;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Kisah Sepetak Sawah dalam Kepungan Nikel

27 Apr 2023

Padi berumur dua bulan menghijau di hamparan persawahan di Desa Paku Jaya, Kecamatan Bondoala, Konawe, Sultra. Karmin (54) pada Kamis (30/3) dengan cekatan membuka pintu air lebar-lebar. ”Semoga panen bagus,” kata kakek satu cucu ini. Berjarak 5 km ke arah timur, asap membubung dari puluhan cerobong pabrik pengolahan nikel di kawasan Virtue Dragon Nickel Industrial Park. Di kawasan ini berdiri dua perusahaan pengolahan nikel skala besar, yaitu Virtue Dragon Nickel Industry dan Obsidian Stainless Steel. Perusahaan yang investasinya asal China itu berdiri sejak 2014, disusul pembangunan smelter yang beroperasi pada 2019. Didukung penuh pemerintah, kawasan lokasi pabrik di Kecamatan Morosi itu menjadi proyek strategis nasional. Karmin bercerita, sejak awal perusahaan dibuka, sejumlah lahan warga bersalin rupa menjadi area pabrik, jalanan, dan lainnya.

Lahan tersebut sebelumnya berupa tanah kosong, tambak, dan persawahan. ”Dulu, bersawah lebih bagus ketimbang saat ini. Kami di sini, agak jauh dari pabrik, jadi tidak terlalu berdampak.” jelasnya. Kondisi itu berbeda dengan sawah warga yang berdekatan dengan pabrik. Karmin mengolah sawah seluas 5 hektar. Sesekali, ia juga dibantu tetangga. Sekali menggarap sawah, ia membutuhkan modal Rp 15 juta untuk membeli bibit, pupuk, pestisida, dan keperluan panen. Sekali panen, ia bisa mendapatkan hasil bersih Rp 50 juta. Setiap tahun, ia menanam dua kali. Hasil itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga investasi. Persawahan adalah ”harta” Karmin bersama puluhan petani lain. Ia mengatakan tidak akan menjual sawah ini. Beberapa tahun lalu, ia terpaksa menjual 2 hektar sawahnya untuk menikahkan anaknya.

Berjarak 100 meter dari kediaman Karmin, Edimanto (31), warga Paku Jaya lainnya, sibuk mencacah daging kambing yang awalnya disiapkan untuk Idul Adha mendatang, tapi terpaksa dipotong, lantaran terlihat sakit. Edimanto saat ini hanya mengandalkan ternak dan pekerjaan serabutan. Hampir dua tahun ini Edimanto tidak me- miliki pekerjaan tetap setelah keluar dari perusahaan smelter di dekat kampungnya. Keluarganya dulu mempunyai banyak sawah, tetapi, lambat laun, lahan dijual sedikit demi sedikit hingga tak  tersisa lagi. Seharusnya, kata Edimanto, warga di sekitar tambang dan perusahaan nikel bisa berdaya dan sejahtera, baik dengan bekerja langsung di perusahaan maupun untuk penyediaan logistik. Nyatanya, ia kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup harian. ”Hanya dapat debunya,” ujarnya singkat. (Yoga)


Vale Indonesia Investasi US$ 717 Juta

27 Apr 2023

JAKARTA, ID – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan berinvestasi sekitar US$ 717 juta tahun ini. Dari jumlah itu, sebesar US$ 132 juta dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dan sisanya untuk menggarap sejumlah proyek tambang maupun penyertaan modal. Pomalaa, CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy menuturkan, menyusul peletakan batu pertama proyek Morowali Februari 2023, perseroan dan mitra terus melaksanakan pekerjaan di lapangan, baik di lokasi tambang maupun di pabrik pengolahan. Sebagai bagian dari program sosial dan strategi ketenagakerjaan, dia menerangkan, perseroan juga memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat di Kabupaten Morowali dan Pomalaa untuk memberdayakan dan menyiapkan mereka agar berkesempatan bekerja di proyek proyek perseroan. Dia memastikan, perseroan akan berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas. Perseroan juga akan mengoptimalkan produksi pada kuartal-kuartal selanjutnya tahun ini. Di saat bersamaan, perseroan berupaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya operasi. (Yetede)

