Ekonomi
( 40512 )KINERJA PERBANKAN : MOMENTUM KEREK NAIK PORSI KREDIT KORPORASI
Industri perbankan diselimuti optimisme untuk mengerek rasio penyaluran kredit sektor korporasi seiring dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi dan kebijakan suku bunga acuan bank sentral. Rasio pembiayaan korporasi memang lebih kecil dibandingkan dengan sektor ritel, tetapi memiliki peluang ditingkatkan. Sejumlah bank seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI hingga PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) gencar menyalurkan kredit kepada nasabah korporasi di tengah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 tahun ini. Sejumlah perbankan cukup gencar menyalurkan pembiayaan atau kredit kepada nasabah korporasi di tengah pemulihan ekonomi pascaberakhirnya pandemiCovid-19. Berbagai faktor pendukung di antaranya situasi ekonomi yang kian membaik tecermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I/2023 sebesar 5,03% dan kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia yang ditahan 5,75% sejak Februari, menjadi suntikan tenaga agar penyaluran kredit terus meningkat. PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) misalnya, sedang menggenjot pembiayaan untuk segmen korporasi secara syariah di Indonesia tahun ini. Per kuartal I/2023, total pembiayaan korporasi yang telah tersalurkan sebesar Rp58,1 triliun, naik 17,3% secara tahunan (year-on-year/yoy). Direktur Wholesale Transaction Banking BSI Zaidan Novari mengatakan pembiayaan korporasi di BSI ini didominasi oleh sektor konstruksi dan infrastruktur, sektor ketenagalistrikan, sektor manufaktur, sektor agrobased, hingga sektor jasa kesehatan.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi juga mengatakan tahun ini BSI berupaya meningkatkan porsi pembiayaan korporasinya. Saat ini, nasabah wholesale termasuk korporasi masih kalah dibandingkan dengan nasabah ritel dengan perbandingan porsi masing-masing 30% nasabah wholesale dan 70% nasabah ritel. PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) juga gencar menyalurkan kredit korporasi tahun ini. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan optimistis permintaan kredit korporasi akan tumbuh pesat pada keseluruhan tahun ini. “Kami melihat animo masih tetap sama,” katanya kepada Bisnis, Senin (22/5). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BBNI juga gencar menyalurkan kredit korporasi tahun ini. Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini mengatakan BNI memang secara konsisten melanjutkan strategi penyaluran kredit pada segmen-segmen prioritas, yaitu kepada debitur top tier mulai dari segmen korporasi dan turunan bisnisnya. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memang bukan bank yang berfokus menyasar pasar kredit korporasi. Namun, penyaluran kredit pada segmen korporasi di BRI naik 10,37% YoY menjadi Rp190,5 trilliun pada kuartal I/2023. Corporate Secretary Aestika Oryza Gunarto mengatakan BRI menjalankan strategi pertumbuhan kredit segmen korporasi yang moderat.
PERUSAHAAN PEMBIAYAAN : Izin Usaha Woka International Resmi Dicabut
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin usaha perusahaan pembiayaan PT Woka International karena permasalahan pemenuhan permodalan. Pencabutan izin usaha perusahaan leasing yang beralamat di Jalan Teuku Cik Ditiro Nomor 38, Menteng, Jakarta Pusat itu dilakukan pada 22 Mei 2023 dengan nomor pencabutan izin usaha KEP-36/D.05/2023. Deputi Komisioner OJK Bambang W. Budiawan menjelaskan bahwa alasan pencabutan izin usaha PT Woka International dikarenakan perusahaan tidak dapat memenuhi ketentuan modal minimum. Sementara itu, Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas IKNB OJK Asep Iskandar mengatakan bahwa PT Woka International dilarang untuk melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan pembiayaan. Selain itu, PT Woka International juga diwajibkan untuk menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
AKHIR PANDEMI COVID-19 : Napas Startup Kesehatan Masih Panjang
Pendanaan kepada perusahaan rintisan atau startup sektor kesehatan di Indonesia diprediksi masih akan bertumbuh meskipun pandemi Covid-19 sudah berakhir. Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro mengatakan bahwa berdasarkan data dari DailySocial Research menunjukkan digital health market di Indonesia masih akan tumbuh 20% sampai 10 tahun mendatang. ”Salah satu yang paling cepat akselerasinya di Asia Tenggara,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (2/6). Berdasarkan data CB Insights, perusahaan riset startup, Selasa (30/5), menunjukkan adanya penurunan pendanaan startup kesehatan global mulai terjadi sejak mencapai puncaknya pada kuartal II/2021. Angkanya berangsur merosot hingga mencapai US$3,4 miliar dengan 387 kesepakatan pada kuartal III/2023. Sementara itu, di Indonesia, Eddi menilai regulasi pemerintah dan Kementerian Kesehatan sangat mendukung digitalisasi sektor kesehatan dan akan menjadi titik mula akselerasi digital health startups di Indonesia. Sebelumnya, CB Insights juga melaporkan pendanaan startup kesehatan dengan nilai jumbo senilai US$600 juta pada kuartal I/2023 atau turun 85% dibandingkan dengan kuartal I/2022 senilai US$4 miliar. Di sisi lain, jumlah startup kesehatan yang merger dan akuisisi tercatat sebanyak 39 unit pada kuartal I/2023 atau naik 160% dibandingkan pada kuartal sebelumnya sebanyak 15 unit.
