;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Pertumbuhan Ekonomi Tersendat

07 Apr 2025

Di tengah tekanan perekonomian dunia, momentum Ramadan dan Idulfitri masih memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025. Meski demikian, pemerintah tetap harus mewaspadai kondisi daya beli yang dinilai tidak dalam kondisi menggembirakan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, momentum Ramadan dan Idulfitri yang berlangsung pada kuartal 1-2025 berpotensi memberikan dorongan tambahan ke perekonomian dari sisi konsumsi rumah tangga. Namun, kondisi ini masih dibayangi oleh belum pulihnya daya beli seacra menyeluruh, sebab terjadi deflasi bulanan pada Januari-Februari serta deflasi tahunan di Februari 2025. "Kondisi ini mencerminkan masih ada tantangan lemahnya domestik, khususnya dari kelompok kelas menengah dan bawah yang merupakan penggerak utama konsumsi," jelas Shinta kepada Investor Daily.

Bila melihat secara historis dalam tiga bulan terakhir, pertumbuhan ekonomi secara konsisten  berada diangka 5% pada kuartal 1. Dengan rincian 5,02% di tahun 2022, 5,04% pada 2023, dan 5,11% pada kuartal 1-2024. "Kami memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1-2025 akan berada dalam kisaran 4,9% hingga 5,1% (yoy)," tutur Shinta. Selain faktor musiman, terdapat berbagai stimulus kebijakan fiskal yang diharapkan memberi dorongan tambahan, seperti diskon tarif listrik 50% untuk pelanggan tertentu selama Januari-Februari 2025; penurunan harga tiket pesawat menjelang Idulfitri ; pencairan THR, bantuan sosail, dan program PKH yang menjadi faktor pendukung belanja masyarakat. (Yetede)

12 Orang Meninggal Akibat Bentrokan di Puncak Jaya

07 Apr 2025
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani menyatakan 12 orang meninggal akibat pertikaian antar dua kelompok pendukung paslon di Pilkada Puncak Jaya. Data ini merupakan akumulasi sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025. Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga terlibat dalam bentrokan antarwarga pendukung paslon bupati dan wakil bupati di Pemilihan kepala daerah Puncak Jaya 2024. "Tercatat 12 orang meninggal akibat pertikaian antardua kelompok pendukung paslon di Puncak Jaya," kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani. Faizal menyampaikan berdasarkan laporan yang diterima, korban meninggal akibat pertikaian  antarwarga  pendukung paslon ada yang disebabkan luka tembak yang diduga dilakukan KKB. Dikatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) memanfaatkan situasi politik di tengah pertikaian antar massa pendukung paslon pemilihan kepala daerah. "Ini menjadi perhatian serius kami, karena KKB sengaja memanfaatkan situasi konflik di masyarakat untuk melancarkan aksinya," kata Brigjen Pol Faizal. Dia mengatakan pertikaian yang terjado sejak 27 November 2024 hingga 4 April 2025, selain menyebabkan 12 rang meninggal juga mengakibatkan 658 orang terluka. (Yetede)

Perdagangan Ritel Selama Lebaran Tetap Meningkat

07 Apr 2025

Perayaan Idul Fitri turut berkontribusi terhadap penjualan ritel. Hal ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja. Dia mengatakan, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada saat Ramadan dan Idul Fitri serta liburan Idul Fitru sampai saat ini tetap meningkat dibandingkan dengan tahun lalu meskipun tidak signifikan. "Pertumbuhan tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan sampai dengan akhir liburan Idul Fitri nanti diperkirakan rata-rata hanya sekitar 10% saja," jelas Alphonzus. Dia memperkirakan, penjualan ritel pada Ramadham dan idul Fitru tahun ini akan tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun 2024.

