Ekonomi
( 40789 )Trafik Layanan Data Naik Hingga 37%
JAKARTA,ID- Trafik layanan data/internet operator telekomunikasi seluler di Tanah Air naik hingga 37% pada momen libur Lebaran 19-27 April 2023 dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya. Empat operator seluler, yakni PT XL Axiata Tbk, Telkomsel (anak usaha PT Telkom Indonesia (persero) Tbk, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchinson), dan PT Smartfren Telecom Tbk sukses melayani pelanggan. Kali ini, data dari Costumer Experience & Service Operation Center di XL Axiata Tower, Jakarta, menunjukkan trafik layanan data XL Axiata lebih dari 37% dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya dan 17% dibandingkan hari biasa sebelum Ramadan. Sementara itu, pada akses aplikasi, trafik layanan data XL Axiata didominasi oleh file acces, yakni perpesanan Whatsapp, Facebook, dan Instagram File Acces yang mencapai 36%. Sementara itu, Smartfren berhasil mengantisipasi lonjakan trafik selama Ramadan dan Idul Fitri 1444 H yang mencapai 27% lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu 10%. Dari sisi wilayah, kenaikan trafik paling tinggi terjadi di Jawa Tengah sebesar 23% serta diikuti Jawa Timur 13% dan Jawa Barat 10%. Sedangkan aplikasi paling banyak diakses TikTok dengan kenaikan trafik 28% dan You Tube 9%. (Yetede)
Pekerja Migran Rentan Jadi Korban Perdagangan Orang
JAKARTA — Perempuan berinisial NIS, 37 tahun, menceritakan perlakuan yang diterimanya selama bekerja di Myanmar. Pekerja migran asal Bandung, Jawa Barat, ini menuturkan dirinya tak sanggup lagi mendapat siksaan dari pengawas perusahaan tempatnya bekerja. “Satu orang bisa dipukul oleh 8-10 orang. Cara mereka menyiksa tidak manusiawi, pakai alat setrum, rotan, hingga pipa paralon sampai hancur,” ujar NIS dalam video yang diterima Tempo pada 1 Mei 2023. NIS merupakan salah satu di antara 20 warga negara Indonesia yang mengaku disekap, disiksa, dan diperjualbelikan oleh kelompok penipuan online sejak Oktober 2022. Informasi mengenai 20 pekerja migran yang dipekerjakan di Myawaddy, Myanmar, ini menjadi viral di jagat maya.
Sepupu NIS bernama Rosa, 36 tahun, mengatakan NIS mulanya tergiur tawaran bekerja di Thailand sebagai customer service dari aplikasi pesan WhatsApp. Dalam informasi tersebut, upah yang dijanjikan sebesar Rp 15 juta. NIS tertarik dengan tawaran itu karena sejak pandemi Covid-19 tidak punya pekerjaan tetap. Apalagi, kata Rosa, sepupunya itu single parent atau orang tua tunggal dengan satu anak yang masih duduk di kelas IV sekolah dasar. (Yetede)
Proyek Fiktif yang Masuk Radar Auditor
JAKARTA — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah lama mendeteksi dugaan korupsi pembiayaan proyek fiktif di PT Waskita Karya Tbk yang tengah diusut Kejaksaan Agung. Menurut anggota III BPK, Achsanul Qosasi, dugaan korupsi itu terjadi ketika Waskita selaku badan usaha milik negara (BUMN) mendapat penugasan proyek infrastruktur jalan tol. “Beban Waskita yang berat menjadi pemicu bagi direksi untuk mengakali cara mendapatkan uang,” ujar Achsanul kepada Tempo, Senin, 1 Mei 2023. Waskita mulanya mendapat penugasan dari pemerintah untuk pengadaan dan investasi jalan tol di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat pada 2020. Tak tanggung-tanggung, menurut Achsanul, perusahaan pelat merah di bidang kontraktor itu harus menuntaskan 14 ruas jalan tol yang dibangun secara cepat dalam waktu bersamaan. Hal ini yang memicu Waskita membutuhkan uang pinjaman dari bank untuk mendanai belasan proyek infrastruktur tersebut. Achsanul menuturkan PT Waskita Karya memanfaatkan fasilitas supply chain financing (SCF) atau pembiayaan modal usaha dari bank. Waskita lantas membangun belasan ruas jalan tol menggunakan dana pinjaman dari sejumlah bank. Pinjaman tersebut juga sudah dikembalikan ke masing-masing bank. “Tapi cara mereka tetap salah karena ada beberapa proyek (dengan pembiayaan SCF) yang diduga fiktif,” kata Achsanul. (Yetede)