Korea Selatan Panen Investasi dari AS

27 Apr 2023

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berhasil mengumpulkan investasi asing senilai hingga 4,4 miliar dollar AS dalam kunjungan selama enam hari di AS. Dilansir dari kantor berita Yonhap, Rabu (26/4/2023), ada enam perusahaan teknologi canggih dari AS yang ingin menanam modal di Korsel. Mereka bergerak di sektor energi hidrogen, daur ulang dan infrastruktur ramah lingkungan, serta semikonduktor. (Yoga)

Ekspansi Ritel Mulai Gencar

27 Apr 2023

Kinerja pusat perbelanjaan dan ritel yang semakin pulih mendorong ekspansi terus dilakukan  oleh peritel. Geliat sektor ritel ini, antara lain, ditandai masuknya peritel asing ke Indonesia serta ekspansi ritel ke luar Jawa. Hal ini, antara lain, tampak pada perusahaan ritel PT ACE Hardware IndonesiaTbk (ACES), unit usaha dari Kawan Lama Group, yang memperluas pasar dengan meresmikan lima toko baru selama Januari-April 2023. Penambahan toko tersebut dilakukan di luar Jawa, yakni Tarakan (Kaltara), Banda Aceh (Aceh), Denpasar dan Gianyar (Bali), serta Singkawang (Kalbar). Ekspansi toko itu menambah jaringan toko ACE menjadi 230 toko di seluruh Indonesia. Direktur ACE Gregory S Widjaja, dalam keterangan pers, Rabu (26/4) menyebutkan, pembukaan lima toko baru ini telah didukung evaluasi dan riset komprehensif, baik dari sisi pasar maupun sarana infrastruktur penunjang distribusi, sehingga ACE dapat menjangkau daerah baru yang potensial.

Konsultan properti JLL Indonesia mencatat, selama triwulan I-2023, tren ritel kian membaik. Restoran dan fasilitas hiburan ramah keluarga kembali mendominasi aktivitas peritel. Adapun tingkat hunian pusat perbelanjaan rata-rata 88 %. Pada tahun 2023, pasokan mal baru di Jabodetabek diperkirakan seluas 115.000 meter persegi. Head of Research JLL Indonesia Yunus Karim mengemukakan, sejalan dengan membaiknya ritel, beberapa jenama internasional membuka toko pertama di Indonesia pada triwulan I-2023. Peritel baru itu terutama untuk makanan dan minuman. ”Beberapa peritel internasional mulai aktif membuka cabang pertamanya di pusat perbelanjaan di Indonesia,” katanya, pertengahan April lalu. Konsultan properti Knight Frank Indonesia dalam laporan terbaru, Jakarta Property Highlight, beberapa waktu lalu, menyebutkan, sektor ritel merupakan salah satu subsektor properti yang masih prospektif karena geliat ekonomi setelah pandemi mereda. (Yoga)


Gaya Abadi Rencanakan ”Right Issue”

27 Apr 2023

Produsen sepeda motor listrik PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (GAS) memerlukan tambahan modal. Direktur Utama GAS Edi Hanafiah, Rabu (26/4/2023), mengatakan, tambahan modal ini direncanakan didapat dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue). GAS direncanakan mengeluarkan saham baru bernilai Rp 147 miliar. (Yoga)

Panen Transaksi Uang Elektronik

27 Apr 2023

JAKARTA- Uang elektronik berbasis kartu menjadi salah satu alat pembayaran yang populer di musim mudik Lebaran 2023. Bank-bank penerbit kartu elektronik pun berupaya menggenjot nilai dan volume transaksi di momen tahunan tersebut. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, di antaranya, mencatatkan transaksi kartu Mandiri e-Money pada periode arus mudik Idul Fitri 2023 sebesar Rp 100 miliar per hari.Senior Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, menuturkan perseroan menyiapkan inovasi dan strategi khusus untuk memperluas, mempermudah, dan memperbanyak akses Mandiri e-Money bagi nasabah dan masyarakat umum. “Penguatan strategi tersebut berfokus pada sektor transportasi, gerai retail, dan e-commerce,” ujarnya kepada Tempo, kemarin.

Walhasil, nilai transaksi Mandiri e-Money naik lebih dari 30 persen dibanding rata-rata transaksi harian sebelum periode Idul Fitri. Thomas mengatakan Bank Mandiri juga terus menerbitkan kartu dengan desain yang menarik. Adapun strategi memudahkan layanan top up dilakukan melalui aplikasi Livin’ by Mandiri pada ponsel pintar yang memiliki fitur NFC (near field communication), melalui e-commerce dan minimarket, ataupun lewat ATM dan kantor cabang Bank Mandiri. Hingga Maret 2023, Bank Mandiri mencatat nilai transaksi kartu e-money telah lebih dari Rp 5 triliun. Sedangkan di sepanjang tahun lalu, transaksi yang dibukukan secara keseluruhan sebesar lebih dari Rp 21 triliun atau tumbuh 20 persen. “Tahun ini kenaikan transaksi di momen Lebaran lebih tinggi, mengingat waktu libur yang menyebar dan tidak ada lagi pembatasan perjalanan,” kata Thomas. (Yetede)

LEBARAN TURUT MENDORONG PENINGKATAN PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

27 Apr 2023

Ramadhan dan Idul Fitri turut mempercepat perputaran ekonomi nasional. Bagaimana tidak, besaran pengeluaran untuk konsumsi cenderung lebih tinggi dari hari-hari biasanya. Tak hanya oleh penduduk yang merayakannya, euforia Ramadhan dan Lebaran yang sudah membudaya turut diikuti hampir seluruh penduduk Indonesia. Pada Lebaran 2019, momentum Lebaran turut mengakselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan II-2019 sebesar 5,05 % secara tahunan. Demikian pula pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi triwulan II-2022 yang bertepatan dengan perayaan Idul Fitri membuat perekonomian tumbuh 5,44 % secara tahunan. Tahun ini, Lebaran membawa harapan peningkatan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Hasil survei Kemenhub menunjukkan hampir separuh dari populasi Indonesia, yakni 123,8 juta jiwa, akan melakukan perjalanan selama libur Lebaran 2023.

Dibandingkan dengan tahun lalu, prediksi jumlah pemudik tahun ini naik 14,2 %. Lonjakan jumlah pelaku perjalanan tersebut tentu saja akan mengakselerasi beragam kegiatan ekonomi yang berdampak langsung bagi daerah yang menjadi tujuan para pemudik. Nilai transaksi belanja beraneka produk yang dijual di daerah-daerah melonjak, sajian-sajian kuliner laris diserbu banyak pembeli dari luar daerah. Angka kunjungan wisata lokal juga turut meningkat seiring maraknya jumlah pemudik yang hadir di wilayah setempat. Konsumsi di sektor transportasi turut terakselerasi. Masifnya penggunaan kendaraan pribadi dan transportasi umum membuat belanja sektor ini memiliki andil besar dalam berkontribusi mendorong kemajuan ekonomi masa Lebaran. (Yoga)


Kerja Antarnegara Makin Ketat

27 Apr 2023

Persaingan mendapatkan pekerja meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk usia tua di negara berpenghasilan tinggi dan menengah. Fenomena ini membutuhkan kebijakan yang memperkuat tata kelola migrasi, kesetaraan pendidikan dan keterampilan, serta perlindungan pekerja. Bank Dunia dalam laporan ”World Development Report 2023: Migrants, Refugees, and Societies” yang dirilis Selasa (25/4) menyatakan, populasi di seluruh dunia menua dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di negara-negara berpenghasilan tinggi, persentase orang yang berusia di atas 65 tahun telah mencapai rekor tertinggi dalam sejarah, yakni 19 % pada tahun 2022 dan diperkirakan terus naik. Populasi lansia di negara seperti itu diproyeksikan tumbuh 118 juta pada tahun 2050, sedangkan populasi usia kerjanya (usia 20-64 tahun) akan menurun sekitar 53 juta orang. Sebagian besar negara berpenghasilan menengah memasuki transisi demografis mereka. Jumlah anak yang lahir per perempuan juga turun di beberapa negara berpenghasilan menengah. Sementara itu, sebagian besar negara berpenghasilan rendah diperkirakan menghadapi pertumbuhan populasi yang cepat.

