Ekonomi
( 40512 )Masyarakat Indonesia Suka Ponsel di Bawah Harga Rp 3 Juta
JAKARTA,ID-Masyarakat Indonesia menyuikai ponsel pintar (Smartphone) dengan harga paling murah dan berfitur mumpuni di bawah harga US$ 200 atau Rp 3 jutaan (pemula entry-level) pada kuartal I-2023. Perangkat pada segmen tersebut berkontribusi mencapai 76% terhadap keseluruhan pasar, selain masih dominannya merek-merek asal Tiongkok di Tanah Air yang dikenal dengan harga relatif terjangkau. Dalam enam besar merek ponsel terlaris yang dirilis oleh lembaga riset pasar teknologi counterpoint Reserach, lima merk asal Tiongkok, yakni OPPO, Vivo, Realme, Xiaomi, dan Infinix (Hong Kong), mampu menguasai 74,5% pangsa pasar (market share) di Tanah Air. Samsung dari Korea Selatan, serta merek lain, termasik iPhone (Apple asal Amerika Serikat) yang dikenal premiun dan merek lokal Advan mengambil porsi sisanya. Head of corporate communication Erajaya Group Djunadi Satrio mengatakan, dari faktor eksternal, pihaknya melihat aktivitas manusia yang kembali pulih pasca pandemi yang akan memunculkan kebutuhan untuk memiliki smartphone baru dalam menemani produktivitas dan pengabdian momen penting. Selain itu, juga mendapat dukungan para mitra dari prinsipal brand smartphone yang terus memperkenalkan produk baru yang menyasar semua segmen yang ada. (Yetede)
Teknologi Cloud Ciptakan Efisiensi dan Peluang Bisnis Industri Media
JAKARTA,ID-Teknologi cloud diyakini dapat menciptakan peluang bisnis, efisiensi, serta kualitas yang mumpuni bagi industri media dan hiburan di Tanah Air. Bagi industri media dan hiburan di Tanah Air industri cloud berperan penting untuk mempertahankan efisiensi, kualitas, dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. Sedangkan bagi pengguna teknologi cloud memberikan peluang untuk menikmati layanan konten yang lebih beragam dan variatif. Ketua Umum Indonesia Digital Association (IDA) Dian Gemiano mengatakan, konten-konten video kini telah menjadi segmen terbesar di industri media dan hiburan di Tanah Air yang tengah bertransformasi. "Teknologi cloud memainkan peran penting untuk mempertahankan efisiensi, kualitas dan pengalaman pengguna dalam mengakses konten. IDA akan berkolaborasi semakin erat dengan pelaku industri media & hiburan lokal guna mendorong inovasi di cloud dan menjeljahi lebih banyak peluang demi kebrhasilan bersama," kata Dian dalam keterangan persnya, dikutip Snein (5/6/2023). Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Arifin Asydhad, sekaligus pemimpin redaksi Kumparan.com menambahkan, dengan mengadopsi teknologi cloud para editor dapat menghadirkan digitalisasi untuk menunjang produksi maupun distribusi konten. (Yetede)
Biaya Operasional Gerus Laba, Medco Masih Konsolidasi
JAKARTA,ID-Kinerja PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC) diperkirakan konsolidasi pada tahun ini, menyusul hasil laba bersih kuartal 1-2023 sebesar US$ 82,1 juta, terkoreksi 8,9% (yoy) atau turun 36,9% (qoq). Biaya operasional yang lebih tinggi menggrogoti laba bersih periode ini dibawah ekpektasi analis. Analis Ciptadana Sekuritas Arief Budiman mengungkapkan, turunnya laba bersih Medco disebabkan oleh melonjaknya beban pokok pendapatan menjadi US$ 325, juta. Meningkat 40,5% (YoY) dan naik 99,4% (QoQ). Selain itu, biaya operasional (opex) tercatat US$54,1 juta atau naik 30,4% (YoY), namun turun 17,4% (QoQ). "Laba bersih kuarta;l I-2023 dibawah ekspektasi kami dan konsensus, hanya memenuhi 17-20% dari perkiraan setahun penuh 2023. Padahal pendapatan periode ini masih lebih kuat di US$ 558,1 juta, naik 18,4% (YoY) terutama didukung oleh peningkatan volume minyak dan gas sebesar sebesar 29,9% menjadi 165 MBOEPD, dan sejalan dengan ekspektasi Kami yakni 25% dari estimasi sepanang 2023," papar ARief dalam publikasinya. (Yetede)
Inka Baru Bisa Produksi 2025 Impor 12 Trainset KRL Berlanjut
