Ekonomi
( 40789 )Kinerja Maksi, Saham Bank Besar Layak Dikoleksi
Perbankan diproyeksikan mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis di tahun ini. Bank-bank besar di Tanah Air terbukti mampu mencetak laba jumbo di tahun lalu, meski dihantui tantangan global dan inflasi.
Research & Consulting Manager PT Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro menyatakan, penunjukan sebagai penampung dana devisa hasil ekspor alias DHE akan memudahkan langkah perbankan mencetak pertumbuhan di tahun ini.
Nico menilai wajar langkah sebagian besar bank memangkas pencadangan di tahun lalu. Selama, rasio kredit bermasalah atau NPL perbankan juga ikut turun.
Head of Investment PT Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe, menjagokan saham empat bank besar, yakni BBCA, BMRI, BBNI, dan BBRI. Kiswoyo menilai masing-masing bank ini memiliki keahlian masing-masing. Seperti Bank Mandiri fokus menggarap kredit korporasi, BRI dii kredit mikro dan BNI perpaduan antara korporasi, konsumer, dan mikro.
Harga Pangan Masih Jadi Momok Inflasi
Laju inflasi terus melandai usai pemerintah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) pada September tahun lalu. Namun, pengendailan harga pangan masih perlu dilakukan agar inflasi bergerak ke target sasaran pada akhir tahun nanti.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Januari 2023 sebesar 0,34% secara bulanan (mtm) dan sebesar 5,28% secara tahunan (yoy). Inflasi di Januari 2023 ini lebih rendah dari inflasi Desember 2022 yang mencapai 0,66% mtm dan 5,51% yoy.
Komponen utama penyumbang inflasi di Januari datang dari sektor pangan, yakni beras dengan andil 0,07% mtm dan 0,24% yoy. Selain beras, cabai merah, ikan segar, dan cabai rawit, turut mendorong inflasi bulan lalu. Yang jelas, pangan masih menjadi pendorong utama inflasi, yakni 1,34% mtm dan 5,66% yoy dengan andil inflasi mencapai 0,25% mtm dan 1,6% yoy.
PPN Mobil Listrik Hanya 1% Saja
Pemerintah tengah menyiapkan insentif pembelian kendaraan listrik. Tujuannya supaya ekosistem kendaraan listrik, baik itu roda dua maupun roda empat makin berkembang di tanah air.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan, beleid dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang akan mengatur insentif tersebut terbit minggu depan.
Luhut bilang, insentif pembelian mobil listrik tersebut kemungkinan besar akan diberikan melalui pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) yang saat ini dipatok 11%. Besar kemungkinan tarif PPN itu bakal dipangkas hingga 10%, sehingga konsumen hanya perlu membayar PPN sebesar 1% saja.
Adapun insentif pembelian motor listrik akan diberikan lewat potongan harga sekitar Rp 7 juta dari harga jual.
Pemberian insentif kendaraan listrik di Indonesia ini mengikuti kebijakan di beberapa negara lainnya. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, sejumlah negara telah memberikan insentif kendaraan listrik, seperti Thailand, China dan negara-negara di Eropa.
BRPT Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2023 dengan pokok obligasi sebesar Rp 1 triliun. Aksi ini menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan Barito Pacific dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp 3 triliun.
Merujuk prospektus ringkas yang terbit di Harian KONTAN edisi Rabu (1/2), emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu ini menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun yang terdiri dari tiga seri. Yakni, seri A sebesar Rp 52,52 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,25% per tahun dan berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Lalu, seri B senilai Rp 821,86 miliar dengan bunga tetap 9,25% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun. Terakhir, seri C senilai Rp 125,61 miliar dengan bunga tetap 10,50% per tahun, berjangka waktu 7 tahun sejak tanggal emisi.
