Ekonomi
( 40789 )INDONESIA EMAS 2045, IndustrialisasiJadi Jalan Keluar
Industrialisasi adalah salah satu cara agar Indonesia terbebas dari jebakan negara berpendapatan menengah ke bawah guna menjadi negara maju sehingga dapat mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045. Demikian disampaikan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam diskusi terbatas mengenai Visi Indonesia 2045 yang digelar Kompas bersama Bappenas, di Jakarta, Senin (5/6). Fokus pembahasan dalam diskusi kali ini adalah bagaimana memajukan industri yang menyejahterakan rakyat. ”Transformasi ekonomi kita harapkan akan membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah ke bawah. Kalau ingin keluar dari jebakan itu, maka selama tahun 2025 sampai 2029, rata-rata pertumbuhan ekonomi harus 6 % sampai 6,5 %. Setelah itu, harus di atas 7 %,” ujar Suharso dalam sambutannya.
Selama lebih kurang 30 tahun, pendapatan per kapita Indonesia berada dalam kategori negara berpendapatan menengah ke bawah. Saat ini, pendapatan per kapita Indonesia tercatat pada angka 4.120 USD atau 5,9 % pendapatan per kapita AS. Padahal, Indonesia memiliki visi untuk dapat menjadi negara maju saat menginjak usia satu abad pada tahun 2045. Dengan bonus demografi yang dimiliki atau jumlah penduduk usia produktif lebih banyak daripada penduduk usia nonproduktif, rasio ketergantungan Indonesia mencapai titik terendah pada 2022-2030. Suharso menambahkan, Indonesia akan menjadi negara maju apabila PDB mencapai jumlah nominal 9,8 triliun USD atau rata-rata tumbuh 7 % hingga 2045. Hal itu dapat didorong, salah satunya, melalui kontribusi industri manufaktur terhadap PDB hingga mencapai 28 % dan berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja hingga 25,2 %. (Yoga)
Presiden Ajak Atlet Manfaatkan Bonus untuk Investasi
Presiden Jokowi membagikan bonus untuk para atlet peraih medali di SEA Games Kamboja 2023, Senin (5/6) di halaman Istana Merdeka, Jakarta. Presiden berpesan agar bonus digunakan untuk investasi jangka menengah atau panjang. Prestasi kontingen Indonesia di SEA Games 2023 melampauitarget yang diberikan. Saat melepas kontingen ke Kamboja, awal Mei lalu, Presiden meminta agar perolehan medali emas Indonesia melebihi prestasi Indonesia di SEA Games Vietnam 2021, yakni lebih dari 69 medali emas. Dalam SEA Games 2023 Kamboja, kontingen Indonesia membawa pulang 87 medali emas, 80 medali perak, dan 109 medali perunggu. Untuk itu, bonus dengan total Rp 289 miliar pun disiapkan untuk atlet peraih medali, pelatih, dan asisten pelatih.
”Memberi kejutan menggembirakan semua, baik yang mendapat medali emas, perak, maupun perunggu. Tapi, yang mengejutkan tim basket putri karena kita enggak pernah dapat medali emas sudah 64 tahun,” kata Presiden. Atlet cabang olahraga lain yang juga memberi kejutan adalah hoki indoor putra dan kriket putri. Indonesia baru mendapatkan medali emas di kedua nomor olahraga tersebut sejak pertama kali ikut SEA Games. Tim nasional sepak bola juga disebut memberi kegembiraan dengan memberikan medali emas setelah 32 tahun. Presiden pun berpesan agar bonus yang diterima bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. ”Jangan dibelikan barang mewah yang tidak bermanfaat. Kalau investasi jangka menengah atau panjang, dijual itu naik terus harganya. Kalau beli mobil, tahun depan harganya tinggal separuh. Karena, perjuangan Saudara-saudara masih panjang di masa datang,” katanya. (Yoga)
Inflasi Mei Melandai, Harga Bahan Pangan Jadi Sorotan
BPS mencatat inflasi Mei 2023 cenderung melandai jika dibandingkan bulan sebelumnya ataupun Mei 2022. Namun, kenaikan sejumlah harga komoditas pangan dinilai perlu menjadi perhatian. Ketersendatan pasokan serta kenaikan ongkos produksi mendongkrak harga beberapa komoditas pangan penyumbang inflasi. Secara bulanan (mtm), inflasi Mei 2023 tercatat 0,09 %, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 0,33 %. Sementara secara tahunan (yoy), inflasi bulan lalu tercatat 4 %, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, di 4,33 %.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini saat konferensi pers di Jakarta, Senin (5/6) merinci, kelompok pengeluaran makanan dan minuman memberi andil terbesar pada inflasi bulanan di Mei 2023, yakni 0,13 %. Namun, kelompok pengeluaran lain mengalami deflasi, yakni transportasi serta pakaian dan alas kaki. Khusus di kelompok makanan, minuman, dan tembakau, komoditas penyumbang inflasi bulan lalu adalah bawang merah dan daging ayam ras dengan andil masing-masing 0,03 %, lalu ikan segar, telur ayam ras, rokok kretek filter, dan bawang putih dengan andil masing-masing 0,02. ”Harga bawang merah naik karena belum banyak produksi dari petani sehingga pasokan yang masuk belum mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Selain bawang merah, pasokan ikan segar juga tersendat sehingga turut menyumbang inflasi. (Yoga)
Indonesia Mewaspadai Melambatnya Ekonomi Negara Mitra Dagang
Realisasi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara lain yang cenderung lemah dan datar perlu diwaspadai oleh Indonesia dengan memperhatikan negara mitra dagangnya. Di sisi lain, ketahanan ekonomi nasional diperkirakan tetap kuat karena didukung surplus neraca perdagangan, aliran dana investasi asing, dan kecukupan cadangan devisa. Hal tersebut diungkapkan Wakil Menkeu Suahasil Nazara dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (5/6). Rapat itu turut dihadiri Menkeu Sri Mulyani, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, serta Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. Suahasil mengutip data Bloomberg 2023 yang mencatat pertumbuhan ekonomi AS pada triwulan I-2023 secara tahunan (year-on-year) 1,6 %, Jerman 0,5 %, Inggris 0,2 %, China 4,5 %, Vietnam 3,3 %, dan India sebesar 6,1 %.
