Ekonomi
( 40512 )Eksportir Berminat Tempatkan Devisa
Para eksportir merespons positif rencana pemerintah dan BI membuat skema khusus penempatan devisa hasil ekspor. Langkah tersebut dinilai bisa menarik minat eksportir menaruh devisanya di dalam negeri. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, Jumat (20/1) mengatakan, pada prinsipnya, pelaku usaha menyambut baik ajakan pemerintah agar eksportir menyimpan devisa hasil ekspornya di dalam negeri ketimbang di luar negeri. Selama ini, eksportir memang membutuhkan jaminan dan insentif dari pemerintah agar penyimpanan dana devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri tidak merugikan eksportir. Ia menilai rencana pemberian sejumlah kemudahan yang sedang disusun pemerintah, seperti jaminan suku bunga yang kompetitif terhadap negara lain, insentif pajak, serta imbal hasil yang kompetitif, itu bisa menarik minat sekaligus memberi jaminan pada pelaku usaha.
”Instrumen forex dalam negeri selama ini kalah bersaing dengan negara tetangga. Dengan skema baru ini, diharapkan bisa lebih kompetitif dan menang bersaing. Namun, harus diingat, Indonesia itu menganut rezim devisa bebas, bukan devisa kontrol, untuk menarik investasi,” tutur Benny. Kepala Sekolah Ekspor dan Ketua GPEI Handito Joewono menambahkan, pemerintah perlu menerapkan pendekatan yang berbeda untuk tiap sektor karena kebutuhan eks-portir di tiap sektor berbeda-beda. Menurut dia, sejumlah kemudahan dan insentif yang saat ini disiapkan pemerintah bisa menarik minat pelaku ekspor di sektor pengolahan serta eksportir pemula. Namun, instrumen serupa belum tentu menarik bagi eksportir komoditas sumber daya alam. (Yoga)
Dampak Perilaku CEO ke Merek
Dunia terus menyoroti Elon Musk. Dari soal disrupsi yang dilakukan, aksi korporasi, hingga perilakunya. Selama ini dia mendapat puja-puji, tetapi belakangan public ”menghukumnya”. Citra perusahaan jadi bermasalah. Perilaku CEO memang tak bisa dilepaskan dari citra perusahaan. Publik memiliki penilaian sendiri kendati CEO berusaha memoles diri. Bisnis perusahaan bisa terdampak. Survei terbaru yang dilakukan oleh Morning Consult Brand Intelligence dan dikutip Forbes menyebutkan, saat ini hanya 13,4 % orang dewasa AS yang suka Tesla, perusahaan Elon Musk. Angka ini turun dibandingkan bulan lalu 16 % dan 28,4 % pada Januari 2022. Turun 15 % selama setahun. Masalah bisnis dan keterbelahan politik jadi penyebab penurunan itu. Problem Musk yang tak menentu di Twitter dan investor Tesla frustrasi karena Musk terlalu fokus pada platform media sosial. Di sisi lain, popularitas Tesla buruk di kalangan orang yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Partai Demokrat. hasil survei itu makin menarik ketika kita melihat lebih detail. Hanya 3 % orang dewasa itu yang memiliki penilaian baik terhadap merek kendaraan listrik itu. Angka ini turun dari 10,3 % pada Desember 2022. Kelompok orang dewasa ini penting karena memiliki daya beli.
Kesimpulan umum menyebutkan bahwa perilaku CEO berpengaruh terhadap citra perusahaan dan merek. Riset di Lituania dengan 186 responden yang merupakan konsumen potensial dari perusahaan Lituania yang sukses menunjukkan, ciri-ciri psikologis dan perilaku verbal dan nonverbal CEO memiliki dampak tertinggi bagi merek. Sebaliknya, kepemimpinan CEO memiliki dampak terendah pada kepercayaan konsumen terhadap organisasi. Di Malaysia, riset terhadap 102 responden di peritel dengan spesialis produk kecantikan di Kuala Lumpur menunjukkan persepsi merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Di sisi lain, persepsi terhadap CEO tak berpengaruh signifikan terhadap konsumen saat membeli produk kosmetik. Riset di Korsel untuk produk fashion menunjukkan, citra CEO dalam hal kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan daya tarik pribadi berdampak pada citra perusahaan. Dampak citra itu berwujud dalam citra produk, citra tanggung jawab social perusahaan, dan citra kultur perusahaan. CEO Net Reputation Adam Petrilli dalam sebuah tulisannya di Ceoworld Magazine menyebutkan, citra CEO bernilai 50 % dari reputasi merek. Reputasi CEO buruk, otomatis berpengaruh pada nilai reputasi merek. (Yoga)
Bappebti Siapkan Bursa Aset Kripto Tahun Ini
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko pada penutupan Rapat Kerja Bappebti di Jakarta, Jumat (20/1) menyatakan, Bappebti bersiap menghadirkan bursa aset kripto pada tahun 2023. Hal ini tertuang dalam rumusan hasil rapat kerja tersebut. Komitmen itu juga sesuai mandat UU No 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. (Yoga)
PROPERTI Tertahan Bunga Kredit dan Tahun Politik
Tren pencarian properti segmen menengah atas, yang meningkat tahun lalu, diprediksi tertahan tahun ini. Kenaikan suku bunga kredit dan periode tahun politik berpotensi mendorong perlambatan sektor properti. Ketua Umum Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong mengemukakan, pencarian hunian segmen menengah ke atas menunjukkan tren meningkat sejak 2022. Pembeli rumah di rentang harga Rp 800 juta-Rp 1 miliar per unit itu didominasi untuk hunian (end user) dengan mayoritas pembeli dari kelompok milenial. Tren pencarian rumah menengah ke atas itu berbeda dibandingkan tahun 2021 dan 2020 saat pembelian rumah didominasi untuk rumah yang lebih murah, yakni di bawah Rp 500 juta per unit. Pemulihan ekonomi pada 2022 dan tingkat suku bunga yang relatif rendah mendorong pembelian rumah dengan harga lebih tinggi meningkat.
