;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Cicil Beli Saham Jelang Bulan Suci Ramadhan

24 Jan 2023

Bulan Ramadan akan kembali tiba, yakni pada pekan terakhir Maret 2023. Momentum ini biasanya mengungkit kinerja beberapa sektor saham. Anda bisa mulai mencermati daftar saham pilihan yang bisa menghasilkan cuan di momentum Ramadan hingga Idul Fitri nanti. Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian menyoroti, meski situasi pasar saham saat ini masih berfluktuasi kencang, tapi fundamental ekonomi Indonesia dalam kondisi solid. Kondisi ini terlihat dari tingkat konsumsi masyarakat yang masih terjaga. Melihat sentimen positif tersebut, investor mulai bisa mengoleksi bertahap saham-saham unggulan di bulan Ramadan. Selain ketiga sektor di atas, analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menambahkan dua sektor lain yang berpeluang membukukan kinerja cemerlang. Keduanya yakni sektor perunggasan atau poultry dan sektor transportasi. Kedua sektor ini juga terdorong aktivitas masyarakat yang kembali normal. Kepala Riset FAC Sekuritas Indonesia Wisnu Prambudi Wibowo sepakat, investor mulai bisa menyicil beli saham-saham yang berpotensi cuan pada periode Ramadan-Lebaran. Investor bisa memakai strategi dollar cost averaging supaya risiko dapat lebih terkontrol. Strategi ini adalah menempatkan investasi rutin secara berkala.

Harga Jual Kuat, Margin Meningkat

24 Jan 2023

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bakal diuntungkan dari ekspansi margin. Harga jual produk ICBP berada di level yang tinggi di saat harga bahan baku mulai melandai. Analis RHB Sekuritas Vanessa Karmajaya dalam risetnya menuliskan, prospek ICBP bakal lebih baik di 2023. Terdapat beberapa faktor pendukung margin ICBP, di antaranya penurunan harga komoditas bahan baku dan pangsa pasar ICBP yang kuat. Kondisi tersebut bisa menghasilkan kekuatan harga yang solid. Meski ASP naik signifikan, analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya meyakini mi instan ICBP mampu bersaing. Sejauh ini, pangsa pasar mi ICBP terjaga di kisaran 70%-75%. Sejak Januari hingga September 2022, ASP divisi mi naik 11% secara tahunan, tapi volume penjualan tetap naik sebesar 5%. Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika dalam riset 16 Januari 2023 menulis, emiten konsumer seperti ICBP juga akan terdorong aktivitas ekonomi masyarakat yang kembali dibuka usai pandemi. Kenaikan upah minimum pekerja di tahun 2023 juga akan menjadi sentimen positif.

Emiten Baja Terpapar Pembangunan IKN

24 Jan 2023

Proyek pembangunan ibukota negara (IKN) menggairahkan sektor konstruksi dan pendukungnya. Tak terkecuali sektor industri besi dan baja. Sejumlah emiten meyakini, proyek IKN bakal jadi katalis positif yang mendongkrak kinerja di 2023. Fedaus, Direktur Corporate Affairs PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP), optimistis, industri baja pada tahun ini akan tumbuh dibandingkan tahun lalu. Ini seiring mulai menggeliatnya pengerjaan proyek pembangunan IKN. Untuk kebutuhan proyek IKN, GGRP melihat potensi penggunaan baja sekitar 9,2 juta ton. Johannes W. Edward, Chief Strategy, Corporate Secretary & Investor Relations PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), mengatakan, ada sejumlah indikator pertumbuhan industri baja di 2023.Di antaranya, tren kenaikan harga baja sejak Oktober 2022 yang masih berlanjut. Selain itu, komitmen pemerintah membangun infrastruktur. ISSP menargetkan pertumbuhan penjualan 20% pada 2023. Selain dari proyek infrastruktur dan penjualan ekspor, produsen pipa baja yang dikenal dengan nama Spindo ini juga membidik proyek IKN. Saat ini sudah mulai ada pemesanan pipa spiral dan pipa konstruksi di proyek IKN. Financial Expert Ajaib Sekuritas Asia Chisty Maryani menilai, permintaan besi dan baja berpeluang naik. Ini sejalan dengan proyeksi Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA), yang memperkirakan pertumbuhan industri baja dan besi tahun ini bisa mencapai 5%-6%, menjadi 17,3 juta ton.

