Ekonomi
( 40789 )Bokek, AS Terancam Gagal Bayar per Juni
AS lagi-lagi terancam gagal bayar. Uang tunai hasil penerimaan negara dan langkah-langkah di luar kebiasaan yang dikelola Departemen Keuangan AS tak akan cukup untuk membayar kewajiban-kewajiban pemerintah federal mulai Juni 2023. Situasi darurat keuangan Pemerintah AS itu disampaikan Menkeu Janet Yellen dalam surat resmi kepada Ketua DPR AS Kevin McCarthy. Surat tertanggal 1 Mei itu merupakan surat tindak lanjut atas surat Yellen kepada McCarthy per 13 Januari tentang batas maksimal atau pagu utang Pemerintah AS dan kemampuan Departemen Keuangan AS membiayai operasionalisasi pemerintah federal.
”Pada surat 13 Januari, saya memberi catatan bahwa uang tunai dan langkah-langkah di luar kebiasaan untuk membiayai operasionalisasi pemerintah federal AS akan habis pada awal Juni,” kata Yellen dalam surat terakhirnya. Setelah mengevaluasi realisasi penerimaan pajak federal baru-baru ini, menurut Yellen, perkiraan optimistis menunjukkan bahwa Departemen Keuangan AS tidak akan mampu membayarkan kewajiban-kewajiban pada awal Juni. ”Dan itu sangat mungkin terjadi sejak 1 Juni jika Kongres tidak menaikkan atau menunda pagu utang,” katanya. Yellen menegaskan, kegagalan Kongres meningkatkan pagu utang pemerintah akan menyebabkan kesulitan bagi warga AS dan mencederai posisi kepemimpinan global AS. Persoalan itu juga akan menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan AS mempertahankan kepentingan keamanan nasionalnya. (Yoga)
Buruh Berharap Sejahtera
Kesejahteraan layak diperjuangkan. Begitu pula buruh, yang memperjuangkan hak dan memenuhi kewajibannya demi harapan hidup sejahtera. Memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2023, buruh menyuarakan tuntutan dan harapan demi kesejahteraan diri dan keluarga. Di Indonesia, puluhan ribu buruh menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk pembatalan UU No 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi UU. Ada berbagai isu yang dikritisi dalam UU itu, di antaranya tentang upah murah dan alih daya di semua jenis pekerjaan. Pandemi Covid-19 mereda. Namun, perang Ukraina-Rusia yang belum usai, inflasi tinggi di banyak negara, dan gangguan rantai pasok makanan dan energi mengguncang perekonomian dunia. Hal ini berdampak bagi pekerja. Organisasi Buruh
Internasional (ILO) dalam Flagship Report 2023 menyebutkan, jumlah pekerjaan secara global diproyeksikan tumbuh 1 % pada 2023. Ekspansi pekerjaan ini merosot dibandingkan dengan 2022, yakni 2,3 %. Bagi Indonesia, yang perekonomiannya tumbuh 5,31 % secara tahunan pada 2022, situasinya tetap tak mudah bagi buruh atau pekerja. PHK di tingkat global juga terjadi di Indonesia. Data BPS menunjukkan, per Agustus 2022, ada 8,42 juta orang menganggur di Indonesia. Dari 135,3 juta penduduk bekerja, lebih dari setengahnya atau 59,31 % adalah pekerja sector informal. Adapun rata-rata upah buruh/karyawan Rp 3 juta per bulan. (Yoga)
Kontraksi Harga CPO Pengaruhi Penurunan NTP Perkebunan Rakyat
Sebulan terakhir, harga CPO global turun secara bertahap dari 3.900 ringgit Malaysia (RM) per ton menjadi 3.300-3.400 ringgit Malaysia per ton. Kontraksi harga itu berpengaruh terhadap nilai tukar petani perkebunan rakyat. Per Selasa (2/5) CPO di Bursa Derivatif Malaysia diperdagangkan seharga 3.387 RM/ton, turun 12,8 % secara bulanan dan 49,84 % secara tahunan. Penurunan harga CPO itu menyebabkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani mandiri turun. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mencatat, rata-rata harga TBS sawit di tingkat petani mandiri pada April 2023 sekitar Rp 2.000 per kg. Kondisi itu berpengaruh pada nilai tukar petani perkebunan rakyat (NTPPR). BPS mencatat, NTPPR pada April 2023 sebesar 129,06, turun 0,32 % dari Maret 2023 di 129,47.