Semangat Pagi di Pasar Darfuar
Sebuah minibus berwarna biru perlahan memasuki area terminal yang berada di sisi utara Pasar Darfuar di Distrik Samofa, Biak Numfor, Papua, Rabu (19/4). Sejumlah buruh angkut yang telah menunggu bergegas mendekat ke minibus. Salah seorang di antaranya naik ke atap untuk menurunkan muatan satu per satu. Barang-barang yang dikemas dalam karung tersebut adalah milik mama-mama Papua yang akan berjualan di Pasar Darfuar. Setelah diturunkan, karung-karung tersebut kemudian dipindahkan ke troli. Sebagian besar adalah hasil kebun, seperti ubi jalar, ubi kayu, cabai, tomat, pisang, dan pinang. Buruh angkut lantas mendorong troli menuju lapak yang ditempati para mama Papua berjualan di dalam pasar. Untuk sekali mengantarkan barang, para buruh angkut menerima upah Rp 5.000 dengan jarak hanya 50 meter dari lokasi bongkar muat menuju ke lapak-lapak pedagang di dalam pasar.
Pasar Darfuar merupakan pasar tradisional yang juga berperan sebagai pasar induk untuk memasarkan hasil bumi dan komoditas pangan yang dihasilkan oleh warga setempat. Para mama Papua inilah yang membawa sendiri dan menjual langsung komoditas pertanian dan perkebunan mereka di pasar. Mereka mulai berjualan sejak pagi hingga malam atau pulang setelah barang-barang laku terjual. Ina Krar (52) menuturkan, dirinya sejak pukul 07.00 sudah berada di pasar. Ina yang berjualan sayur dan pinang sering berjualan hingga menjelang petang. Terkadang ia baru pulang setelah pukul 19.00 ketika hasil kebun yang dibawanya belum laku terjual. (Yoga)
Cuan Crazy Rich dari Aset Properti
Aset properti sedang naik daun. Orang kaya asal Indonesia mengincar portofolio properti di sejumlah negara sebagai sasaran investasi. Baru-baru ini, salah satu keluarga
crazy rich
Indonesia dikabarkan membeli tiga rumah mewah di kawasan elit Nassim Road, Singapura, senilai US$ 206,7 juta atau Rp 2,3 triliun (asumsi kurs Rp 11.194 per dolar Singapura).
Senior Research Advisor
Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menyebutkan, The Wealth Report 2023 yang dirilis Knight Frank menunjukkan, Singapura menjadi salah satu pilihan bagi orang Indonesia untuk investasi properti. Memang residential property sebagai aset teraman dibandingkan bentuk lainnya. "Para orang kaya menyebutkan preferensi negara yang dibidik untuk membeli rumah yaitu US, UK, Australia, Singapura dan Jepang," kata dia, Kamis (27/4).
Asumsi Singapura sebagai salah satu safe haven market memang mewarnai perspektif konsumen properti di Indonesia. Singapura dipercaya punya tata kelola pemerintah yang transparan, stabilitas politik,
stable currency,
harga yang naik pesat per tahun,
regulated spatial planning,
hingga properti yang berkualitas. "Misalnya di 2021 pertumbuhan harga di kisaran 10%, tahun 2022 berkisar 8,4%. Bahkan harga sewa residensial di awal 2022 naik 21%," kata Syarifah.
Ketua Umum DPP Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong bilang, negara yang menjadi sasaran investasi properti orang Indonesia antara lain Singapura, Malaysia, dan Australia. Alasan investasi di luar negeri untuk tujuan pribadi seperti anak bersekolah, medical, dan tempat tinggal, hingga investasi. "Harga properti di Singapura yang tertinggi. Maka dari itu, tidak sembarang investor dari Indonesia bisa membeli, ada kelas tertentu," sebut dia.
