;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Emiten BUMN Konstruksi Terhalang Utang Jumbo

13 Feb 2023

Emiten BUMN konstruksi masih dibayangi beban utang jumbo. Risiko itu terjadi di tengah gencarnya penugasan proyek strategis nasional yang mesti digarap para kontraktor pelat merah. Berdasarkan catatan KONTAN, total kewajiban empat emiten BUMN karya (WSKT, WIKA, PTPP, ADHI) mencapai Rp 214,18 triliun per 30 September 2022. Rata-rata emiten BUMN konstruksi juga mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) lebih dari 300%. Salah satu kontraktor pelat merah yang punya utang jumbo adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Hingga akhir kuartal III-2022, Waskita mencatatkan total liabilitas senilai Rp 82,40 triliun. Angka ini meliputi liabilitas jangka pendek Rp 19,95 triliun dan liabilitas jangka panjang mencapai Rp 62,45 triliun. Direktur Avere Investama Teguh Hidayat berpendapat, kinerja emiten-emiten BUMN konstruksi tersendat akibat akumulasi utang yang semakin menggunung, terutama sejak pandemi Covid-19 melanda. Ditambah lagi, restrukturisasi utang yang dilakukan oleh BUMN konstruksi rata-rata hanya membuahkan hasil perpanjangan masa jatuh tempo utang lama. "Ujung-ujungnya, utang mereka akan menumpuk di kemudian hari," kata dia, Minggu (12/2). Pemerintah pun akan terus mendukung BUMN konstruksi menyelesaikan masalah utangnya. Salah satunya dengan memudahkan proses divestasi aset BUMN konstruksi melalui pencarian berbagai investor strategis. Namun, lantaran sudah telanjur terbebani utang jumbo, pemulihan kinerja BUMN konstruksi cenderung lebih lambat daripada sektor industri lainnya.

Pemerintah Buyback SUN Rp 24,05 Triliun

13 Feb 2023

Pemerintah terus berupaya mengurangi pembayaran beban utang. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembelian kembali (buyback) surat utang negara atau SUN. Kebijakan tersebut ditempuh pemerintah dengan cara menggelar lelang kembali SUN lewat cara penukaran (debt switch). Deni Ridwan, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, dari aksi penukaran surat utang dengan mekanisme many to many tersebut, pemerintah sepanjang tahun lalu sudah berhasil menarik atau memenangkan lelang pembelian SUN sebanyak Rp 24,05 triliun. Lelang pembelian SUN senilai Rp 24,05 triliun itu diperoleh dari tiga kali lelang. Pertama, lelang pada 24 Maret 2022. Di tanggal tersebut, pemerintah telah melakukan lelang pembelian kembali SUN dengan cara penukaran via mekanisme many to many, dan menggunakan fasilitas platform perdagangan MOFiDS (Ministry of Finance Dealing System). Kedua , lelang pada 17 November 2022. Saat itu, pemerintah telah melakukan pelelangan dengan langkah serupa. Peserta lelang menawarkan tujuh seri obligasi negara dari 14 seri obligasi negara yang ditawarkan pemerintah. Ketiga, lelang pada 19 Desember 2022. Pemerintah melaksanakan transaksi pembelian kembali SUN dengan cara bilateral buyback dengan Bank Indonesia sebesar Rp 20 triliun, serta setelmen pada 21 Desember 2022.

KLBF Menggenjot Penjualan Ekspor

13 Feb 2023

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ingin mendorong penjualan dari pasar ekspor. Emiten farmasi ini akan menggenjot penjualan ke pasar Asia Tenggara dan Benua Afrika. Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius optimistis bisa mengantongi pertumbuhan pendapatan dua digit tahun ini. Sejauh ini, KLBF sudah mengekspor beberapa jenis produk, yaitu produk kesehatan, obat resep, dan produk nutrisi. "Negara anggota ASEAN dan Afrika menjadi sasaran utama dan peluang pertumbuhan tetap dobel digit," tutur Vidjongtius kepada KONTAN, Jumat (10/2). KLBF juga berupaya melancarkan rantai pasok bahan baku dari China. Akhir tahun lalu, KLBF melalui entitas anaknya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), mendirikan Global Starway Synergy Co. Ltd. (GSS) di Shenzhen, China. Demi mencapai target pertumbuhan dua digit, KLBF menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun untuk menambah kapasitas produksi, fasilitas distribusi, dan teknologi informasi.

