Ekonomi
( 40512 )Ada Optimisme dari Forum Ekonomi Dunia
Forum Ekonomi Dunia semakin tak relevan, demikian sindiran CNN, 16 Januari 2023. Namun, lebih tepatnya semboyan America First yang sangat tidak relevan. Para pakar Center for Strategic and International Studies (CSIS) AS sendiri mengernyit saat mendengar pertama kali America First diusung Presiden Donald Trump. Lebih tak relevan lagi ialah langkah AS di bawah Biden yang mengupayakan unilateralisme AS dalam geopolitik, serta upaya Biden membentuk Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) untuk melakukan decoupling ekonomi global. Di balik semua upaya AS itu, untunglah perekonomian dunia tidak mengalami decoupling. Perdagangan dunia mencapai 32 triliun USD sepanjang 2022 saat dunia diwarnai isu pertarungan keras geopolitik, invasi Rusia, dan perang cip. Perdagangan tetap dinamis dan meningkat dari 28,5 triliun USD pada 2021 berdasarkan laporan Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD), 17 Februari 2021. Mekanisme pasar tetap jalan di tengah hiruk-pikuk global. Korporasi global tetap bisa mengelakkan berbagai hambatan dalam perdagangan global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyerukan agar korporasi global terus mendorong perdagangan. Senada dengan itu, tidak semua pihak di AS sepakat dengan decoupling.
Kepala Perwakilan Dagang AS, Katherine Tai mengingatkan, rezim perdagangan global hanya butuh sentuhan baru. Ini menunjukkan AS tidak seragam soal isu decoupling. Itulah suara-suara yang bermunculan dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF), 16-20 Januari 2023, yang juga dihadiri Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Bahwa Uni Eropa (UE) tetap ingin mendorong globalisasi. Sebab, menurut Dirjen WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, asas multilateral tetap lebih penting. Hal itu akan melancarkan urusan perdagangan dan investasi global. ”Jika tidak ada sistem multilateral, perdagangan dunia bisa anjlok 5 %,” kata Okonjo-Iweala di WEF, 21 Januari 2023. Untuk mendorong multilateralisme, Ketua WEF Klaus Schwab, yang juga pendiri WEF pada 1971, mengatakan bahwa tema WEF tahun ini adalah ”kerja sama di tengah dunia yang mengalami perpecahan”. Dengan demikian, seruan-seruan WEF tetap relevan. Untunglah, perdagangan global dan aliran investasi tetap jalan, tidak terhambat decoupling. Maka, Georgieva tetap optimistis bahwa ekonomi global tidak akan menghadapi resesi parah, hanya mengalami penurunan pertumbuhan. ”Sikap saling memahami adalah syarat untuk kerja sama internasional,” demikian seruan Wakil Perdana Menteri China Liu He di WEF, 17 Januari 2023. (Yoga)
Kelinci di Pasar Saham
Pada Tahun Kelinci Air ini, pergerakan pasar saham secara umum diperkirakan akan lebih tenang ketimbang pergerakan di tahun Macan lalu. Bahkan, Menkeu Sri Mulyani mengatakan, tahun 2022 adalah tahun yang brutal karena ada banyak sekali asset yang menguap. Analis CLSA Hong Kong, Justin Chan dan Stella Liu, mengatakan, hampir semua shio akan menjalani tahun yang tenang sepanjang Tahun Kelinci ini. Hanya, shio Ayam tampaknya harus bersiap menghadapi hari-hari yang melelahkan. Setiap tahun sejak 1992, CLSA Sekuritas Hong Kong mengeluarkan CLSA Feng Shui Index yang memperkirakan pergerakan pasar saham Hong Kong berdasarkan fengsui, ilmu China kuno yang memadukan energi agar manusia dapat hidup selaras dengan alam. Tentu saja, ini adalah laporan lucu-lucuan dan laporan ini bukanlah merupakan sebuah laporan riset berdasarkan tradisi kuno. Otoritas pasar modal China rajin memperingatkan sekuritas-sekuritas yang mengeluarkan analisis berdasarkan fengsui. Surat peringatan dari regulator dalam beberapa tahun belakangan mereka terima setelah mengeluarkan strategi investasi berdasarkan fengsui.
