Ekonomi
( 40512 )Oktober, Neraca Perdagangan Surplus US$ 5,67 Miliar
JAKARTA, ID – Neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 5,67 miliar pada Oktober 2022, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar US$ 4,99 miliar, melanjutkan tren positif selama 30 bulan beruntun. Kenaikan surplus perdagangan Oktober 2022 disebabkan pertumbuhan ekspor dan penurunan impor secara bulanan (month to month/mtm). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor nasional tumbuh 0,13% secara bulanan menjadi US$ 24,81 miliar pada Oktober 2022 dan tumbuh 12,3% secara tahunan (year on year/yoy) dari US$ 22,09 miliar. Pertumbuhan ekspor secara tahunan melambat dibandingkan peptember 2022 yang mencapai 20,3%. Ini dipicu penurunan harga komoditas andalan ekspor, seperti minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar 2,24% secara bulanan, bijih besi 7,26%, nikel 3,25%, dan gas alam 27,61%. (Yetede)
”Hunger Games” di Bola Krisis Pangan
Bola krisis pangan dunia terus menggelinding menjelang perhelatan Piala Dunia Qatar 2022 pada 20 November-18 Desember. Rusia sebagai pemain utama masih menjadi penentu berakhirnya ”hunger games” tersebut. Berikut faktor x di luar kendali setiap negara, yakni cuaca. Black Sea Grain Initiative atau Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam memegang peran kunci. Dunia tengah menanti perpanjangan perjanjian ekspor biji-bijian dan pupuk yang akan berakhir pada 18 November 2022 itu. Rusia sempat menarik diri dari koridor inisiatif itu pada 10 Oktober 2022. Namun, dua hari kemudian, Rusia kembali bersedia berunding. Dalam ASEAN Summit 2022 di Phnom Penh, Kamboja, Menlu Ukraina Dmytro Kuleba unjuk bicara. Dia mendesak negara-negara Asia Tenggara mengambil langkah terhadap Rusia agar menghentikan permainan yang menyebabkan kelaparan atau ”hunger games” dunia. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) mengingatkan, dunia perlu memperhitungkan faktor cuaca.
Kondisi cuaca di Amerika Selatan, khususnya Brasil dan Argentina, membaik sehingga akan meningkatkan produksi jagung dan kedelai. Namun, di sebagian AS masih terjadi kekeringan. Cuaca ekstrem juga melanda Australia sehingga akan berpengaruh pada panen gandum. Kedua faktor itu bakal menjadi penentu harga sejumlah komoditas pangan dan pupuk dunia menjelang akhir tahun dan awal tahun depan. Dalam beberapa bulan terakhir, harga mayoritas komoditas pangan dan pupuk dunia telah turun meski masih lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu. Namun untuk mendapat keduanya, negara importir pangan dan pupuk harus merogoh kocek lebih dalam karena ”kejemawaan” dollar AS atas mata uang setiap negara. Para importir juga enggan mengimpor pangan dan pupuk dalam volume besar. Mereka takut rugi kala dollar AS berbalik melemah. (Yoga)
Hari Ini, Jokowi dan Xi Jinping Saksikan Uji Dinamis KA Cepat
JAKARTA, ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping hari ini, Rabu (16/11/2022) diagendakan menyaksikan uji dinamis Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) secara secara live melalui telekonferensi dalam rangka G20 Showcase di Bali. “Proses uji dinamis akan dilakukan sepanjang 15 km dari Stasiun Tegalluar menuju Casting Yard 4 di daerah Kopo, kota Bandung,” kata GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Rahadian Ratry dalam pernyataan resminya di Jakarta, Selasa (16/11/2022). Rahadian mengatakan, saat commercial operating date atau beroperasi komersial nanti, KCJB dapat melaju hingga 350 kilometer per jam. Namun pada proses uji dinamis kali ini, kereta inspeksi akan melaju dengan kecepatan terbatas hingga maksimal 80 km per jam. “Untuk kecepatan kereta masih terbatas, disesuaikan dengan sarana prasarana yang ada,” jelas Rahadian. Menurut dia, persiapan uji dinamis kereta inspeksi KCJB dalam rangka G20 Showcase dilakukan sejak 9 November lalu. “Selain melihat proses uji dinamis, Jokowi dan Xi Jinping juga akan menyaksikan kecanggihan teknologi kereta inspeksi KCJB,” jelas Rahadian.