JASA PELABUHAN : PELINDO HARUS JADI TRAFFIC CREATOR
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus bertransformasi dengan melakukan pemurnian bisnis untuk kembali pada khitahnya sebagai perusahaan pelayanan. Selain itu, perseroan terus didorong menjadi traffic creator atau menciptakan lalu lintas tambahan melalui kolaborasi dengan kawasan industri. Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono mengatakan Pelindo terus melakukan transformasi dengan merestrukturisasi, efisiensi, serta pemurnian bisnis setelah merger secara berkelanjutan. Upaya pemurnian bisnis masing-masing lini bisnis perseroan diharapkan rampung hingga 80% pada akhir tahun ini. Menurutnya, sejak melakukan merger pada 1 Oktober 2021, kinerja perseroan terus menunjukkan perbaikan. Hal tersebut tecermin dari performa keuangan perusahaan yang mampu mencatatkan kenaikan laba bersih senilai Rp3,1 triliun pada 2021 menjadi Rp3,9 triliun pada 2022. Arif memaparkan bahwa pemurnian bisnis dilakukan dengan memecah entitas-entitas yang dimiliki Pelindo dan mengelompokkannya pada segmen bisnis tertentu, baik di sektor terminal peti kemas, nonpeti kemas, maupun logistik. Proses pemurnian bisnis ini harus dilakukan secara perlahan atau gradual mengingat jumlah entitas anak Pelindo yang mencapai lebih dari 40 perusahaan. Arif melanjutkan, pemurnian bisnis tersebut nantinya dapat meningkatkan efisiensi perusahaan, baik dari sisi keuangan maupun operasional.
Dari sisi keuangan, kata Arif, selain mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih, Pelindo juga dapat melakukan konsolidasi keuangan. Pelindo sudah melunasi utang sebesar hampir Rp10 triliun. Dengan asumsi bunga utang di kisaran 8,5%, maka Pelindo mampu menghemat pembayaran bunga utang sebesar Rp850 miliar. Salah satu contoh kesuksesan model integrasi ini adalah pada proyek Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Dalam proyek tersebut, Pelindo bekerja sama dengan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) untuk mengintegrasikan layanan pelabuhan dan juga kawasan industri. Integrasi antara pelabuhan dan kawasan industri akan menghasilkan bisnis yang saling menguntungkan karena pelaku industri di kawasan dapat mempersingkat waktu pengiriman atau penerimaan barang-barang karena berdekatan dengan pelabuhan.
KA BANDARA : Penambahan Rute Perlu Dievaluasi
Rencana pemerintah menambah rute perjalanan kereta api dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta sampai stasiun Bekasi perlu dievalusi karena pernah dilakukan pada 2018 saat dikelola PT Railink. Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Antarkota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Aditya Dwi Laksana mengatakan perpanjangan lintasan pelayanan pada 2018 tidak berdampak positif terhadap peningkatan okupansi KA Bandara. Menurutnya, ada dua hal utama yang menyebabkan penambahan rute perjalanan hingga Stasiun Bekasi tidak sukses 5 tahun lalu. Pertama, frekuensi perjalanan KA Bandara masih rendah karena perjalanan KA Bandara hanya dilakukan setiap 1 jam sekali dengan total 40 perjalanan per harinya yang tidak mendukung mobilitas para penggunanya. Kedua, saat itu infrastruktur pendukung seperti jalur kereta belum memadai untuk mendukung KA Bandara yang berimbas pada mobilitas pengguna makin terhambat karena KA Bandara harus bergantian melintas di jalur yang sama dengan KRL commuterline dan kereta api jarak jauh (KAJJ).
