Ekonomi
( 40789 )Inflasi, Suku Bunga, & Indonesia
Sinyal yang ditunggu akhirnya datang juga. Amerika Serikat (AS) baru saja merilis data inflasi bulan Oktober. Dalam rilis tersebut, inflasi di AS tercatat sebesar 7,7% (year-on-year/YoY) atau lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi pasar. Di sisi lain, laju inflasi inti juga mulai melambat. Tingkat inflasi inti, atau inflasi di luar volatile foods dan energi, berada pada level 6,3%, turun dibanding bulan sebelumnya sebesar 6,6%. Ini menjadi sinyal positif bahwa inflasi di AS telah mulai meninggalkan puncaknya, dan perlahan melandai. Dalam beberapa waktu terakhir, AS sedang menghadapi situasi yang tak mudah. Laju inflasi berada pada level tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Harga-harga kebutuhan pokok, seperti bensin, listrik, dan bahan makanan melonjak tajam. Kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan suku bunga oleh the Fed.Laju inflasi yang terus menanjak tinggi harus direspons dengan kenaikan suku bunga yang agresif. Bahkan, kebijakan saat ini dianggap sebagai salah satu kebijakan paling agresif dalam sejarah The Fed. Tak heran apabila dianggap agresif, mengingat sepanjang 2022 The Fed telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 375 bps. Yang terbaru, pada pertemuan bulan November ini, The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps ke level 3,75%—4,0%.
Sebagai negara dengan perekonomian paling berpengaruh di dunia, apa yang terjadi di AS tentu akan merambat ke negara lain, termasuk Indonesia. Sebagai contoh, ekspansi PMI manufaktur Indonesia mulai melambat seiring dengan melambatnya pesanan baru dari luar negeri dan menguatnya Dolar AS. Contoh lain juga terjadi di pasar keuangan. Sama dengan yang terjadi di banyak negara berkembang lainnya, telah terjadi aliran modal asing keluar di pasar Surat Berharga Negara (SBN) cukup deras, yaitu sebesar Rp176,29 triliun hingga pekan pertama bulan November. Derasnya aliran modal asing keluar tersebut berdampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah yang menyentuh level Rp14.600an per dolar AS, atau melemah di kisaran 9% (YtD). Pelemahan rupiah tergolong masih moderat dan terkendali bila dibandingkan dengan banyak negara berkembang lainnya. Tetap saja ini harus diwaspadai karena dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan inflasi, terutama yang berasal dari imported inflation akibat pelemahan nilai tukar. Meskipun inflasi masih terkendali dan lebih rendah dari perkiraan awal, Indonesia akan terus mewaspadai risiko tersebut dengan terus melakukan upaya stabilisasi nilai tukar.Dampak dari agresivitas kebijakan moneter The Fed memang tak bisa dihindari oleh negara mana pun. Beruntungnya, dampak yang ditimbulkan oleh agresifnya kebijakan moneter The Fed masih sangat manageable di Indonesia. Tidak hanya bermodal keberuntungan, resiliensi perekonomian Indonesia utamanya juga didukung oleh kredibilitas kebijakan ekonomi dan sektor keuangan, sehingga gelombang risiko yang datang mampu dimitigasi dengan baik.
Proyeksi Bisnis 2023 : Logistik Dalam Tren Pertumbuhan
Perusahaan jasa pengiriman ekspres memprediksi sektor logistik masih melanjutkan tren pertumbuhan pada 2023, kendati ada ancaman resesi global.
Chief Operating Officer (COO) Lalamove Paul Loo mengatakan bahwa sektor logistik masih mampu berdaya terlepas oleh situasi menantang pada tahun depan. Menurutnya, Lalamove tetap membidik target pertumbuhan tiga digit seperti tahun sebelumnya. Hal itu, menurutnya, tecermin dari pertumbuhan mitra bisnis yang tembus hingga 328% sejak era pandemi Covid-19.“Untuk menghadapi tahun 2023, kami bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan tiga digit dari tahun ke tahun. Ini akan menjadi kesempatan untuk mempercepat kinerja kami, terutama selama masa pemulihan setelah pandemi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (14/11).Pada tahun depan, Paul memprediksi ada pergeseran perilaku dengan makin banyak pesanan pengiriman paket menggunakan angkutan van dan pick-up boxes.