Tertekan Inflasi, Daya Beli Masyarakat di Bulan Ramadan Seret
Tak seperti Ramadan di tahun-tahun lalu, konsumsi masyarakat Ramadan tahun 2023 ini tak sesuai harapan. Daya beli masyarakat nyatanya masih seret.
Data
Mandiri Spending Index
(MSI) dari Mandiri Institute melaporkan, Indeks Nilai Belanja masyarakat per 2 April 2023 sebesar 133,5. Indeks Nilai Belanja pada pekan kedua Ramadan tersebut menurun dibanding akhir Maret 2023 yang sebesar 136,4.
Tak hanya itu, Indeks Volume Belanja pekan kedua Ramadan itu juga tercatat menurun di level 155,9. Level itu turun dibanding akhir bulan lalu yang sebesar 160,5.
"Nilai pengeluaran tahun ini lebih rendah. Tapi, aktivitas pengeluaran hampir sama. Hanya saja, tetap menghasilkan total pengeluaran lebih kecil di tahun ini," sebut
Head of
Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono kepada KONTAN, kemarin.
Yudo melihat, turunnya daya beli karena dipengaruhi inflasi yang masih tinggi. Meski melandai, inflasi masih di atas kisaran sasaran Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2% hingga 4%. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi tahunan per Maret 2023 4,97%
year on year
(yoy), naik dibanding inflasi Februari yang sebesar 4,64% yoy.
Indikasi daya beli masyarakat belum naik signifikan juga tampak dari hasil Survei Penjualan Eceran yang dilakukan BI. Hasil survei itu menunjukkan Indeks Penjualan Riil (IPR) kuartal I-2023 diperkirakan hanya tumbuh 1,6% yoy.
Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia Budihardjo Iduansjah bilang, turunnya belanja di pekan kedua Ramadan karena menunggu tunjangan hari raya (THR) cair. "Setelah cair, (penjualan) dari Lebaran sampai sekarang ramai," ujarnya.
Pendapatan Non Bunga Belum Optimal
Penopang pendapatan bank-bank besar di Tanah Air sepanjang tiga bulan pertama tahun ini tampil beragam. Ada bank yang tetap mengandalkan pendapatan dari bunga. Ada juga bank yang terus mengoptimalkan pendapatan dari non bunga.
Sejatinya, perbankan ingin mengoptimalkan pendapatan non bunga tahun ini agar bisa tumbuh dua digit di saat bunga acuan dalam tren meningkat. Namun, volatilitas nilai tukar rupiah menekan pendapatan berbasis komisi dari lini bisnis
foreign exchange trading, revaluation
dan derivatif.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri tercatat mampu mengandalkan pendapatan non bunga sebagai penopang pertumbuhan bisnis mereka kuartal I 2023. BRI mencatat non interest income tumbuh 14,3% secara tahunan alias
year on year
(yoy), sedangkan pendapatan bunga bersih hanya tumbuh 8,3% yoy.
Bank Mandiri bisa mengimbangi pertumbuhan pendapatan dari bunga dan non bunga yakni masing-masing sekitar 12% yoy.
Sementara pendapatan Bank Centtral Asia (BCA) dan Bank BNI di tiga bulan pertama ditopang dari bunga.
Net interest income
(NII) BCA melonjak 28% yoy. Sedangkan pendapatan non bunganya baru tumbuh 5,6% yoy. BNI mencatat penurunan pendapatan non bunga hingga 19,7% yoy. NII bank pelat merah ini tumbuh 12,7% yoy.
