Ekonomi
( 40789 )'JAMU MANIS’ EKONOMI
Untuk ketiga kalinya dalam sepekan terakhir, Bank Indonesia (BI) melemparkan kode untuk tak lagi ‘garang’ dalam mengutak-atik suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR). Jika benar dieksekusi, hal tersebut bakal menjadi katalis positif akselerasi ekonomi pada tahun ini. Bukannya tanpa alasan bank sentral memberikan sinyal pelandaian suku bunga acuan setelah dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 6 bulan terakhir, suku bunga terus dikatrol hingga 225 basis points (bps). Musababnya, inflasi yang menjadi faktor utama penggerak suku bunga relatif terkendali. Pada 2022, inflasi berakhir sebesar 5,51%, dan pada Januari 2023 konsensus ekonom Bloomberg menghitung rata-rata inflasi 5,39%. Nyanyian ‘landai’ dari Gubernur BI Perry Warjiyo ini menandakan perubahan arah kebijakan bank sentral dari yang sebelumnya berfokus pada penanganan inflasi menjadi pro pertumbuhan ekonomi. Perry mengatakan bank sentral memiliki bauran kebijakan mencakup kebijakan moneter yang pro stabilitas, makroprudensial yang pro pertumbuhan ekonomi, dan jaminan likuiditas. “Kenaikan 225 bps ini memadai, jelas sekali. Tidak ada kata-kata yang lebih transparan dengan arah kebijakan ini. forward guidance-nya jelas,” katanya dalam Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2022, Senin (30/1). Sejalan dengan itu, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berkisar 4,5%—5,3% dengan titik tengah 4,9% mengarah ke 5%. Dalam kesempatan berbeda, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, memandang akselerasi ekonomi bukanlah mimpi mengingat sederet indikator telah berada pada zona hijau.
Mendorong Kinerja UMKM
Kehadiran sejumlah kebijakan yang mendukung usaha mikro kecil dan menengah mendorong perbankan menyalurkan kredit ke sektor bisnis itu. Tak hanya bank, perusahaan teknologi finansial pun turut menyatakan ketertarikannya. Kabar baik ini tentunya memberi angin segar bagi UMKM di Tanah Air di tengah keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Sebagaimana yang kita ketahui, UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional sangat rentan dengan kebangkrutan. Modal yang minim diikuti segmen pasar terbatas menjadi persoalan besar dalam mengembangkan usaha ini. Berdasarkan survei dari The United Nations Development Programme (UNDP) dan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI yang melibatkan 1.180 responden para pelaku UMKM, diketahui selama periode awal pandemi yaitu 2020—2021 lebih dari 48% UMKM mengalami masalah bahan baku. Akibatnya, sebanyak 77% usaha mikro, kecil, menengah mengalami penurunan pendapatan, dan 88% UMKM terjadi kemerosotan permintaan produk. Bahkan sebanyak 97% UMKM mengalami penurunan nilai aset.
Namun, seiring dengan pelonggaran mobilitas masyarakat diikuti dengan berbagai kebijakan yang diambil oleh pemerintah dengan melibatkan perbankan nasional, UMKM mulai menunjukkan perbaikan. Saat ini, sekitar 84,8% UMKM yang tadinya terpuruk sudah kembali beroperasi normal. Ada beberapa faktor penyebab UMKM mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses kredit dari bank dan lembaga keuangan lainya, antara lain karena tidak mempunyai atau agunan yang dimiliki tidak cukup, dan keterbatasan akses informasi ke perbankan seperti pola pembiayaan. Guna membantu pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah, pemerintah memberi kelonggaran kepada sektor tersebut salah satunya adalah perpanjangan restrukturisasi kredit. Sektor UMKM tercatat mendapatkan kucuran kredit Rp1.335 triliun, naik 0,85% secara bulanan pada November 2022.
KETAHANAN PANGAN : Beras Thailand Banjiri Sumbar
Beras asal Thailand dan domestik siap untuk menjaga ketahanan pangan Sumatra Barat (Sumbar) jelang Ramadan 2023.Perum Bulog Wilayah Sumbar mengungkapkan pada awal tahun ini pihaknya mendapatkan alokasi beras impor sebanyak 5.000 ton.Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar Sri Wulan Astuti mengatakan, kuota tersebut merupakan alokasi yang diberikan pemerintah pusat untuk didistribusikan di provinsi ini.
Menurutnya, beras impor tersebut akan didistribusikan ke masyarakat, bila kondisi harga beras di pasaran naik, serta bila ada terjadi bencana alam.“Intinya beras impor itu nantinya untuk mengantisipasi kelangkaan, sehingga tidak terjadi kesenjangan harga di pasaran. Jadi dengan telah adanya 5.000 ton beras impor atau luar negeri ini, ketersediaan beras di Sumbar cukup,” jelasnya.