Hal ini akan menempatkan mereka di bawah tekanan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi kaum muda. ”Migrasi dapat menjadi kekuatan untuk pembangunan. Apabila migrasi dikelola dengan baik, ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat di negara asal dan tujuan,” ujar Senior Managing Director Bank Dunia Axel van Trotsenburg, dalam siaran pers. Dalam beberapa decade mendatang, porsi orang dewasa usia kerja akan turun tajam di banyak negara. Negara-negara seperti Meksiko, Thailand, Tunisia, dan Turki akan membutuhkan lebih banyak pekerja asing karena populasinya tidak lagi bertambah. Chief Economist of the World Bank Group dan Senior Vice President for Development Economics Indermit Gill mengatakan, negara asal harus menjadikan migrasi tenaga kerja sebagai bagian eksplisit dari strategi pembangunan. Misalnya, menurunkan biaya pengiriman uang dan memfasilitasi transfer pengetahuan dari diaspora. (Yoga)


Fokus Lagi ke Bursa Saham Usai Libur Lebaran

26 Apr 2023

Langkah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai libur Lebaran mungkin masih akan berat. Jika dilihat beberapa tahun ke belakang, biasanya transaksi di pasar masih cenderung sepi di pekan pertama setelah libur panjang hari raya. Apalagi, usai libur Lebaran tahun ini, ada sejumlah data dan agenda penting yang bakal membuat investor mengambil sikap hati-hati. Salah satunya adalah agenda pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada awal Mei mendatang, yang akan memutuskan soal arah suku bunga The Fed. Sejumlah analis yang dihubungi KONTAN memperkirakan, sentimen rapat FOMC masih akan menahan laju kenaikan IHSG. Pelaku pasar juga masih akan merespons keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 18 April lalu, yang menahan BI 7 day reverse repo rate (BI 7 -day- RR) di level 5,75%. Hans Kwee, Direktur Ekuator Swarna Investama, mengatakan, kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan lagi sekitar 25 basis poin. "Jadi, dampaknya ke pasar saham kemungkinan akan membuat cenderung tertekan," ujarnya kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, aksi korporasi pembagian dividen emiten juga akan menjadi katalis penggerak IHSG. Untuk pekan pendek kali ini, Nafan memperkirakan IHSG masih akan bergerak fluktuatif dalam minor sideways di rentang 6.744-6.869.

Pesta Laba Jumbo Perbankan Berlanjut di Awal Tahun

26 Apr 2023

Tak cuma masyarakat yang bahagia karena mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran. Senyum para bankir saat mendekati Lebaran bahkan mengembang lebih lebar. Industri perbankan memanen laba besar di kinerja kuartal I 2023.  Laba itu seiring kenaikan kredit yang menopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih bank. Namun, penopang laba bukan melulu bercerita soal kinerja. Perbankan masih melanjutkan memangkas biaya pencadangan seiring perbaikan kualitas kredit. Nah, peningkatan laba diprediksi terus berlanjut, seiring optimisme regulator dan bankir terkait permintaan kredit di sepanjang tahun 2023. Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 25,2% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 12,6 triliun pada kuartal pertama 2023. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyebut secara konsolidasi, kredit tumbuh 12,36% yoy, menjadi Rp 1.205 triliun. Bank Mandiri optimistis, sampai dengan akhir tahun 2023 pertumbuhan kredit  tumbuh antara 10%-12%. Penyaluran pembiayaan  mengedepankan prinsip kehati-hatian agar kualitas kredit tetap terjaga di level optimal. Tak mau kalah, Bank BNI mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara konsolidasi 31,8% yoy menjadi Rp 5,2 triliun pada kuartal pertama 2023. Penyaluran kredit BNI tumbuh 7,2% yoy mencapai Rp 634,3 triliun. Wakil Direktur Utama BNI, Adi Sulistyowati menyampaikan, pencapaian pada kuartal I 2023 sejalan visi BNI tumbuh secara sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.