;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

AS Lolos Resesi, IHSG Bakal Tembus 7.000

28 Jan 2023

JAKARTA, ID - Pasar saham Indonesia, Jumat (27/1/2023), bergairah, seiring lolosnya Amerika Serikat (AS) dari resesi dan solidnya laporan keuangan emiten berkapitalisasi pasar besar (big cap). Sejalan dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi mampu menembus 7.000 pada pekan depan. Kemarin, IHSG naik 0,5% ke level 6.898, tertinggi sepanjang Januari 2023, sedangkan indeks LQ45 naik 0,8% ke level 949. Nilai transaksi perdagangan saham mencapai Rp 11,8 triliun. Kuartal IV-2022, ekonomi AS tumbuh 2,9%, melampaui estimasi analis, sedangkan sepanjang tahun mencapai 2,1%. Hal ini diprediksi membuat The Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, hanya menaikkan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis points (bps) pada Februari 2023, lebih rendah dibandingkan kenaikan Desember sebesar 50 bps. Saat ini, FFR mencapai 4,25-4,5%. (Yetede)

Hadapi Krisis Pangan, Kementan Fokus Produksi 15 Komoditas

28 Jan 2023

JAKARTA, ID–Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan tiga strategi dalam menghadapi krisis pangan global tahun ini, yakni peningkatan kapasitas produksi guna menekan inflasi dan mengurangi impor, pengembangan substitusi gandum dan daging impor, serta penaikan ekspor pangan yang diminati pasar. Strategi itu menyasar 15 komoditas pangan, yakni cabai, bawang merah, kedelai, gula tebu, daging sapi, ubi kayu, sorgum, sagu, gula nontebu, daging kambing/ domba, itik/ayam lokal, sarang burung walet, porang, ayam, dan telur. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, dunia sedang dihadapkan pada potensi krisis pangan global. Selain karena persoalan geopolitik seperti perang Rusia- Ukraina, hal tersebut juga disebabkan oleh dampak perubahan iklim (climate change) yang mengganggu produksi pangan. “Ada kemungkinan harga pangan dunia bergejolak karena beberapa faktor, seperti climate change yang mengganggu produksi pangan global. Untuk menyikapi hal ini, kami sudah menyiapkan tiga strategi dengan muara ketersediaan pangan meningkat dan harga stabil, serta ekspor naik. Tidak ada pangan yang mundur, produksi harus makin  naik,” ujar Mentan. (Yetede)

Meski Berkurang, Potensi Resesi Masih Terbuka

28 Jan 2023

Inflasi di AS dan Uni Eropa mulai berkurang meskipun tetap tinggi. Kendati memberi harapan, penurunan itu tetap disikapi dengan hati-hati. Sejumlah pihak di AS menyebut, potensi resesi masih terbuka di negara itu. ”Mungkin pada triwulan ketiga atau keempat,” kata pemimpin Starwood Capital Group, Barry Sternlicht, kepada CNBC, Kamis (26/1). (Yoga)

Literasi Keuangan Pekerja Migran

28 Jan 2023

Seorang perempuan pekerja migran bernama Hana mengungkapkan, dirinya menjadi korban penipuan komplotan Wowon Erawan asal Cianjur, Jabar. Hana nyaris dibunuh para pelaku sepulang dari Arab Saudi, akhir 2022. Hana adalah satu di antara 11 korban penipuan yang telah ditelusuri polisi dari riwayat transaksi di rekening tabungan komplotan Wowon cs. Para pelaku mengelabui korban agar percaya bahwa mereka bisa menggandakan uang dengan trik tertentu. Korban diminta menemui mereka dan membawa sejumlah uang, lalu mempraktikkan trik memperbanyak uang dalam amplop. Setelah itu, korban diminta menyetorkan uang secara rutin untuk diambil hasilnya kemudian hari. Pelaku juga mengajak korban merekrut pekerja migran lain untuk ikut serta (Kompas, 27/1). Sampai saat ini, di luar korban penipuan, diketahui ada sembilan korban yang dibunuh ketiga pelaku.