Kredit ke Sektor Hilirisasi Digenjot

24 Jan 2023

Rencana pemerintah mendorong hilirisasi pada industri berbasis sumber daya alam bakal berdampak pada sektor perbankan. Terlebih, Presiden Joko Widodo meminta perbankan ikut berperan dalam mendukung hilirisasi. Para bankir pun menilai penyaluran kredit ke sektor hilirisasi memiliki prospek positif di tahun ini. Adapun data Bank Indonesia (BI) mencatatkan penyaluran kredit modal kerja dan investasi perbankan untuk industri pengolahan termasuk hilirisasi mencapai Rp 1.009,8 triliun per November 2022. Tumbuh 12,15% secara tahunan atau Year on Year (YoY) dari posisi yang sama tahun lalu mencapai Rp 900,4 triliun per November 2021. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyatakan eksposur kredit ke sektor industri pengolahan termasuk industri hilir mencapai Rp 144 triliun pada November 2022. Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha menyatakan industri pengolahan juga merupakan sektor prioritas Bank Mandiri dengan portfolio mencapai 15,7%. “Sehingga akan tetap menjadi salah satu fokus tumbuh kredit Bank Mandiri ke depannya. Lebih detail lagi, contoh beberapa sub sektor industri pengolahan hilir tersebut adalah industri makanan dan minuman, industri farmasi, industri pengolahan logam (smelter), industri pupuk, industri kimia, industri pakan ternak dan lain sebagainya,” ujar Rudi kepada Kontan.co.id pada Senin (23/1).

Regulasi Investasi EBT : Sikut-Sikutan Kepentingan

24 Jan 2023

Sejak kehadiran Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, investor terus melirik potensi pengembangan energi hijau di Tanah Air. Satu sisi, regulasi itu belum cukup kuat menjamin masa depan transisi energi di Indonesia. Keberadaan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Energi Baru Terbarukan (EBT), perlu didorong untuk menjamin kepastian investasi dan sasaran ke depan. Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Bobby Gafur Umar mengatakan bahwa pemerintah dan DPR perlu memberi perhatian pada pembahasan RUU EBT sebagai payung hukum terhadap masa depan investasi EBT di Indonesia. Bobby yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) menyatakan insentif dari pemerintah merupakan aspek yang dapat mendorong investasi EBT. Selain itu, sektor EBT juga butuh diberikan fleksibilitas dari sisi perolehan tarif awal. Selain itu, menurut Bobby, saat ini pelaku industri EBT juga masih mengharapkan skema power wheeling alias pemanfaatan bersama jaringan tenaga listrik PLN oleh produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP) terkait dengan EBT.

Ekspor Batu Bara : Keyakinan Tinggi Emas Hitam Indonesia

24 Jan 2023

Rencana China yang ingin membuka kembali keran impor batu bara dari Australia di tengah upaya penerapan wajib pasok domestik untuk komoditas itu di Negeri Kanguru tidak akan meredam ‘panasnya’ ekspor emas hitam asal Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan target ekspor batu bara tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan dengan 2022. Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan tingginya permintaan di pasar global.Apalagi, perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung membuat sejumlah negara Eropa kembali meningkatkan konsumsi batu bara agar bisa menjamin pemenuhan kebutuhan energi.Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan ekspor batu bara mencapai 517,7 juta ton. Jumlah tersebut naik sekitar 4,11% dari target tahun lalu yang dipatok 497,25 juta ton.Peningkatan target ekspor itu juga sejalan dengan naiknya target produksi batu bara pada tahun ini yang menjadi 694,5 juta ton, serta target wajib pasok domestik (domestic market obligation/DMO) sebanyak 176,8 juta ton. Kepercayaan diri tersebut juga muncul karena dilatarbelakangi oleh meningkatkan permintaan batu bara dari sejumlah negara yang menjadi pasar nontradisional bagi Indonesia, seperti negara-negara di kawasan Eropa.Keyakinan yang sama juga disampaikan oleh Indonesia Mining & Energy Forum (IMEF). Ketua IMEF Singgih Widagdo mengatakan bahwa permintaan batu bara asal Tanah Air masih akan tetap tinggi pada tahun ini. Saat ini, produksi batu bara Australia sekitar 590 juta ton per tahun, dengan penggunaan untuk pasar domestik 129 juta ton. Adapun, alokasi ekspor steam coal Australia di pasar dunia sekitar 196 juta ton.Pemerintah Negara Bagian di Australia, seperti New South Wales yang menjadi produsen batu bara terbesar kedua di Negeri Kanguru berencana menerapkan skema baru perdagangan batu bara, di mana penambang lokal perlu menyisihkan 7%—10% untuk cadangan dalam negeri.

