;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Incar Laba 30%, DCII Siapkan Belanja Modal Rp 500 Miliar

30 Jan 2023

Perusahaan data center, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengincar pertumbuhan laba bersih hingga 30% di tahun 2023. Demi mencapai target kinerja tersebut, DCII menganggarkan belanja modal (capex) Rp 500 miliar. "Kalau laba bersih bisa tumbuh lebih dari 20% sampai dengan 30%. Jadi lebih banyak efisiensi operasional," kata Otto Toto Sugiri, Presiden Direktur DCII, saat ditemui KONTAN di Jakarta, akhir pekan lalu. Otto menuturkan, mayoritas dana belanja modal akan digunakan untuk membangun data center. "Tahun ini, kira-kira capex sebesar Rp 500 miliar, untuk pembangunan data center di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat," katanya.

PROYEK PERKERETAAPIAN : KERETA CEPAT SIAP MELESAT

30 Jan 2023

Proyek kereta cepat rute Jakarta—Bandung yang ditargetkan beroperasi pada Juli tahun ini membutuhkan komitmen pemerintah daerah agar terkoneksi dengan moda transportasi lain. Tidak lama lagi, jarak antara Jakarta dan Bandung Jawa Barat bakal makin dekat. Perjalanan menghubungkan kedua kota itu diperkirakan hanya membutuhkan waktu 40 menit dari selama ini sekitar 3 jam. Proyeksi kian dekatnya kedua kota besar itu mengacu rencana pengoperasian kereta cepat Jakarta—Bandung pada pertengahan tahun ini. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan bahwa proyek kereta cepat lintas Jakarta--Bandung sudah mencapai 84%. Saat ini, menurutnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengerjakan instalasi rel atau track laying dan persinyalan yang diperkirakan selesai pada Maret 2023. Setelah kedua pekerjaan itu selesai, KCIC akan melaksanakan proses pengujian operasional atau testing commissioning. Sejauh ini, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sudah menjalani uji coba awal pada 16 November 2022 saat berlangsungnya KTT G20 di Bali. Didiek menyebutkan KCIC mengoperasikan satu rangkaian kereta cepat dari Stasiun Tegalluar menuju Stasiun Kopo di Bandung yang berjarak sekitar 18 kilometer. Proses uji coba awal itu terhitung lancar kendati rangkaian kereta cepat dijalankan dengan kecepatan 80 kilometer per jam. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan KCJB memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, pengembangan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung merupakan yang pertama kali di Asia Tenggara. Dia memprediksi KCJB mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan menjadi salah satu tulang punggung perkembangan transportasi Indonesia.

Perdagangan Internal ASEAN Stagnan

30 Jan 2023

Kepemimpinan Indonesia untuk Perhiimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN pada 2023 menjadi kesempatan yang baik untuk memaksimalkan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA. Meski skema yang telah berjalan mulai 2015 itu menumbuhkan integrasi ekonomi kawasan, perdagangan dan investasi antar negara ASEAN masih stagnan rendah. Presiden Jokowi meluncurkan kepemimpinan RI untuk ASEAN dalam acara Kick Off ASEAN Indonesia 2023 di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/1). Kepala Negara menuturkan, dirinya meyakini ASEAN masih penting dan relevan bagi rakyat, kawasan, dan dunia. ”ASEAN akan terus berkontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik. ASEAN akan terus dapat menjaga pertumbuhan ekonomi dan ASEAN matters epicentrum of growth,” katanya.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, sejarah ASEAN selalu terkait urusan ekonomi. Pertumbuhan ASEAN biasanya lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 adalah 1,7 %. Sementara Bank Pembangunan Asia (ADB) memperkirakan ASEAN tumbuh 4,7 %. Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional Zamroni Salim menjelaskan, perdagangan intra anggota ASEAN stagnan sejak 2008, angkanya berkisar 21-25 %. Permasalahan hulu adalah minimnya investasi intraanggota. Di sisi hilir, logistik di negara-negara ASEAN masih belum memadai. Singapura merupakan investor nomor satu di antara negara ASEAN. Padahal, negara kota itu adalah negara berbasis jasa. Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina harus menggenjot investasi sebagai negara-negara manufaktur besar di kawasan. (Yoga)