"Namun tingkat pertumbuhannya tidak akan signifikan, diprediksi hanya single digit saja," ucap Alphonzus. Di tengah kondisi masih melemahnya daya beli masyarakat khususnya kelas menengah bawah, masyarakat masih tetap berkunjung ke Puat Perbelanjaan dan berbelanja. Dia melihat terjadinya perubahan pola maupun tren belanjanya. Masyarajat kelas menengah  bawah cenderung membeli barang maupun produk yang harga satuannya (unit price) rendah/kecil. Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin melihat terjadinya tren shifting belanja pada industri ritel di momen lebaran ini. "Terjadi shiting, orang membeli barang yang berarti lebih terjangkau. Mungkin volume itu naik, tapi reveneu-nya semakin kecil," kata dia (Yetede)

Keterbatasan Spektrum Frekuensi untuk Mengembangkan Teknologi Jaringan 5G

07 Apr 2025
Keterbatasan spektrum frekuensi untuk mengembangkan teknologi jaringan generasi ke-5  (5G) menjadi tantanagn serius bagi Indonesia. Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara (Asean), Indonesia masih jauh tertinggal di bidang 5G. Laporan 2025 5G Success Index oleh Kearney mengungkapkan, penetrasi 5G di Indonesia hanya 2% sejak 5G diluncurkan pada 2021. Hal ini disebabkan oleh jumlah stasiun pemancar dan jaringan fiber optic (Fo) yang tidak memadai serta ketersediaan frekuensi yang terbatas. Sedangkan, Malaysia, dengan jaringan grosir tunggalnya, telah mencapai lebih dari 80% cakupan populasi hanya dalam waktu tiga tahun. Bahkan, Malaysia tengah mengupayakan jaringan kedua untuk memicu persaingan dan mempercepat adopsi 5G. Malaysia juga baru saja mengumumkan tingkat penetrasi yang mendekati 55%. Sementara, operator telekomunikasi utama di Thailand telah melncurkan tiga kelas spektrum dan terus berinovasi, dengan sebagian besar emperkenalkan API jaringan, termasuk konektivitas tingkat lanjut, yang menjadikannya segi negara yang berkembang dalam segi inovasi. "Indonesia masih menghadapi tantangan dalam hal infrastruktur. Keterbatasan ketersediaan spektrum semakin menghambat kemampuan Indonesia untuk memperluas layanan 5G dan menccapai adopsi yang luas," kata Partner di Keraney Singapuras dan Head Kearney Technology Center of Excellence Carlods Oliver Mosquera. (Yetede)

Agentic AI Diprediksi Mengalami Perkembangan Signifikan

07 Apr 2025
Tren teknologi kecerdasan buatan (artificial intelegence/AI) mengalami perkembangan signifikan  dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi ini dipakai karena memberi banyak  manfaat untuk memudahkan manusia dalam menuntaskan pekerjaan. Di tengah perkembangan tren AI, tahun ini diprediksi akan muncul tren baru yang bisa mengubah permainan di sektor AI, yaitu lahirnya Agentic AI. Agentic AI adalah entitas AI yang dirancang untuk mengambil keputusan secara mandiri berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Jika Genarative AI hanya bertugas untuk menciptakan sesuatu seperi teks, gambar atau video, maka Agentic AI memiliki tugas lebih kompleks dengan mengambil tindakan atau keputusan yang berdampak langsung di dunia nyata.  Melihat tren tersebut, NTT DATA, perusahaan global yang melayani bisnis dan teknologi digital menghadirkan layanan Agentic AI untuk teknologi Hyperscaler menawarkan paket pelayanan komprehensif di industri untuk AI. Global Head Cloud & Security NTT DATA Inc Chalie Li mengatakan, layanan ini juga mendukung setiap tahap perjalanan Agentic AI perusahaan dengan penyedia cloud, mulai dari konsultasi dan pembangunan agen AI hingga implementasi, konetivitas, dan layanan manajemen berkelanjutan. "Agentic AI akan merevolusi operasi bisnis dan NTT DATA berada di garis depan transformasi ini," kata Charlie. (Yetede) 

