;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

PENGOLAHAN MIGAS : PROYEK KILANG KEMBALI ‘TERHANTAM’

28 Apr 2023

Belum tuntas persoalan yang mengadang proyek Grass Root Refinery atau GRR Tuban yang dikerjakan bersama dengan perusahaan asal Rusia, yakni Rosneft, kini Refinery Development Master Plan Balikpapan ikut terancam setelah Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat mundur dari rencana memberikan pinjaman senilai US$99,7 juta. Mundurnya Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat atau the US Export-Import Bank dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan diambil menyusul komitmen pemerintah Amerika Serikat untuk berhenti menyalurkan pinjaman pada proyek berbasis bahan bakar fosil di luar negeri. Dikutip dari Bloomberg, keputusan itu diambil dewan direksi setelah mendapat tekanan dari sejumlah aktivis lingkungan yang menyatakan rencana pinjaman tersebut bertolak belakang dengan komitmen Presiden AS Joe Biden dalam upaya melawan perubahan iklim. “Sebagai tindak lanjut dari evaluasi yang disampaikan pemangku kepentingan terkait baru-baru ini, proyek itu telah dihapus dari agenda,” kata Juru Bicara Bank Ekspor-Impor AS Sean Bartlett, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (27/4). Program Manager Finansial Internasional Friends of the Earth Kate DeAngelis mengatakan bahwa keputusan itu memberi sinyal penting bagi pemerintahan Biden dalam pendekatannya dengan proyek energi di luar negeri. “Kami berharap dengan ini Bank Ekspor-Impor telah meninjau ulang pembiayaan untuk kilang minyak, mengingat risikonya yang tinggi untuk pencemaran lingkungan,” katanya. 

Untuk diketahui, RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh Kilang Pertamina Balikpapan. RDMP Balikpapan didesain untuk meningkatkan kapasitas pengolahan yang semula 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, dengan peningkatan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan dari Euro II menjadi Euro V. Pri Agung Rakhmanto, pakar ekonomi energi dan perminyakan Universitas Trisakti, mengatakan pembatalan pembiayaan RDMP Balikpapan menjadi pekerjaan rumah tambahan yang harus segera diselesaikan. Terlebih, RDMP Balikpapan dikerjakan untuk menjadikan Kilang Balikpapan lebih hijau dari sebelumnya, sesuai dengan upaya pemerintah mencapai net zero emission pada 2060. “Ini menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi PT Pertamina (Persero) untuk mencari sumber pendanaan baru atau mengatur lagi strategi alokasi belanja keuangan dan distribusi pendanaan proyeknya secara menyeluruh,” katanya saat dihubungi, Kamis (27/4).

Sekitar 30% Makanan di Pasar Mengandung Zat Berbahaya

28 Apr 2023

JAKARTA, ID – Penarikan “Indomie Rasa Ayam Spesial” produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan Otoritas Kesehatan Kota Taipei, Taiwan, perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah Indonesia. Bukan tidak mungkin hal yang sama terjadi di Indonesia. Diperkirakan, sekitar 30% bahan pangan maupunmakanan siap saji di Tanah Air masih banyak mengandung bahan berbahaya. Pengawasan dan uji sampel harus segera dilakukan menyeluruh secara reguler, baik sebelum barang dipasarkan maupun setelah beredar. “Peningkatan pengawasan harus dilakukan, secara reguler, baik pre-market maupun post market. Sanksi tegas juga harus diberlakukan termasuk ke pedagangnya, dengan misalnya tidak boleh berjualan di pasar yang dikelola pemda sehingga jera,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada Investor Daily, Jakarta, Kamis (27/04/2023). Hal itu dikatakan Tulus menyusul penarikan produk mi instan “Indomie Rasa Ayam Spesial” produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan Otoritas Kesehatan Kota Taipei, Taiwan, karena bumbunya mengandung residu pestisida etilen oksida sebesar 0,187 mg/kg (ppm). (Yetede)