”Realisasi pertumbuhan ekonomi triwulan I-2023 di banyak negara cenderung melemah atau datar. Hal ini harus diwaspadai karena negara yang menjadi mitra dagang Indonesia perlu diperhatikan,” ujar Suahasil. Pertumbuhan ekonomi negara maju, tertahan akibat pengetatan moneter yang berlangsung jangka panjang, sedangkan China akan menghadapi tantangan geopolitik, sektor properti, dan penuaan populasi. Sementara itu, India dan negara Asia Tenggara memiliki potensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi domestik. Komoditas terdampak Tren perlambatan ekonomi ini dinilai berdampak pada sejumlah harga komoditas di Indonesia. (Yoga)
Kapal Ikan Ilegal Masih Menjadi Ancaman
Praktik penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur atau IUU Fishing dinilai mengancam perairan Indonesia. Pelanggaran tidak hanya dilakukan oleh kapal ikan asing, tetapi juga kerap dilakukan kapal-kapal ikan Indonesia. Selama Januari-Mei 2023, aparat pengawasan kelautan dan perikanan KKP menangkap 70 kapal ikan ilegal, terdiri dari 61 kapal ikan Indonesia dan 9 kapal ikan asing. Dari Sembilan kapal ikan asing yang ditangkap, lima kapal perikanan berbendera Filipina, tiga kapal perikanan berbendera Malaysia, dan satu kapal perikanan berbendera Vietnam.
Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia Mohammad Abdi Suhufan, Senin (5/6) di Jakarta, mengemukakan, peringatan Hari Internasional Perlawanan IUU Fishing tanggal 5 Juni masih menyisakan pekerjaan rumah dalam mengatasi praktik perikanan ilegal itu. Walaupun penangkapan kapal-kapal ikan asing ilegal oleh aparat cenderung menurun, masuknya kapal-kapal ilegal itu masih menjadi ancaman utama di wilayah perairan perbatasan. Ancaman itu antara lain oleh kapal berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara dan kapal berbendera Malaysia di Selat Malaka. Di sisi lain, pelanggaran oleh kapal-kapal ikan Indonesia juga terus marak, antara lain berupa pelanggaran penggunaan alat tangkap dan pelanggaran wilayah tangkap. (Yoga)
Elders Elettrico Ekspor Alat Konversi Motor
Pelaku usaha kecil menengah bengkel dan produsen alat konversi motor listrik, Elders Elettrico, mengekspor 240 unit alat konversi motor skuter bahan bakar minyak menjadi listrik ke Eropa tahun 2023. ”Kami sudah menandatangani kerja sama dengan sebuah perusahaan di Swiss,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Elders Elettrico Heret Frasthio di Jakarta, Senin (5/6). Menurut dia, ekspor alat konversi itu terkait penyelenggaraan World Vespa Day 2023. Setelah acara itu, permintaan alat konversi ini dari negara lain di Eropa diharapkan meningkat. (Yoga)
Risiko Main Saham Gorengan Makin Besar
Investor yang baru masuk ke bursa saham sejak pandemi Covid-19 harus makin berhati-hati lantaran harga saham kini bisa turun lebih dalam.
Maklum, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara bertahap telah memulai normalisasi batas penolakan otomatis alias
auto rejection
simetris.
Terhitung sejak kemarin, Senin (5/6), batas bawah penolakan otomatis alias
auto rejection
bawah (ARB) ditetapkan 15%.
Kelak, di tahap kedua yang akan diterapkan pada 4 September 2023, batas ARB saham akan benar-benar menjadi simetris. Sehingga, batasan persentase ARB akan sama dengan batasan persentase
auto rejection
atas alias ARA.
Penurunan terdalam dialami oleh saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) yang harganya anjlok 15%. Posisi kedua ditempati saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang ambles 14,97%.
Beberapa saham emiten yang terbilang pendatang baru di BEI juga tak luput terkena ARB 15%. Salah satunya saham PT Saptausaha Gemilangindah Tbk (SAGE) yang melemah 14,88% ke Rp 103.