“Khususnya untuk pengiriman paket e-commerce kepada penerima dan pemindahan barang untuk memungkinkan pembangunan infrastruktur di Indonesia,” lanjutnya.Managing Director Lalamove Indonesia Andi M. Rizki juga menyampaikan bahwa gejolak sektor logistik sudah terjadi sejak tahun ini. Dia mencontohkan penaikan harga BBM yang juga berimbas kepada perusahaan jasa pengiriman barang.
Perusahaan pengiriman ekspres berbasis teknologi, Paxel, juga menargetkan pertumbuhan bisnis pada 2023 kendati lebih moderat.Direktur Utama Paxel.co Zaldy Ilham Masita mengatakan bahwa target moderat itu mengacu adanya penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan biaya operasional perusahaan pada tahun depan.“Untuk 2023 kita tidak berharap banyak, karena adanya penurunan daya beli masyarakat dan kenaikan biaya-biaya karena kenaikan [harga] BBM dan UMR. Kita berharap bisa tumbuh 25%–35% dibandingkan 2022 sudah bagus,” kata Zaldy.
Jelang akhir tahun, Zaldy berharap kinerja pengiriman akan dipacu oleh tingginya permintaan pada libur Natal dan tahun baru.
Moda Raya Terpadu : 2 Negara Akan Garap MRT Jakarta
Inggris dan Jepang menyatakan berminat menggarap proyek moda raya terpadu atau MRT Jakarta koridor timur–barat atau Cikarang Bekasi—Balaraja, Tangerang sepanjang 87 kilometer.Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Owen Jenkins menyatakan, Inggris menyiapkan pendanaan sebesar US$1,25 miliar atau setara dengan Rp19,3 triliun (kurs Rp15.499), untuk pengembangan Proyek MRT fase lanjutan.“Inggris selalu siap untuk mendukung Kementerian Perhubungan dan Pemerintah DKI Jakarta untuk mengembangkan fase-fase MRT berikutnya, termasuk melalui Expression of Interest dari UK Export Finance untuk menyiapkan pendanaan sebesar US$1,25 miliar. Kami siap untuk berkolaborasi dengan seluruh mitra untuk membawa kerja sama ini ke tahap selanjutnya,” ujar Owen dikutip dari keterangan pers, Senin (14/11).
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri untuk Kerja Sama Luar Negeri Jepang Satoru Mizushima juga menyatakan siap untuk memfasilitasi pengembangan proyek MRT lanjutan. Satoru mewakili Pemerintah Jepang dalam menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) Proyek MRT Fase 3 timur–barat.Jepang telah berpartisipasi pada proyek MRT Jakarta Fase 1 Lebak Bulus—Bundaran HI yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2019.
Laju Indeks Bursa Bisa Tertekan Kenaikan Suku Bunga
Pondasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diuji pekan ini. Pada 16-17 November 2022, Bank Indonesia (BI) kembali menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pelaku pasar mencermati kebijakan suku bunga acuan BI atau BI 7-day reverse repo rate (BI 7-day-RR).
Analis memperkirakan, bank sentral kembali mengerek naik suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) menjadi 5% dari 4,75% bulan ini. Jika prediksi ini tidak meleset, ini adalah kali keempat BI menaikkan suku bunga sejak Agustus 2022.
Proyeksi kenaikan BI 7-day-RR tersebut tidak seagresif kenaikan di Oktober. Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menganalisa, ada beberapa pertimbangan BI mengatrol suku bunganya. Dari eksternal, inflasi Amerika Serikat (AS) di Oktober tercatat naik 7,7%. Ini lebih rendah dari inflasi AS di September 2022 sebesar 8,2%.
Dari internal, laju inflasi tahunan Indonesia juga masih tinggi. Berdasarkan survei pemantauan harga BI, pada pekan kedua November ini masih terjadi inflasi 0,11% secara bulanan. Kebijakan suku bunga acuan dinilai bakal menjadi langkah BI untuk menjangkar inflasi.
Kenaikan bunga BI bakal menentukan arah IHSG ke depan. Berkaca pengalaman sebelumnya, IHSG selalu kehabisan tenaga melawan kenaikan suku bunga BI. Contohnya, September lalu BI memutuskan menaikkan suku bunga dari 3,75 jadi 4,25%.