Dalam 3 Bulan BRI Cetak Laba Rp 15,56 Triliun

28 Apr 2023

JAKARTA — Ditengah kondisi perekonomian global yang mengalami perlambatan karena gejolak keuangan, terutama setelah kegagalan beberapa bank di Amerika Serikat, PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil mengawali tahun 2023 dengan melanjutkan kinerja cemerlang. Di tengah gejolak perekonomian global, hingga akhir kuartal I tahun 2023 BRI mampu mencatatkan laba secara konsolidasian (BRI Group) sebesar Rp15,56 triliun atau tumbuh 27,37% year on year (yoy). Adapun asset BRI Group tumbuh 10,46% yoy menjadi Rp1.822,97 triliun. Terkait dengan pencapaian tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa di tengah gejolak perekonomian global tersebut, pada 3 bulan pertama di tahun 2023, BRI dapat melanjutkan kinerja positifnya. Hal tersebut tak lepas dari komitmen BRI untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan dengan fokus di segmen UMKM yang telah menjadi pondasi pertumbuhan bisnis perusahaan selama lebih dari 127 tahun. Dari sisi penyaluran kredit, seluruh segmen kredit BRI tercatat tumbuh positif, dengan kontributor utama di segmen mikro yang tumbuh 11,18%, sehingga total kredit dan pembiayaan BRI Group menjadi sebesar Rp1.180,12 triliun. (Yetede)

Pembiayaan Tumbuh di Atas 20%, Kinerja BSI Impresif

28 Apr 2023

JAKARTA, ID -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membukukan kinerja impresif sepanjang kuartal I-2023 dengan perolehan laba bersih mencapai Rp 1,46 triliun, tumbuh dua digit 47,65% secara year on year (yoy). Kemampuan BSI memperkuat fungsi intermediasi melalui penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran pembiayaan telah mendorong pertumbuhan positif kinerja perseroan. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyatakan, perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja positif dan sehat sepanjang Januari-Maret 2023, didukung oleh kesinambungan yang solid antara.  pendanaan dan pembiayaan. Pada kuartal I-2023, perseroan berhasil mencatatkan perolehan laba bersih sebesar Rp 1,46 triliun, tumbuh 47,65% secara year on year (yoy). “Alhamdulillah , BSI meraih kinerja yang menggembirakan sepanjang kuartal I tahun ini, dan secara berkesinambungan kami memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung momentum pertumbuhan positif ekonomi. Kami dapat menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini dengan fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah, serta menjaga kualitas aset,” ujar Hery dalam konferensi pers Paparan Kinerja BSI Kuartal 3 di Jakarta, Kamis (27/4/20). (Yetede)

Ombudsman: Pemda Harus Miliki Integrasi Kanal Pengaduan dengan Kemenaker

28 Apr 2023

JAKARTA, ID – Ombudsman menyatakan, dari pemantauan terhadap implementasi kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2023 ditemukan adanya akses yang terbatas pada Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kota/kabupaten dengan website Posko Satgas THR Keagamaan 2023 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Ombudsman juga menilai pemerintah daerah (pemda) seharusnya memiliki integrasi kanal pengaduan dengan Kemenaker. “Sehingga terdapat beberapa laporan pengaduan yang tidak tercatat pada link website kementerian, koordinasi antar-Disnaker kota/kabupaten yang berjalan sendiri-sendiri dalam penanganan tindak lanjut pengaduan,” kata Anggota Ombudsman Robert Na Endi Jaweng saat dihubungi pada Kamis (27/4/2023). Robert menjelaskan, pemerintah harus melakukan pemetaan tentang kondisi setiap perusahaan. Dari hasil pemantauan Ombudsman masih ada perusahaan yang memiliki kondisi arus kas keuangan terbatas, dalam artian bila harus membayarkan THR maka kegiatan operasi perusahaan akan berhenti. Ketiadaan pemetaan masalah yang dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan di daerah, berpotensi maladministrasi dalam hal kepastian direalisasikannya pembayaran THR, termasuk perihal kepastian perihal penegakan sanksi kepada perusahaan dimaksud. “Dalam klasifikasi seperti ini perlu didorong kesepakatan dan diawasi pemerintah mengenai skema pembayaran THR-nya,” kata Robert. (Yetede)