Penggandaan uang menjadi modus para pelaku. Tawaran mereka sangat menggiurkan. Dalam tempo singkat nilai uang bisa berlipat. Kita makin prihatinkarena kasus seperti ini terus berulang. Masyarakat mudah sekali terlena dengan tawarantawaran mendapatkan uang berlimpah atau investasi dengan suku bunga yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Di sinilah kita kembali mengingatkan kebutuhan literasi keuangan kepada semua pihak, terkhusus kepada pekerja migran. Pekerja migran perlu mendapat perhatian lebih karena mereka memegang uang dalam jumlah besar dan mudah menjadi sasaran kejahatan. Melalui kedutaan besar, lembaga keuangan, agen, dan juga otoritas, kita perlu memulai langkah-langkah literasi bagi para pekerja migran. Berawal dari pengelolaan dana, kemudian risiko yang dihadapi ketika mereka memegang uang, tawaran investasi yang tidak masuk akal, hingga langkah yang lebih lanjut, yaitu investasi setelah menjadi pekerja migran. (Yoga)


Simpanan Valas Meningkat

28 Jan 2023

Tren kenaikan suku bunga deposito valuta asing mendorong peningkatan simpanan valas di perbankan. Masyarakat yang memegang valas terdorong untuk menyimpan dananya di sistem perbankan. Berdasarkan data LPS, rata-rata suku bunga pasar (SBP) deposito valas selama periode 20 Desember-16 Januari 2023 tnaik sebesar 11 basis poin menjadi 1,48 %. Tren kenaikan SBP deposito valas sudah terjadi sejak Agustus 2022 dari kisaran 0,5 % menjadi 1,48 % pada Januari 2023. Sementara itu, tingkat bunga penjaminan deposito valas juga terus meningkat. Dalam rapat Dewan Komisioner LPS, Kamis (26/1) LPS kembali menaikkan tingkat bunga penjaminan deposito valas sebesar 25 basis poin menjadi 2 %. Tingkat bunga penjaminan tersebut akan berlaku untuk periode 1 Februari sampai 31 Mei 2023.

Kenaikan SBP deposito valas mengerek jumlah dana pihak ketiga (DPK) valas perbankan. Berdasarkan data analisis uang beredar yang dirilis Bank Indonesia (BI), jumlah DPK valas juga mengalami tren kenaikan sejak Agustus 2022, dari setara Rp 1.049 triliun menjadi setara Rp 1.187 triliun pada Desember 2022. Ekonom dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto mengatakan, kenaikan DPK valas salah satunya memang dipicu oleh kenaikan SBP deposito valas dan bunga penjaminan deposito valas. ”Kenaikan bunga deposito valas yang didukung kenaikan bunga penjaminan deposito valas ini memberi dorongan pemegang valas untuk menyimpan di perbankan kita,” ujar Ryan, Jumat (27/1). (Yoga)


Gen Z Mencintai Perusahaan Mapan

28 Jan 2023

Pergolakan di dalam ekonomi global belakangan ini dan masa depan yang tidak menentu mulai mengubah orientasi generasi Z dalam memilih tempat bekerja. Sekian tahun lalu usaha rintisan (start up) menjadi idola anak muda, kini mereka mulai berubah. Perusahaan mapan kembali menjadi pilihan. Perusahaan yang terkesan kuno dan tak berubah biasanya akan sulit mendapatkan talenta baru. Generasi Z yang lahir pada 1997-2010 (di Indonesia kerap disebut lahir pada 2000-2010) memiliki ciri dan keinginan yang berbeda. Sebuah laporan tentang mereka dari Adobe yang berjudul ”Future Workforce Study” dikeluarkan pecan ini. Adobe menyurvei lebih dari 1.000 mahasiswa dan lulusan baru untuk mendapatkan wawasan dan pemikiran mereka tentang pasar kerja dan prospek ekonomi.

Temuan paling mencolok dari penelitian ini adalah, hanya 16 % responden gen Z mengatakan mereka akan mempertimbangkan untuk bekerja di perusahaan rintisan atau perusahaan kecil, sementara 52 % responden mengatakan mereka akan mengejar karier dengan perusahaan besar dan mapan, karena Gen Z percaya perusahaan besar dan mapan memiliki peluang lebih baik untuk mengatasi badai ekonomi yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. ”Mereka yang baru dan akan lulus dari perguruan tinggi telah melewati ketidakpastian yang signifikan beberapa tahun ini, termasuk tantangan yang ditimbulkan pandemi dan kekhawatiran tentang resesi yang akan datang. Sebagian besar pekerja gen Z sedang mencari peluang karier dengan perusahaan  mapan, perusahaan yang dapat menawarkan lebih banyak stabilitas dan peluang untuk tumbuh,” kata Direktur Senior Akuisisi Talenta AdobeTricia Guyer, seperti dikutip Fast Company. (Yoga)


Pemerintah Kaji Insentif Khusus Eksportir Manufaktur

28 Jan 2023

Menkeu Sri Mulyani, Jumat (27/1) mengatakan, untuk menarik devisa hasil ekspor dari eksportir manufaktur ke dalam sistem keuangan dalam negeri, dibutuhkan pendekatan yang berbeda dari yang selama ini diterapkan pada eksportir komoditas sumber daya alam. Sebab, ada perbedaan mendasar terkait sifat sektor manufaktur dengan sektor komoditas sumber daya alam. Kegiatan ekspor-impor di sektor manufaktur biasanya lebih dinamis. Pengusaha manufaktur harus dengan cepat memutar devisa hasil ekspornya untuk membeli bahan baku yang umumnya berasal dari impor. ”Kita sedang dalam proses mengkaji apakah bentuk insentif yang dibutuhkan berbeda dari insentif yang ada selama ini. Sebab, ekspor komoditas sumber daya alam itu hakikatnya berbeda dengan manufaktur. Ini harus kita perhatikan agar jangan sampai tujuan baik kita memunculkan konsekuensi yang tidak baik,” kata Sri Mulyani saat berkunjung ke PT Samsung Electronics Indonesia dan Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi, Jabar.

Pemerintah sudah memberikan insentif berupa diskon pajak bagi eksportir sumber daya alam yang menaruh devisa hasil ekspornya di dalam negeri. Diskon pajak itu berupa pengurangan tarif Pajak Penghasilan (PPh) final untuk bunga deposito yang dananya bersumber dari devisa hasil ekspor. Hal itu diatur Permenkeuj No 212/PMK/03/2018. Untuk pengusaha yang menyimpan devisa hasil ekspornya di  dalam negeri selama satu bulan dan dalam bentuk mata uang dollar AS, pengenaan tarif PPh final atas bunga depositonya dikurangi menjadi 10 %. Sementara untuk devisa hasil ekspor yang didepositokan selama tiga bulan, tarif PPh finalnya 7,5 %, untuk penyimpanan enam bulan dikenai tarif 2,5 %, dan untuk penyimpanan dengan jangka waktu lebih dari enam bulan dikenai tarif 0 %. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menambahkan, sembari mengkaji perluasan fasilitas insentif  pajak itu, pemerintah juga sedang mempelajari tingkat kepatuhan eksportir dalam menaruh devisa hasil  ekspornya dalam rekening khusus di dalam negeri. (Yoga)


Suku Bunga Naik, Kredit Rumah Tetap Diminati

28 Jan 2023

Pembelian rumah menggunakan kredit pemilikan rumah atau KPR diyakini masih akan tetap diminati. Kenaikan suku bunga acuan BI belum berdampak signifikan terhadap kenaikan bunga KPR. Chief Economist and Industry Research BCA David Sumual saat dihubungi, Jumat (27/1) di Jakarta mengatakan, ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuan tetap terbuka. Apalagi, inflasi masih cenderung tinggi pada awal 2023, terutama datang dari sektor jasa, maksud berupa kenaikan biaya sewa, kontrakan, dan penyesuaian gaji atau upah.