Tanggung Renteng Laba dan Rugi AJB Bumiputera
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan POJK No 7/2023 tentang tata kelola dan kelembagaan perusahaan asuransi berbentuk usaha bersama (mutual insurance).
Salah satu isi aturan ini adalah pemegang polis akan ikut menanggung kerugian perusahaan.
KONTAN mencatat, setidaknya ada enam pasal yang mengatur soal tanggung renteng kerugian perusahaan asuransi. Misalnya pasal 126 yang menyatakan bahwa jika dalam menjalankan usahanya perusahaan asuransi mengalami kerugian, maka akan dibebankan terlebih dulu ke dana cadangan perusahaan.
Kepala Departemen dan Pengembangan IKNB OJK, Djonieri menyebut, secara konsep, dalam perusahaan asuransi yang berbentuk usaha bersama, pemegang polis pada dasarnya merupakan anggota, yang juga pemilik perusahaan. Konsep ini sudah berlaku secara global.
Djonieri memaparkan, POJK ini berlaku sejak diundangkan, yakni 11 Mei 2023. "Namun sebagian besar ketentuan, seperti tata kelola rapat umum anggota, ketentuan pembebanan kerugian, sudah diatur di UU PPSK yang berlaku mulai 12 Januari," tandasnya.
Padahal, pemegang polis AJB Bumiputera saat ini sudah menanggung penurunan nilai manfaat (PNM) yang diajukan oleh manajemen sejak Maret lalu. Bahkan, nasabah asuransi ini masih ada yang menolak usulan PNM tersebut.
OJK menegaskan aturan ini tidak berlaku surut. Pemegang polis tidak akan ikut menanggung rugi yang terjadi sebelum aturan ini dikeluarkan. Namun setelah aturan ini dirilis, perusahaan asuransi wajib melakukan ketentuan POJK ini.
Harga Pangan Masih Menyulut Inflasi Mei
Inflasi bulan Mei 2023 diperkirakan belum signifikan melandai, meski momentum Idul Fitri telah usai. Bahkan, ada peluang inflasi bulan Mei lebih tinggi daripada April. Hal ini dipicu kenaikan harga sejumlah pangan.
Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan inflasi Mei 2023 berada di rentang 0,08% hingga 0,41%
month on month
(mom). Sementara inflasi tahunannya diperkirakan di kisaran 4,19% hingga 4,51%
year on year
(yoy). Adapun inflasi periode Lebaran yang jatuh pada bulan April tercatat sebesar 0,33% mom dan 4,33% yoy,
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Padede memperkirakan inflasi Mei sebesar 0,32% mom dan 4,24% yoy. "Landainya inflasi didorong oleh penurunan inflasi inti dan inflasi harga diatur pemerintah," terang dia kepada KONTAN, Kamis (31/5).
Sedangkan inflasi harga diatur pemerintah diperkirakan melandai sejalan dengan normalisasi tarif transportasi setelah meningkat pada April 2023 akibat Idul Fitri.
Namun Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy memperkirakan, inflasi Mei sebesar 0,4% mom dengan inflasi tahunan sebesar 4,33% yoy. Ia memperkirakan inflasi didorong kelompok transportasi hingga makanan dan minuman.
TBIG Akan Merilis Obligasi Rp 20 Triliun
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) bakal menggalang pendanaan jumbo di pasar modal. Emiten menara telekomunikasi ini akan menerbitkan obligasi baru senilai Rp 20 triliun. Direktur Keuangan TBIG Helmy Yusman Santoso mengatakan, TBIG tengah memproses pengajuan aksi korporasi ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rencananya, obligasi yang memiliki skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) itu akan terbit dalam satu hingga dua bulan ke depan.
"Saat ini dalam proses untuk pendaftaran ke OJK program PUB yang baru sebesar Rp 20 triliun," ujar Helmy, dalam paparan publik, Rabu (31/5).
Sayang, Helmy belum merinci penggunaan dana obligasi tersebut. TBIG memang kerap menerbitkan surat utang untuk belanja modal ataupun
refinancing
utang. Teranyar, TBIG menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V dengan target penghimpunan dana Rp 15 triliun.