Pintu Impor Kian Terbuka Lebar

30 Jan 2023

Perppu No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menyetarakan pangan impor dengan pangan produksi dalam negeri sebagai sumber pemenuhan kebutuhan nasional. Kalangan petani menyayangkannya. Klausul itu berpotensi menggerus kemandirian dan kedaulatan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global. Sejumlah pasal dalam Perppu No 2/2022 mengisyaratkan penyetaraan pangan impor sebagai sumber penyediaan pangan. Pasal 64 Ayat 1, misalnya, mengubah Pasal 1 (7) UU No 18/2012 tentang Pangan yang mensyaratkan impor ditempuh jika produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional tak cukup. Menurut Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih, UU No 18/2012 dan UU No 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani terbit setelah krisis pangan dunia pada 2008 dan 2011.

Ditengah ancaman krisis pangan global saat ini, Perppu No 2/2022 justru berpotensi menggerus kedaulatan pangan Indonesia. ”Kami khawatir, impor tetap dijalankan meski keadaan stok pangan dalam negeri cukup,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (27/1). Perppu No 2/2022 tak lagi mensyaratkan kecukupan pangan nasional untuk impor. Padahal, menurut anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, sebelum Perppu No 2/2022 terbit, petani dan produsen pangan dalam situasi yang kurang perlindungan. ”Lemahnya perlindungan pada petani membuat ketergantungan (Indonesia) pada pangan impor makin tinggi. Kedaulatan pangan pun makin rapuh,” ujarnya. (Yoga)


Tantangan Perbaikan Izin Berusaha

30 Jan 2023

Sudah dua tahun UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja diterapkan. Namun, regulasi sapu jagat yang digadang- gadang menjadi game changer atau pengubah arah permainan untuk menyederhanakan prosedur perizinan berusaha itu masih jauh panggang dari api. Kehadiran Perppu No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja tak akan banyak berdampak pada peningkatan investasi, selama problem klasik kusutnya koordinasi lintas kementerian/lembaga serta relasi pemerintah pusat dan daerah tak kunjung dibenahi. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani, implementasi sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) sejauh ini baru efektif untuk mengurus izin bagi usaha berskala kecil yang model bisnisnya sederhana serta dampak risikonya terhadap lingkungan dan masyarakat rendah, seperti usaha toko kelontong.

Namun, sistem itu belum memudahkan pengurusan izin usaha skala menengah-besar yang memiliki risiko dampak lingkungan lebih tinggi serta membutuhkan beragam perizinan sektoral lain, seperti persetujuan bangunan gedung (PBG) hingga analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Menurut dia, masih banyak data yang tidak sinkron antarkementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan sistem OSS-RBA. Hal itu membuat pengusaha tetap perlu mondar-mandir ke berbagai instansi untuk mengurus perizinan sehingga menghabiskan waktu dan tenaga. Ada pula kasus pengusaha sudah mengirim seluruh berkas secara daring, tetapi perizinan tak kunjung keluar, ujar Hariyadi, Kamis (26/1). Ia menilai, salah satu masalah implementasi OSS-RBA adalah masih adanya ego sektoral antar-kementerian/lembaga, serta antara pemerintah pusat dan daerah, yang mengakibatkan banyak data belum terintegrasi ke dalam satu sistem sehingga pengurusan izin usaha tetap harus secara tatap muka. (Yoga)


Resiliensi Ekonomi Indonesia Menghadapi Resesi

30 Jan 2023

Indonesia dinilai masih cukup tangguh di tengah gelombang ketidakpastian dunia yang mengarah pada resesi global. Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF menyebutkan, Indonesia adalah secercah harapan dalam kesuraman ekonomi global, terbukti dari kinerja positif sejumlah indikator ekonomi Indonesia di tahun 2022. Pertama, pertumbuhan ekonomi. Setelah mengalami resesi akibat pandemi, Indonesia pulih dengan mencatat pertumbuhan positif. Bahkan, trennya meningkat di tahun 2022. Terbaru, ekonomi Indonesia tumbuh 5,72 % pada triwulan III-2022 (secara tahunan). Tertinggi dalam satu dekade terakhir. Bukan juga pertumbuhan yang semu karena dasar pertumbuhan tahun lalu pun cukup tinggi. Artinya, benar-benar terjadi akselerasi ekonomi.

