Ekonomi
( 40789 )Kinerja Kuartal III-2022 Moncer, PSSI Kejar Pertumbuhan di 2023
PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) optimistis, pertumbuhan kinerja di tahun 2023 masih akan positif. Optimisme ini tercermin dari pencapaian laba bersih PSSI di kuartal III-2022 yang masih moncer.
Di periode tersebut, PSSI mencetak pertumbuhan pendapatan 14,11% secara tahunan menjadi US$ 85,98 juta. Ini ditopang meningkatnya pendapatan sewa berjangka, terutama dari segmen kapal tunda dan tongkang (TNB), serta kapal kargo curah (MV).
Hingga kuartal III-2022, total volume angkutan PSSI mencapai 22,4 juta metrik ton lebih. Kinclongnya pendapatan mendongkrak laba bersih PSSI 114,82% secara tahunan jadi US$ 33,1 juta di kuartal III-2022 dari US$ 15,4 juta.
Iriawan Ibarat, Direktur Utama Pelita Samudera Shipping, memprediksi, pendapatan PSSI di sepanjang tahun ini akan tumbuh 5% dibandingkan 2021. Pada akhir 2021, pendapatan PSSI mencapai US$ 108,73 juta.
Era Bakar Uang Berakhir
Pemangkasan karyawan menjadi pertaruhan perusahaan rintisan atau startup berbasis teknologi dalam mengejar perbaikan kinerja keuangan. Langkah efisiensi ini merupakan upaya menekan biaya sekaligus mengakhiri strategi bakar uang untuk merealisasikan keuntungan. Menjelang akhir pekan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengumumkan pemangkasan 1.300 pegawai atau sekitar 12% dari total karyawan tetap grup Goto. “Di tengah kondisi ekonomi global yang semakin penuh tantangan, GOTO harus mengambil keputusan sulit untuk melakukan perampingan karyawan,” tulis manajemen GOTO dalam keterangan resmi, Jumat (18/11). Hanya selang beberapa jam setelah pengumuman GOTO, Ruangguru, startup edutech, memberitahukan PHK terhadap ratusan karyawannya. Tim Corporate Communications Ruangguru mengatakan keputusan sulit itu diambil karena situasi pasar global yang memburuk secara drastis. GOTO dan Ruangguru menambah daftar panjang perusahaan teknologi yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Sebelum GOTO, sejumlah startup teknologi juga melakukan hal serupa, baik di dalam maupun luar negeri. Mereka a.l. PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), Tanihub, Shopee, JD.ID, Zenius, Linkaja, Twitter, Meta, dan Amazon. Pertimbangannya, yakni efisiensi dan menipiskan rugi.
Analis Kanaka Hita Solvera, Raditya Pradana, mengatakan masalah startup di dalam negeri terletak pada tingkat monetisasi, terutama take rates yang masih rendah, tetapi pada saat yang sama bujet untuk promosi, iklan, dan overhead cost yang lain masih besar. Salah satu overhead cost lain yang besar adalah komponen upah, gaji, dan tunjangan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mencermati, meninjau ulang, dan merasionalisasi struktur biaya, yang diimbangi dengan peningkatan daya saing dan produktivitas Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia (Amvesindo) menilai pemangkasan karyawan merupakan strategi menghadapi musim dingin perusahaan teknologi atau tech winter. Bendahara Amvesindo Edward Ismawan Chamdani mengatakan startup harus bisa dalam menjaga cash-flow 1 tahun hingga 2 tahun ke depan karena kondisi ekonomi makro yang tidak menentu.
Fundamental Ekonomi : Dana Asing Lari, Neraca Pembayaran Defisit
Arus keluar dana yang kian deras dari pasar keuangan Indonesia membuat neraca pembayaran Indonesia berbalik defisit pada kuartal III/2022. Bank Indonesia melaporkan neraca pembayaran Indonesia (NPI) defisit US$1,3 miliar pada kuartal III/2022, berbanding terbalik dengan kuartal sebelumnya yang surplus US$2,4 miliar. Perkembangan itu juga berbeda dengan performa NPI periode sama tahun lalu yang mencetak surplus U$10,7 miliar. Defisit investasi portofolio yang melebar dan tren penurunan investasi langsung membuat transaksi finansial secara keseluruhan defisit US$6,1 miliar. Di sisi lain, transaksi berjalan yang surplus US$4,4 miliar tidak sanggup mengimbangi. “Aliran keluar neto investasi portofolio meningkat akibat ketidakpastian di pasar keuangan global yang makin tinggi dan kebutuhan pembayaran surat utang swasta yang jatuh tempo,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (18/11). Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat transaksi modal dan finansial masih berisiko turun pada masa depan sehingga dapat menutupi potensi aliran masuk modal asing.
