Ekonomi
( 40512 )KUNJUNGAN TURIS : PERAN STRATEGIS WISATA MEDIS
Hadirnya sejumlah rumah sakit berkualitas di Kota Medan, Sumatera Utara memperkokoh langkah transformasi ibu kota provinsi ini sebagai pusat wisata medis atau medical tourism. Tercatat ada 12 rumah sakit yang dinilai siap untuk berpartisipasi pada konsep ini. Saat ini, ada 7 rumah sakit (RS) tipe A dan B di Kota Medan yang mendapat sertifi kasi dari Kementerian Kesehatan untuk medical tourism itu.Ketua Medan Medical Tourism (MMT) Board Destanul Aulia mengungkapkan bahwa dari jumlah itu, pihaknya merekomendasi 5 RS tambahan yang dianggap layak sebagai bagian dari RS yang berpartisipasi dalam wisata medis.Dari data yang ia miliki, RS yang terdata saat ini adalah RS Adam Malik, RS Columbia Asia Medan, RS Murni Teguh, RS Putri Hijau, RS Royal Prima, Sumatera Eye Center, RS Stella Maris, RS Dr. Pirngadi Medan, RS Mitra Media Premier, dan RS Permata Bunda.Menurutnya, sejumlah program telah dijalankan untuk menciptakan ekosistem Kota Medan sebagai wisata medis. Salah satunya, imbuhnya, adalah dengan rutin mengikuti webinar internasional menyusul keingintahuan masyarakat internasional terkait keunggulan RS di Kota Medan.
Dia menjelaskan bahwa dengan konsep wisata medis itu, pihaknya dengan mempromosikan bagaimana orang luar negeri datang ke Sumatra Utara (Sumut) dengan menikmati Danau Toba, dan juga mendapatkan fasilitas kesehatan dengan layanan unggulannya.Destanul menjelaskan bahwa 12 RS itu memiliki medical check up yang spesifik untuk keunggulannya masing-masing.Contohnya, RS Adam Malik dengan layanan jantungnya, RS dr. Pirngadi dengan layanan gigi, RS Siloam dan Sumatera Eye Center dengan keunggulan spesialis mata. Sementara itu, RS Columbia Asia dengan spesialisasi kardiovaskular, RS Murni Teguh dengan keunggulan onkologi, RS Putri Hijau dengan keunggulan di bedah saraf, RS Royal Prima dengan keunggulan ortopedi, dan RS Stella Maris dengan spesialisasi bayi tabung.
Destanul menjelaskan syarat rumah sakit menjadi bagian dari wisata medis adalah adanya kerja sama dengan travel agent yang telah memiliki pemandu wisata medis. Para travel agent, imbuhnya, yang akan melakukan promosi dan membantu wisatawan yang ingin ke rumah sakit di Kota Medan dengan keunggulan yang sesuai dan kebutuhan yang cocok dengan para wisatawan itu.
Di sisi lain, General Mana-ger RS Columbia Asia Deny Hidayat memandang bahwa medical tourism merupakan sebuah cita-cita yang dibangun di atas komponen-komponen yang melibatkan banyak hal a.l infrastruktur, ketertiban kota, kebersihan.
Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo memandang bahwa letak geografis provinsi ini yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura, membuat kebiasaan berobat ke luar negeri menjadi seperti budaya tersendiri.