Mensos: Masyarakat Sebaiknya Jangan Bergantung pada Bansos

07 Apr 2025
Pemerintah mengingatkan, masyarakat jangan tergantung pada bantuan sosial (bansos). Adapun tujuan pemberian program bantuan sosial oleh pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar dan membantu keluarga penerima manfaat (KPM) agar lebih mandiri. Hal itu disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat melakukan silahturahmi dengan warga di mesjis Baiturohman, Desa Jatijejer. "Panjenengan (Anda) ini dirancang tidak untuk terus-menerus memperoleh bansos, kecuali yang lansia dan penyandang disabilitas. Kami berharap KPM bisa graduasi (lulus) dari program bansos," kata dia. Mensos mengimbau mereka yang masih usia produktif lepas dari program bansos dan beralih ke berbagai program lain yang disediakan pemerintah seperti program pemberdayaan, program bantuan modal program pelatihan manajemen pengelolaan UMKM, program pelatihan keterampilan dan program-program produktif lainnya. "yang sehat, yang bukan lansia yang harus bisa menjadi keluarga yang lebih mandiri, ikut program yang lainnya, bukan program bansos," katanya.

Produksi Minyak Sawit RI Diprediksi Hanya Kisaran 44-47 Juta Ton

07 Apr 2025
Produksi minyak sawit nasional tahun ini diperkirakan hanya di kisaran 44-47 juta ton, atau 10-15% lebih rendah dari tahun lalu yang masih 52,76  juta ton. Pemicunya antara lain pemupukan dan peremajaan tanaman (replanting) yang tidak berjalan maksimal di 2024. Penurunan ini dikhawtirkan kian signifikan di tahun depan apabila produksi lahan-lahan sawit yang pengelolaannya kini diserahkan ke PT Agrinas Palma Nusantara (Agrinas Palma) tidak cepat dioptimalkan. Berdasarkan catatan Gapki, total produksi minyak sawit nasional 2024 mencapai 52,76 juta ton atau lebih rendah 3,8% dar 2023 yang masih 54,84 juta ton. Rinciannya, produksi minyak sawit mentah tahun lali 48,16 juta ton dan minyak kernel (palm karnel oil/PKO) 4,59 juta ton. Gapki memperkirakan  produksi minyak sawit Indonesiua di 2025 mencapai 53,6 juta ton. Namun demikian, perolehan produkdi  minyak sawit di Januari 2025 menunjukkan angka 4,18 juta ton atau lebih rendah 1,25% dari Desember 2024 yang sebesar 4,24 juta ton. Produksi di Januari 2025 tersebut juga lebih rendah  9,7% dari Januari 2024 yang masih 4,63 juta ton. 

Fenomena Ekonomi Selama Idulfitri

07 Apr 2025

Perayaan Idulfitri 2025 di Indonesia tampaknya berjalan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan sejumlah faktor yang memengaruhi antusiasme masyarakat. Tiga faktor utama yang menjadi penyebab perubahan ini adalah penurunan jumlah pemudik, penurunan daya beli masyarakat, dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

  1. Berkurangnya Arus Mudik: Diperkirakan jumlah pemudik pada Idulfitri 2025 akan turun sekitar 24% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 146,48 juta jiwa. Kenaikan biaya transportasi dan bahan bakar membuat banyak masyarakat memilih untuk tidak mudik atau menunda rencana tersebut.

  2. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Berkurangnya pengeluaran untuk kebutuhan non-pokok, seperti pakaian baru, mencerminkan penurunan daya beli. Penjualan produk tekstil di awal 2025 hanya tumbuh 3%, jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 15%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok, seperti makan, cicilan rumah, kendaraan, dan pendidikan anak.

  3. Dampak PHK: Tingginya angka PHK, terutama di sektor manufaktur dan tekstil, membuat banyak orang kehilangan pekerjaan menjelang Idulfitri. Pada awal 2025, terdapat tambahan 4.050 pekerja yang ter-PHK, dengan sektor tekstil dan manufaktur yang paling terdampak. Hal ini memperburuk kondisi keuangan keluarga yang sebelumnya bergantung pada pendapatan tetap.