Sentra Cabai Disiapkan di Keerom
Pemprov Papua menyiapkan sentra produksi cabai didua distrik atau kecamatan di Kabupaten Keerom. Luas areal untuk penanaman cabai 30 hektar. Total 36 kelompok tani terlibat dalam penanaman cabai, tersebar di empat kampung di Distrik Arso dan Skanto. Setiap kelompok terdiri atas lima hingga enam petani cabai. ”Pencanangan sentra cabai ini sebagai salah satu upaya penanganan inflasi sesuai arahan Kemendagri. Papua sebagai provinsi induk dari tiga provinsi lainnya yang baru dimekarkan harus juga memiliki kawasan sentra pertanian,” kata Sekretaris Daerah Papua Ridwan Rumasukun saat penanaman perdana bibit cabai di Keerom, Selasa (15/11).
Selanjutnya akan ada perluasan lahan pertanian hingga 200 hektar di Keerom untuk penanaman cabai, tomat, dan bawang merah. Plt Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Papua Salomon Telenggen memaparkan, masa tanam hingga panen cabai diperkirakan sekitar dua bulan. Para petani akan memasarkan cabai di Jayapura dan sekitarnya serta Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan. ”Kami akan mendampingi para petani dalam proses penanaman hingga panen. Kami membantu para petani dengan penyediaan alat kerja, bibit cabai, hingga pupuk,” ujar Salomon. Wakil Bupati Keerom Wahfir Kosasih menyambut baik pembukaan sentra pertanian di wilayahnya. Sebab, Keerom berpotensi menjadi pusat distribusi komoditas pertanian ke beberapa provinsi yang baru dimekarkan dari Papua. (Yoga)
ESDM Diminta Turunkan Kuota Produksi
Masyarakat Jambi mendesak Kementerian ESDM mengurangi kuota produksi batubara selama jalan khusus pengangkutan hasil tambang belum direalisasikan. ”Kuota produksi supaya dikurangi dulu dan jumlah kendaraan (batubara) dibatasi. Ini agar pembangunan jalan khusus batubara bisa dijalankan,” kata anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi, Elpisina, Selasa (15/11). (Yoga)
Sentilan Petani untuk Jokowi
JAKARTA- Serikat petani hingga organisasi masyarakat menyoroti pidato Presiden Joko Widodo pada Sesi Pertama Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 dengan topik besar Kondisi Ekonomi Global, Ketahanan Pangan dan Energi. Pidato pembukaan yang disampaikan Presiden Jokowi di Bali, kemarin, 15 November 2022, dianggap tidak menangkap utuh persoalan pangan saat ini, hingga dikhawatirkan tidak menghasilkan solusi yang tepat. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih menilai pidato Jokowi, yang salah satunya menekankan soal kelangkaan pupuk, kurang konprehensif dalam melihat permasalah ketahanan pangan. Dia menyebutkan pernyataan Presiden tersebut seakan-akan mengarahkan forum untuk menelurkan solusi berupa penggunaan pupuk kimia yang belakangan harganya melambung. "Jadi Jokowi salah momentum. Ditengah ancaman pemanasan global, harusnya jangan mengedapankan pupuk kimia. Dan terlampau berlebihan kalau menyatakan dunia akan kelaparan kalau tidak ada pupuk kimia. Padahal ini momentum beralih ke pupuk organik," ujar Hnery, kepada Tempo, kemarin. (Yetede)
Main Tangkap Pengeritik G20
DENPASAR- Sejumlah aktivis Indonesia People Assembly (IPA) ditangkap pada saat berdemonstrasi menentang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi G20. Koordinator IPA, Raden Deden Fajrulloh, mengatakan demonstrasi menolak KTT G20 digelar didepan Universitas Udayana pada Selasa, 15 November 2022. Setelah sekitar 7 menit aksi berlangsung, kata Deden, sejumlah aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja Bali datang dan membubarkan aksi. "Empat orang langsung dirampas dompet dan KTPnya dengan paksa, sementara koordinator lapangan aksi diarahkan masuk kampus untuk diinterogasi, sehingga barisan aksi menjadi terpisah setelah dibubarkan," kata Deden. Raden juga menuturkan aksi yang digelar di Denpasar kemarin merupakan lanjutan dari diskusi yang diselenggarakan di Universitas Udayana. Selain aksi di Bali, IPA melakukan aksi penolakan penyelengaraan G20 di sejumlah wilayah, seperti NTB, Maluku Utara, dan DKI Jakarta. Mereka menganggap agenda G20 ini sebagai pemborodan biaya. (Yetede)
Presiden: Negara Berkembang Jadi Bagian Rantai Pasok Kesehatan Global
Pandemi Covid-19 menjadi pembelajaran bagi dunia untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi darurat kesehatan global. Negara berkembang harus diberdayakan untuk menjadi bagian solusi kesehatan global. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka sesi kedua terkait isu kesehatan dalam KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11). Pada sesi pertama, dibahas mengenai keamanan pangan dan energi. ”Negara berkembang harus diberdayakan sebagai bagian dari solusi. Kesenjangan kapasitas kesehatan tidak boleh dibiarkan. Negara berkembang perlu diberdayakan dan harus jadi bagian dari rantai pasok kesehatan global, termasuk pusat manufaktur dan riset,” tutur Presiden. Ia menyampaikan, hal tersebut dapat terwujud apabila investasi industri kesehatan di negara berkembang ditingkatkan.