Dana Kelolaan Reksadana Semakin Tambun

13 Feb 2023

Dana kelolaan alias asset under management (AUM) industri reksadana makin gemuk. Per Januari 2023, dana kelolaan reksadana naik Rp 4,57 triliun menjadi Rp 512,76 triliun dari bulan Desember 2022 yang tercatat Rp 508,19 triliun. Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, dana kelolaan reksadana bertambah seiring dengan peningkatan persepsi positif investor terhadap perbaikan kinerja instrumen pasar modal. Pada Januari 2023, Nico mengungkapkan, unit penyertaan reksadana ikut naik sebesar 4,5 miliar menjadi 383,99 unit. Ini artinya jumlah pembelian reksadana meningkat pada periode tersebut. Kenaikan dana kelolaan reksadana terbesar dialami oleh reksadana pendapatan tetap sebesar Rp 3,3 triliun. Sehingga pada Januari 2023, dana kelolaan reksadana pendapatan tetap tercatat sebesar Rp 143,34 triliun.

Bursa Saham RI Belum Atraktif

13 Feb 2023

 JAKARTA,ID- Pasar saham di Indonesia  belum sungguh atraktif  bagi perusahaan  manajer investasi global yang saat ini mengelola dana US$ 123 triliun. Kepemilikan saham oleh asing  di Bursa Efek Indonesia (BEI) baru US$ 260 miliar  atau 41% dari kapitalisasi pasar. Satu persen saja dana portfolio asing masuk ke Indonesia pasar modal akan mendapatkan likuiditas yang mampu mengangkat saham ke fair value. Selain menambah jumlah emiten berkualitas, BEI perlu memperbanyak intrusmen investasi saham dan obligasi. Tema market deepening jangan hanya sekesar wacana, melainkan perlu segera direalisasi. Saat ini, BEI baru memiliki tujuh intrusmen , sedang bursa negara maju seperti Singapura dan Amerika Serikat (AS) sudah menyediakan15-16 intrusmen. Untuk menarikdana investasi asing, investor lokal harus diperkuat. Namun, saat ini, investor lokal domestik masih didominasi oleh investor individu yang jumlah dananya terbatas. (Yetede)

Bank Mandiri Bidik Pertumbuhan KPR Dua Digit

13 Feb 2023

JAKARTA, ID - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk optimistis bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) di tahun ini bisa tumbuh dua digit. Guna mendorong pertumbuhan tersebut, perseroan menggelar properti expo bertajuk Find Your Property (FYP) Fest 2023 untuk memudahkan akses nasabah dalam mencari hunian impian. Optimisme tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat yang membaik tahun ini. Sampai dengan akhir 2022 Bank Mandiri telah menyalurkan KPR mencapai Rp 50,1 triliun, tumbuh 8,4% secara year on year (yoy). Pencapaian tersebut juga turut menyumbang peningkatan kredit konsumer Bank Mandiri yang tumbuh 11,6% (yoy) menjadi Rp 102,8 triliun di akhir tahun lalu. SVP Consumer Loans Bank Mandiri Dessy Wahyuni mengatakan, Dessy mengatakanbahwa pameran properti tersebut menjadi momentum Bank Mandiri untuk mencapai target kredit khususnya pada lini bisnis KPR. Sementara, dari FYP Fest 2023, perseroan menargetkan pengajuan aplikasi KPR hingga Rp 1 triliun. “Ini dapat mendukung pencapaian target pertumbuhan KPR tahun ini yang doubel digit, karena tahun lalu itu 8,4%,” ujar Dessy.

Tan John Tanuwijaya: Trust Adalah Segala-galanya

13 Feb 2023

Asam garam kehidupan tergambar kuat pada garis-garis wajahnya. Usianya yang sudah menginjak 68 tahun tak dapat menyembunyikan kegigihan, keuletan, dan karakter alaminya sebagai petarung. Tan John Tanuwijaya adalah gambaran sempurna tentang sosok pengusaha lintas generasi yang tahan banting, pantang menyerah, kukuh pada pendirian, namun tetap bersahaja dan rendah hati. PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk, perusahaan yang didirikan John Tanuwijaya, 44 tahun silam, adalah saksi bisu tentang kegigihan sang founder dalam menakhodai perusahan. Kegigihan John pula yang membuat perusahaan tersebut mampu melalui tiga krisis ekonomi, yaitu krisis moneter 1997-1998, krisis fnansial global 2008, dan krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19. Berdikari Pondasi Perkasa tengah melangsungkan tahapan penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) saham dan ditargetkan mencatatkan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi BDKR pada awal Maret mendatang. Berdikari merupakan perusahaan dengan segmen bisnis beragam, dari mulai penyewaan crane (crane rental), fondasi (foundation), perbaikan tanah (ground improvement), konstruksi dermaga (marine and jetty constructions), hingga angkat berat (heavy lift). (Yetede)