Kedua, Indonesia konsisten mencatatkan surplus neraca perdagangan sepanjang 2022 senilai 54,4 miliar USD. Juga peningkatan realisasi investasi Indonesia. Modal sebesar Rp 1.207,2 triliun ditanamkan di Indonesia sepanjang tahun 2022, dari dalam maupun luar negeri. Tren yang konsisten meningkat mengindikasikan bahwa kepercayaan investor pada Indonesia juga meningkat. Struktur ekonomi nasional pun menunjukkan penguatan investasi. Komponen pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTB) dalam struktur PDB tumbuh 4,96 % pada triwulan III-2022, meningkat dari dua triwulan sebelumnya. Pertumbuhan yang cukup kuat pada 2022 mengonfirmasi perekonomian Indonesia jauh dari resesi. Berdasar laporan Bloomberg pertengahan tahun 2022, Indonesia berada di urutan ke-14 di antara 15 negara Asia yang berpotensi mengalami resesi dengan probabilitas 3 %. Dengan pencapaian itu, sejumlah lembaga internasional optimistis ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh di tahun ini. BI memprediksi ekonomi nasional tumbuh 4,9 %. (Yoga)


Rilis Kinerja Emiten Jadi Katalis

30 Jan 2023

Menurut CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas Wiliam Surya, Sabtu (28/1) rilis kinerja beberapa emiten pada tahun 2022 akan turut membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga beberapa waktu mendatang. Beberapa emiten sudah melaporkan kinerjanya, seperti PT Bank Central Asia Tbk yang mendapatkan laba Rp 40 triliun sepanjang 2022. IHSG akan bergerak mengikuti perkembangan pertumbuhan kinerja keuangan emiten. (Yoga)

Penerapan Tarif Integrasi Dievaluasi

30 Jan 2023

Dinas Perhubungan DKI Jakarta sedang mengevaluasi pemanfaatan sistem tarif integrasi angkutan umum. Tarif integrasi berlaku untuk penumpang yang melakukan satu kali perjalanan dengan tiga moda, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan bus Transjakarta. Tarif maksimal Rp 10.000. ”Evaluasi akan melihat berapa banyak pengguna tarif integrasi lebih dari dua moda. Pemanfaatannya dulu, belum kenaikan tarif,” kata Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo, Minggu (29/1). (Yoga)

Sentimen Positif Angkat Indeks Menembus 7.000

30 Jan 2023

JAKARTA, ID - Setelah absen tiga tahun, January effect akan terjadi tahun ini. Para pelaku pasar optimistis, dalam dua hari terakhir Januari 2023, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menguat 1,5% dibanding penutupan akhir tahun lalu, 6.850,6. Penguatan indeks —yang sudah terjadi sejak pekan lalu— didorong oleh sentimen positif, dalam maupun luar negeri, di antaranya pertumbuhan ekonomi AS 2022 yang di atas prediksi dan membaiknya kinerja emiten. Hingga penutupan perdagangan di BEI pekan lalu, Jumat (27/01/2023), indeks, ytd, naik 0,71%. anuaryeffect masih berpeluang. Syaratnya, IHSG break di atas 6.955. Masih ada sisa dua hari lagi, tanggal 30 dan 31 Januari. Kenaikan 100 poin kan wajar. Indeks juga bisa melaju ke 7.000-7.125 hingga pekan ini,” kata pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono kepada Investor Daily, Sabtu (28/01/2023). January effect akan terjadi untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 mendera negeri ini, Maret 2020. (Yetede)

Kinerja Moncer, Himbara Diminta Jaga Kepercayaan Nasabah

30 Jan 2023

JAKARTA, ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, kinerja yang impresif pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tidak terlepas dari kepercayaan para nasabah dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, kepercayaan publik kepada Himbara harus terus dijaga dan dipupuk. Pertumbuhan kinerja pun dapat diraih sepanjang 2022 karena dukungan yang secara tidak langsung oleh para nasabah dan debiturnya, antara lain dengan kerja keras mereka membangun bisnis sehingga mampu terus bekerjasama dengan Himbara Berdampingan membangun bisnis bersama-sama. Atas dasar itulah, Erick menilai perlu memberikan apresiasi kepada nasabah dan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada perbankan BUMN dengan turut berbahagia di hari-hari besar mereka. Kali ini, hari besar yang dimaksud adalah Tahun Baru Imlek. (Yetede)