Hanya saja, dia mengungkapkan bahwa selain masuknya beras impor atau luar negeri, saat ini di gudang Bulog Sumbar juga tersedia beras domestik atau dalam negeri dengan jumlah mencapai 5.800 ton.
Kebijakan Moneter Pro Stabilitas, Makro Prudential Pro-Growth
JAKARTA, ID — Merespons ketidakpastian global, Bank Indonesia menerapkan dua kebijakan yang saling menunjang. Pertama, kebijakan moneter yang pro stabilitas nilai tukar dan inflasi. Kedua, kebijakan makroprudensial yang pro-growth dengan mendorong ekspansi kredit perbankan dan pembiayaan. Kebijakan pro stabilitas penting untuk menjaga nilai tukar rupiah dan inflasi yang terkendali. Sedang kebijakan pro-growth dilakukan dengan mendorong laju pertumbuhan kredit perbankan hingga dua digit dan menjaga kecukupan likuiditas. Inilah arah kebijakan moneter dan makroprudensial BI tahun 2023. Kebijakan moneter tahun ini difokuskan pada stabilisasi nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi agar kembali ke sasaran awal, yakni inflasi inti 3% plusminus 1%. Sedang arah kebijakan makroprudensial dirancang untuk mendorong ekspansi ekonomi dengan tetap didasarkan pada tiga sasaran, yakni intermediasi seimbang, stabilisasi sistem keuangan yang terjaga, dan inklusi ekonomi. Fase ekspansi ekonomi sudah dimulai sejak kuartal II-2022 dan akan mencapai boom pada tahun 2024 dan 2025. (Yetede)
Gobel: Kegiatan Ekonomi Tidak Boleh Merusak Budaya Bangsa
JAKARTA, ID – Kegiatan ekonomi berupa investasi dan perdagangan, khususnya dari dan dengan pihak asing memiliki posisi penting. Meski demikian, kegiatan ekonomi tersebut jangan sampai merusak budaya dan tata nilai bangsa. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang Rachmat Gobel saat mengikuti dialog dengan para guru secara daring dan luring di Pare, Kediri, Jawa Timur. Acara bertajuk Silaturahmi Besar Pendidikan Cokroaminoto itu diselenggarakan oleh Syarikat Islam (SI), pada Minggu (29/1/2023). “Ekonomi, termasuk investasi dan perdagangan, tidak boleh merusak budaya dan tata nilai bangsa,” jelas dia. Pada acara itu hadir juga Prof Endang Caturwati, dosen dari Unpad Bandung yang juga aktivis SI. Organisasi yang awalnya bernama Syarekat Dagang Islam itu didirikan oleh Haji Samanhudi namun kemudian berubah menjadi SI di masa HOS Tjokroaminoto. Acara itu mengambil tema Gerakan Perubahan Indonesia Berbasis Pendidikan, Budaya, dan Ekonomi. Salah satu contoh ekonomi yang merusak budaya dan tata nilai bangsa adalah impor pakaian bekas dan impor tekstil bermotif batik. Karena itu, saat Gobel menjadi Menteri Perdagangan, ia melarang impor barang-barang tersebut. (Yetede)
Resuffle Kabinet Tak Akan Pengaruhi Konstelasi Politik
JAKARTA, ID - Langkah reshuffle atau perombakan kabinet bisa dilakukan kapan saja oleh Presiden Jokowi dan hasilnya tidak akan memengaruhi konstelasi perpolitikan di Tanah Air. Perombakan kabinet merupakan bentuk penegasan dari Presiden Jokowi soal posisi politiknya, terutama menjelang kontestasi Pemilihan Umum 2024. Hal ini ditegaskan Pengamat Politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono di Jakarta, Senin (30/1/2023) “Reshuffle’ sekarang ini kan hal biasa ya. Ada atau tidak ‘reshuffle’, tidak mempengaruhi konstelasi politik,” kata Teguh. Isu perombakan kabinet belakangan mencuat, setelah pada pekan lalu, Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Kepresidenan Jakarta. Teguh mengatakan perombakan kabinet bisa saja dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat untuk menegaskan posisi politiknya, terutama menjelang kontestasi Pemilihan Umum 2024. (Yetede)
Tumbuh 14,5%, Segmen Korporasi Penopang Kredit Perbankan
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit korporasi per akhir 2022 mencapai Rp 3.265,2 triliun tumbuh 14,5% secara tahunan (year on year/yoy) dan menjadi penopang pertumbuhan kredit secara keseluruhan. Meskipun pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan dengan November 2022 yang tumbuh 15,1% (yoy). Berdasarkan data Uang Beredar BI, untuk kredit perorangan tercatat tumbuh membaik 8,7% (yoy) per Desember 2022 menjadi Rp 3.068,4 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dari November 2022 yang sebesar 8,1% (yoy). Sehingga, secara keseluruhan kredit yang disalurkan perbankan sepanjang 2022 mencapai Rp 6.387 triliun, tumbuh 11% (yoy). Senada dengan data BI, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut mencatatkan kinerja kredit korporasi yang tumbuh tinggi menopang kredit di akhir 2022. (Yetede)