Impor Meningkat, Surplus Dagang Turun
Surplus neraca perdagangan bisa menyusut lantaran nilai ekspor yang melandai seiring menurunnya harga komoditas. Ditambah lagi, nilai impor mulai meningkat menjelang akhir tahun.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan Oktober 2022 sebesar US$ 4,47 miliar. Angka ini menyusut dari surplus bulan sebelumnya yang sebesar US$ 4,99 miliar.
David melihat, surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2022 didorong oleh kinerja ekspor, terutama sektor komoditas yang masih mengalami kenaikan, seperti crude palm oil (CPO) dan batubara. Ia memperkirakan, nilai ekspor Oktober 2022 mencapai US$ 24 miliar.
Chief Economist Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memperkirakan, neraca perdagangan ke depan masih akan mencetak surplus. Namun, nilainya makin landai seiring tren penurunan harga komoditas ekspor utama Indonesia, seperti CPO dan batubara.
OJK Kaji Rencana Bumiputera
Pemegang polis Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 masih harus bersabar menanti pembayaran klaim yang tak kunjung dibayar. Perusahaan asuransi mutual ini masih perlu melakukan penyehatan keuangan.
Juru Bicara Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumputera 1912, RM Bagus Irawan menyatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) oleh Otoritas Jasa Keuangan.
"Manajemen saat ini masih menunggu RPK di setujui oleh OJK. Dan OJK masih menunggu hasil konsultan spesialis dari World Bank," ujar Bagus kepada KONTAN, akhir pekan lalu
MAGNET KUAT PRESIDENSI G20
Capaian ekonomi yang cukup solid sepanjang tahun berjalan 2022 memberikan modal tebal bagi pemerintah untuk menjaring komitmen investasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, pekan ini. Hal itu ditandai dengan mengalirnya kesepakatan investasi oleh penanam modal terutama asing, baik yang difasilitasi langsung oleh pemerintah maupun dunia usaha melalui forum B20 Summit. Hingga akhir pekan lalu, kelompok pebisnis yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berhasil mengamankan 18 perjanjian kesepakatan investasi dengan nilai US$5 miliar dari 11 negara. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyampaikan nilai investasi tersebut akan terus bertambah selama B20 Summit yang akan berakhir hari ini. “Kemarin hanya investasi di sektor sustainability sekitar Rp75 triliun, dan masih ada penandatanganan kerja sama lagi. Kita akan raih sebesar-besarnya,” katanya di sela-sela acara pembukaan B20 Summit di Bali, Minggu (13/11). Dia menambahkan bawa pertemuan B20 Summit di bawah Presidensi Indonesia diyakini dapat berdampak pada peningkatan investasi khususnya pada tiga sektor prioritas Presidensi G20 Indonesia, yaitu di kesehatan, transisi energi hijau, dan transformasi digital. Ketua B20 Indonesia Shinta W. Kamdani menjelaskan akan ada kesepakatan-kesepakatan investasi lainnya di luar sektor yang menjadi prioritas Presidensi G20 Indonesia. Komitmen investasi yang berhasil ditampung oleh pelaku usaha itu kian mengonfirmasi bahwa fondasi ekonomi nasional cukup tangguh. Apalagi, pertumbuhan ekonomi kuartal III/2022 yang mencapai 5,72% (year-on-year/YoY), lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal II/2022 sebesar 5,44% (YoY), menandakan Indonesia berhasil bangkit dari tekanan. Pada saat yang sama, inflasi juga melandai yakni dari 5,95% (YoY) pada September 2022 menjadi 5,71% (YoY) pada Oktober. Data ini menandai bahwa Indonesia mampu mengelola krisis energi dengan baik, terutama pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
KTT G20 : DANA SEGAR MENGALIR US$20 MILIAR
Indonesia mendapatkan kucuran dana segar US$20 miliar untuk memangkas ketergantungan terhadap pembangkit listrik berbasis batu bara. Perincian dana itu akan dipublikasikan dalam Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pekan ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Bisnis, pembiayaan senilai US$20 miliar itu bersumber dari Amerika Serikat (AS), Jepang, serta Just Energy Transition Partnership (JETP).Komitmen ini merupakan hasil dari negosiasi yang dilakukan antara Pemerintah Indonesia dan sejumlah negara tersebut dalam setahun terakhir, dan akan disampaikan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15 November 2022.Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa kesepakatan itu akan disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo setelah bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dalam KTT G20 Bali.
