Ekonomi
( 40512 )KEN 2023 Dimeriahkan Kegiatan Budaya dan Pameran UMKM
JAKARTA, ID - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, Kharisma Event Nusantara (KEN) 2023 siap dimeriahkan oleh 110 kegiatan dalam bentuk pertunjukan seni dan budaya hingga pameran produk UMKM.“Kharisma Event ini merangkum 110 event unggulan dan merupakan hasil kurasi dari hampir 300 event yang diusulkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi. Jadi Kemenparekraf akan meluncurkan 110 event terpilih di teater IMAX Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah dengan tajuk ‘Kharisma Event Nusantara Festival’,” ungkap Sandiaga dalam diskusi daring, Selasa (24/1/2023). Lebih lanjut, Sandiaga juga mengatakan bahwa akan ada 10 event terbaik dari 34 provinsi di Indonesia yang akan hadir di acara Kharisma Event Nusantara. Sandiaga mengatakan bahwa hal ini juga bertujuan untuk mempromosikan KEN ke dalam lingkup Bangga Berwisata di Indonesia. (Yetede)
Prevalensi Stunting di Indonesia Turun Jadi 21,8%
JAKARTA, ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN, Rabu (25/1). Hasilnya adalah prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% pada 2021, menjadi 21,6% pada 2022. Dalam forum tersebut, Presiden Joko Widodo mengatakan stunting bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis. “Oleh sebab itu, target yang saya sampaikan 14% pada tahun 2024, harus bisa kita capai. Saya yakin dengan kekuatan kita bersama semuanya bisa bergerak. Angka itu bukan angka yang sulit untuk dicapai asal semuanya bekerja bersama-sama,” ucap Jokowi melalui keterangan resmi Kemenkes, Rabu (25/1). (Yetede)
Soal Pangan, RI Tempuh Jalan Substitusi
Guna menjawab tantangan penyediaan pangan yang makin berat di tengah gejolak geopolitik serta dampak perubahan iklim, Indonesia menempuh jalan substitusi, khususnya untuk sejumlah komoditas pangan impor. Kendati laju inflasi di Indonesia dinilai terkendali, Wapres RI Ma’ruf Amin menilai, penyediaan pangan menghadapi tantangan yang kian berat karena gangguan produksi dan distribusi. Konflik geopolitik turut mendongkrak harga pangan serta memicu krisis pangan global. Selain itu, perubahan iklim makin sulit diprediksi. Hal itu jadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Menurut Wapres, saat membuka Rapat Kerja Nasional 2023 Kementan yang diadakan di Jakarta, Rabu (25/1). Selain mendorong produktivitas dan produksi pangan, upaya lain yang perlu ditempuh adalah mengendalikan penyusutan lahan pertanian. Wapres juga mendorong diversifikasi pangan melalui pengembangan hulu-hilir pangan local yang ditopang dengan riset. Demi memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis, Mentan Syahrul Yasin Limpo menyatakan, substitusi impor menjadi salah satu strategi. Contoh bahan pangan yang masih diimpor ialah gandum, gula berbasis tebu, dan daging sapi. (Yoga)
Investasi Hijau, Kesadaran Pelaku Usaha Makin Tinggi
Dorongan untuk beralih dari investasi bersifat ekstraktif menuju investasi berkelanjutan semakin kuat, terutama pasca-berlakunya UU Produk Bebas Deforestasi oleh Uni Eropa (UE). Agar tidak tersingkir dari rantai pasok global, pengusaha sektor komoditas mulai membersihkan portofolionya dari investasi yang berkaitan dengan deforestasi dan perusakan lingkungan. Kajian Trase Insights pada September 2022 menunjukkan, deforestasi yang didorong investasi dan ekspansi usaha di sektor komoditas, seperti kelapa sawit, sudah menurun selama hampir satu dekade terakhir. Laporan itu mencatat, pada periode 2018-2020, sebanyak 87 % ekspor minyak kelapa sawit murni dari Indonesia dipasok dari kilang yang secara terbuka melaporkan pabrik pengolahan tempat mereka membeli CPO.