Namun, paparan dari CLSA ini sangat dinantikan para investor. Kelinci air akan membawa elemen api yang membawa keberuntungan untuk Indeks Hang Seng, tetapi kekurangan elemen metal. Perjalanan Indeks Hang Seng tahun ini akan bergerak dengan sedikit gejolak, tetapi para investor diingatkan harus bersiap menghadapi penurunan di pasar saham Hong Kong pada Maret setelah terjadi kenaikan di awal tahun. Pasar akan kembali menguat sebelum musim panas tiba dan akan turun lagi pada Agustus dan Oktober. Karena Kelinci Air ini membawa elemen api, industri terkait api, seperti gas, mode, dan teknologi akan bertumbuh baik. Sementara industri yang terkait tanah, seperti property juga terkait air, seperti travel dan transportasi, akan berjuang keras melewati Tahun Kelinci. Industri terkait kayu seperti kesehatan, pendidikan, dan pertanian akan bertumbuh cukup baik. Metal merupakan penerima manfaat utama dari kehadiran si Kelinci ini. Apakah perhitungan ini akan terbukti? Kita lihat saja nanti…. (Yoga)
Proyek Rumah Tapak Diproyeksikan Masih Dominan di 2023
Memasuki tahun 2023, sejumlah pengembang tetap fokus menggarap rumah tapak. Rumah tapak diproyeksikan masih mendominasi pasar residensial, meskipun permintaan perumahan tahun ini diprediksi melambat. Vice President Corporate Secretary PT PP Properti Tbk (PPRO) Ikhwan Putra Pradhana, mengemukakan, saat ini perseroan terus menyasar segmen pasar rumah tapak. Ini sejalan dengan kebutuhan perumahan yang selalu meningkat untuk hunian, terutama generasi muda kalangan milenial. Beberapa proyek baru yang akan dikembangkan oleh perseroan di antaranya Transyogi di Cibubur, dan Mikroland Payon Amartha di Semarang. Strategi yang disiapkan antara lain optimalisasi aset lahan, pemasaran unit siap huni (ready stock), pengembangan rumah tapak, serta pengembangan apartemen dengan skala prioritas.
”Perseroan akan mengembangkan beberapa rumah tapak di sekitar Cibubur, Semarang, dan Cilegon. Namun, tetap fokus untuk memasarkan produk apartemen yang sudah ada,” kata Ikhwan, akhir pekan lalu. Anggaran belanja modal yang disiapkan PPRO tahun ini Rp 160 miliar, bersumber dari surplus arus kas dan hasil divestasi saham anak perusahaan. Adapun penjualan properti tahun ini diproyeksikan tumbuh 10 % dibandingkan tahun lalu. Pada 2022, capaian pemasaran properti tercatat Rp 1,1 triliun. Menurut Corporate Head of Sales Sinar Mas Land Nurhadi Lie, kontribusi terbesar pendapatan Sinar Mas Land masih berasal dari BSD City. Pasokan rumah tapak lebih besar daripada apartemen, sementara proyek apartemen umumnya sudah selesai dan tinggal dipasarkan. Adapun pasar apartemen kini sudah mulai banyak diisi oleh pengguna akhir. ”Kami gencarkan terus channel penjualan yang ada,” ujar Nurhadi. (Yoga)
Kisah Kedelai Negeri Messi dan Jokowi
Inilah kisah kedelai di negeri Lionel Messi dan Presiden Jokowi. Yang satu mendorong ekspor, satunya lagi bergantung impor. Yang satu mengeluarkan kebijakan soybean dollar, satunya lagi mengganti selisih harga pembelian kedelai impor di tingkat perajin tahu dan tempe. Hampir setiap awal tahun harga kedelai dunia naik. Perang Rusia-Ukraina semakin melambungkan harga kedelai dunia ke titik tertinggi, tembus di level 17 USD per gantang pada Maret, April, dan Mei 2022. Meski trennya turun, harga kedelai masih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Pada Januari 2023 ini, harganya berada di kisaran 15 USD per gantang. Saat ini, mata uang negeri pemenang Piala Dunia 2022 itu tengah terdepresiasi. Tak hanya itu, tanaman kedelai terancam kekeringan akibat mundurnya musim hujan. Departemen Pertanian AS (USDA) menurunkan perkiraan produksi kedelai Argentina di Januari 2023 sebesar 4 juta ton menjadi 45,5 juta ton. Kementerian Ekonomi Argentina memperkirakan bakal kehilangan pendapatan dari kedelai sebesar 10 miliar USD. Banyak petani Argentina yang mengutamakan menyimpan kedelai untuk cadangan pangan. Padahal permintaan kedelai dari China tengah meningkat untuk memenuhi kebutuhan Imlek.