Sejalan dengan itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Indonesia akan menghentikan operasional PLTU lebih cepat. Bahkan, pemerintah dan PT PLN (Persero) telah mengidentifikasi PLTU mana saja yang akan dihentikan operasionalnya.
PENGHILIRAN MINERAL LOGAM : Hyundai Amankan Pasokan Aluminium dari ADMR
Hyundai Motor Company mendapatkan kepastian pasokan aluminium dari PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. di tengah peningkatan permintaan komoditas tersebut untuk industri otomotif. Hyundai Motor Company dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) menandatangani nota kesepahaman untuk menjamin pasokan aluminium di tengah meningkatnya permintaan terhadap aluminium untuk manufaktur otomotif. Dalam kerja sama tersebut, Hyundai bakal mendapatkan aluminium dari anak perusahaan ADMR, yaitu PT Kalimantan Aluminium Industry. Penandatanganan nota kesepahaman antara Hyundai Motor Company dan ADMR dilakukan di sela-sela pertemuan B20 oleh CEO Hyundai Motor Company Jaehoon Chang dan Presiden Komisaris ADMR Garibaldi Thohir.
“Kerja sama smelter aluminium ini juga diharapkan bakal memperkuat hubungan kerja sama antara Hyundai Motor Company dan Indonesia dengan sinergi yang lebih kuat,” kata dia, Minggu (13/11). Adapun, kerja sama dalam nota kesepahaman tersebut meliputi produksi dan pasokan aluminium dari Kalimantan Aluminium Industry.
Christian Ariano Rachmat, Presiden Direktur Adaro Minerals Indonesia, mengatakan bahwa kerja sama tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap proses penghiliran mineral Indonesia di kawasan industri hijau terbesar dunia yang berlokasi di Kalimantan Utara.
KTT G20, Dana Pandemi Bantu Atasi Kesenjangan
Dana Pandemi yang resmi diluncurkan dalam presidensi G20 Indonesia diharapkan dapat mengatasi kesenjangan pembiayaan pandemi secara global di masa depan. Tata kelola pemanfaatan dana ini pun perlu dipastikan inklusif, terutama bagi negara miskin dan berkembang, sehingga tujuan mencapai kesetaraan terwujud. Pandemi Covid-19 telah menunjukkan lemahnya sistem ketahanan kesehatan global. Kesenjangan pembiayaan dalam penanganan pandemi terhitung amat besar. WHO dan Bank Dunia mengestimasikan biaya yang dibutuhkan untuk menutup kesenjangan tersebut mencapai 10,5 miliar dollar AS. Menkeu Sri Mulyani dalam acara peluncuran Dana Pandemi di Nusa Dua, Bali, Minggu (13/11) menyampaikan, pandemi membuktikan lemahnya sistem kesehatan di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Kapasitas laboratorium, SDM, infrastruktur kesehatan, sistem diagnostik, dan layanan kesehatan primer tak memadai.
”Ketika pandemi menghatam negara-negara tersebut, kondisi itu dapat menimbulkan risiko global. Maka, ketika dunia menghadapi pandemi, kita baru bisa mengatasinya saat semua negara siap dan mampu menghadapinya,” tuturnya. Menurut Sri Mulyani, pembiayaan internasional berperan penting mendukung negara berpenghasilan rendah dan menengah agar lebih siap menghadapi persoalan kesehatan di masa depan. Karena menjadi inisiatif global, keterlibatan berbagai pihak dibutuhkan untuk mendukung pendanaan itu. ”Kami akan terus membangun tata kelola yang lebih inklusif dan semakin memperkuat arsitektur kesehatan global. Dana Pandemi ini menjadi tonggak penting sekaligus titik awal bagi kita semua bahwa G20 mampu menghasilkan aksi konkret yang berdampak global,” ujarnya. Sebanyak 20 donor, yang terdiri dari negara anggota G20, negara non-G20, dan lembaga filantropi dunia, telah berkomitmen dalam Dana Pandemi. Setidaknya komitmen yang terkumpul mencapai 1,4 miliar dollar AS. Dana ini semakin bertambah dengan adanya komitmen dari pihak-pihak lain. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