Meski demikian, Lukas memprediksi, permintaan rumah segmen menengah atas akan tertahan tahun ini karena dampak kenaikan suku bunga kredit. Sebab, 90 % pembeli di segmen menengah atas mengandalkan kredit KPR. Di sisi lain, pengeluaran di semester I tahun ini akan terbagi untuk Lebaran, liburan sekolah, dan tahun ajaran baru. Sementara itu, memasuki semester II, investor cenderung menahan diri menjelang Pemilu 2024. ”Ada kemungkinan tren pembelian properti menengah ke atas yang meningkat akan tertahan,terutama pada semester II yang memasuki masa pemilu,” katanya. CEO 99 Group Indonesia Wasudewan memprediksi sector properti pada 2023 bakal menghadapi tantangan, terutama terkait dampak kondisi ekonomi global serta peningkatan inflasi dan suku bunga dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kepemilikan properti dinilai terus bertumbuh. (Yoga)
Ekonomi Global Lebih Cerah dari Perkiraan
DAVOS, ID – Perekonomian global tahun ini akan lebih baik dari yang dikhawatirkan sebelumnya. Hal itu ditopang oleh inflasi yang berada dalam tren menurun, pembukaan kembali lockdown di Tiongkok, dan kuatnya pasar tenaga kerja. Tetapi tetap penuh dengan risiko, termasuk eskalasi konflik di Ukraina dan munculnya perang dagang lintas Atlantik. Pandangan ini mengemuka pada diskusi panel di akhir World Economic Forum (WEF) 2023 di Davos, Swiss, Jumat (20/1/2023). Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan, situasi yang telah meningkat adalah potensi Tiongkok untuk mendorong pertumbuhan global dan IMF sekarang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 4,4% untuk 2023. Perkembangan terbaru ini kemungkinan akan mendorong IMF untuk merevisi naik perkiraan pertumbuhan global yang sebesar 2,7%. Tapi Georgieva mengingatkan agar semua pihak tidak mengharapkan adanya peningkatan dramatis pada angka itu. (Yetede)
Menkeu: Frans Seda, Teknokrat Pembangun Fondasi Ekonomi RI
JAKARTA, ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, Franciscus Xaverius Seda (Frans Seda) merupakan tokoh yang menginspirasinya untuk menjalankan komitmen nasional, tanggung jawab, serta tetap teguh dalam mewujudkan gagasan atau ide. Hal ini disampaikan dalam pidatonya pada Seminar Nasional Merajut Nilai Keutamaan Frans Seda dalam Menata Kemajuan Bangsa secara virtual, Jumat (20/1/2023). “Beliau adalah teknokrat generasi pertama yang membangun fondasi perekonomian dan keuangan negara, sosok guru yang mengajarkan kepada saya sebuah komitmen nasional, tanggung jawab, dan prinsip-prinsip teguh untuk bisa mencapai sebuah cita-cita atau mewujudkan ide,” jelas dia. Menkeu Sri Mulyani bercerita, Frans Seda merupakan Menteri Keuangan pada era Orde Baru yakni pada 1966-1968. Saat menjabat beliau dihadapkan pada situasi yang sungguh pelik yakni kondisi inflasi yang sangat tinggi (hyperinflation) di atas 600% yang berdampak pada sisi daya beli masyarakat saat itu. (Yetede)
Kuartal IV 2022, Penyaluran Kredit Baru Perbankan Tumbuh Positif
JAKARTA, ID – Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan secara triwulanan (quarter to quarter/qtq) penyaluran kredit baru tumbuh positif pada kuartal IV-2022. Secara sektoral, pertumbuhan penyaluran kredit baru terutama terjadi pada sektor perdagangan besar dan eceran serta sektor konstruksi dengan SBT sebesar 80,5%, diikuti oleh sektor industri pengolahan dengan SBT sebesar 74,2%. Penyaluran kredit baru tersebut tidak setinggi pertumbuhan pada periode sebelumnya. Hal ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan IV-2022 sebesar 86,3%, sedikit lebih rendah dibandingkan 88,1% pada triwulan sebelumnya. “Berdasarkan jenis penggunaan, pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit. Perlambatan terjadi pada jenis kredit modal kerja dan kredit investasi, terindikasi dari SBT positif yang sedikit lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, yaitu masingmasing sebesar 60,8% dan 63,7%,” ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan tertulis, Jumat (20/1/2023).(Yetede)