Ketua PBNU: Tidak Boleh Dieksploitasi Jadi Senjata Politik
JAKARTA, ID – Nahdlatul Ulama (NU) tidak boleh menjadi pihak dalam konstetasi politik. Karena itu, jika dilakukan, maka akan terjadi benturan kekuatan dengan pihak lain dan umat. Identitas organisasi tidak boleh dieksplotasi sebagai senjata politik. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Pengurus Besar Nahdlatul Ulama(PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng dengan Pemred Media Nasional dan Koresponden Asing di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (1/2/2023). “NU dengan konstituennya akan dianggap tak adil jika ikut dalam sebuah kompetisi politk. Sudah banyak contoh di Irak, Nigeria, India, karena identitas diekspoilitasi sebagai senjata politik. NU sudah jadi identitas politik, namun tidak boleh dieksploitasi,” kata Gus Yahya. NU, kata dia, akan menjaga jarak dengan kegiatan politik praktis. Hal ini merupakan keputusan Muktamar ke-27 Tahun 1984 di Situbondo. “Sudah putusan muktamar NU Tahun 1984, NU harus mengambil jarak dari politik praktis. Perdebatan sudah selesai dan sudah diputuskan, ini semua kita tinggalnya pratiknya,” katanya. (Yetede)
INA Jadi Investor Strategis IPO Pertamina Geothermal
JAKARTA, ID - Indonesia Investment Authority (INA), siap menjadi investor strategis dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Geothermal Energy (PGE/PGEO) senilai Rp 9,7 triliun. Sovereign wealth fund Indonesia itu akan mengajak investor asal Timur Tengah untuk masuk IPO PGE. PGE akan melepas maksimal 10,35 miliar saham atau 25% dengan nilai nominal Rp 500 melalui IPO. Harga penawaran IPO saham PGE Rp 820-945, sehingga dana yang masuk maksimal Rp 9,78 triliun. Mayoritas dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk meningkatkan kapasitas produksi terpasang panas bumi hingga 1.272 megawatt (MW) tahun 2027. Saat ini, anak usahaPT Pertamina tersebut memiliki kapasitas terpasang panas bumi 672 MW yang dioperasikan sendiri dan 1.205 mw yang dikelola kontrak operasi bersama/ joint operation contract (JOO). CLSA, Mandiri Sekuritas,dan Credit Suisse menjadi penjamin emisi efek IPO PGE. (Yetede)
Mandiri Investment Forum (MIF) Dorong Keran Investasi
JAKARTA, ID – Tahun ini Indonesia menghadapi tantangan baru yaitu risiko terjadinya resesi global dan perlambatan ekonomi global akibat tingginya inflasi dan suku bunga sebagai dampak peningkatan ketegangan geopolitik dan pemulihan ekonomi dunia yang tidak imbang. Namun optimisme harus tetap dijaga dengan terus mencari peluang untuk tetap tumbuh. Karena itulah, Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 mengangkat tema ‘Prevailing Over Turbulence’ sejalan dengan optimisme Indonesia untuk tetap tumbuh kuat dan mampu mengarungi berbagai tantangan di tengah turbulensi ekonomi global saat ini. Mandiri Investment Forum merupakan forum investasi tahunan terbesar hasil kolaborasi Bank Mandiri dan Mandiri Sekuritas yang disokong oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dimana tahun ini merupakan edisi ke-12 penyelenggaraan MIF. Forum ini diikuti sekitar 25 ribu peserta. Dari jumlah itu, sebanyak 800 investor merupakan investor mancanegara. (Yetede)
Ekonomi Menguat pada Semester II, Inflasi Cenderung Menurun
JAKARTA,ID – Pemerintah meyakini laju inflasi cenderung menurun seiring dengan penguatan pemulihan ekonomi pada semester II-2023. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2023 mencapai 0,34% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya 0,66% (mtm). Sedangkan inflasi IHK secara tahunan 5,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,51% (yoy). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, penurunan inflasi atau harga yang stabil dan cenderung menurun serta penguatan pemulihan, akan terjadi setidaknya pada semester kedua tahun ini. Kondisi tersebut sebagai dampak dari tekanan yang berasal dari respons kebijakan, yaitu pengetatan moneter dan kenaikan suku bunga oleh otoritas moneter akan berkurang. “Ini memberikan harapan baru bahwa tahun 2023 setidaknya pada paruh kedua, kita akan melihat kombinasi yang jauh lebih positif dari penurunan inflasi dan penguatan pemulihan,” ungkap Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum 2023 di Jakarta, Rabu (1/2/2023). (Yetede)
Khawatir Bank Tanah Terlalu Perkasa
JAKARTA-Kehadiran Bank Tanah yang sudah lama diupayakan pemerintah membuat sejumlah pihak khawatir. Mereka menilai badan ini terlalu kuat. Direktur Eksekutif Sajogyo Institute, Maksum Syam, menyatakan kuatnya kewenangan Bank Tanah itu terlihat pada Pasal 125 Peraturan Pemerintah Pangganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, yang menyebutkan badan ini bisa mengatur perencanaan, konsolidasi lahan, hingga distribusi tanah. Mereka juga mengelola sendiri tanah tersebut. "Maka wajar jika kita curiga bahwa Bank Tanah akan menjadi lembaga yang memonopoli pengasaan tanah," ujarnya kepada Tempo. Maksum juga menyoroti badan tersebut dari sisi keuangan. Sumber anggaran Bank Tanah, menurut Pasal 128 Perpu Cipta Kerja, bisa berasal dari APBN, pendapatan sendiri, penyertaan modal, serta sumber lain yang sah. Pengaturan ini,menurut dia, membuat posisi badan jadi tidak jelas, antara lembaga publik atau private yang bisa menjalankan usaha layaknya perseroan terbatas. (Yetede)
Erick Thohir : Kredit Mandiri Naik 14,5% Lebih Tinggi Dari Industri
JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 14,5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 1.202,2 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi kinerja tersebut karena lebih tinggi dibandingkan dengan industri perbankan yang tumbuh 11,35% (yoy). “Tadi disampaikan bahwa Alhamdulillah pertumbuhan (kredit) masih 14,5%, itu di atas lain-lain (industri). Dan paling menggembirakan digitalisasi Bank Mandiri mengefisiensikan hampir Rp 15 triliun,” ungkap Erick di Mandiri Investment Forum 2023, Rabu (1/2/2023). Bank Mandiri berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2022 lewat strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial dan proses optimalisasi digital perseroan. Hasilnya, tingkat efisiensi perseroan pun meningkat dan mendorong pertumbuhan volume bisnis pada semua segmen serta rasio dana murah (current account and saving account/ CASA) Bank Mandiri 2022. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