Pengamat pasar modal Teguh Hidayat mencermati, saham yang mengalami ARB 15% kebanyakan saham debutan yang baru melakukan
initial public offering
(IPO).
CEO Sucor Sekuritas Bernadus Setya Ananda Wijaya menimpali, pasar tentu akan beradaptasi dengan mekanisme ARB sebesar 15%. Sebab, selama pandemi, banyak investor belum merasakan ARB sedalam ini.
"Penyesuaian ARB akan membuat likuiditas transaksi lebih baik karena pasar lebih fleksibel," kata Bernadus.
Industri Manufaktur Lesu Akibat Permintaan Loyo
Lampu kuning bagi sektor manufaktur Indonesia. Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia di periode Mei 2023 melorot menjadi 50,3. Angka ini menurun 2,4 poin dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 52,7 pada April 2023.
Jingyi Pan,
Economics Associate Director
S&P Global Market Intelligence menyebutkan, penurunan PMI Manufaktur Indonesia karena adanya penurunan permintaan baru dari sisi domestik maupun luar negeri. Penurunan permintaan ini terjadi dari dalam negeri maupun permintaan asing. Ini merupakan imbas dari kondisi pasar yang melemah.
Bahkan, menurut dia, permintaan asing mengalami penurunan selama 12 bulan berturut-turut.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewanti-wanti atas penurunan PMI Manufaktur Indonesia pada periode laporan tersebut. Pasalnya, angka itu hampir mendekati level kontraktif.
"Harus kita lihat secara hati-hati adalah PMI baru saja keluar 50,3. Ini melemah dibandingkan bulan lalu yang di atas 52," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (5/6).
Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto membenarkan kondisi tersebut. Tingkat utilitas produksi industri keramik pada kuartal I-2023 berada pada level 75%. Kondisi ini menurun dibandingkan rata-rata tingkat utilitas produksi tahun 2022 yang berada di level 78%.
Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman Indonesia (AKLPI) Yustinus Gunawan setuju perlu ada daya dorong bagi manufaktur lokal untuk mengatasi penurunan indeks manufaktur. Sebab daya saing produk manufaktur lokal bisa anjlok seiring dengan kenaikan harga gas bumi untuk industri.
WSKT Bakal Bergabung ke HK
Pemerintah berencana menggabungkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ke dalam tubuh PT Hutama Karya. Rencana sementara, Kementerian BUMN akan melakukan inbreng saham pemerintah di WSKT ke dalam Hutama Karya.
Rencana tersebut akan digelar saat Waskita telah merampungkan restrukturisasi utang, "Kami akan memastikan dulu restrukturisasi Waskita telah selesai," ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Senin (5/6) kemarin.
Per 31 Mei 2023, pemerintah mendekap 75,35% saham WSKT. Kartika memastikan, skema inbreng ini tidak akan membuat WSKT
go private.
Sebab hanya kepemilikan saham pemerintah yang berpindah ke Hutama Karya.
Kementerian BUMN juga akan mengusulkan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 12,5 triliun untuk Hutama Karya agar bisa menuntaskan proyek tol WSKT. Tiko menjelaskan, PMN ini digunakan untuk menyelesaikan pembangunan ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dan Kayu Agung-Palembang-Betung.
Tiko bilang tidak menutup akan ada penambahan PMN jika kebutuhan restrukturisasi WKST terus meningkat. Saat ini, Kementerian BUMN terus berdiskusi dengan Kementerian Keuangan.
Kilau Emiten Emas Belum Memudar
Harga emas cenderung menurun dalam dua hari terakhir, terutama setelah pengesahan plafon utang Amerika Serikat (AS). Mengutip
Bloomberg, harga emas kontrak Agustus 2023 di
Commodity Exchange
turun 0,73% ke US$ 1.955,30 per ons troi, Senin (5/6) pukul 19.00 WIB.
Meski begitu, analis memperkirakan, harga emas masih cukup tinggi tahun ini. Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan mengatakan, pelemahan ekonomi global dan stabilitas keuangan global yang fluktuatif akan menopang harga emas. The Federal Reserve dinilai masih berpotensi menaikkan bunga, meski dengan ritme lebih lambat.
Sementara itu, pembelian emas besar-besaran oleh bank sentral di berbagai negara masih tinggi meski sudah mulai melambat. Dari dalam negeri, Felix bilang, daya beli masyarakat terhadap emas meningkat setelah sempat turun akibat pandemi Covid-19.
Sementara Kepala Riset Sucor Sekuritas Edward Lowis memperkirakan, harga emas akan mencapai US$ 2.100 per ons troi di tahun ini. Hal tersebut menimbang resesi pasar dan potensi
quantitative easing
dari bank sentral utama.
Prospek harga emas yang masih akan tinggi membuat Panin Sekuritas masih merekomendasikan
overweight
untuk saham sektor emas. Saham pilihan utama atau
top pick
di sektor ini adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Selain didorong solidnya harga komoditas, prospek ANTM juga ditopang tingginya minat masyarakat untuk berinvestasi logam mulia.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









