Rawan Masalah Hunian di Bawah Rp 1 Miliar
Konsumen yang mencari rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar sering menjadi sasaran empuk pengembang nakal. Strategi pemasaran yang manipulatif berupa promosi masif, diskon berlipat ganda, dan harga terjangkau kerap membuat konsumen tertipu. Berdasarkan data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), aduan konsumen terkait perumahan termasuk aduan dengan jumlah tertinggi. Dari 2017 sampai 6 Januari 2023, aduan perumahan yang diterima BPKN mencapai 3.034 kasus. Isu perumahan hanya setingkat di bawah aduan konsumen di bidang jasa keuangan dengan 3.081 kasus. Dari data YLKI, pengaduan terkait perumahan selama lima tahun terakhir dengan persentase cukup tinggi terjadi pada 2018 dan 2021, yakni 14 % dan 11,40 %. Pada 2021, aduan yang masuk didominasi pembangunan perumahan mangkrak, yakni 37 %. Pembangunan hunian mangkrak, terutama hunian vertikal, saat ini tengah dialami sejumlah konsumen Meikarta di Bekasi dan Cimanggis City di Depok, Jabar. Di Meikarta, ada sejumlah konsumen yang bahkan telah melunasi pembelian unit apartemen, tetapi kunci apartemen seharusnya diserahkan sesuai janji awal, yakni pada 2019-2020, belum terwujud.
Ferry Silaban, salah satu konsumen Meikarta, misalnya, membeli satu apartemen di Distrik 2 Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, menggunakan pembayaran tunai bertahap selama 12 bulan pada 2017 dan lunas pada September 2018. Total pembayarannya untuk apartemen seluas 35 meter persegi itu Rp 254 juta. Pihak Meikarta pernah memberi tawaran agar unit yang dibeli Ferry direlokasi ke unit yang telah terbangun, yakni Distrik 1 Meikarta. Namun, diminta menambah sejumlah uang. Ia menolak tawaran itu. Di Depok, konsumen Apartemen Cimanggis City juga masih menunggu janji pengembang. Lokasi proyek apartemen di lahan seluas sekitar 1 hektar di tepi Jalan Raya Bogor. Lahan itu kini dipenuhi belukar dan hanya ada mesin pengaduk semen yang telah berkarat. Dari catatan Kompas.com, proyek Apartemen Cimanggis City pada akhir 2018 membukukan penjualan 685 unit. Kisaran harga unit yang dijual Rp 300 juta-Rp 500 juta. Pekan lalu, kantor pemasaran mereka di lokasi yang sama kosong dan tidak ada orang.
Ketua Advokasi BPKN Rolas Budiman Sitinjak, Senin (16/1), di Jakarta, mengatakan, konsumen yang rentan tertipu merupakan konsumen yang membeli hunian tapak atau hunian susun yang belum terbangun atau preproject selling. Manipulasi pengembang melalui promosi masif,diskon berlipat ganda,hingga harga murah membuat konsumen teperdaya. Konsumen jadi sering lupa dan tidak jeli mengecek status lahan, perizinan, dan rekam jejak pengembang. Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Haryanto Selasa (17/1) mengatakan, hunian dengan kisaran harga di bawah Rp 1 miliar yang kerap berakhir merugikan konsumen biasanya dibangun pengembang baru. (Yoga)
Tags :
#PropertiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023