Indeks Sektoral: Saham Teknologi Punya Harapan
Prospek indeks saham teknologi dipandang cerah meskipun masih negatif sepanjang tahun berjalan di tengah kenaikan bunga dan amukan badai pemutusan hubungan kerja perusahaan-perusahaan teknologi. Indeks sektor teknologi pada indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,57% pada penutupan perdagangan Jumat (18/11), setelah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengumkan pemangkasan 1.300 pegawai atau 12% dari total karyawan tetapnya. Namun, sejak awal tahun, indeks saham teknologi masih terkoreksi 23,53%. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, secara fundamental, sektor teknologi masih baik karena masyarakat dipaksa melakukan transformasi dari konvensional menjadi digital kala pandemi Covid-19. Transformasi tersebut terbilang sukses karena beberapa kegiatan sehari-hari tetap dapat dilakukan meski secara digital. Transformasi teknologi juga disebut tidak akan berhenti dalam jangka waktu satu sampai dengan dua tahun. Nico mengatakan infrastuktur teknologi perlu dibangun lebih memadai, terlebih Presiden Joko Widodo menginginkan adanya peningkatan kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2025. “Tentu ini menjadi perhatian bagi kita, khususnya pada masa yang datang. Sejauh mana situasi dan kondisi makro ekonomi, baik secara global maupun dalam negeri, yang memengaruhi saham-saham teknologi,” ujar Nico. Terkait dengan saham teknologi yang dinilai masih menarik, Nico merekomendasikan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) karena memiliki diversifikasi bisnis teknologi yang baik. Selain itu, EMTK memiliki infrastruktur yang berkembang sehingga membantu akselerasi pertumbuhan teknologi.
Hasil KTT G20 BALI : RI Raup Investasi Jumbo
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut Indonesia berhasil mengumpulkan komitmen investasi sekitar US$8 miliar atau setara dengan Rp125 triliun (kurs Rp15.680 per dolar AS) sepanjang gelaran Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali. Menurut Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, komitmen investasi sebesar US$8 miliar tersebut sudah ditandatangani. Komitmen investasi tersebut berasal dari Korea Selatan, China, dan beberapa negara Eropa. “ US$7 miliar—US$8 miliar sudah diteken kemudian negaranya ada macam-macam. Ada Korea, China, ada beberapa Eropa. Detailnya nanti pada saat kita tanda tangan HOA ,” kata Bahlil dalam keterangan resmi, Kamis (17/11). Selain komitmen investasi tersebut, Bahlil mengatakan masih ada sekitar US$10 miliar atau Rp156,8 triliun komitmen investasi yang belum bisa ditandatangani sehingga dia masih enggan untuk mengumumkan komitmen investasi tersebut.
Rantai Pasok Komponen Kendaraan: IKM Sektor Otomotif Diperkuat
Penjualan kendaraan roda empat (mobil) dan roda dua (sepeda motor) di Indonesia diproyeksi sama-sama bakal mengalami kenaikan sesuai dengan target tahun ini. Untuk itu, dukungan terhadap industri kecil menengah yang menjadi pemasok bagi industri otomotif nasional perlu diperkuat agar rantai produksi berjalan maksimal. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkirakan penjualan kendaraan roda empat mencapai 950.000 unit pada 2022 naik 8,4% dari 2021. Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mematok target penjualan kendaraan roda dua mencapai angka 5,1 juta-5,4 juta unit pada tahun ini. Apabila sesuai dengan target, penjualan motor akan tumbuh 6,7% secara tahunan. Untuk mencapai target tersebut, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menilai IKM komponen otomotif sebagai bagian dari rantai pasok industri nasional perlu diperkuat. “Tidak hanya dari sisi kompetensi SDM, teknologi mesin dan peralatan, promosi dan kemitraan, tetapi juga dari sisi kemudahan untuk mengakses bahan baku, sehingga produktivitas IKM dapat meningkat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/11).