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, NTPPR turun lantaran indeks harga yang diterima petani (pendapatan) lebih rendah dari indeks harga yang dibayar petani (pengeluaran). Indeks harga yang diterima petani turun 0,21 %, sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,11 %. ”Penurunan itu disebabkan penurunan indeks kelompok tanaman perkebunan rakyat, khususnya komoditas kelapa sawit sebesar 0,21 %,” katanya dalam konferensi pers yang digelar secara hibrida di Jakarta, Selasa. Sekjen SPKS Mansuetus Darto mengemukakan, per 2 Mei 2023, harga TBS di sejumlah daerah penghasil sawit di kisaran Rp 1.900-Rp 2.300 per kg seturut usia tanam. Harga di tingkat petani plasma tersebut turun Rp 70-Rp 100 per kg dari sebelumnya. (Yoga)
PMI Manufaktur April 2023 Meningkat
Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Manager’s Index/PMI) manufaktur Indonesia pada April 2023 tercatat di posisi 52,7 atau naik signifikan dibanding Maret di level 51,9 berdasarkan survei S&P Global Market Intelligence. Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, di Jakarta, Selasa (2/5/2023), posisi itu menunjukkan industri manufaktur Indonesia tengah berekspansi. (Yoga)
Indonesia Perluas Kerja Sama ”Dedolarisasi”
BI bekerja sama dengan bank sentral Korsel mendorong penggunaan mata uang lokal setiap negara dalam transaksi bilateral atau local currency transaction/LCT. Kerja sama ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang dollar AS. Korsel menjadi negara kelima yang telah bekerja sama dengan Indonesia dalam LCT. Kesepakatan tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur Bank of Korea, RHEE, Chang Yong di sela-sela Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN+3, Selasa (2/5) di Korsel.
Melalui kerja sama itu, penyelesaian transaksi bilateral, seperti transaksi berjalan, investasi langsung, dan perdagangan di antara kedua negara, akan menggunakan mata uang local kedua negara. Ini mengubah transaksi sebelumnya yang menggunakan mata uang dollar AS. ”Pelaku usaha dapat memanfaatkan kerja sama ini untuk mengurangi biaya transaksi dan eksposur terhadap risiko nilai tukar dalam melakukan transaksi bilateral, antara lain, melalui penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung antara mata uang Korean won dan rupiah dalam perdagangan antarbank,” tutur Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Selasa. (Yoga)
Ekonomi RI Masih On The Right Track
JAKARTA, ID - Pemulihan ekonomi Indonesia masih berjalan di rel yang benar (on the right track). Hal itu tercermin pada sejumlah indikator makro yang masih solid, seperti pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, kurs rupiah, dan suku bunga. Meski ekonomi global masih diselimuti ketidakpastian, perekonomian nasional tahun ini tetap tahan banting (resilient) dengan proyeksi pertumbuhan 5,0-5,3%, inflasi 3,0-4,25%, nilai tukar Rp 14.600-15.000 per dolar AS, dan suku bunga acuan 5,5-5,75%. Khusus pada kuartal I-2023, pertumbuhan ekonomi domestik yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat lusa (5/5/2023) diperkirakan mencapai 4,75-5,25%. Ekspor, investasi langsung, dan konsumsi rumah tangga diprediksi masih menjadi kontributor utama pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tahun ini. Namun, kinerja ekspor dan investasi langsung diperkirakan menurun karena ekonomi global sedang melambat akibat stagflasi ekonomi AS dan negara-negara Eropa yang mengarah ke resesi. Investasi langsung atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga akan terpengaruh pemilu karena para investor memilih wait and see. Meski demikian, penurunan kontribusi ekspor dan investasi langsung bakal dikompensasi oleh peningkatan konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah menjelang pileg dan pilpres. (Yetede)
Melonjak 508% Kunjungan Wisman Capai 2,24 Juta
JAKARTA, ID – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada kuartal I-2023 melonjak 508,87% menjadi 2,24 juta, dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 369,18 ribu. Pencapaian tersebut dinilai on track dengan target 8,5 juta kunjungan wisman ke Indonesia yang ditetapkan pemerintah hingga akhir tahun ini. “Jumlah kunjungan wisman, kalau dilihat dari grafik, terus mengalami peningkatan sejak tahun lalu. Namun, kondisi saat ini belum kembali pada level sebelum pandemi Covid-19,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (02/05/2023).Margo mengatakan, kunjungan wisman di Maret 2023 naik 15,39% dibanding Februari 2023 menjadi 809,96 ribu kunjungan, dan melonjak 470,37% dibandingkan Maret 2022. Kunjungan ke Indonesia ini didominasi oleh wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 124,62 ribu kunjungan (15,39%), diikuti Singapura 111,26 ribu kunjungan (13,74%), Australia 96,16 ribu kunjungan (11,87%), Timor Leste 63,59 ribu kunjungan (7,85%), dan Tiongkok 51,97 ribu kunjungan (6,42%). Wisman yang meninggalkan Indonesia pada Maret 2023, rata-rata lama tinggalnya mencapai 9,82 hari. “Berdasarkan kelompok kebangsaan, wisman yang berasal dari Asean memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat yakni 4,71 hari, sedangkan dari Eropa memiliki rata-rata lama tinggal paling lama yakni 20,11 hari. Bila dilihat berdasarkan kebangsaan, rata rata tinggal terlama adalah wisman Rusia yakni 40,97 hari, sedangkan tersingkat wisman Hong Kong 2,27 hari,” ujar Margo. (Yetede)
Antisipasi Optimal Selama Ramadan dan Lebaran, Inflasi April 0,33%
JAKARTA, ID – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, langkah antisipasi pemerintah yang optimal selama bulan Ramadan dan Lebaran 2023 membuat inflasi pada April lalu tercatat 0,33%, lebih rendah dibandingkan inflasi pada perayaan Idulfitri tahun 2022 yang berlangsung pada bulan Mei sebesar 0,44%. Pada April 2023, inflasi secara year on year (yoy) sebesar 4,33% dan tingkat inflasi year to date (ytd). Inflasi pada April 2023 terjadi karena adanya kenaikan pada kelompok pengeluaran transportasi. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, secara nasional inflasi pada periode Ramadan dan Lebaran 2023 lebih rendah dari tahun lalu. Berdasarkan sebaran ke kota-kota yang menjadi destinasi pemudik inflasi pada tahun ini juga lebih rendah dari tahun lalu. “Hal ini menggambarkan bahwa antisipasi pemerintah baik secara nasional maupun kepada wilayah tertentu sangat baik kalau dibandingkan tahun lalu, tercermin dari inflasi yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Margo dalam konferensi pers BPS secara hibrida di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (2/5/2023). Dari hasil kajian BPS terdapat beberapa faktor yang menyebabkan inflasi pada Ramadan dan Lebaran 2023 relatif lebih rendah dibandingkan lebaran 2022. Pertama, pasokan komoditas hortikultura relatif terjaga yang ditopang aktivitas panen sepanjang Maret-April. Deflasi cabai merah dancabai rawit meredam tingkat inflasi umum. (Yetede)
Developer Kian Percaya Diri, Bisnis Hunian Makin Prospektif
Jakarta, ID- Bisnis hunian yang mencakup rumah tapak dan hunian vertikal (apartemen) dinilai kian prospektif pada 2023 seiring menguatnya kepercayaan diri developer. Indikasi itu terlihat dari prapenjualan (marketing sales) triwulan I/2023 dua pemain besar, yakni PT Bumi Serpong Damai Tbk dan PT Lippo Cikarang Tbk yang mencapai Rp 2,43 triliun. Rudy Halim, chief executive officer (CEO) PT Lippo Cikarang Tbk, mengatakan bahwa pihaknya melihat banyak peluang pertumbuhan di industri properti. “Selama kuartal pertama tahun 2023, kami berhasil melakukan pra penjualan sesuai dengan target yang ditetapkan walaupun menghadapi banyak tantangan di sektor properti seperti suku bunga acuan yang meningkat dan tekanan inflasi,” kata dia dalam keterangan tertulis, baru-baru ini. Per akhir Maret 2023, Lippo Cikarang mencatat prapenjualan sebesar Rp337 miliar, naik 2% dibandingkan dengan periode yang sama 2022. Torehan itu setara dengan 25% dari target untuk tahun 2023 yang sebesar Rp 1,37 triliun. Prapenjualan triwulan I/2023 Lippo Cikarang didorong oleh permintaan yang kuat untuk proyek-proyek rumah tapak (Waterfront Uptown dan Cendana Spark). Lalu, didorong oleh permintaan yang tinggi untuk lahan industri (Delta Silicon 3 dan Newt on Techno Park). Kontribusi kedua segmen itu masing-masing sebesar 49% dan 35%. Sisanya 16% terdiri atas penjualan residensial low-rise apartemen yang baru (Newville), apartemen highrise yang ada, dan ruko-ruko komersial. (Yetede)
Akal-Akalan Waskita Membayar Utang
JAKARTA - Skema supply chain financing (SCF) menjadi sorotan setelah kasus dugaan korupsi di PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencuat. Dalam kasus ini, sejumlah pejabat Waskita Karya diduga melakukan penyimpangan penggunaan pembiayaan berskema SCF dari beberapa bank. Anggota direksi Waskita Karya yang kini menjadi tersangka, antara lain Direktur Utama Destiawan Soewardjono; Direktur Operasi Bambang Rianto; Direktur Keuangan dan Manajemen periode Mei 2018-Juni 2020, Haris Gunawan; serta Direktur Keuangan dan Manajemen periode Juli 2020-Juli 2022, Taufik Hendra Kusuma; diduga memerintahkan dan menyetujui pencairan dana SCF dengan menggunakan dokumen pendukung palsu. Dana tersebut ditengarai dipakai untuk membayar utang-utang perusahaan yang diakibatkan oleh pembayaran proyek-proyek pekerjaan fiktif. Perseroan juga disebut membutuhkan uang pinjaman dari bank untuk bisa mendanai belasan proyek infrastruktur. Karena itulah, Waskita Karya kemudian memanfaatkan fasilitas SCF dari sejumlah bank. Dalam laporan bertajuk "Kajian Model Bisnis Multichannel Financing" yang dirilis Departeme Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia pada 2022, supply chain financing adalah bentuk pembiayaan modal kerja dalam skema pembiayaan melalui rantai nilai usaha (multichannel financing). Implementasi skema pembiayaan ini dapat dilakukan oleh bank, perusahaan teknologi finansial, ataupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









