PENGOLAHAN MIGAS : PROYEK KILANG KEMBALI ‘TERHANTAM’
Belum tuntas persoalan yang mengadang proyek Grass Root Refinery atau GRR Tuban yang dikerjakan bersama dengan perusahaan asal Rusia, yakni Rosneft, kini Refinery Development Master Plan Balikpapan ikut terancam setelah Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat mundur dari rencana memberikan pinjaman senilai US$99,7 juta. Mundurnya Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat atau the US Export-Import Bank dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan diambil menyusul komitmen pemerintah Amerika Serikat untuk berhenti menyalurkan pinjaman pada proyek berbasis bahan bakar fosil di luar negeri. Dikutip dari Bloomberg, keputusan itu diambil dewan direksi setelah mendapat tekanan dari sejumlah aktivis lingkungan yang menyatakan rencana pinjaman tersebut bertolak belakang dengan komitmen Presiden AS Joe Biden dalam upaya melawan perubahan iklim. “Sebagai tindak lanjut dari evaluasi yang disampaikan pemangku kepentingan terkait baru-baru ini, proyek itu telah dihapus dari agenda,” kata Juru Bicara Bank Ekspor-Impor AS Sean Bartlett, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (27/4). Program Manager Finansial Internasional Friends of the Earth Kate DeAngelis mengatakan bahwa keputusan itu memberi sinyal penting bagi pemerintahan Biden dalam pendekatannya dengan proyek energi di luar negeri. “Kami berharap dengan ini Bank Ekspor-Impor telah meninjau ulang pembiayaan untuk kilang minyak, mengingat risikonya yang tinggi untuk pencemaran lingkungan,” katanya.
Untuk diketahui, RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh Kilang Pertamina Balikpapan. RDMP Balikpapan didesain untuk meningkatkan kapasitas pengolahan yang semula 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, dengan peningkatan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan dari Euro II menjadi Euro V. Pri Agung Rakhmanto, pakar ekonomi energi dan perminyakan Universitas Trisakti, mengatakan pembatalan pembiayaan RDMP Balikpapan menjadi pekerjaan rumah tambahan yang harus segera diselesaikan. Terlebih, RDMP Balikpapan dikerjakan untuk menjadikan Kilang Balikpapan lebih hijau dari sebelumnya, sesuai dengan upaya pemerintah mencapai net zero emission pada 2060. “Ini menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi PT Pertamina (Persero) untuk mencari sumber pendanaan baru atau mengatur lagi strategi alokasi belanja keuangan dan distribusi pendanaan proyeknya secara menyeluruh,” katanya saat dihubungi, Kamis (27/4).
Postingan Terkait
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023