Meskipun pemerintah mengucurkan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk sektor ASN dan swasta, dampak positifnya terhadap daya beli diperkirakan tidak sebesar yang diharapkan. Hasil survei menunjukkan bahwa hanya 55% masyarakat yang menggunakan THR untuk belanja perayaan Idulfitri, sementara sebagian besar memilih untuk membayar utang atau menabung untuk kebutuhan darurat.


IHSG Masih Berjuang Tembus 7.000

07 Apr 2025

Awal tahun 2025 menjadi periode penuh tekanan bagi pasar saham Indonesia, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga di bawah 6.000 pada 24 Maret, sebelum akhirnya pulih ke 6.510,62 menjelang libur Lebaran. Penurunan 8,04% secara year-to-date menjadikan IHSG salah satu yang terburuk di Asia Pasifik.

Situasi ini diperburuk oleh kebijakan tarif dagang 32% dari Presiden AS Donald Trump terhadap produk Indonesia, yang memicu kekhawatiran pasar akan dampak negatif lebih lanjut terhadap ekspor dan nilai tukar rupiah. Sentimen negatif tersebut diperkirakan akan membayangi pasar saat dibuka kembali usai libur.

Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, memperkirakan pasar akan langsung menyesuaikan diri dengan sentimen global dan domestik saat perdagangan dibuka kembali. Ia menyarankan investor untuk tidak mengambil risiko berlebihan, dan menjaga portofolio tetap konservatif.

Senada, Reza Fahmi Riawan dari Henan Putihrai Aset Management menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan fokus pada investasi jangka panjang. Ia menyebut sektor teknologi, energi bersih, kesehatan, dan keuangan masih prospektif.

Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, melihat kondisi pasar saat ini sebagai peluang untuk mulai melakukan pembelian bertahap (cicil beli), terutama pada saham-saham bluechip yang terkoreksi tetapi punya fundamental kuat, seperti perbankan, unggas, dan pertambangan terkait hilirisasi.

Angga Septianus dari Indo Premier Sekuritas juga merekomendasikan strategi serupa, tetapi dengan porsi cash atau reksa dana pasar uang (RDPU) yang lebih dominan, yakni lebih dari 50%.

Felix Darmawan dari Panin Sekuritas dan Fath Aliansyah Budiman dari Maybank Sekuritas merekomendasikan saham perbankan dengan dividend yield tinggi sebagai pilihan utama.

Sementara itu, Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, menekankan pentingnya analisis fundamental emiten dan aliran dana asing sebelum mengambil keputusan investasi.


Strategi Ampuh Hadapi Gelombang Tarif Balasan AS

07 Apr 2025
Menghadapi potensi pemberlakuan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat, pemerintah Indonesia tengah menyusun strategi yang seimbang antara jalur tarif dan non-tarif. Dewan Ekonomi Nasional (DEN) merekomendasikan dua pendekatan: menurunkan tarif untuk beberapa produk impor AS, dan merelaksasi hambatan non-tarif seperti larangan terbatas. DEN bahkan menyebut kebijakan tarif AS di bawah Presiden Donald Trump bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 0,8 poin, asal diiringi peningkatan investasi dan diversifikasi mitra dagang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa Indonesia akan mengutamakan jalur diplomasi, bukan pembalasan tarif. Pemerintah juga akan mengundang pelaku industri untuk memberi masukan, khususnya bagi sektor padat karya.

Namun, sejumlah ekonom memberikan catatan kritis. David Sumual dari BCA melihat peluang bagi ekspor energi Indonesia ke kawasan seperti Eropa dan Timur Tengah. Sebaliknya, Bhima Yudhistira dari Celios mengingatkan bahwa pelonggaran pembatasan produk AS bisa menjadi celah masuk produk dari China dan negara lain yang membanjiri pasar. Yusuf Rendy Manilet dari Core Indonesia menambahkan bahwa kebijakan ini bisa menurunkan daya saing industri dalam negeri dan mendistorsi pasar.

Dengan mempertimbangkan masukan dari para tokoh tersebut, strategi pemerintah harus berhati-hati agar respons terhadap tarif AS justru tidak menimbulkan dampak negatif di dalam negeri.