Sebanyak 97 % dari minyak kelapa sawit yang diekspor ke AS, UE, dan Inggris dilakukan oleh pengusaha dengan komitmen antideforestasi. Pasar tersebut sebenarnya hanya membeli 9 % total produksi minyak kelapa sawit Indonesia pada 2020. Sementara pasokan ke pasar terbesar minyak kelapa sawit Indonesia, seperti China, India, dan pasar domestik, masih memiliki risiko deforestasi yang tinggi. Menurut Direktur Regional Tropical Forest Alliance (TFA) untuk Asia Tenggara Rizal Algamar, Rabu (25/1) seiring dengan tren investasi berkelanjutan yang menguat di komunitas global, kesadaran pelaku usaha untuk memutus rantai pasoknya dari deforestasi dan risiko perusakan lingkungan kini semakin tinggi. (Yoga)
Penjualan Kendaraan Niaga Meningkat
Penjualan kendaraan niaga diprediksi terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan pasar komoditas dalam negeri, salah satunya lonjakan ekspor batubara. Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, Rabu (25/1) penjualan kendaraan niaga meningkat dari 887.202 unit pada 2021 menjadi 1.048.040 unit pada 2022. Penjualan mobil niaga segmen truk tumbuh sebesar 27 % dari 72.900 unit pada 2021 menjadi 92.634 unit pada 2022. (Yoga)
Rupiah Bisa Terbang, Tapi Tidak Dalam Jangka Panjang
Posisi rupiah makin kuat di tahun ini. Fundamental ekonomi yang solid dan tren bunga The Fed yang menurun menopang penguatan mata uang Garuda. Dalam dua hari terakhir, rupiah bergerak di bawah Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Selasa (24/1), kurs spot rupiah sempat menguat hingga Rp 14.888 per dollar AS.
Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, indeks dollar AS memang tengah turun. Kemarin, indeks dollar AS berada di level 101,65, turun 0,22% dari hari sebelumnya. Ini level terendah dalam periode delapan bulan terakhir.
Alhasil, hampir semua mata uang Asia menguat tahun ini. Alwi menyebut, pelemahan dollar AS berkorelasi dengan ekspektasi pasar jika The Fed akan mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga. Pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan, bank sentral AS diperkirakan hanya menaikkan bunga 25 bps.
FedWatch juga memperkirakan tingkat suku bunga AS mencapai puncaknya di level 4,75%-5% pada Juni 2023. Proyeksi ini lebih rendah daripada perkiraan suku bunga dari The Fed, di atas 5%-5,25%.
Tampung DHE, Likuiditas Valas Semakin Longgar
Bank Indonesia (BI) dan perbankan bergegas menyambut devisa hasil ekspor (DHE) yang bakal ditampung di dalam negeri. Terlebih, regulator menemukan 200 perusahaan yang berpotensi parkirkan DHE sumber daya alam (SDA) di dalam negeri pada 2023. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan, mengakui. likuiditas valuta asing (valas) bank cukup terbantu dengan adanya inisiatif DHE. Ia menyebut, loan to deposit ratio (LDR) valas perbankan sempat ketat hingga 100%. "Dengan adanya DHE itu sudah turun ke bawah 90%, bahkan ada di bawah 80%," ujar Panji.
Ia menjelaskan, DHE memiliki potensi yang cukup besar. Apalagi neraca perdagangan Indonesia sudah mencapai US$ 45 miliar. Ia menyatakan, bila dana itu masuk ke sistem perbankan, akan sangat membantu likuiditas perbankan.
"Bank juga bisa menempatkan dana di TD valas yang diterbitkan BI setiap hari. Itu bunganya sekitar 3,75% karena. Sovereign juga di level 4,5% seiring The Fed Rate di posisi 4,25%," jelas Panji.
Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto menyatakan, telah menyiapkan infrastruktur internal untuk mengakomodasi berbagai ketentuan yang wajib dipenuhi. Misalnya, pemberian flagging atas penempatan DHE ke dalam instrumen BI.
“Likuiditas valas di awal tahun 2023 masih terjaga serta tetap aktif mendukung pertumbuhan kredit, dengan LDR valas posisi Desember 2022 sebesar 51,65%,” paparnya.
Menjaga CPO Tak Loyo
Perjalanan ekspor minyak sawit mentah sepanjang tahun ini bakal penuh onak. Tidak hanya menghadapi larangan Eropa, ekspor komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) juga diadang dua kebijakan domestik. Keduanya yaitu pemangkasan rasio volume ekspor CPO untuk kebutuhan minyak goreng dari sebelumnya 1:8 menjadi 1:6 yang berlaku 1 Januari 2023 dan kebijakan Biodiesel 35% (B35) yang berjalan mulai 1 Februari 2023. Sejumlah kalangan khawatir kebijakan itu memangkas volume ekspor CPO tahun ini. Kehadiran program B35, membuat jatah ekspor sawit bakal merosot. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, dengan estimasi kebutuhan B35 sebesar 13 juta kilo liter atau meningkat sekitar 19% daripada tahun lalu, bakal menyedot kuota ekspor CPO. Dia khawatir tren penurunan ekspor CPO selama 3 tahun berturut-turut berlanjut tahun ini. Tren penurunan volume ekspor CPO juga berkolerasi dengan penurunan produksi komoditas unggulan itu. Pada 2020, produksi CPO mencapai 47,03 juta ton. Setahun berikutnya produksinya melorot menjadi 46,8 juta ton dan turun lagi pada 2020 menjadi hanya 46,7 juta ton. “Produksi diperkirakan masih belum akan meningkat, sementara konsumsi dalam negeri diperkirakan akan meningkat akibat penerapan kewajiban B35 mulai 1 Februari 2023,” ungkapnya. Sebaliknya, dia tak mengkhawatirkan larangan CPO Uni Eropa melalui lewat Undang-undang Produk Bebas Deforestasi. Alasannya adalah produk sawit Indonesia masih memiliki peluang pasar menjanjikan di luar Eropa.
Genjot Investasi, Bank Mandiri Kembali Gelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2023
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama Mandiri Sekuritas akan kembali menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) pada 1 Februari 2023. Forum Investasi tahunan terbesar yang mengusung tema Prevailing Over the Turbulence diikuti lebih dari 20.000 peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk lebih dari 500 investor asing. MIF 2023 akan digelar secara hybrid. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan forum ini adalah forum berskala internasional yang sangat strategis untuk memahami kondisi ekonomi Global dan Indonesia terkini.
Dia menuturkan forum ini akan menjadi ajang sinergi dan kolaborasi yang baik antara investor, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan dalam menangkap peluang pertumbuhan dan investasi yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Ribuan investor lokal dan internasional juga akan turut menghadiri MIF 2023 secara offline maupun daring,” ujar Panji, Selasa (24/1).
MIF 2023 akan menekankan mengenai kebijakan hilirisasi industri dan upaya peningkatan nilai tambah. Sejumlah panel juga akan membahas isu terkait ekosistem environmental, social and governance (ESG), green economy, dan electric vehicle. MIF 2023 juga akan mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mengundang investor untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara.
Industri Pertambangan Minerba : Larangan Ekspor Tetap Berjalan
Minimnya jumlah smelter yang beroperasi di Tanah Air tidak menyurutkan tekad pemerintah untuk melarang ekspor mineral mentah seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 3/2022 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.Plh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Muhammad Idris Froyoto Sihite mengatakan, kewajiban melakukan pengolahan pemurnian sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 3/2020. Un tuk itu, pemerintah bakal tegas melaksanakan larangan ekspor seluruh mineral mentah mulai pertengahan tahun ini.“Intinya per 10 Juni tidak boleh lagi ekspor washed, semua mineral sesuai dengan UU,” kata Idris, Rabu (25/1).
Sebagian pelaku usaha pun diketahui menyampaikan komitmen pembangunan smelter hanya untuk mendapat fasilitas ekspor. Saat ditinjau ke lapangan, kata dia, tidak ada kemajuan pembangunan smelter yang riil dicapai.
Secara terpisah, Asosiasi Pengusaha Bauksit dan Bijih Besi Indonesia (APB3I) mendorong pemerintah untuk berinvestasi lebih intensif pada pembangunan smelter bijih bauksit menjelang moratorium ekspor bahan baku aluminium itu.Plh Ketua Umum APB3I Ronald Sulistyanto mengatakan, investasi pemerintah pada lini pengolahan bijih bauksit itu penting di tengah kurangnya kepercayaan investor dan lembaga pemberi pinjaman untuk ikut berinvestasi.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