BPK: Proyek Riset yang Digagalkan itu Pakai Uang Negara
Badan Pemeriksa keuangan (BPK) menemukan seabrek persoalan di tubuh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kebijakan pengembangan riset BRIN, misalnya, dinilai bertentangan dengan sejumlah peraturan perundangan. Proyek-proyek infrastruktur dan pengelolaan aset BRIN juga bermasalah. Ditemui Avit Hidayat dan Sukma N. Lopies dari Tempo, Kamis, 26 Januari 2023, anggota BPK, Achsanul Qosasi, belum bersedia mengomentari detail temuan timnya dalam audit yang masih berlangsung tersebut. Namun Achsanul menjawab beberapa hal penting ihwal transisi pembentukan BRIN yang sejak awal kontroversial. BRIN itu lembaga baru. Seyogyanya, Kepala BRIN mengetahui tujuan dan maksud pendirian lembaga ini. Lembaga ini menyatukan empat lembaga terdahulu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan riset. (Yetede)
Berburu Minat KPR Generasi Muda
JAKARTA-Generasi muda masih menjadi sasaran utama pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) perbankan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) TBK mencatat masih tingginya peluang pertumbuhan bisnis KPR. Salah satunya didikung oleh pertumbuhan penduduk usia produktif. Senior Vice President Non Subsidized Mortgage and Personal Lending Division BTN, Iriska Dewayani, menuturkan generasi milenial maupun generasi Z banyak mendorong kebutuhan properti, KPR pun masih menjadi skema pembiayaan yang potensial serta diminati dibanding tunai bertahap dan tunai. "Usia konsumen didominasi oleh minimal usia di bawah 40 tahun, dengan range harga rumah di bawah Rp750 juta," ujar Iriska kepada Tempo, kemarin. Konsumen muda juga cenderung memilih tenor panjangan antara 15 tahun dan 20 tahun, bahkan beberapa pengambilaan tenor maksimal hingga 30 tahun. Adapun lokasi suburban masih menjadi favorite. (Yetede)
Adu Kuat Sentimen Dividen Versus Harga Batubara
Laju harga batubara global mulai tersendat. Dalam sebulan terakhir, harga batubara Newcastle menyusut 20,60% menjadi US$ 257,50 per ton pekan lalu.
Keterpurukan harga batubara merembet ke pasar modal domestik. Di periode yang sama, harga saham sejumlah emiten batubara di Bursa Efek Indonesia juga turun di rentang 3%-20%.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia berpendapat, meski bergerak dalam tren menurun, posisi harga harga batubara masih ada di level positif dan kuat. Dalam setahun terakhir (yoy), harga batubara masih menanjak 81%.
Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira bilang, penurunan harga batubara dipicu sejumlah faktor, antara lain cuaca di Eropa hingga kecemasan perlambatan ekonomi global. Cuaca di Eropa tak sedingin prediksi awal maupun tahun-tahun sebelumnya. "Jadi konsumsi batubara berkurang," kata dia, kemarin.
Di sisi lain, langkah China yang mulai membuka impor batubara dari Australia turut mempengaruhi pasar. Anggawira bilang, perlu dipastikan seberapa besar volume batubara dari Australia ke China.
Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat menilai, tren penurunan harga batubara global sama seperti melandainya harga komoditas lain, yakni seirama penurunan inflasi. Adapun posisi harga batubara di atas US$ 250 per ton dinilai tetap kuat.
"Dalam jangka enam bulan ke depan, kita tidak melihat harga batubara turun lebih dalam dan IHSG akan mulai kembali naik. Seharusnya berdampak positif pada saham batubara beberapa bulan ke depan," imbuh dia. Teguh juga melihat ada peluang terutama sekitar Februari, Maret, hingga April akan memasuki musim pembagian dividen.
Bisasanya emiten batubara akan membayarkan dividen cukup besar. Dia merekomendasikan beli saham batubara seperti Indo Tambangraya Megah (ITMG), Bukit Asam (PTBA), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT ABM Investama Tbk (ABMM) yang cenderung memberikan dividen besar.
Sebelum pengumuman pembagian dividen, harga saham emiten ini akan naik karena orang cenderung membeli. Jadi, kata Teguh, peluang sudah terbuka saat ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









