Inflasi Berkepanjangan Membuat Ekonomi Eropa Nyaris Tidak Tumbuh
FRANKFURT, ID – Laju perekonomian Eropa dilaporkan mengalami pertumbuhan sangat kecil dalam tiga bulan pertama di tahun ini. Bahkan, nyaris tidak memperoleh momentum karena tingkat inflasi berkepanjangan telah menaikkan harga bahan makanan, dan mengikis keinginan masyarakat untuk membelanjakan gaji mereka yang tidak mampu mengimbanginya. Menurut laporan, pertumbuhan Eropa pada Jumat(28/04/2023) tidak terlalu besar dan hanya di kisaran 0,1% dari kuartal sebelumnya. Kondisi ini menyusul perkiraan pertumbuhan mengecewakan dari Amerika Serikat (AS) sehingga terus menghidupkan kekhawatiran resesi bakal membayangi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar didunia ini. Sebanyak 20 negara pengguna mata uang euro tercatat mengalami sedikit peningkatan dari Januari hingga Maret, setelah sempat merasakan pertumbuhan nihil dalam tiga bulan terakhir pada 2022. Disamping itu, zona euro masih terhindar dari resesi musim dingin berkat cuaca bersahabat yang mengurangi tekanan
terhadap pasokan gas alam. Pemerintah dan perusahaan perusahaan utilitas di Eropa juga bergegas mencari sumber sumber energi tambahan guna menghangatkan rumah-rumah, menghasilkan listrik dan tetap membuat pabrik-pabrik beroperasi. (Yetede)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023