Kemenkeu Targetkan Penerbitan SBN Ritel Rp130 Triliun Tahun Ini

24 Jan 2023

JAKARTA, ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, pemerintah pada tahun ini menaikkan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel menjadi sebesar Rp 130 triliun. Hal ini menunjukkan SBN Ritel mendapatkan sambutan dan antusiasme yang baik dari masyarakat. "Pada 2023 ini pemerintah menaikkan target penerbitan SBN Ritel sebesarRp 130 triliun melalui seri Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Negara Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST), serta Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS),” ujar Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan, di Jakarta, Sabtu (21/1/2023). Deni Ridwan mengatakan, peningkatan target penerbitan SBN Ritel itu seiring dengan semakin meningkatnya capaian penerbitan SBN Ritel pada 2020, 2021, dan 2022 yang masing-masing sebesar Rp 76 triliun, Rp 97 triliun, dan Rp 107 triliun. Pada 2022, Kemenkeu berhasil menerbitkan SBN Ritel sebesar Rp 107 triliun yang dapat menjangkau lebih dari 186 ribu investor. (Yetede)

Proyek MRT East-West Dikebut

24 Jan 2023

JAKARTA, ID - Pemerintah terus mendorong percepatan proyek Mass Rapid Transit (MRT) East-West Line. Proyek ini merupakan pengembangan MRT Fase 3 senilai Rp 160 triliun dengan rute Balaraja-Cikarang sepanjang 84,10 kilometer (km). “Arahan Bapak Presiden bahwa proyek ini bisa diselesaikan atau financial closing di 2024 sehingga tentu program ini perlu kami tindak lanjuti,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku ketua Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam pernyataan resminya seperti dikutip Senin (23/1/2023). Airlangga mengatakan, pembangunan MRT East-West tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM serta mengurangi kemacetan yang menjadi masalah utama Jabodetabek. Pemerintah pun berencana untuk menyediakan tiga depo operasional di MRT East-West dengan estimasi penumpang mencapai 1,2 juta per hari. MRT East-West tersebut juga akan mencakup 49 kawasan transit oriented development (TOD). “Sehingga ini akan memberikan solusi atas transportasi publik secara masif,” kata Airlangga. (Yetede)

Startup Bukan Pilihan Utama

24 Jan 2023

JAKARTA-Memasuki semester akhir perkuliahan membuat Idham Viryawan mulai membuat  membayangkan rencana hidupnya setelah lulus. Mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi swasta di Jakarta itu sedang menimbang-nimbang pilihan kariernya kelak. Ada dua jenis perusahaan yang ia timbang-timbang: perusahan rintisan atau startup dan BUMN. Dari dua pilihan itu, ia merasa BUMN merupakan pilihan yang lebih pas lantaran menjanjikan stabilitas pendapatan. Sebetulkan, kata Idham, kedua jenis perusahaan itu menawarkan situasi yang berbeda bagi lulusan anyar. Startup dianggap memberi peluangan pengambangan diri yang lebih cepat lantaran industrinya masih baru dan perkembangannya cepat. "Tapi kekurangannya, startup beresiko bangkrut dan bisa melakukan PHK kapanpun," ujar pria asal Bekasi itu kepada Tempo, kemarin. Kekhawatiran Idham ini didasari fakta maraknya PHK oleh perusahaan teknologi di dalam dan luar negeri sepanjang tahun lalu. (Yetede)

Mencari Bisnis Digital yang Masih Moncer

24 Jan 2023

JAKARTA-Meski sempat diterjang badai PHK sepanjang 2022, sejumlah investor dan ekonom menilai industrial digital serta perusahan rintisan alias startup masih punya peluang untuk bangkit kembali pada tahun ini. Beberapa sektor dinilai mampu bertumbuh meski terbatas.  Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia, Eddy Danusaputro, mengatakan arus investasi untuk perusahaan rintisan  masih mengalir. "Tapi memang lebih selektif," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Starup yang bisa mengelola arus kas tidak mengandalkan strategi bakar uang serta memiliki peluang membukukan keuntungan bakal menjadi pilihan investor. Menurut Eddy, startup bidang teknologi finansial atau fintech dan pertanian memiliki peluang yang bagus. "Sebab mereka masih diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari," ucap dia. (Yetede)