GELIAT EKOWISATA, Kulari ke Hutan Kota di Palangkaraya
Kristana Parinters Makur (30) melepas alas kakinya dan merasakan pasir basah hutan kerangas di Kahui, Palangkaraya, Kaliteng. Penatnya sirna bersama hilangnya terik matahari di balik pepohonan. Nando, sapaan akrabnya duduk di bawah pohon beringin tak jauh dari Sungai Tahai yang airnya berwarna hitam karena gambut. Sekitar 50 meter dari sungai berdiri pondok-pondok dengan atap segitiga menutupi badan pondok. Beberapa orang terlelap di dalamnya, sebagian mengunyah camilan. Anak-anak kecil berlarian di depan pondok, mengejar sinar matahari yang muncul dari balik ranting-ranting. ”Saya, dari kampung, jadi apa-apa ingin kembali ke hutan. Biasanya kembali ke hutan itu entah kenapa hati jadi tenang,” kata Nando, Rabu (31/5). Kahui tidak menawarkan wisata modern seperti tempat wisata pada umumnya. Kahui hanya menawarkan ketenangan alam. Tak ada yang diubah dari bentuk Kahui sebelum menjadi seperti sekarang. Pohon-pohon berumur puluhan tahun, sungai alami, tanah berpasir, dan rasa nyaman sudah hadir sejak dulu. Pemilik hanya menambahkan bangunan nonpermanen untuk memoles Kahui.
Kahui atau Kalimantan Hutan Itah (Kalimantan Hutan Kita) dikenal sebagai tempat ekowisata sejak 2017 lalu. Meski pernah dihantam pandemi Covid-19, tempat itu tetap hidup. Ada enam orang yang bekerja di tempat itu. Tidak hanya melayani pengunjung, mereka juga ikut mengedukasi pengunjung. Salah satunya soal sampah. Para ”penjaga” Kahui yang merupakan mahasiswa itu tak segan-segan menegur pengunjung yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Bahkan, pejabat pun pernah ditegur karena membawa sepeda motor hingga ke pinggir sungai, padahal tempat parkir sudah disiapkan. Anak-anak yang kerja di tempat itu merupakan warga sekitar yang sebelum Kahui hadir hanya bekerja sebagai penggali pasir dengan upah Rp 5.000 sekali angkut pasir, kini bisa kuliah, punya gaji bulanan, bahkan mendapatkan bonus tahunan. Kahui menjadi kawasan ekowisata dengan luas 10 hektar atau 10 kali ukuran lapangan sepak bola yang mulai dikelola sejak 2016, tetapi baru diresmikan pada 2017. Tempat itu diminati pengunjung yang ingin berkemah atau seperti Nando, lari dari kepenatan.
Kahui masuk dalam kategori kelompok tani hutan (KTH). Pengelola Kahui, Lilik Sugiarti, mengungkapkan, sejak 2017 sampai saat ini Kahui bertransformasi tak hanya sekadar sebagai tempat wisata. Kahui juga dipadati peneliti dan menjadi tempat bagi mahasiswa di Palangkaraya yang ingin belajar soal hutan kerangas, tumbuhan, dan keanekaragaman hayati lainnya. Konsep ekowisata ternyata masih menjadi andalan di Palangkaraya. Setelah Kahui, di kawasan yang sama terdapat dua tempat ekowisata lain yang menawarkan konsep serupa meski tak sama. Ada Danum Bahandang dan Lewu Bue. Pengunjung jadi punya banyak pilihan tempat untuk dikunjungi dan berbagai pilihan ekowisata. Danum Bahandang menyajikan wisata air hitam yang memukau. Orang-orang datang untuk menikmati makanan di pinggir sungai atau sekadar berenang. Ekowisata tak sekadar menjadi tumpuan atau sumber ekonomi baru, tetapi juga tempat ”lari” dari kesibukan. Mereka memilih hutan sebagai tempat untuk menepi dari keramaian yang tak diinginkan. (Yoga)
Tahun Politik, Fungsi Dasar APBN Tetap Jadi Pijakan
Pemerintah telah menyerahkan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun Anggaran 2024 kepada DPR sebagai landasan arah kebijakan fiskal di tahun terakhir pemerintahan Jokowi. Pembicaraan pendahuluan menuju penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN 2024 pun telah resmi dimulai pekan ini. Pemerintah dan DPR memiliki waktu 4 bulan untuk menyusun APBN transisi di tengah iklim politik yang menghangat menjelang dimulainya tahapan Pemilu 2024. Penyusunan kebijakan anggaran tahun depan memiliki tantangan tersendiri. Selain kondisi perekonomian yang masih diliputi ketidakpastian, berkaca dari pengalaman sebelumnya, instrumen fiscal di tahun politik biasanya rawan ditunggangi kepentingan politik jangka pendek dan berbagai usulan belanja yang populis guna mendongkrak elektabilitas.