47 Menara Dibangun untuk Hunian ASN

12 Feb 2023

Balik Papapn, KOMPAS- Sebanyak 47 menara akan dibangun  untuk hunian pegawai pemerintah yang akan bertugas di  Ibu Kota Nusantara. Menara yang dibangun dengan anggaran Rp 9,4 triliun itu berkapasitas 17.000 orang, selain menyelesaikan sejumlah proyek pembangunan awal. Ibu Kota Nusantara atau IKN, pemerintah juga menyiapkan lelang untuk pembangunan hunian aparatur sipil negara, TNI dan Polri. Proyek ini ditargetkan bisa di dunakan bertahap mulai 2024. "Kami juga sedang dalam persiapan lelang pembangunan 47 tower (menara) untuk ASN, TNI, dan Polri. Pagu anggaran sekitar Rp9,4 triliun," kata Satgas Pelaksanan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga, di Balikpapan, KalimantanTimur, Sabtu (11/2/2023). Saat ini disekitarnya ada 30 proyek yang sedang dikerjakan pemerintah. Proyek itu terdiri dari pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintah. (Yetede)

MEMETAKAN ARAH CUKAI ROKOK

11 Feb 2023

Setelah sempat mandek dan menghadapi beragam dinamika, Peta Jalan Pengelolaan Produk Hasil Tembakau akhirnya kembali dimatangkan dan ditargetkan terbit pada tahun ini. Materi muatan dalam peta jalan itu adalah pengaturan mengenai peta jalan kebijakan industri hasil tembakau, kenaikan tarif cukai tembakau, diversifikasi produk tembakau, dan peningkatan kinerja ekspor tembakau. Dalam rumusan awal, peta jalan tersebut mengarah pada kebijakan yang lebih pro pada penerimaan negara dengan mengoptimalisasi instrumen tarif cukai hasil tembakau (CHT). Ketentuan itu tertuang dalam draf salah satu usulan yang diajukan oleh Kementerian Keuangan. Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Askolani menekankan instansinya juga mempertimbangkan faktor lain dalam menyusun arah roadmap industri tembakau. “Hal yang dipertimbangkan ada berbagai aspek, seperti kesehatan, industri, tenaga kerja, pertanian, pengawasan, dan penerimaan,” katanya kepada Bisnis, Jumat (10/2). Dalam draf yang diperoleh Bisnis, otoritas fiskal menyusun lima fase prioritas dalam roadmap produk hasil tembakau yang masing-masing mengakomodasi aspek industri, tenaga kerja, keuangan, pertanian, dan perdagangan. Masing-masing fase menetapkan skala prioritas yang berbeda. Pada Fase 1 yang sedianya dieksekusi pada 2020—2024 misalnya, prioritas kebijakan soal cukai secara berurutan masih berpihak pada industri, kemudian tenaga kerja, lantas keuangan alias penerimaan negara, lalu pertanian, berlanjut ke perdagangan, dan terakhir kesehatan. Untuk Fase 2 yang rencananya diberlakukan pada 2025—2029, skala prioritas yang diajukan masih sama dengan Fase 1. Fokus prioritas mulai berbeda pada Fase 3 yang dieksekusi pada 2030—2034 dengan lebih mengutamakan aspek keuangan, dan sedikit menurunkan fokus pada industri dan tenaga kerja. Begitu pula dengan Fase 4 dan Fase 5 yang fokusnya berubah.

Mengurai Kusut Neraca Komoditas

11 Feb 2023

Sudah sekian lama ini pelaku usaha gundah. Pemicunya adalah gangguan impor bahan baku pasca implementasi kebijakan Neraca Komoditas yang telah dirintis bertahap sejak 2 tahun terakhir. Dari industri otomotif misalnya, beberapa produsen waswas karena pasokan bahan baku, khususnya baja, sulit dipastikan. Padahal, persediaan periode sebelumnya telah menipis. Keluhan yang sama sebelumnya juga diutarakan pelaku industri ban yang tak kunjung mendapat kepastian perihal impor bahan baku. Mereka khawatir situasi itu akan merembet pada pengurangan jumlah karyawan lantaran produksi terganggu. Adapun, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia menilai bahwa kebijakan Neraca Komoditas justru menyulitkan pengusaha dalam melakukan impor. Kini para importir dihantui ketidakpastian. Mereka juga terancam merugi karena barang yang sudah masuk akhirnya tertahan di pelabuhan akibat izin impor tak direspons oleh sistem Sistem Nasional Neraca Komoditas. Implementasi Neraca Komoditas digadang-gadang menjadi jawaban atas kebijakan pengendalian ekspor dan impor yang belum terintegrasi serta tidak adanya acuan data yang sama. Jika mengacu pada Perpres No.32/2022, tujuan kebijakan Neraca Komoditas antara lain penyederhanaan dan transparansi perizinan ekspor dan impor, menyediakan data akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan ekspor dan impor, jaminan kemudahan dan kepastian berusaha untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja.