;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

BPK: Proyek Riset yang Digagalkan itu Pakai Uang Negara

31 Jan 2023

Badan Pemeriksa keuangan (BPK) menemukan seabrek persoalan di tubuh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kebijakan pengembangan riset BRIN, misalnya, dinilai bertentangan  dengan sejumlah peraturan perundangan. Proyek-proyek infrastruktur dan pengelolaan aset BRIN juga bermasalah. Ditemui Avit Hidayat dan Sukma N. Lopies dari Tempo, Kamis, 26 Januari 2023, anggota BPK, Achsanul Qosasi, belum bersedia mengomentari detail temuan timnya dalam audit yang masih berlangsung tersebut. Namun Achsanul menjawab beberapa hal penting ihwal transisi pembentukan BRIN yang sejak awal kontroversial. BRIN itu lembaga baru. Seyogyanya, Kepala BRIN mengetahui tujuan dan maksud pendirian lembaga ini. Lembaga ini menyatukan empat lembaga terdahulu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan riset. (Yetede)

Berburu Minat KPR Generasi Muda

31 Jan 2023

JAKARTA-Generasi muda masih menjadi sasaran utama pembiayaan kredit  pemilikan rumah (KPR) perbankan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) TBK mencatat masih tingginya peluang pertumbuhan bisnis KPR. Salah satunya didikung oleh pertumbuhan penduduk usia produktif. Senior Vice President Non Subsidized Mortgage and Personal Lending Division BTN, Iriska Dewayani, menuturkan generasi milenial maupun generasi Z banyak mendorong kebutuhan properti, KPR pun masih menjadi skema pembiayaan yang potensial serta diminati dibanding tunai bertahap dan tunai.  "Usia konsumen didominasi oleh minimal usia di bawah 40 tahun, dengan range harga rumah di bawah Rp750 juta," ujar Iriska kepada Tempo, kemarin. Konsumen muda juga cenderung memilih tenor panjangan antara 15 tahun dan 20 tahun, bahkan beberapa pengambilaan tenor maksimal hingga 30 tahun. Adapun lokasi suburban masih menjadi favorite. (Yetede)

Adu Kuat Sentimen Dividen Versus Harga Batubara

30 Jan 2023

Laju harga batubara global mulai tersendat. Dalam sebulan terakhir, harga batubara Newcastle menyusut 20,60% menjadi US$ 257,50 per ton pekan lalu. Keterpurukan harga batubara merembet ke pasar modal domestik. Di periode yang sama, harga saham sejumlah emiten batubara di Bursa Efek Indonesia juga turun di rentang 3%-20%. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia berpendapat, meski bergerak dalam tren menurun, posisi harga harga batubara masih ada di level positif dan kuat. Dalam setahun terakhir (yoy), harga batubara masih menanjak 81%. Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira bilang, penurunan harga batubara dipicu sejumlah faktor, antara lain cuaca di Eropa hingga kecemasan perlambatan ekonomi global. Cuaca di Eropa tak sedingin prediksi awal maupun tahun-tahun sebelumnya. "Jadi konsumsi batubara berkurang," kata dia, kemarin. Di sisi lain, langkah China yang mulai membuka impor batubara dari Australia turut mempengaruhi pasar. Anggawira bilang, perlu dipastikan seberapa besar volume batubara dari Australia ke China. Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, tren penurunan harga batubara global sama seperti melandainya harga komoditas lain, yakni seirama penurunan inflasi. Adapun posisi harga batubara di atas US$ 250 per ton dinilai tetap kuat. "Dalam jangka enam bulan ke depan, kita tidak melihat harga batubara turun lebih dalam dan IHSG akan mulai kembali naik. Seharusnya berdampak positif pada saham batubara beberapa bulan ke depan," imbuh dia. Teguh juga melihat ada peluang terutama sekitar Februari, Maret, hingga April akan memasuki musim pembagian dividen. Bisasanya emiten batubara akan membayarkan dividen cukup besar. Dia merekomendasikan beli saham batubara seperti Indo Tambangraya Megah (ITMG), Bukit Asam (PTBA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) yang cenderung memberikan dividen besar. Sebelum pengumuman pembagian dividen, harga saham emiten ini akan naik karena orang cenderung membeli. Jadi, kata Teguh, peluang sudah terbuka saat ini.

Incar Laba 30%, DCII Siapkan Belanja Modal Rp 500 Miliar

30 Jan 2023

Perusahaan data center, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengincar pertumbuhan laba bersih hingga 30% di tahun 2023. Demi mencapai target kinerja tersebut, DCII menganggarkan belanja modal (capex) Rp 500 miliar. "Kalau laba bersih bisa tumbuh lebih dari 20% sampai dengan 30%. Jadi lebih banyak efisiensi operasional," kata Otto Toto Sugiri, Presiden Direktur DCII, saat ditemui KONTAN di Jakarta, akhir pekan lalu. Otto menuturkan, mayoritas dana belanja modal akan digunakan untuk membangun data center. "Tahun ini, kira-kira capex sebesar Rp 500 miliar, untuk pembangunan data center di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat," katanya.

PROYEK PERKERETAAPIAN : KERETA CEPAT SIAP MELESAT

30 Jan 2023

Proyek kereta cepat rute Jakarta—Bandung yang ditargetkan beroperasi pada Juli tahun ini membutuhkan komitmen pemerintah daerah agar terkoneksi dengan moda transportasi lain. Tidak lama lagi, jarak antara Jakarta dan Bandung Jawa Barat bakal makin dekat. Perjalanan menghubungkan kedua kota itu diperkirakan hanya membutuhkan waktu 40 menit dari selama ini sekitar 3 jam. Proyeksi kian dekatnya kedua kota besar itu mengacu rencana pengoperasian kereta cepat Jakarta—Bandung pada pertengahan tahun ini. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan bahwa proyek kereta cepat lintas Jakarta--Bandung sudah mencapai 84%. Saat ini, menurutnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengerjakan instalasi rel atau track laying dan persinyalan yang diperkirakan selesai pada Maret 2023. Setelah kedua pekerjaan itu selesai, KCIC akan melaksanakan proses pengujian operasional atau testing commissioning. Sejauh ini, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sudah menjalani uji coba awal pada 16 November 2022 saat berlangsungnya KTT G20 di Bali. Didiek menyebutkan KCIC mengoperasikan satu rangkaian kereta cepat dari Stasiun Tegalluar menuju Stasiun Kopo di Bandung yang berjarak sekitar 18 kilometer. Proses uji coba awal itu terhitung lancar kendati rangkaian kereta cepat dijalankan dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan KCJB memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, pengembangan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung merupakan yang pertama kali di Asia Tenggara. Dia memprediksi KCJB mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan menjadi salah satu tulang punggung perkembangan transportasi Indonesia.

Perdagangan Internal ASEAN Stagnan

30 Jan 2023

Kepemimpinan Indonesia untuk Perhiimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN pada 2023 menjadi kesempatan yang baik untuk memaksimalkan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA. Meski skema yang telah berjalan mulai 2015 itu menumbuhkan integrasi ekonomi kawasan, perdagangan dan investasi antar negara ASEAN masih stagnan rendah. Presiden Jokowi meluncurkan kepemimpinan RI untuk ASEAN dalam acara Kick Off ASEAN Indonesia 2023 di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/1). Kepala Negara menuturkan, dirinya meyakini ASEAN masih penting dan relevan bagi rakyat, kawasan, dan dunia. ”ASEAN akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. ASEAN akan terus dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dan ASEAN matters epicentrum of growth,” katanya.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, sejarah ASEAN selalu terkait urusan ekonomi. Pertumbuhan ASEAN biasanya lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 adalah 1,7 %. Sementara Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan ASEAN tumbuh 4,7 %. Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional Zamroni Salim menjelaskan, perdagangan intra anggota ASEAN stagnan sejak 2008, angkanya berkisar 21-25 %. Permasalahan hulu adalah minimnya investasi intraanggota. Di sisi hilir, logistik di negara-negara ASEAN masih belum memadai. Singapura merupakan investor nomor satu di antara negara ASEAN. Padahal, negara kota itu adalah negara berbasis jasa. Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina harus menggenjot investasi sebagai negara-negara manufaktur besar di kawasan. (Yoga)


Pintu Impor Kian Terbuka Lebar

30 Jan 2023

Perppu No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menyetarakan pangan impor dengan pangan produksi dalam negeri sebagai sumber pemenuhan kebutuhan nasional. Kalangan petani menyayangkannya. Klausul itu berpotensi menggerus kemandirian dan kedaulatan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global. Sejumlah pasal dalam Perppu No 2/2022 mengisyaratkan penyetaraan pangan impor sebagai sumber penyediaan pangan. Pasal 64 Ayat 1, misalnya, mengubah Pasal 1 (7) UU No 18/2012 tentang Pangan yang mensyaratkan impor ditempuh jika produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional tak cukup. Menurut Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih, UU No 18/2012 dan UU No 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani terbit setelah krisis pangan dunia pada 2008 dan 2011.

Ditengah ancaman krisis pangan global saat ini, Perppu No 2/2022 justru berpotensi menggerus kedaulatan pangan Indonesia. ”Kami khawatir, impor tetap dijalankan meski keadaan stok pangan dalam negeri cukup,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (27/1). Perppu No 2/2022 tak lagi mensyaratkan kecukupan pangan nasional untuk impor. Padahal, menurut anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, sebelum Perppu No 2/2022 terbit, petani dan produsen pangan dalam situasi yang kurang perlindungan. ”Lemahnya perlindungan pada petani membuat ketergantungan (Indonesia) pada pangan impor makin tinggi. Kedaulatan pangan pun makin rapuh,” ujarnya. (Yoga)


Tantangan Perbaikan Izin Berusaha

30 Jan 2023

Sudah dua tahun UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diterapkan. Namun, regulasi sapu jagat yang digadang- gadang menjadi game changer atau pengubah arah permainan untuk menyederhanakan prosedur perizinan berusaha itu masih jauh panggang dari api. Kehadiran Perppu No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja tak akan banyak berdampak pada peningkatan investasi, selama problem klasik kusutnya koordinasi lintas kementerian/lembaga serta relasi pemerintah pusat dan daerah tak kunjung dibenahi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani, implementasi sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) sejauh ini baru efektif untuk mengurus izin bagi usaha berskala kecil yang model bisnisnya sederhana serta dampak risikonya terhadap lingkungan dan masyarakat rendah, seperti usaha toko kelontong.

Namun, sistem itu belum memudahkan pengurusan izin usaha skala menengah-besar yang memiliki risiko dampak lingkungan lebih tinggi serta membutuhkan beragam perizinan sektoral lain, seperti persetujuan bangunan gedung (PBG) hingga analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Menurut dia, masih banyak data yang tidak sinkron antarkementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan sistem OSS-RBA. Hal itu membuat pengusaha tetap perlu mondar-mandir ke berbagai instansi untuk mengurus perizinan sehingga menghabiskan waktu dan tenaga. Ada pula kasus pengusaha sudah mengirim seluruh berkas secara daring, tetapi perizinan tak kunjung keluar, ujar Hariyadi, Kamis (26/1). Ia menilai, salah satu masalah implementasi OSS-RBA adalah masih adanya ego sektoral antar-kementerian/lembaga, serta antara pemerintah pusat dan daerah, yang mengakibatkan banyak data belum terintegrasi ke dalam satu sistem sehingga pengurusan izin usaha tetap harus secara tatap muka. (Yoga)


Resiliensi Ekonomi Indonesia Menghadapi Resesi

30 Jan 2023

Indonesia dinilai masih cukup tangguh di tengah gelombang ketidakpastian dunia yang mengarah pada resesi global. Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF menyebutkan, Indonesia adalah secercah harapan dalam kesuraman ekonomi global, terbukti dari kinerja positif sejumlah indikator ekonomi Indonesia di tahun 2022. Pertama, pertumbuhan ekonomi. Setelah mengalami resesi akibat pandemi, Indonesia pulih dengan mencatat pertumbuhan positif. Bahkan, trennya meningkat di tahun 2022. Terbaru, ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 % pada triwulan III-2022 (secara tahunan). Tertinggi dalam satu dekade terakhir. Bukan juga pertumbuhan yang semu karena dasar pertumbuhan tahun lalu pun cukup tinggi. Artinya, benar-benar terjadi akselerasi ekonomi.

Kedua, Indonesia konsisten mencatatkan surplus neraca perdagangan sepanjang 2022 senilai 54,4 miliar USD. Juga peningkatan realisasi investasi Indonesia. Modal sebesar Rp 1.207,2 triliun ditanamkan di Indonesia sepanjang tahun 2022, dari dalam maupun luar negeri. Tren yang konsisten meningkat mengindikasikan bahwa kepercayaan investor pada Indonesia juga meningkat. Struktur ekonomi nasional pun menunjukkan penguatan investasi. Komponen pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTB) dalam struktur PDB tumbuh 4,96 % pada triwulan III-2022, meningkat dari dua triwulan sebelumnya. Pertumbuhan yang cukup kuat pada 2022 mengonfirmasi perekonomian Indonesia jauh dari resesi. Berdasar laporan Bloomberg pertengahan tahun 2022, Indonesia berada di urutan ke-14 di antara 15 negara Asia yang berpotensi mengalami resesi dengan probabilitas 3 %. Dengan pencapaian itu, sejumlah lembaga internasional optimistis ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh di tahun ini. BI memprediksi ekonomi nasional tumbuh 4,9 %. (Yoga)


Rilis Kinerja Emiten Jadi Katalis

30 Jan 2023

Menurut CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas Wiliam Surya, Sabtu (28/1) rilis kinerja beberapa emiten pada tahun 2022 akan turut membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga beberapa waktu mendatang. Beberapa emiten sudah melaporkan kinerjanya, seperti PT Bank Central Asia Tbk yang mendapatkan laba Rp 40 triliun sepanjang 2022. IHSG akan bergerak mengikuti perkembangan pertumbuhan kinerja keuangan emiten. (Yoga)