Wakil Menkeu Suahasil Nazara di kantornya di gedung Kemenkeu, Jakpus, Rabu (31/5) mengatakan APBN itu selalu dibuat dengan tiga logika fungsi dasar, yaitu alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Tiga fungsi ini berjalan kapanpun, pada tahun apa pun, dan momen apa pun. Setiap periode pemerintahan memiliki penekanannya sendiri dan APBN pasti mengikuti visi pimpinan. Seperti pemerintahan Presiden Jokowi sejak awal memang ingin menggenjot pembangunan infrastruktur. Di tengah-tengah ada pandemi, fokus alokasi anggaran digeser ke kesehatan dan perlindungan sosial, tetapi tetap mengeluarkan dana untuk infrastruktur meski tidak semasif sebelumnya. APBN juga menjalankan fungsi untuk memperbaiki distribusi, antarkelompok masyarakat dan antarwilayah. Tahun depan, anggaran prioritas adalah pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, infrastruktur, dan perlindungan sosial. Berbagai alokasi ini diprioritaskan dengan kembali pada tiga fungsi dasar APBN tadi. (Yoga)
RI Peringkat Pertama Destinasi Ramah Muslim
Indonesia dan Malaysia muncul sebagai destinasi teratas secara global untuk wisatawan Muslim menurut Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI) 2023 oleh Mastercard dan CrescenRating. GMTI 2023 mengukur 138 negara tujuan wisata ramah Muslim berdasarkan empat kriteria utama, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Pendiri dan CEO CrescenRating, Fazal Bahardeen, Kamis (1/6/2023), mengatakan, pasar perjalanan Muslim telah menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang kuat. (Yoga)
Amman Mineral Incar Dana Rp 12,9 Triliun
Perusahaan tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk berencana melepaskan 10 persen saham atau sebanyaknya 7,2 miliar saham. Adapun harga penawaran berkisar antara Rp 1.650 dan Rp 1.775 per saham. Dengan demikian, potensi dana yang diserap sebesar Rp 12,9 triliun. ”Aksi korporasi ini merupakan salah satu langkah strategis untuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan di era transisi energi,” kata Presiden Direktur Amman Alexander Ramlie di Jakarta, Rabu (31/5/2023). (Yoga)
KENDARAAN LISTRIK, Persaingan di Asia Tenggara Kian Sengit
Persaingan memperebutkan investasi, pasar, serta pusat manufaktur kendaraan listrik antarnegara di Asia Tenggara dinilai semakin sengit. Dengan segenap potensi dan sumber daya yang ada, Indonesia memanfaatkan peluang emas dan berambisi menjadi pusat kendaraan listrik dunia. ”Gagal (menjadi pusat kendaraan listrik) bukan pilihan. Jika gagal, Indonesia hanya menjadi pasar saja, bukan produsen,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin dalam diskusi panel bertajuk ”Kebijakan Percepatan Adopsi EV Guna Mendukung Keberlangsungan Industri Otomotif di Era Transisi Energi” yang digelar Kemenko Marves di Jakarta, Rabu (31/5). Menurut Rachmat, pasar kendaraan listrik terus meningkat seiring dengan kebutuhan global untuk transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Situasi ini peluang emas bagi Indonesia untuk bisa menjadi mitra perusahaan kendaraan listrik dunia, khususnya sebagai pusat manufaktur. ”Jangan sampai jutaan lapangan kerja dari industri otomotif Indonesia terancam karena negara terlambat mentransformasi industri,” ujarnya. Mengutip data Federasi Otomotif ASEAN 2022, Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, yakni dengan penjualan mobil mencapai 1,04 juta unit per tahun dan sepeda motor 5,22 juta unit per tahun. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang penjualan mobil di Thailand (849.000 unit per tahun). Penjualan sepeda motor Indonesia juga lebih tinggi ketimbang Vietnam (3 juta unit per tahun). Untuk menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik dunia, kata Rachmat, sejumlah strategi harus dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan perusahaan kendaraan listrik dalam mengambil keputusan strategi bisnis ke depan. (Yoga)