Penjualan UNTR Naik 5,75%

28 Apr 2023

JAKARTA, ID - PT United Tractors Tbk (UNTR), distributor tunggal alat berat merek Komatsu di Indonesia, menjual 1.791 unit Komatsu sepanjang kuartal I-2023 atau naik 5,72% dibanding periode sama tahun lalu 1.694 unit. Kenaikan penjualan tersebut mengerek pangsa pasar Komatsu menjadi 32% di industri alat berat nasional. Manajemen United Tractors dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (27/04/2023) mengungkapkan, kontribusi penjualan alat berat Komatsu diperoleh dari empat sektor, yakni pertambangan, kehutanan, konstruksi, dan agribisnis. Sepanjangtiga bulan pertama 2023, kontribusi terbesar penjualan Komatsu berasal dari sektor pertambangan. Pada Januari-Maret 2023, penjualan Komatsu di sektor pertambangan mencapai 64% dari total 1.791 unit atau sekitar 1.146 unit. Angka tersebut lebih besar dibanding periode sama tahun lalu yang sekitar 1.016 unit atau 60% dari total 1.694 unit. Selanjutnya, penjualan Komatsu di sektor kehutanan pada kuartal I-2023 mencapai 14% dari total atau sekitar 250 unit. Penjualan Komatsu di sektor tersebut tumbuh dibanding periode sama 2022 yang sebanyak 203 unit atau 12% dari total
1.694 unit. (Yetede)

Bank Mandiri Torehkan Kinerja Impresif di Kuartal I-2023

27 Apr 2023

Selaras dengan strategi bisnis yang konsisten pada segmen potensial dan proses optimalisasi digital perseroan yang matang, Bank Mandiri (BMRI) berhasil membukukan kinerja keuangan yang positif pada awal tahun 2023. Hal ini tercermin dari perolehan laba bersih konsolidasi pada kuartal I 2023 sebesar Rp 12,6 triliun, tumbuh 25,2% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyampaikan, pertumbuhan laba tersebut merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang berfokus pada pendekatan ekosistem bisnis baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan. Hasilnya, hingga akhir Maret 2023, total aset Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil tumbuh 10,04% secara year on year (YoY) mencapai Rp 1.908 triliun. Hal tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit Bank Mandiri mencapai 12,36% YoY secara konsolidasi menjadi Rp 1.205 triliun. “Melalui pencapaian fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang berupaya untuk berkontribusi maksimal terhadap perekonomian di Indonesia,” ujar Darmawan di Jakarta, Selasa (18/4). Fungsi intermediasi yang impresif tersebut merata di seluruh segmen. Antara lain kredit wholesale yang berhasil meningkat 9,09% secara YoY pada kuartal I 2023 menjadi Rp 599 triliun serta kredit ritel yang meningkat 11,92% YoY dengan realisasi mencapai Rp 327 triliun. Perbaikan dari sisi kualitas kredit tersebut juga berhasil menekan biaya kredit (cost of credit /CoC). Hasilnya, posisi CoC Bank Mandiri berada di level terendah sepanjang sejarah yakni 1,00% per akhir Maret 2023 secara bank only, membaik dari posisi setahun sebelumnya yang sempat menyentuh level 1,45%. Kinerja positif Bank Mandiri juga terlihat dari sisi profitabilitas yang terus meningkat. Return on Equity (ROE) Tier-1 bank only telah menyentuh 24,6% atau naik 241 basis poin (bps) secara YoY. Sementara posisi net interest margin (NIM) konsolidasi terjaga solid di level 5,40%.