Awal tahun ini, TBIG telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V TBIG Tahap VI 2023 dengan jumlah pokok sebesar Rp 2,48 triliun. Dana obligasi itu digunakan untuk
refinancing.
IPO Amman Mineral Rp 12,93 Triliun
Perusahaan tambang emas dan tembaga PT Amman Mineral Internasional Tbk bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang akan menggunakan kode saham AMMN ini akan menggelar
initial public offering
(IPO) dengan membidik dana segar Rp 12,93 triliun.
AMMN menawarkan 7,28 miliar saham atau 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga penawaran IPO berkisar Rp 1.650 sampai Rp 1.775 per saham.
Dana IPO jumbo itu akan disalurkan untuk sejumlah keperluan. Di antaranya untuk menyuntik modal anak usahanya, yang selanjutnya akan digunakan untuk menggarap berbagai proyek. Misalnya, proyek smelter, proyek ekspansi pabrik konsentrator, dan proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap.
Lalu, sekitar Rp 3,04 triliun atau US$ 200 juta dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara.
AMMN memang sudah menyiapkan sejumlah agenda ekspansi usai IPO. Anak usaha AMMN, yakni Amman Mineral Nusa Tenggara, sudah memasuki Fase 7 dalam operasional tambang Batu Hijau. "Kini, kami sedang tahap pengembangan Fase 8 yang diperkirakan dapat memperpanjang usia tambang hingga 2030," ujar Kartika Octaviana,
Vice President Corporate Corporate Communication
AMMN, kemarin.
Presiden Direktur AMMN Alexander Ramlie meyakini, prospek emas dan tembaga masih cukup cerah. Dua komoditas ini adalah komoditas yang mudah terserap pasar.
PIJAKAN SOLID EKSPANSI BISNIS
Berlanjutnya tren pertumbuhan ekonomi domestik dan geliat daya beli konsumen menjadi pijakan yang solid bagi korporasi di Tanah Air untuk memacu produksi dan menggulirkan investasi di tengah kondisi eksternal yang menantang. Kendati demikian, dunia usaha tetap diminta waspada lantaran masih ada gejolak geopolitik dunia. Faktanya, pada kuartal I/2023, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,04% atau di atas proyeksi analis sebesar 4,8%. Pada saat yang sama, keyakinan konsumen juga merangkak naik sepanjang tahun berjalan 2023. Hal itu tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) lansiran Bank Indonesia yang merangkak naik ke level 126,1 pada April 2023 atau tertinggi sejak Juli 2022. Dus, optimisme konsumen pun semakin terbaca jelas. Indikator positif makro ekonomi tersebut turut berimbas terhadap kinerja dunia usaha di Indonesia, termasuk emiten-emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI hingga 2 Mei 2023, pendapatan dan laba bersih 144 perusahaan meningkat sepanjang kuartal I/2023. Secara tahunan, pendapatan emiten naik 10,87% dan laba bersihnya tumbuh 4,12%. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengatakan kinerja pertumbuhan ekonomi, perbaikan kinerja di seluruh industri jasa keuangan, dan stabilitas sektor keuangan dapat terjaga dengan baik pada 2022 bahkan hingga akhir Mei 2023. Pada saat yang sama, kinerja industri dan perusahaan juga relatif bertumbuh.
Dia menuturkan sejumlah risiko global yang ada di depan mata yakni stagflasi di beberapa negara maju di Eropa, kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat, dan disrupsi rantai pasok dunia akibat kepentingan geopolitik. Di tengah tantangan tersebut, Mantan Wakil Menteri Keuangan itu menyampaikan pemerintah dan swasta perlu terus bekerja keras dan bersinergi untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian-capaian positif. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan saat ini masyarakat meyakini terjadi perbaikan penciptaan lapangan kerja dan penghasilan di Indonesia. PT Kimia Farma Tbk. (KAEF), misalnya, menyiapkan capital expenditure (capex) sebesar Rp1,2 triliun pada tahun ini. Capex emiten farmasi BUMN itu telah menggunakan sebagian kecil capex untuk pengadaan tanah dan bangunan, pemeliharaan mesin dan kendaraan, serta inventaris. Senada, Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) Helmy Yusman Santoso mengatakan perusahaan menara telekomunikasi Grup Saratoga itu mengalokasikan capex senilai Rp3 triliun pada 2023. Belanja modal itu bakal digunakan TBIG untuk pembangunan menara dan jaringan serat optik (fiber optic).
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