Semakin Hijau, Semakin Dilirik
Hunian mewah tidak lagi sekadar menitik beratkan ukuran atau besar bangunan, tetapi juga sistem rumah cerdas (smart home system) atau lokasi yang strategis. Lebih dari itu, konsep ramah lingkungan mulai dikedepankan pengembang untuk memberikan nilai tambah. Pekan lalu, pengembang Grup Ciputra merilis proyek perumahan premium Citralake Villa di Citra 6, Citra Garden City, Jakarta. Kawasan hunian mewah seluas 4,5 hektar itu mengusung konsep hunian yang asri dan tenang di tepi danau buatan. Kawasan itu juga bakal dilengkapi pepohonan dan fasilitas trek joging. Selain konsep hijau, CitraLake Villa juga mengusung sistem rumah cerdas dengan desain dan fitur material hemat energi. Di antaranya, bukaan jendela rumah yang menyesuaikan arah mata angina dan matahari untuk menghemat pemakaian pendingin ruangan dan penggunaan panel surya.
Director Ciputra Group Meiko Handoyo Lukmantara mengemukakan, hunian dengan konsep berkelanjutan dan ramah lingkungan semakin dicari konsumen. Penghuni bisa menikmati manfaat dari lingkung an hijau dan udara bersih. Pembangunan danau buatan di kawasan Citra Lake Villa merupakan bentuk kreativitas dengan tujuan keindahan sekaligus pengendalian lingkungan. Danau itu menjadi sarana pembuangan air limbah dari sebagian kawasan sekitar untuk diolah dan didaur ulang bagi keperluan air kawasan. Dari sisi pasar, menurut Meiko, konsep ramah lingkungan diyakini menaikkan minat konsumen dan nilai jual kawasan. Ia mengeklaim, sewaktu baru diluncurkan, rumah Citra Lake Villa terjual 8 unit dari 28 unit yang ditawarkan. Sebagian besar pembeli merupakan end user, yakni membeli dengan tujuan untuk dihuni. (Yoga)
MENGGESER SUKACITA KE KAYUTANGAN
Minggu (28/5) malam, kawasan Kayutangan, Kota Malang, Jatim, riuh. Ribuan orang berkumpul bersesakan di antara UMKM dan panggung pentas. Hari itu, Kota Malang punya acara pentas kolaborasi Malang 109. Sebuah acara musik, tari, berpadu dengan pameran UMKM. Orang bermusik, menari, dan berjualan produk UMKM membaur jadi satu di sepanjang 40 meter ruas jalan Kayutangan. Mereka berkumpul menjadi satu dalam acara Malang 109. Itu adalah pentas tahunan komunitas musik di Malang yang tahun ini dikemas bersamaan dengan pameran produk UMKM. Kegiatan diselenggarakan oleh Musik Malang Bersatu Indonesia (MMBI) berkolaborasi dengan Pemkot Malang, pelaku usaha kreatif, dan masyarakat. Adapun angka 109 merupakan usia Kota Malang pada tahun ini. Jadi, pentas malam itu disebutsebut sebagai rangkaian HUT Kota Malang yang diperingati setiap 1 April.
”Adanya kegiatan seperti ini membuat UMKM seperti kami memiliki kesempatan menunjukkan produk kami. Lumayan setelah kemarin-kemarin kena pandemi,” kata Suryadi, penjual es puter asal Bareng, Klojen. Suryadi mengaku sudah menghabiskan tiga drum es puter untuk acara tersebut. ”Memang jumlah barang yang habis tidak sebanyak acara saat Malang Tempo Doeloe, beberapa tahun lalu. Saat Malang Tempo Doeloe bisa habis 10 drum sehari. Tapi, hasil ini lumayan juga untuk menjaga kondisi ekonomi sekarang ini,” kata pria yang menjadi generasi kedua pembuat es puter. Semangat dalam menonton acara Malang 109 juga dikatakan oleh Emanuel (43), warga Balearjosari. Menurut dia, acara tersebut bisa menjadi salah satu alternatif hiburan warga yang murah meriah. ”Hanya saja, memang harus ditata konsepnya agar warga bisa menonton dengan nyaman. Ini kami dari tadi hanya bisa nonton dari belakang, karena di depan panggung su-dah sangat penuh penonton dan untuk undangan,” katanya.