JAKARTA,ID-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan rencana impor 12 trainer (rangkaian kereta) untuk Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jepang tetap akan dilakukan, mengingat produksi PT Inka (Persero) baru bisa dilakukan 2025. Kementerian BUMN menyiapkan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 3 triliun untuk membantu pemodalan Inka agar bisa memproduksi KA tahun 2025. Keputusan untuk menyuntik dana di Inka ini juga disepakati bersama ditingkat kementerian. "Ketika kami rapat dengan Kementerian Perhubungan, Menko Marves, dan Menteri Perindustrian setelah kami memetakan memang harus ada yang namanya penambahan modal dari Inka sendiri untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan kereta api untuk gerbong-gerbong barunya," kata Menteri BUMN Erick Thohir dalam repat besama Komisi VI DPR RI, di Jakarta Seninm (05/06/2023). Lebih jauh Ericik menjelaskan, Inka sudah memiliki pabrik berkualitas. Salah satunya, kata dia, di Banyuwangi yang bekerja sama dengan perusahaan Swiss Stedler untuk menyuplai kebutuhan gerbong kereta api di Asia Tenggara. "Ini yang tentu harus kita dorong sehingga penyehatan dari Inka ini membutuhkan penambahan Rp 3 triliun, sehingga terjadi ekulibrilum antara produksi gerbong dan juga peningkatan-peningkatan jumlah kereta. Kalaupun ada impor, seminimal mungkin yang kita minta karena itu hanya menutupi gap kebutuhan 6-7 bulan ke depan," tuturnya. (Yetede)
Ambisi Menurunkan Rasio Utang
Pemerintah terus berupaya mengendalikan dan menurunkan tingkat utang serta memastikan kapasitas pembayaran utang selalu terpenuhi. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Suminto, mengatakan pemerintah selalu berkomitmen mengelola utang secara hati-hati, kredibel, dan terukur, termasuk dalam mengelola kewajiban utang yang jatuh tempo. “Pemerintah terus memastikan untuk memenuhi seluruh kewajiban utang yang jatuh tempo secara tepat waktu dan tepat jumlah, serta pemerintah memiliki kapasitas untuk memenuhinya,” kata Suminto kepada Tempo, kemarin, 5 Juni 2023. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah pada April 2023 mencapai Rp 7.848,89 triliun. Jika dirinci, jumlah utang pemerintah yang jatuh tempo dalam satu hingga lima tahun ke depan mencapai Rp 2.606 triliun, dengan posisi utang jatuh tempo dalam satu tahun naik 7,91 %, tiga tahun naik 24,1 %, dan lima tahun naik 42,1 %.
Suminto mengatakan, dari sisi upaya pengendalian utang, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kinerja APBN, baik dari sisi penerimaan maupun belanja, untuk menjaga defisit anggaran. “Selain itu, pemerintah terus mengembangkan skema-skema pembiayaan kreatif, seperti kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) serta blended financing, sebagai alternatif pembiayaan utang,” ucapnya. Menkeu Sri Mulyani berujar pemerintah menargetkan tren penurunan rasio utang terhadap PDB terus berlanjut. “Kami berharap rasio utang bisa turun lagi ke level 38 % pada 2024,” ucapnya. Terlebih, konsolidasi fiskal Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini sudah mendekati normal setelah sempat melalui periode pandemi yang menantang. Pemerintah menargetkan rasio utang pada 2024 dapat berada di kisaran 38,07-38,97 % dari PDB. “Angka ini masih cukup aman, mengingat batas maksimal rasio utang adalah 60 % dari PDB.” (Yetede)
PASAR MODAL, Bersiap dengan Strategi Baru
Para trader dan investor di pasar saham Indonesia yang baru masuk ke pasar saham ketika masa pandemic belum pernah mengalami penurunan harga saham lebih dari 7% per hari. Kini, sebagian juga sudah bekerja penuh waktu di kantor masing-masing, tidak sempat lagi mengawal perdagangan atau investasi saham secara lebih intensif seperti ketika masa pandemi. Dengan demikian, momentum menghadapi auto reject bawah sebesar 15% mulai Senin (5/6) ini baik juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi perjalanan trading dan investasi. Jika trader atau investor angkatan Corona sudah bekerja sepenuhnya di kantor, seperti masa normal, pertimbangkan lagi apakah kegiatan jual beli saham (trading) jangka pendek masih dapat dilakukan. Ketika pandemi, jual beli saham dalam jangka pendek sangat mungkin dilakukan karena para pekerja bekerja dari rumah. Pertemuan-pertemuan dilakukan secara daring. Membuka dua layar, satu untuk trading sama dan satu lagi untuk pertemuan daring, sangat memungkinkan.