Bank Pelat Merah Dominan
Aset perbankan di Indonesia kian besar. Namun, dari total 107 bank di Tanah Air, penguasa aset perbankan dalam negeri masih dikuasai oleh segelintir bank besar.
Sebagai gambaran, sebanyak 10 bank terbesar di dalam negeri memiliki total aset Rp 7.152,28 triliun hingga akhir September 2022. Nilai itu meningkat 3,79% dari periode sama tahun 2021 yang tercatat Rp 6.891,04 triliun.
Saat ini memang belum ada data total aset perbankan nasional hingga September 2022. Laporan terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru per Juli 2022 dengan total aset perbankan Rp 10.325,5 triliun. Sebagai perbandingan, per September 2021, 10 bank terbesar itu menguasai 70,82% total aset bank dalam negeri.
Di antara para jawara aset tersebut, dua bank BUMN tampak dominan. Lihat saja, Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat menjadi bank dengan aset terbesar di Indonesia berdasar aset konsolidasi, dengan nilai sekitar Rp 1.839,34 triliun. Sementara Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di tempat kedua dengan nilai aset konsolidasi sekitar Rp 1.684,60 triliun.
Sementara, bergabungnya PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ke dalam BBRI berandil menopang pertumbuhan aset bank ini. Total gabungan aset Pegadaian dan PNM mencapai sekitar Rp 112 triliun. Pertumbuhan kredit BBRI yang sebesar 7,9% secara tahunan juga mempertebal aset BBRI.
Fokus Dorong Pemulihan Ekonomi dalam KTT APEC
Indonesia akan fokus mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) tahun 2022. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum bertolak menuju Bangkok, Thailand untuk menghadiri perhelatan tersebut, kemarin.
"Prinsipnya,
leave no one behind. Transformasi digital, ekonomi hijau, dan hilirisasi menjadi prioritas Indonesia di APEC tahun ini," kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/11).
2023, Produksi Migas ENRG Naik 15%
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membidik produksi minyak dan gas (migas) bisa mencapai 40.000
barrel of oil equivalent
di tahun ini. Untuk tahun depan, ENRG berharap akan ada kenaikan produksi migas sebesar 10% hingga 15%.
"Dari kenaikan produksi tersebut, kami berharap bisa menaikkan penjualan dan laba bersih di tahun depan," ujar Direktur ENRG Edoardus Ardianto dalam paparan publik, Kamis (17/11).
Selama sembilan bulan pertama 2022, perusahaan milik Grup Bakrie ini telah memproduksi 5.148
barrel of oil per day
(bopd) minyak, naik 9,64% secara tahunan. Bersama dengan itu, produksi gas juga naik 1.860% menjadi 204
million standard cubic feet per day
(mmscfd).
Sebanyak tiga blok ENRG memberi kontribusi besar terhadap produksi ENRG sepanjang periode ini, yakni Blok Malacca, Blok Bentu, dan Blok Kangean. Bersamaan dengan kenaikan tingkat produksi, harga rata-rata minyak dan gas yang direalisasikan ENRG juga turut naik.
Mewaspadai Potensi Bitcoin Merosot Hingga US$ 10.000
Jelang
halving day
bitcoin pada 2020 silam, banyak pengamat memprediksi harga mata uang kripto ini berpotensi akan mencapai US$ 100.000 per BTC. Tapi alih-alih menuju US$ 100.000, saat ini harga bitcoin justru
nyungsep
ke bawah level US$ 20.000 per BTC.
Per pukul 21.15 WIB kemarin, harga bitcoin ada di level US$ 16.505,47 per BTC. Harga bitcoin mulai terus turun menjauhi US$ 20.000 sejak 9 November lalu. Robert T. Kiyosaki bahkan memprediksi harga bitcoin dapat mencapai US$ 10.000 per BTC.
Kendati begitu, para analis menilai harga kripto tidak akan jatuh hingga menyentuh level US$ 10.000.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