Kadis Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Baihaqie mengatakan bahwa Kayutangan masuk destinasi wisata ke-75 dari 4.500 destinasi wisata se-Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan bisa digelar rutin tahunan. ”Untuk kegiatan ini sudah masuk 82 UMKM, yang sudah berjualan sejak tadi siang, dan malam hari sudah habis. Produk dijual adalah aneka makanan khas Kota Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangkitkan ekonomi di Kota Malang,” kata Baihaqie. Wali Kota Malang Sutiaji berharap bahwa masyarakat mendukung kegiatan itu dengan menjaga kondusivitas kegiatan. Dengan terjaganya kondusivitas acara, maka menurut Sutiaji, pemerintah akan mengupayakan acara tersebut bisa digelar lagi tahun depan. (Yoga)
Dimulai Waskita, Dituntaskan Hutama
JAKARTA – Pengerjaan seksi III jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang tersendat ada kemungkinan akan dilanjutkan PT Hutama Karya (Persero). Permodalan untuk seksi III jalan tol Bocimi yang menghubungkan daerah Cibadak dan Sukabumi Barat itu sempat terancam macet karena tekanan keuangan yang membebani Grup Waskita Karya selama masa restrukturisasi utang. Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), Wahyu Utomo, mengatakan pemerintah masih mengkaji skema teknis untuk memasukkan Hutama Karya dalam pengerjaan proyek tersebut. "Yang pasti pembangunannya dilanjutkan dengan skema alternatif. Jadi, Hutama akan membantu penyelesaian konstruksinya," kata dia kepada Tempo, kemarin. Jalan tol Bocimi dikelola Grup Waskita Karya melalui anak usahanya, PT Trans Jabar Tol, dengan masa konsesi 45 tahun. Kebutuhan investasi untuk ruas tol yang masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini diperkirakan mencapai Rp 7,7 triliun. Terkoneksi dengan jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), jalan tol Bocimi dirancang untuk memotong waktu tempuh Bogor-Sukabumi yang semula empat jam menjadi dua jam. (Yetede)
Lonjakan Jerat Utang lewat Paylater
Sejak masa pandemi Covid-19, banyak kelompok masyarakat Indonesia—termasuk anak muda—terjebak utang karena beragam faktor. Beberapa di antaranya karena pemutusan hubungan kerja (PHK), kenaikan harga bahan pokok, krisis global, dan kebutuhan aktivitas daring yang makin masif karena kerja dan pembelajaran jarak jauh. Pada mulanya, utang hanyalah bentuk relasi sosial sederhana yang berkaitan dengan jasa, balas budi, barter, dan aktivitas sosial-ekonomi kemanusiaan sehari-hari. Sebagaimana ulasan antropolog ekonomi David Graeber, dengan bergulirnya sejarah dan semakin kompleksnya kehidupan masyarakat, utang pun berkembang melampaui urusan ekonomi, finansial, negara, dan pasar belaka. Seiring dengan berkembangnya sistem keuangan, jenis-jenis utang pun menjadi semakin variatif. Ada yang berwujud barang, fasilitas, uang (dengan sistem bunga ataupun tidak), kredit, hingga yang terbaru adalah jasa “beli kini, bayar nanti” (buy now, pay later atau BNPL) dengan akses yang mudah dan menggiurkan bagi konsumen muda. Melalui tulisan ini, saya ingin menelusuri bagaimana tren baru perutangan ini menjerat mereka—termasuk bagaimana utang menjadi candu, melanggengkan kesenjangan, dan menimbulkan dampak psikologis. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