Jika memang strategi scalping atau jual beli saham cepat tidak dapat dilakukan lagi, perubahan strategi sangat dimungkinkan. Masih ada strategi lain, seperti swing, yaitu membeli saham ketika sedang berada pada tren naik dan menjual pada saat tren sudah berbalik. Dengan strategi ini, trader tidak perlu melihat layar monitor sepanjang hari perdagangan. Strategi lain yang lebih santai adalah investasi berkala. Strategi ini dilakukan dengan cara membeli saham berkapitalisasi besar secara bertahap. Setelah menentukan strategi trading atau investasi, penyesuaian yang dilakukan selanjutnya adalah mengurangi risiko karena batas penurunan harian (auto rejection) sudah bertambah menjadi 15%. Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penurunan harga saham hingga 15% dalam satu hati, dengan fokus pada saham-saham yang sedang berada pada tren naik (up trend). Fokus juga pada perusahaan yang memiliki fundamental baik, seperti kinerja keuangan yang positif dan laba yang terus berkembang. (Yoga)
Peternakan Sapi Banjir Pesanan
Menjelang hari raya Idul Adha, permintaan hewan kurban, seperti sapi
yang dipelihara di peternakan hewan NusaQu di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/6/2023), terus meningkat. Peternakan khusus penggemukan ini setidaknya telah menerima pesanan 300 sapi untuk disembelih pada Idul Adha mendatang. Selain sapi lokal, seperti dari Bali, Bojonegoro, dan Banjarnegara, peternakan ini juga menjual sapi ras luar, seperti limosin dan simetal. (Yoga)
Perlindungan Konsumen Terus Diperkuat
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen terus memperkuat perlindungan konsumen, khususnya investor ritel pasar modal yang berperan penting dalam menjaga stabilitas dan mencegah gejolak di Pasar Modal Indonesia. Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dalam IOSCO Committee 8 Meeting di New York, Amerika Serikat, akhir pekan lalu. (Yoga)
Pudarnya Kejayaan ”Kota Dollar”
Beberapa dekade lalu, Kecamatan Majalaya, Bandung, Jabar, pernah tersohor sebagai sentra produsen tekstil di Tanah Air. Produksi tekstil dari kawasan ini melanglang buana tak hanya ke penjuru Tanah Air, tetapi juga menembus pasar dunia. Saking melimpahnya permintaan dan omzet, kawasan ini bahkan sempat dijuluki ”Kota Dollar”. Namun, kini semua itu tinggal kenangan. Berdasarkan pengamatan Kompas dua-tiga pekan sebelum hari raya Lebaran 2023, lalu lintas di Jalan Rancajigang, Majalaya, Bandung, lengang. Padahal, di ruas jalan sepanjang sekitar 3,4 km terdapat setidaknya lima pabrik tekstil produk tekstil (TPT). Semestinya, jalan dengan lebar 7 meter itu dipadati kesibukan hilir-mudik truk pengangkut barang dan kendaraan pribadi pekerja pabrik. Kondisi serupa tampak di dalam pabrik yang minim aktivitas. Hanya sebagian mesin pabrik yang dioperasikan, selebihnya dalam kondisi mati.
”Bukannya rusak, tetapi memang tak beroperasi karena sedang sepi order,” kata seorang pemimpin perusahaan tekstil tersebut. Ia meminta agar identitas dan nama perusahaannya tidak disebutkan lantaran khawatir kepercayaan pemasok, perbankan, dan calon pembeli bakal makin tergerus dengan situasi yang tengah dihadapinya. Padahal, saat itu sedang menjelang Lebaran. Sebelum-sebelumnya, kegiatan di pabrik yang memproduksi kain motif untuk garmen ini selalu luar biasa sibuk menjelang Lebaran. Bahkan, para karyawan harus lembur. Semua mesin bekerja siang dan malam dengan kapasitas maksimal 100%. Bahkan, kesibukan itu biasanya sudah terjadi mulai 3-6 bulan sebelum Lebaran. Kini, utilitas produksi pabrik tersebut tidak sampai 60%. Ketua Asosiasi Pertekstilan Majalaya Aep Hendar membenarkan kondisi itu. Rata-rata pengusaha tekstil di Majalaya kini mengalami penurunan permintaan yang drastis. Menurut dia, saat ini ada sekitar 200 pabrik berskala industri kecil menengah di kawasan Majalaya. Jumlah itu terus menyusut beberapa tahun terakhir lantaran banyak pabrik kecil yang kesulitan keuangan. (Yoga)
Kami Memiliki 4 Strategi Memaksakan Hasil Digitalisasi
Digitalisasi sepertinya sudah tak terbendung masuk ke segala sisi kehidupan manusia, termasuk ekonomi, tak terkecuali di industri perbankan. Melalui digitalisasi ini, hampir semua layanan perbankan sekarang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, asal tersedia sinyal internet. Ini artinya layanan tak lagi terikat oleh ruang dan waktu. Berbagai upayapun dilakukan oleh banyak bank di tanah Air untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas digital mereka, baik secara organik maupun anorganik seperti mengakuisisi bank lain guna disulap menjadi bank digital. Ini pula yang dilakukan PT Bank Negara Indonseia (persero) Tbk atau BNI agar tak ketinggalan kereta dalam menjemput manfaat dan peluang perkembangan digitalisasi. Sekitar setahun lalu, BNI mengakuisisi 63,92% saham PT Bank Mayora yang per 24 Mei 2023 silam namanya resmi diganti menjadi PT Hibank Indonesia (Hibank). Pilihan nama itu tidak lepas dari visi perseroan untuk menjadikan anak usaha baru ini menjadi bank digital yang membumi, sederhana, bersahabat, dan solutif bagi UMKM. Untuk mengetahui lebih jauh langkah dan upaya yang sudah dan akan dilakukan BNI terkait proyek digitalisasi perbankan perseroan, wartawan BTV Pudja Lestari mewawancarai Direktur Utama BNI Royke Tumilar di Jakarta, pekan lalu. Hasil wawancara dijadwalkan juga tayang di program Berita Satu Spesial BTV, Senin (05/06/2023). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