MOMENTUM KEBANGKITAN IHSG
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG selepas libur Lebaran pada pekan ini sukses menembus zona hijau. Perkembangan ini memberikan optimisme bagi indeks komposit untuk dapat kembali mencapai level psikologis 7.000 pada paruh pertama tahun ini. Sinyal positif ini memantik optimisme pasar terhadap prospek investasi pasar saham dalam negeri di tengah ancaman resesi ekonomi global. Mengingat hingga hari terakhir perdagangan sebelum libur Lebaran, IHSG masih terkapar di zona merah. Bisnis mencatat, selama 2 hari berturut-turut usai libur Idulfitri, IHSG menguat 1,81%. Jadi, meskipun kemarin sempat melemah 0,43%, IHSG tumbuh positif 0,95% sepanjang tahun berjalan 2023 atau year-to-date (YtD), menjadi 6.915,72. Head of Research Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima menilai, reli IHSG mulai terlihat sejak Maret 2023, sejalan dengan ekspektasi bahwa inflasi Indonesia terkendali berkat suku bunga yang bertengger di posisi puncak. Kendati tren positif terus menguat, dia mengimbau pelaku pasar mewaspadai potensi penurunan harga saham-saham berbasis energi seperti batu bara, khususnya usai momentum pembagian dividen. Raphon lebih memfavoritkan saham perbankan, seperti BBRI dan BBTN. Muhammad Alfatih, Vice President & Senior Technical Analyst Samuel Sekuritas, menambahkan bahwa IHSG berhasil menembus pola konsolidasi yang terbentuk sejak September 2022 di kisaran 6.735-6.860. Hal ini mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan menuju target harga sekitar 7.100.
KINERJA EMITEN : BYAN & AKRA Bagi-bagi Cuan
PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) memastikan bakal membagikan dividen final untuk tahun buku 2022 senilai total US$800 juta pada bulan depan.Direktur BYAN Jenny Quantero mengatakan, total dividen BYAN yang akan dibagikan untuk tahun buku 2022 sejumlah US$1,8 miliar, di mana US$1 miliar telah dibagikan BYAN sebagai dividen interim pada Januari lalu.“Saat itu dibagikan US$0,030 per saham. Untuk finalnya kami bagikan US$800 juta lagi, atau setara dengan US$0,024 per saham,” kata Jenny, dikutip Jumat (28/4).
Dengan laba bersih dan total dividen tersebut, maka dividen payout ratio BYAN diperkirakan sebesar 82,9% dari laba bersih 2022.Dalam kesempatan terpisah, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) juga menyetujui pembagian dividen tahun buku 2022 senilai Rp1,48 triliun atau setara Rp75 per saham.Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) AKRA yang digelar kemarin, menyepakati dividen fi nal senilai Rp50 per saham atau sekitar Rp987 miliar.Persetujuan ini menjadikan total dividen AKRA selama tahun buku 2022 menjadi Rp75 per saham atau sekitar Rp1,48 triliun. Sebelumnya, dividen interim AKRA sebesar Rp25 per saham telah dibayarkan pada 16 Agustus 2022.
Direktur dan Corporate Secretary AKRA Suresh Vembu menyampaikan, AKRA memiliki kebijakan pembagian dividen minimal 30% dengan ketentuan laba bersih lebih dari Rp50 miliar.
Warga Negara Indonesia Direkrut Jadi Penipu Daring di Luar Negeri
Fenomena perekrutan tenaga kerja ke luar negeri untuk dipekerjakan sebagai pelaku penipuan daring tengah merebak. Model penawaran perekrutannya muncul di media sosial dan aplikasi pesan instan. Pemerintah diharapkan segera mengupayakan pencegahan dan penegakan hukum yang nyata agar fenomena ini tidak semakin berkembang. Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menggambarkan, sepanjang 2022, Migrant Care menerima pengaduan 271 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di sejumlah negara, antara lain Malaysia, Kamboja, Filipina, Myanmar, Laos, Arab Saudi, UEA Irak, dan Libya. Dari jumlah itu, 189 WNI mengadu menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau perekrutan ilegal, lalu ditempatkan bekerja sebagai penipu daring (online scammer) dan tukang judi daring. Mereka mayoritas ditempatkan di Kamboja. Beberapa di antaranya ditempatkan di Myanmar, Laos, dan Filipina.
”Sebagian besar perekrutan melalui platform digital, seperti Facebook, Telegram, dan Whatsapp. Pelaku biasanya menawarkan promo gaji besar, fasilitas tempat tinggal, makan, pusat olahraga, komisi, dan gratis biaya keberangkatan. Setelah itu, korban umumnya diberangkatkan menggunakan penerbangan carter,” ujar Wahyu, Jumat (28/4) di Jakarta. Dia menduga penawaran gaji yang besar dan kecocokan pekerjaan teknologi informasi menjadi alasan korban bisa terjebak. Dugaan lainnya, korban baru saja kehilangan pekerjaan di Indonesia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