Liburan Imlek, Kunjungan Wisnus Tembus 101 Juta
JAKARTA, ID - Pemerintah menargetkan sebanyak 101 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Januari 2023, seiring dengan adanya libur perayaan Imlek pada 21-23 Januari 2023. Sejumlah program promosi dan atraksi telah disiapkan untuk semakin menarik minat wisatawan berlibur ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Perbaikan infrastruktur pariwisata juga terus dikebut pemerintah untuk mengejar target 1,2-1,4 miliar pergerakan wisnus dan 3,5-7,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2023. Bulan Januari ini strategi kami berfokus pada kegiatan menarik seperti Lunar Festival, pameran makanan khas Imlek, festival barongsai, dan lainnya. Puncaknya adalah perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Nanti di situ juga ada KEN (Kharisma Event Nusantara),” kata Deputi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Jumat (20/1/2023). Made menambahkan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi berbeda setiap bulan guna mencapai target pergerakan wisnus hingga penghujung tahun nanti. Kontinuitas tema program dengan berbagai event ini diharapkan mampu mendorong pergerakan dan belanja wisata. (Yetede)
Properti Portabel Ala Amoda
JAKARTA-Sebagai lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, dinamika industri properti dan konstruksi ibarat hafalan luar kepala untuk Robin Yovianto. Bagi Robin, pengembangan infrastruktur di Indonesia selalu dihantui risiko Kecepatan pengerjaan proyek infrastruktur kerap tak terprediksi meski sudah direncanakan sematang mungkin oleh pengembangnya. Pemberitaan soal proyek pemerintah ataupun swasta yang tak sesuai dengan tenggat pun menjadi lazim. Masalah yang biasanya ketahuan belakangan ini beragam, dari pembengkakan biaya atau overbudget, pemanfaatan lahan yang tak optimal, hubungan kontraktor dan pemilik proyek yang serba tidak transparan, estimasi target yang lemah, hingga alur kerja lamban karena cara konvensional. "Setidaknya sembilan dari setiap 10 proyek terkena masalah-masalah itu," tuturnya kepada Tempo, kemarin. (Yetede)
Bunga Acuan Naik, Inflasi Kian Mereda
Guna mengembalikan inflasi inti ke dalam sasaran 2-4 % pada semester I-2023, BI kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 %. Tekanan inflasi yang sempat tinggi akibat kenaikan harga BBM dan barang impor kini semakin mereda. Kenaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada Kamis (19/1). Ini kenaikan keenam berturut-turut sejak Agustus 2022 dengan total kenaikan 225 basis poin sehingga posisi suku bunga acuan saat ini 5,75 %. ”Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur ini merupakan langkah lanjutan untuk memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi inti ke depan,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers, Kamis (19/1), di Jakarta.
Perry mengatakan, kenaikan suku bunga acuan ini memadai untuk memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 2-4 % pada semester I-2023 dan inflasi umum ke sasaran 2-4 % pada semester II-2023. Berdasarkan data BPS, inflasi umum pada akhir Desember 2022 mencapai 5,51 % secara tahunan. Adapun inflasi inti mencapai 3,36 %. Inflasi umum sepanjang tahun 2022 berada di atas sasaran BI, sedang inflasi inti cenderung bias ke atas dari sasarannya 2-4 %. Sejak BI mulai menaikkan suku bunga acuan, tekanan inflasi terus mereda, bahkan menurun lebih cepat dari yang diprediksi. Pada September 2022, konsensus pasar memperkirakan inflasi umum pada akhir 2022 bisa mencapai 6,5 %. Ternyata realisasinya lebih rendah, yakni 5,51 %. Realisasi inflasi inti sebesar 3,36 % pada akhir 2022 juga lebih rendah dari konsensus pasar pada September 2022 di 4,61 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









