semangat agar perempuan dapat semakin berkontribusi pada perekonomian nasional secara lebih maksimal. Berdasarkan data Kementeriam Koperasi dan UKM, kontribusi UMKM terhadap pendapatan nasional mencapai 61,1 % pada 2021. Sebagian besar UMKM, yakni sekitar 65,5 % (37 juta unit usaha), dikelola oleh kaum perempuan. Selain itu, berdasarkan survei Bank Indonesia, proporsi perempuan di posisi strategis perusahaan terus tumbuh, serta terdapat proyeksi tambahan produk domestik bruto dunia sebesar US$ 28 triliun apabila kesetaraan gender berlaku luas.
Presdir OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, mengatakan aneka data itu memperlihatkan bahwa peran perempuan sangat besar dalam perekonomian bangsa. "Melalui CurrenShe, kami mendorong agar perempuan bisa terus berkarya, berbisnis, terjun langsung ke dunia usaha, serta agar tidak segan menjadi pemimpin di sektor ekonomi," ujarnya dalam peluncuran kampanye tersebut di Jakarta, Kamis, 3 November lalu. OCBC NISP, kata Parwati, melalui program #TAYTB Women Warriors telah menyalurkan kredit khusus bagi kaum perempuan. Per Januari-September 2022, penyaluran kredit ini telah mencapai Rp 3 triliun, naik 38,2 % secara tahunan. Secara internal, OCBC NISP juga mendorong peningkatan jumlah karyawan perempuan di perusahaan. Saat ini, menurut Parwati, 54 % karyawan OCBC NISP adalah perempuan. Di tingkat dewan direksi perusahaan, porsi perempuan mencapai 44 %. Sedangkan di level dewan komisaris, porsi perempuan sebanyak 25 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









