Pengendalian Covid-19 Merugikan Ekonomi Tiongkok
Situasi Covid-19 di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dilaporkan makin buruk sehingga mencegah Negeri Tirai Bambu itu untuk membasmi virus dan melonggarkan kontrolnya. Berdasarkan laporan Nomura pada Senin (7/11) langkah-langkah pengendalian Covid di Tiongkok berdampak negatif menggerus 12,2% PDB nasional. Angka itu naik dari 9,5% seminggu yang lalu. Bank yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang itu mengungkapkan bahwa lebih dari seperlima populasi Tiongkok tunduk pada langkah-langkah pengendalian tersebut. Sebagai informasi, jumlah kasus harian di Tiongkok melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan selama akhir pekan lalu. Bahkan otoritas Provinsi Guangzhou telah menunda acara pemeran otomotif tanpa batas waktu tertentu. Yang seharusnya dimulai pada minggu depan. Media sosial juga menyebutkan sekolah-sekolah di Beijing sedang kebingungan apakah bakal mengalihkan proses belajar di kelas ke daring (online). Sementara Guangdong menjadi provinsi yang paling terpukul karena sebagian besar kasus terkonsentrasi di satu distrik. Kasus infeksi Covid baru-baru ini dilaporkan ada di lebih dari 20 dari 31 wilayah tingkat provinsi di Tiongkok.
“Satu hal yang sangat jelas, banyak acara bisnis telah dibatalkan dan ditunda. Orang-orang tidak berani bepergian. Terlalu banyak pembatasan,” ujar Klaus Zenkel, wakil presiden Kamar Dagang Uni Eropa UE (EU Chamber of Commerce) di Tiongkok dan ketua cabang wilayah Tiongkok Selatan, pada Selasa (8/11), yang dilansir CNBC. Dia juga memberi catatan tentang bagaimana perusahaan dari Guangzhou dan Shenzhen yang bahkan tidak dapat bergabung dalam pameran impor internasional Tiongkok di Shanghai pada minggu ini. Peningkatan dampak Covid pada perekonomian Tiongkok dilaporkan terjadi selama seminggu, di mana banyak investor berspekulasi bahwa Tiongkok bakal segera melonggarkan kebijakan ketat Covid-nya. Tetapi para pejabat menepis desas-desus tersebut pada Sabtu (5/11) dan menegaskan dalam konferensi pers bahwa kebijakan nihil Covid saat ini tetap ada. “Kami terus percaya bahwa, sementara Beijing dapat menyempurnakan beberapa tindakan Covid-nya dalam beberapa minggu mendatang, langkah-langkah penyesuaian tersebut dapat diimbangi oleh pengetatan pejabat lokal terhadap strategi nihil Covid,” kata Kepala Ekonom Nomura Tiongkok Ting Lu dan tim dalam laporan Senin. Berdasarkan catatan, Tiongkok Daratan telah melaporkan lebih dari 800 infeksi Covid dengan gejala dan lebih dari 6.600 tanpa gejala pada Senin. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023