Setitik Asa Ekonomi Dunia
Optimisme kembali menyeruak di antara proyeksi ‘gelap’ ekonomi dunia. Pemicunya, angin ‘perdamaian’ yang berhembus kencang dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali. Salah satunya ditandai dengan penegasan sejumlah kepala negara perihal urgensi untuk menghentikan perang Rusia-Ukraina yang menjadi biang kerok ketidakpastian global. Bahkan, sehari sebelum pembukaan KTT G20, Selasa (15/11), Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping bertemu dan berkomitmen untuk menghindari konflik dan berfokus pada pemulihan ekonomi. Hal itu pun digadang-gadang menjadi penyejuk karena sebelumnya kedua negara adi daya tersebut terlibat perang dagang yang berimbas ke negara lain. Teropong ekonomi dunia pun diyakini kembali terang setelah dibayangi lonjakan inflasi dan risiko resesi. Pada pembukaan KTT G20 kemarin, Selasa (15/11), Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh delegasi untuk merumuskan solusi konkret atas permasalahan ekonomi dunia. Beberapa di antaranya yakni krisis pangan, perang, mahalnya ongkos energi, hingga ketidakpastian lainnya. Joe Biden, mengatakan AS dan China berusaha menciptakan hubungan mesra dalam rangka mengendurkan ketegangan ekonomi dunia. “Kami akan bersaing tetapi tidak mencari konflik. Saya ingin mengelola kompetisi dengan bertanggung jawab,” kata Biden. Sementara itu, Xi Jinping dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri China menegaskan ekonomi negara itu sangat terbuka dengan seluruh peluang. Dia mengatakan interaksi China-AS harus ditentukan oleh dialog dan kerja sama saling menguntungkan, bukan konfrontasi dan persaingan tanpa hasil.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023