Inflasi April Tersundut Puasa dan Lebaran

27 Apr 2023

Laju inflasi di bulan April 2023 diramal bakal lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya. Penyebab utamanya karena adanya momentum Ramadan dan Idul Fitri di bulan April ini. Kondisi inilah yang membuat sebagian ekonom memproyeksi inflasi secara tahunan di April ini bisa tembus lebih dari 5% year on year. "Faktor utamanya adalah puasa dan Lebaran," ujar Teuku Riefky, ekonom makro ekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI ke KONTAN, Rabu (26/4). Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah sependapat, secara historis, inflasi di periode puasa dan Lebaran selalu melonjak. Hal tersebut terjadi karena naiknya permintaan sejumlah komoditas, dan yang tidak kalah penting adalah berlangsungnya mudik Lebaran. Lonjakan permintaan di periode itu turut ditopang guyuran tunjangan hari raya (THR). Nah, salah satu komoditas yang menyumbang inflasi di bulan Ramadan dan jelang Lebaran adalah komoditas makanan dan minuman. Akan tetapi, Piter menilai, peningkatan inflasi tidak terlalu besar pada tahun ini. Sebab, pemerintah dinilai cukup mampu menjaga pasokan pangan. Salah satunya dengan mendatangkan beras impor, sehingga harganya cukup terkendali. Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, inflasi bulanan di periode April ini bisa lebih rendah dari periode serupa tahun lalu, yakni di kisaran 0,27% month to month (mtm). Sedangkan di April tahun lalu tembus 0,95% mtm. David mengatakan, perlambatan inflasi pada Idul FItri tahun ini murni karena tingginya basis inflasi Ramadan tahun lalu. Menurut David, penggerak inflasi pada bulan April 2023 didorong peningkatan harga bahan pokok, terutama harga beras. Banjaran Surya, Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mengingatkan, meski ke depannya inflasi inti akan melandai, namun masih terdapat risiko lonjakan bahan pangan seiring efek El Nino, sehingga menyebabkan musim kemarau tahun ini akan lebih kering.

Utang Pemerintah Naik Menjadi Rp 7,879 T

27 Apr 2023

Utang pemerintah bertambah banyak. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat: utang pemerintah per akhir Maret 2023 sebesar Rp 7.879,07 triliun. Jumlah tersebut melonjak Rp 17,39 triliun dari bulan sebelumnya sebesar Rp 7.861,68 triliun. Tambahan utang tersebut membuat rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) membesar menjadi 39,17%, dari rasio per akhir Februari 2023 yang sebesar 39,09%. "Berdasarkan batasan utang yang ditetapkan melalui UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang sebesar 60% PDB, utang pemerintah berada di dalam batas aman dan terkendali," tulis Kemkeu dalam APBN KiTa yang dikutip Rabu (26/4). Secara rinci, utang pemerintah terdiri dari dua jenis, yakni berbentuk Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 89,02% dari total utang, dan 10,98% sisanya dari pinjaman. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, peningkatan jumlah utang pemerintah menjadi hal yang sulit dihindari. Hal itu berdasarkan tren yang terjadi setidaknya dalam dua sampai tiga tahun ke belakang.

Prospek Big Caps Masih Tetap Menarik

27 Apr 2023

Deretan emiten dengan kapitalisasi pasar atau market capitalization (market cap) terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun 2023 berjalan tak banyak mengalami pergeseran dibandingkan akhir Maret 2023. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih menduduki posisi puncak market cap terbesar di bursa saham. Mengutip data Bloomberg, Rabu (26/4), BBCA memiliki kapitalisasi pasar di bursa saham sebesar Rp 1.124,88 triliun. Jika dilihat, kapitalisasi pasar BBCA di bursa saham setara 11,50% dari total market cap di BEI. Ranking kedua emiten dengan market cap jumbo diisi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 750,22 triliun. Muncul di posisi ketiga ada PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan kapitalisasi pasar Rp 693,33 triliun. Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Roger MM menilai, pergerakan harga saham dan kinerja emiten big caps umumnya sejalan arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan laju ekonomi. Karena itu, rangking big caps bisa berubah saat terjadi rotasi sektoral. Ketika salah satu sektor sedang diuntungkan kondisi global seperti yang terjadi pada batubara, muncul emiten yang secara fundamental baik karena didukung kondisi saat itu," kata Roger ke Kontan, Selasa (25/4). Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Fajar Dwi Alfian memandang sepanjang tahun berjalan ini, saham-saham big caps relatif diuntungkan oleh volatilitas pasar yang cukup kencang.