Kerja sama riset dan transfer teknologi juga harus diperkuat serta akses bahan baku produksi untuk negara berkembang semakin diperluas. ”Dunia tidak boleh mengulang kesalahan yang sama saat pandemi Covid-19. Ini adalah pelajaran berharga untuk menyiapkan dunia dari daru rat kesehatan. Never again harus jadi mantra kita bersama,” ucap Jokowi. Dalam pidato pembukanya, ia juga mengajak para pemimpin G20 untuk turut berkontribusi dalam Dana Pandemi atau Pandemic Fund. Dana Pandemi diluncurkan oleh Presiden Jokowi, Minggu (13/11). Dana ini diharapkan dapat memperkuat dunia agar lebih baik dalam menghadapi pandemi di masa depan. Dana Pandemi saat ini, menurut Direktur Eksekutif Sekretariat Dana Pandemi Bank Dunia,telah terkumpul 1,4 miliar USD dari 24 kontributor. (Yoga)
Utang Luar Negeri Tergerus
UTANG luar negeri (ULN) Indonesia kembali turun. Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN per akhir kuartal III-2022 sebesar US$ 394,6 miliar, turun US$ 9 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 403,6 miliar. Secara tahunan, ULN per akhir September turun 7%
year on year
(yoy). Penurunan itu lebih dalam dibandingkan penurunan pada kuartal sebelumnya, yaitu 2,9% yoy.
Secara terperinci, ULN pemerintah kuartal III-2022 sebesar US$ 182,3 miliar, turun 11,3% yoy. Penurunan terjadi karena perpindahan investasi pada surat berharga negara (SBN) domestik ke instrumen lain, dan mengurangi porsi kepemilikan investor non-residen pada SBN domestik.
Garap Peluang dari Ekosistem EV
Sejumlah emiten agresif mengembangkan bisnis ke ekosistem kendaraan listrik alias
electric vehicle
(EV). Gelaran konferensi B20 dan G20 menjadi momentum menggeber aksi korporasi di segmen ini.
Sebagai contoh, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT), Star Energy Geothermal (SEG) yang meneken nota kesepahaman (MoU) bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). MoU tersebut terkait penyediaan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk operasional kendaraan listrik berbasis baterai di wilayah operasi Star Energy.
Lalu, ada Electrum yang meneken pokok-pokok kerjasama
terms sheet
dengan Pertamina NRE, anak usaha PT Pertamina. Electrum merupakan perusahaan patungan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).
Masih dari B20 Bali, Volta menjalin kerjasama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dalam penyediaan sewa motor listrik di kawasan The Nusa Dua, tempat penyelenggaraan KTT G20. Volta merupakan anak usaha PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), anak usaha PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), yang salah satunya menggarap motor listrik.
Financial Expert
Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan, ekosistem EV akan tumbuh pesat. Ini didukung oleh bahan baku pembuatan baterai listrik sebagai komponen utama EV yang banyak terkandung di Indonesia, seperti nikel, kobalt, alumunium dan tembaga.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