Sejak Agustus 2022 hingga Januari 2023, BI telah menaikkan suku bunga acuan enam kali berturut-turut dengan total kenaikan 225 basis poin. Sejumlah perbankan saat ini masih mempertahankan program keringanan uang muka, seperti uang muka nol %. Bunga KPR relatif masih rendah dan berada di level single digit. Ditambah lagi, terdapat kenaikan upah minimum tahun 2023 berkisar 5-8 %. Sejumlah perusahaan juga menyesuaikan besaran gaji bagi karyawan tetap mereka. ”Saya rasa, ’stimulus-stimulus’ seperti itu akan mendorong orang tetap berburu rumah dengan KPR. Pada semester I-2023, pembelian rumah yang memakai skema KPR masih akan cukup kencang,” kata David. (Yoga)


Rupiah Bisa Terbang, Tapi Tidak dalam Jangka Panjang

27 Jan 2023

Posisi rupiah makin kuat di tahun ini. Fundamental ekonomi yang solid dan tren bunga The Fed yang menurun menopang penguatan mata uang Garuda. Dus, dalam dua hari terakhir, rupiah bergerak di bawah Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Selasa (24/1), kurs spot rupiah sempat menguat hingga Rp 14.888 per dollar AS. Ini merupakan posisi terkuat rupiah dalam sekitar empat bulan terakhir. Kemarin, kurs spot rupiah kembali melemah 0,52% ke Rp 14.965 per dollar AS. Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, indeks dollar AS memang tengah turun. Kemarin, indeks dollar AS berada di level 101,65, turun 0,22% dari hari sebelumnya. Ini level terendah dalam periode delapan bulan terakhir. Alhasil, hampir semua mata uang Asia menguat tahun ini. Alwi menyebut, pelemahan dollar AS berkorelasi dengan ekspektasi pasar jika The Fed akan mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga. Rupiah juga ditopang pemulihan ekonomi global. Pembukaan kembali China membuat prospek pertumbuhan ekonomi global terus melaju. Tak hanya itu, ekonomi kawasan Eropa diperkirakan tumbuh 0,1% di tahun 2023. Alwi menambahkan, revisi Peraturan Pemerintah (PP) No 1/2019 yang mengatur tentang devisa hasil ekspor (DHE) juga menopang rupiah dalam jangka panjang.

SBN Penarik Duit Tax Amnesty Siap Terbit

27 Jan 2023

Pemerintah kembali menerbitkan surat utang khusus bagi peserta Program Pengungkapan Sukarela (PPS) atau program tax amnesty jilid II untuk tahun 2023. Surat utang perdana tahun ini mulai terbit pada bulan ini. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto, khusus bagi peserta program tax amnesty jilid II tersebut masih bisa menempatkan dana hasil repatriasi ke instrumen investasi khusus tersebut. Kalau tidak ada halangan pemerintah bakal menerbitkan surat berharga negara (SBN) selama lima kali hingga bulan September 2023. Adapun jadwal penerbitan antara surat utang negara (SUN) dan surat  berharga syariah negara (SBSN) dilakukan secara bergantian. Pemerintah berharap, program khusus tersebut bisa dimanfaatkan oleh para peserta PPS. Adapun realisasi SBN khusus di program PPS sepanjang tahun 2022 adalah untuk FR0094 sebesar Rp 3,99 triliun, USDFR0003 sebesar US$ 63,31 juta dan PBS035 sebanyak Rp 1,18 triliun.