DERU KENCANG MESIN EKONOMI
Mesin ekonomi masih menderu kencang kendati sempat dilanda kecemasan lantaran pelemahan daya beli akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022, serta lesatan inflasi. Hal itu tecermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 di angka 5,72% (year-on-year/YoY), naik dibandingkan dengan kuartal II/2022 sebesar 5,44% (YoY). Capaian itu bahkan malampaui proyeksi pemerintah dan sejumlah ekonom. Beberapa kontributor produk domestik bruto (PDB) pun berhasil mencatatkan pertumbuhan, terutama pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi dan ekspor. Akan tetapi, kewaspadaan patut tetap ditanamkan mengingat kian beratnya tantangan ekonomi pada kuartal terakhir tahun ini. Apalagi, pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menjadi penyumbang terbesar PDB melandai, yakni dari 5,51% pada kuartal II/2022 menjadi 5,39% pada kuartal III/2022. Kondisi ini pun meningkatkan risiko tereduksinya konsumsi di sisa tahun ini, terutama seiring dengan tren lonjakan inflasi baik yang dipengaruhi faktor domestik maupun global. Kepala BPS Margo Yuwono, mengatakan konsumsi rumah tangga mencerminkan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek. Adapun, geliat ekonomi jangka panjang tercermin dari ekspor dan investasi. “Memang yang bagus ke depan, ekspor dan investasi PMTB makin menguat, itu menunjukkan perekonomian yang makin robust,” katanya, Senin (7/11).
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023