Di sisi lain, Argentina membutuhkan tambahan USD untuk menstabilkan nilai tukar mata uangnya, yakni peso. Oleh karena itu, negeri Lionel Messi ini mengeluarkan kebijakan “dollar kedelai” (soybean dollar). Para petani yang mau mengekspor kedelai akan diberi insentif nilai tukar eksklusif, yaitu 200 peso per USD. Saat kebijakan itu digulirkan pada September 2022, nilai tukar peso di level 165 peso per USD. Kebijakan itu terus dilanjutkan pada 28 November 2022-6 Januari 2023. Nilai tukar eksklusif dinaikkan menjadi 230 peso per USD. Hasilnya, per 3 Januari 2023, sebanyak 78,9 % hasil panen kedelai pada triwulan IV-2022 telah diekspo, lebih rendah dibandingkan periode sama 2021 di 80 %. Sama seperti Argentina, Indonesia tengah bergelut dengan depresiasi nilai tukar rupiah terhadap USD dan menahan laju inflasi agar tidak terlalu tinggi. Per 20 Januari 2023, nilai tukar rupiah berada di Rp 15.121 per USD. Untuk meredam depresiasi dan inflasi, pemerintah dan otoritas moneter menaikkan suku bunga acuan bank sentral, menjaring devisa hasil ekspor yang disimpan eksportir di luar negeri, mengimpor beras dan kedelai masing-masing 500.000 ton dan 350.000 ton, hingga memberikan subsidi selisih harga kedelai impor. Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, aturan bantuan penggantian selisih harga tanpa persyaratan tengah digodok. Meskipun begitu, Kemendag akan mengupayakan program itu bisa berlanjut tahun ini karena harga kedelai impor masih tinggi. Melalui program itu, harga kedelai impor di tingkat perajin tahu-tempe bisa Rp 11.000 per kg-Rp 12.000 per kg ujarnya melalui siaran pers, Jumat (20/1) malam. (Yoga)
Suku Bunga Tinggi Mulai membebani Nasabah
JAKARTA-Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7-Day Reserve Repo Rate) berdampak pada kemampuan nasabah membayar cicilan. Terlebih untuk jenis kredit bertenor panjangan dengan sistem bunga mengembang atau floating, seperti yang dialami Ristya Fahira. Perempuan berusia 32 tahun ini selama empat bulan terakhir kelimpungan dengan pembengkakan cicilan kredit pemilikan rumah (KPR). Tadinya, dia mendapat promosi suku bunga tetap atau fixed untuk tiga tahun pertama sebesar 4%. Namun, pada Juli lalu, untuk pertama kalinya cicilan KPR tersebut mengikuti sistem floating, menyesuaikan dengan suku bunga acuan bank sentral. Saat mulai mencicil dengan skema bunga mengambang, Ristya dan pasangannya harus menyetor cicilan 20% lebih mahal dari sebelumnya. Dibulan-bulan berikutnya, nominal cicilan pun naik secara bertahap. Sehingga kami kewalahan, karena sudah diluar bujet," ujarnya kemarin (Yetede)
Mobil Listrik Sulit Wujudkan Net Zero Emission
Secara global, hanya ada satu dari 50 mobil baru yang sepenuhnya bertenaga listrik pada 2020, dan satu dari 14 di Inggris. Meskipun menimbulkan kesan impresif, bahkan jika semua mobil baru sekarang menggunakan tenaga listrik, masih perlu waktu 15-20 tahun untuk menggatikan armada mobil berbahan bakar fosil di dunia. Penghematan emisi dengan cara mengganti semua mesin pembakaran internal dengan mesin alternatif nol karbon akan terlalu lambat untuk membuat perbedaan yang diperlukan dalam waktu yang kita miliki: lima tahun ke depan. Penangan krisis iklim dan polusi udara memerlukan penertiban semua transportasi bermotor secepat mungkin, terutama mobil pribadi. Jika hanya berfokus pada kendaraan listrik, usaha untuk menuju nol emisi karbon akan melambat. (Yetede)
Tersebab Naiknya Biaya Haji
JAKARTA-Pemerintah menyebutkan kenaikan biaya haji pada 2023 atau 1444 Hijriah terjadi karena kenaikan harga-harga, seperti akomodasi dan transportasi. Selain kenaikan harga barang. calon anggota jamaah harus membayar lebih banyak biaya haji pada tahun ini karena berkurangnya "subsidi" nilai manfaat yang diberikan kepada setiap calon haji. Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama, Hilman Latief, mengatakan usulan kenaikan biaya haji penyelenggaran ibadah haji (BPIH) mencakup sejumlah pertimbangan dan perhitungan. Usulan itu mencakup layanan akomondasi, konsumsi, dan transportasi selama jamaah berada di Jeddah, Mekah, dan Madinah. Pemerintah mengusulkan kenaikan biaya haji ada 2023 mencapai Rp98,8 juta per calon anggota jamaah haji. Biaya tersebut meliputi ongkos penerbangan ulang-pergi Rp 33,97 juta, akomodasi di mekah Rp 18,7 juta, akomodasi di Madinah Rp4,08 juta, visa Rp 1,22 juta, dan paket masyair sebesar Rp 5,54 juta. (Yetede)
Layak Koleksi Meski Suku Bunga Tinggi
JAKARTA-Saham-saham sektor properti diyakini masih tetap menarik dikoleksi dengan orientasi investasi jangka panjang. Analisis dan Infovesta Kapotal Advisorim Fajar Dwi Alfian, menuturkan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli saham emiten properti yang tengah murah atau undervalue karena tekanan pasar. Sebagaimana diketahui, tekanan silih berganti menghampiri industri properti, khususnya yang berhubungan dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia serta inflasi Bank Indonesia serta inflasi global. "Ada saham-saham emiten properti dengan nilai PER (price earning ratio) di bawah rata-rata sektor properti dan memiliki fundamental yang bagus," ujar Fajar, kemarin. Fundamental yang baik itu tercermin dari perolehan penjualan dan capaian laba bersih hingga kuartal III 2022 yang masih meningkat. (Yetede)
Industri Pertahanan Masih Hadapi Tantangan
Tantangan industri pertahanan RI untuk masuk dalam rantai pasok global adalah masih belum lengkapnya informasi aset nasionalnya terkait industri pertahanan. Hal ini disampaikan Yono Reksoprodjo, Kepala Divisi Transfer Teknologi dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan saat Workshop Online Lab45 dan RSIS, Jumat (20/1). (Yoga)
Suku Bunga dan Tekanan Inflasi
Seperti diprediksi, BI kembali menaikkan bunga acuan 25 basis poin ke 5,75 %. Langkah ini mampu meredakan inflasi yang naik akibat kenaikan harga BBM dan barang impor. BI menjelaskan, kenaikan bunga acuan ini dimaksudkan untuk mengembalikan inflasi inti ke target 2-4 % pada semester I-2023 (Kompas, 20/1). Dengan inflasi inti serta inflasi umum per Desember 2022 tercatat 3,36 % dan 5,51 % (yoy) di atas sasaran 2-4 %. Para pengamat sebelumnya sudah memprediksi, BI masih akan agresif menaikkan bunga acuan, 3-4 kali tahun ini, dengan suku bunga di akhir 2023 diprediksi 6,0-6,5 %. Sejak Agustus 2022, BI tercatat enam kali menaikkan suku bunga dengan total kenaikan 225 basis poin (bps).
Hanya sedikit pengamat yang meyakini BI untuk sementara menahan suku bunga kali ini. Alasan mereka, meskipun masih dihadapkan pada inflasi global yang tinggi dan tren kenaikan suku bunga acuan yang agresif di negara-negara maju,tekanan inflasi di dalam negeri relatif terkendali beberapa bulan terakhir. Demikian pula tekanan terhadap rupiah, dengan nilai tukar rupiah sempat terkoreksi. Di satu sisi, kenaikan suku bunga BI bisa menahan inflasi, tetapi pada saat yang sama, naiknya suku bunga bisa berdampak pada pertumbuhan sektor riil, konsumsi dalam negeri, dan pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan dan ramuan bauran kebijakan yang tepat menjadi penting. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









